Selasa, 09 April 2013



ZILZAAL


7 KEBIASAAN AGAR KITA BISA KAYA

Posted: 09 Apr 2013 12:27 PM PDT

Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materil dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara kita tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan kita sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi buat agan-agan sekalian yang semoga berguna buat yang membacanya:

1. Kebiasaan mengucap syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah.

2. Kebiasaan berpikir positif
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.

3. Kebiasaan berempati
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.

4. Kebiasaan mendahulukan yang penting
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.

5. Kebiasaan bertindak
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.

6. Kebiasaan menabur benih
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih 'kebaikan'. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.

7. Kebiasaan hidup jujur
Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.

Foto: Istana Dolmabahce, Peninggalan Terakhir Kesultanan Utsmaniyah Turki

Posted: 09 Apr 2013 12:12 PM PDT

Turki begitu kaya akan warisan peradaban Islam. Betapa tidak, di negara itulah kekhalifahan Islam terakhir berdiri. Instanbul merupakan salah satu kota yang kaya akan peninggalan bersejarah. Di kota yang menjadi incaran raja-raja pada zaman dulu itu berdiri sebuah bangunan bersejarah bernama Istana Dolmabahce.

Istana Dolmabahce dibangun pada masa Kesultanan Abdul Mecid I, yang merupakan Sultan Ottoman ketigapuluh dan dibangun antara tahun 1843 dan 1856. Pembangunan menghabiskan dana sekitar lima juta koin emas Ottoman Mecidiye atau setara dengan 35 ton emas.
Istana Dolmabahce adalah rumah bagi enam sultan dari 1856, ketika pertama kali dihuni, sampai penghapusan kekhalifahan pada tahun 1924. Kerajaan terakhir yang tinggal di sini adalah Abdul Mecid Efendi. Undang-undang yang mulai berlaku pada 3 Maret 1924 mengalihkan kepemilikan istana untuk warisan nasional Republik Turki.

Istana ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Mabeyn Imperial (Ruang Kenegaraan), Muayede Salon (Hall Upacara) dan Imperial Harem.  Mabeyn Imperial dialokasikan untuk urusan administrasi negara, Imperial Harem dialokasikan untuk kehidupan pribadi sultan dan keluarganya dan Muayede Salon yang terletak di antara Mabeyn Imperial & Imperial Harem, dialokasikan menyambut negarawan  dalam beberapa acara kenegaraan penting.

Istana ini memiliki luas 45.000 m2 (11,2 hektar), dan berisi 285 kamar, 46 aula, 6 tempat pemandian dan 68 toilet. Istana yang terbuka untuk protokol dan kunjungan antara 1926-1984 juga dibuka untuk umum sebagai "museum" sejak 1984. Di museum itu, para pengunjung dipandu oleh pemandu istana. Para pemandu ini menjelaskan istana ini dengan menggunakan bahasa Inggris bagi wisatawan mancanegara dan bahasa Turki bagi wisatawan lokal.

Berikut beberapa foto dari Istana Dolmabahce

Tentara Bergajah yang Ingin Menghancurkan Ka’bah

Posted: 09 Apr 2013 11:55 AM PDT

 Kabar gembira tentang datangnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) telah dikabarkan di dalam kitab-kitab sebelumnya.  Sebelum dilahirkannya  Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) ada peristiwa yang sangat besar yaitu penyerbuan  tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka'bah oleh pasukan dari negeri Yaman dipimpin oleh Abrahah. Perisitwa ini  diabadikan dalam Surat Al Fiil.
Kisah Pembakaran Orang-Orang bertauhid di Parit

Ada seorang raja di Yaman bernama Du Nuwas,  dia memiliki  penyihir yang sudah tua dan si penyihir berkata ke raja supaya dicarikan orang pemuda yang bisa menjadi pewaris ilmu sihirnya. Dibawakanlah ke dia seorang pemuda yang siap belajar ilmu sihir kepada penyihir tua. Setiap berangkat belajar ilmu sihir, dia melewati seorang pendeta nasrani yang masih lurus dalam agamanya. Pendeta ini memberikan nasihat-nasihat,  pemuda ini tertarik dengan nasihat-nasihat yang diberikan sehingga pemuda ini terlambat datang ke penyihir tua.  Penyihir tua memarahi pemuda tadi, hal ini juga disampaikan ke pendeta bahwa tukang sihir marah kepada dia. Pendeta menasihati pemuda tadi, akhirnya pemuda tadi mulai bimbang harus mengikuti pendeta atau mengikuti penyihir.

Suatu saat ketika pemuda ini berjalan dia mendapati binatang buas yang sangat besar, binatang ini menghalangi manusia ke suatu tempat. Pemuda ini mengambil batu dan berkata dalam hatinya ya Allah jika pendeta lebih engkau sukai daripada penyihir maka matikanlah binatang buas ini, setelah itu  dia melemparkan batu tadi  ke binatang buas. Binantang buas itupun binasa dan masyarakat bisa melewati tempat itu. Semakin yakinlah pemuda itu terhadap kebenaran ada di pendeta. Keimanan pemuda ini kepada  Allah Subhanallahu Wa Ta'ala dan bahwa dia diajari oleh pendeta diketahui oleh raja.  Rajapun memanggil pendeta dan memerintahkan untuk kafir kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta'ala, tetapi sang pendeta menolak. Rajapun menggergaji tubuh pendeta ini sampai terbelah dua. Sang raja juga memerintahkan sang pemuda untuk kafir kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta'ala, namun sang pemuda tidak mau kafir. Sang saja memerintahkan kepada anak buahnya untuk membunuh sang pemuda, tetapi dari beberapa kali percobaan pembunuhan pemuda ini selalu di selamatkan oleh Allah  Subhanallahu Wa Ta'ala.

Sang pemuda berkata kepada sang raja, engkau tidak akan mampu membunuhku sampai engkau melaksanakan yang ku sarankan kepadamu. Sang raja bertanya apa yang harus dilakukan? Sang pemuda menjawab, "Kumpulkan rakyatmu di sebuah lapangan luas dan engkau ikat aku di sebatang kayu. Lalu panah aku dengan busur milikku sambil kau ucapkan bismillah Rabb ghulam, dengan nama Allah Tuhan pemuda ini. Jika engkau lakukan itu, engkau akan berhasil membunuhku." . Sang raja mengikuti apa yang dikatakan sang pemuda. Tatkala masyarakat melihat bahwa sang pemuda meninggal karena diucapkan bismillah, masyarakat banyak yang beriman kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta'ala. Maka dikatakan kepada sang raja, bukankah ini yang kau khawatirkan?

Semakin murkalah sang raja.  Kemudian sang raja ini memerintahkan untuk menggali parit dan menyalakan api yang sangat besar. Sang raja berkata, barang siapa yang kafir kepada Allah maka dia akan selamat. Jika tetap beriman kepada Allah maka aka dimasukkan ke dalam parit. Dimasukkanlah orang yang tetap beriman kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta'ala kedalam parit itu. Ada seorang wanita bersama anaknya. Ia ragu untuk mencebur ke dalam kobaran api. Anaknya berkata, "Wahai ibu, sabarlah. Sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran." . Inilah kisah yang diabadikan Allah Subhanallahu Wa Ta'ala dalam Al Quran surat Al Buruuj. Menurut ahli sejarah, sekitar 20 ribu orang yang dibakar dalam parit itu.

Kisah Abrahah di negeri Yaman

Ada salah satu orang beriman yang selamat, dia lari dan meminta perlindungan raja Najasyi di negeri Habsyah karena raja ini beragama nasrani yang masih benar yaitu mentauhidkan Allah Subhanallahu Wa Ta'ala. Najasyi marah mengetahui banyak orang nasrani yang dibantai. Raja Najasyi mengutus 70 ribu pasukan ke negeri Yaman untuk memerangi raja Du Nuwas. Pasukan dipimpin dua panglima. Panglima tertinggi bernama Ariyat dan panglima yang lebih rendah bernama Abrahah. Dalam peperangan ini Raja Du Nuwas dan pasukannya kalah, raja Du Nuwas karena tahu akan kalah dia dengan kudanya masuk kelaut dan tenggelam.

Setelah tewasnya raja Du Nuwas,  Yaman dikuasai oleh Panglima Ariyat dan panglima yang lebih rendah bernama Abrahah. Terjadilah pertikaian dan saling berduel antara Ariyat dan Abrahah. Abrahah memenangkan duel ini dan membunuh Ariyat. Kabar ini sampai kepada raja Najasyi bahwa Abrahah telah memberontak dan membunuh Ariyat. Najasyi murka kepada Abrahah. Abrahah tahu kalau Najasyi marah kepadanya, Abrahah kemudian menulis surat kepada Najasyi bahwa dia tetap tunduk dan taat kepada raja Najasyi di Habsyah. Bahkan Abrahah memotong rambutnya, rambut beserta tanah Yaman dikirimkan kepada Najasyi di Habsyah supaya Najasyi ridho kepadanya. Abrahah berjanji kepada raja Najasyi, bahwa dia akan membangun gereja yang sangat besar, dia namakan gereja itu al qulais. Disebut al qulais karena gereja itu sangat tinggi sehingga jika ada orang yang menengadah ingin melihat puncak gereja itu, maka songkok atau qulais nya akan jatuh.
Tentara Bergajah yang Ingin Menghancurkan Ka'bah

Selain itu Abrahah juga bercita-cita supaya orang berhaji ke gerejanya bukan ke Ka'bah. Abrahah menulis cita-citanya itu ke raja Najasyi. Abrahah menyeru ke orang-orang termasuk orang Arab untuk berhaji ke gereja mewahnya. Tetapi mereka tetap berhaji ke Baitullah di Makkah. Ada seorang Arab yang sedang ke Yaman, mengotori gereja tersebut dengan buang air besar didalamnya ketika malam hari. Abrahah murka, penyebabnya karena gerejanya dikotori dan yang kedua karena orang Arab tetap berhaji ke Makkah bukan ke gereja al qulais di Yaman.

Abrahah merencanakan akan menghancurkan Ka'bah dengan membentuk  pasukan bergajah. Pasukan Abrahah sangat banyak, dipasukannya ada 12 ekor gajah.  Gajah terbesar bernama mahmud. Ke 12 gajah ini diberi rantai supaya nantinya 12 ekor gajah ini mengitari Ka'bah dan mencungkil Ka'bah dengan sekali cungkilan. Rencana ini didengar oleh orang Arab, beberapa kali Abrahah dihalangi tetapi Abrahah menang bahkan menawan mereka.

Abrahah mengutus anak buahnya untuk melihat kota Makkah dan merampas harta , harta yang dirampas termasuk 200 onta milik Abdul Muthalib kakek Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم). Abdul Muthalib berusaha menemui Abrahah, ketika awal bertemu, Abrahah kagum dengan Abdul Muthalib, sehingga dia turun dari kursinya kemudian duduk di bawah bersama Abdul Muthalib. Abdul Muthalib mengungkapkan supaya 200 onta miliknya dikembalikan ke dia. Mendengar permintaan itu Abrahah berkata aku tadi kagum kepadamu, ternyata engkau kesini cuma karena 200 ekor onta, sungguh rendah engkau.Tempat ibadah kamu akan dihancurkan tetapi kamu minta hanya onta. Abdul Muthalib berkata, onta itu milik saya, sedangkan Ka'bah milik Allah, Allah akan menjaganya.

Ketika sudah dikembalikan 200 ekor ontanya,  Abdul Muthalib memerintahkan penduduk Makkah untuk pergi ke gunung-gunung disekitar Makkah. Abdul Muthalib berdoa kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala di Ka'bah supaya Allah Subhanallahu Wa Ta'ala menjaga Ka'bah. Setelah itu Abdul Muthalib pergi ke gunung-gunung disekitar Makkah.

Ketika sudah mendekati Makkah, ada seorang yang mendekati gajah terbesar yang bernama mahmud. Orang itu berkata kepada gajah terbesar itu sesungguhnya engkau ada ditanah suci  Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, engkau diam disini atau engkau kembali ke arah engkau datang. Setelah mengucapkan itu, orang ini berlari ke gunung disekitar Makkah.  Mahmud berhenti dan tidak mau jalan lagi, tetapi ketika dipalingkan ke arah selain arah Ka'bah, gajah tersebut mau berjalan lagi. Gajah tersebut tetap dipaksa untuk jalan ke arah Ka'bah. Di awan nampak awan gelap, tetapi ternyata itu adalah sekumpulan burung-burung yang berbondong-bondong dengan membawa tiga buah batu. Batu-batu dilemparkan ke pasukan Abrahah, yang terkena batu ini sebagian langsung mati, ada yang berlari kemudian tubuh mereka tanggal dari yang lain akhirnya mati. Tetapi ada juga yang selamat tetapi cacat, sebagian yang selamat ini masih hidup seperti yang dilihat oleh Aisyah Radhiyallahu Anha. Abrahah sendiri berlari sampai pada suatu wilayah, badan Abrahah tanggal dari yang lain akhirnya dadanya juga terbelah dan jantungnya keluar. Kisah ini diabadikan dalam Al Quran surat Al Fiil. Ditahun inilah dilahirkannya  Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم).(http://www.sirahnabawiyah.com)

Video Pembunuhan Syaikh Al Buthi: Selamat dari Ledakan Bom, Lalu Ditembak

Posted: 08 Apr 2013 08:46 PM PDT

Sebuah video yang berisi adegan pembunuhan Syaikh Muhammad Ramadhan Al Buthi di Masjid Al Iman Damaskus diunggah oleh akun Jabhat Al Nusrah, pada 8 April 2013, di Youtube.

Dalam video tersebut, Syaikh Al Buthi nampak sedang duduk di belakang meja, memberikan kajian tafsir Al Quran rutinnya. Kemudian sebuah bom meledak, namun ledakannya tidak membuat Syaikh Al Buthi meninggal.
Kemudian seorang lelaki memakai jas hitam datang ke depan meja Syaikh Al Buthi dan menembakkan senjata apinya dalam jarak dekat. Setelah menembak Syaikh Al Buthi, ia pergi. Sementara Syaikh Al Buthi nampak tak sadarkan diri dengan bersimbah darah. Diduga, pelaku penembakan tersebut adalah anggota Shabiha, kelompok pelindung Basyar Al Assad.(fimadani)




Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL 7 KEBIASAAN AGAR KITA BISA KAYA Foto: Istana Dol...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/04/zilzaal_9.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.