Selasa, 02 April 2013



ZILZAAL


Dua Dari Kesembilan Wali Adalah Orang Palestina

Posted: 02 Apr 2013 03:09 AM PDT

Ada dua wali dari kesembilan wali songo yang berasal dari Palestina. Kedua orang itu adalah Sunan Gunung Jati dan Sunan Kudus. Sunan Kudus sendiri adalah seorang pakar militer dan ahli perang.

Demikian disampaikan oleh Ustad Syaiful Bahri dari Asia Pacific Community For Palestine (ASPAC). Menurut Syaiful inilah hal penting yang harus disadar umat Islam di Indonesia.

"Jadi keterikatan bangsa Indonesia dengan Palestina justru sudah ada jauh sebelum Indonesia itu sendiri merdeka" Jelasnya dalam kegiatan"Kemenangan Suriah, Kunci Menuju Bebasnya Al-Aqsha", hari Ahad (24/o3/2013), di Masjid Baitul Ihsan, Jakarta Pusat.
Peran Sunan Kudus dan wali songo bukan sebatas dakwah tapi juga mereka memimpin Jihad melawan Portugis dan Belanda yang ingin menjajah Indonesia. Fakta ini seharusnya bisa membangun pemahaman mendalam tentang ukhuwah Islamiyah itu sendiri.

Menurut Syaiful, saat ini satu-satu sejarah Islam lintas benua itu dihapus. Akhirnya bukan hanya menjauhkan muslim Indonesia dengan muslim Palestina.

"Tapi musuh Islam juga mengotak-ngotakan antara Suriah dan Palestina padahal mereka juga satu tanah air yaitu Syam" Jelasnya lagi.

Syaiful menegaskan sudah waktunya umat Islam Indonesia memahami ini. Agar keterkaitan ukhuwah Islamiyah sesama muslim lintas benua sangat penting untuk membangun kekuatan Islam yang multidimensi ditingkat International.[Bumisyam/UGT]



5 Tips Menghafal Al Quran dari Syaikh Al Ghamidi

Posted: 02 Apr 2013 02:40 AM PDT

 5 Tips Menghafal Al Quran dari Syaikh Al Ghamidi
Imam tamu Masjid Nabawi sekaligus qari' internasional, Syaikh Sa'ad Al Ghamidi memberikan lima tips yang harus diperhatikan bagi penghafal Al Quran. Tips tersebut harus diperhatikan, khususnya bagi orang yang sama sekali tak bisa berbahasa Arab. Dikutip dari Republika, berikut kelima tips tersebut:

Pertama, harus mempunyai tujuan yang jelas. "Teman-teman Indonesia harus memiliki tujuan yang jelas, apa tujuan antum menghafal Al Quran," kata beliau.

Kedua, ujar Sa'ad, harus ada lembaga yang menyelenggarakan program menghafal Al Quran. Lembaga ini berfungsi untuk mengkoordinasi mereka yang ingin menghafal Al Quran agar nantinya tidak patah dan berhenti di tengah jalan.

Ketiga, harus ada metode yang digunakan dan tak asal begitu saja. Jika memang ingin sungguh-sungguh, maka mesti ada metode yang dipakai. "Metode yang digunakan harus efektif dan bisa digunakan bagi seluruh kalangan. Sebab, kemampuan masing-masing orang dalam menghafal berbeda-beda. Ada yang bisa menghafal satu halaman per hari, namun ada juga yang hanya bisa menghafal satu ayat saja per hari," jelasnya.

Keempat, harus ada mu'allim (guru) yang menjadi rujukan dan mempunyai kemampuan membaca Al Quran dengan baik dan benar. "Jadi mu'allim harus dilihat juga, apakah bacaannya fasih? Apakah hafalan Al Qurannya baik? Apakah dia bisa menjadi qudwah (tauladan) dari kepribadian dan akhlaknya? Jadi memang diperlukan seleksi yang ketat dalam menentukan mu'allim itu," jelas Syaikh.

Kelima, harus ada follow-up setelah menyelesaikan hafalan Al Quran. Jadi, mereka yang telah merampungkan hafalan Al Quran mereka tidak dibiarkan begitu saja. "Bagi sebahagian madrasah Tahfidz Al Quran hanya menfokuskan santrinya bagaimana mencetak para hafiz Quran. Namun yang tak kalah pentingnya, apa yang akan mereka lakukan setelah mereka menjadi hafiz Quran?" jelas beliau lagi.

Mengulang dan Berkelanjutan

Lupa menjadi kendala terbesar bagi para penghafal Al Quran. Biasanya, para penghafal tidak sabar dan ingin segera mengkhatamkan bacaannya dan kadang terlalu terburu-buru. Sehingga ayat yang telah mereka hafal tidak sempurna dan menjadi cepat lupa.

Syaikh Sa'ad Al Ghamidi menjelaskan, kunci utama dalam menghafal Al Quran adalah terus mengulang hafalan. Ini yang terus dilakukannya walau pun telah selesai menamatkan Al Quran 30 juz.

"(Penghafal Al Quran) harus senantiasa dengan dua hal, tikrar (mengulang) dan istimrar (berkelanjutan). Ia harus terus mengulang hafalan yang telah dihafalnya dan melanjutkan hafalan barunya," jelas Syaikh. [fimadani.com]

Ketika Fir'aun Berzikir

Posted: 02 Apr 2013 02:32 AM PDT

Ketika Fir'aun Berzikir
Siapakah Fir'aun Sebenarnya?
Fir'aun (Inggris: Pharao) adalah gelar untuk raja-raja Mesir. Yang dihadapi dan dilawan Nabi Musa ialah Firaun Ramses II (1304-1237) SM. Al Qur'an menggambarkan Firaun sebagai tiranik (thagha), juga menyebutkannya sebagai orang yang mengaku Tuhan dan menindas rakyat. Karena itu dia adalah seorang musyrik, sebab mengaku sebagai Tuhan selain "Tuhannya Musa" (QS al-Qashash/28:38) yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Perlawanan Musa VS Firaun (Tauhid VS Syirik)


Oleh karena itu, maka Allah memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun, "Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sebab dia memerintah dengan sewenang-wenang, kemudian berkatalah kalian berdua dengan tutur kata yang lembut kepadanya, kalau-kalau dia menjadi ingat (merenung) atau takut (kepada Allah)" (QS Thaha/20:43-44).

Dalam memerintah Fir'aun memiliki banyak pembantu, mereka adalah para ahli sihir. Fir'aun yang tidak suka dengan peringatan itu lalu mengumpulkan para ahli sihirnya untuk melawan Nabi Musa. Maka terjadilah suatu peristiwa yang sering kita dengar yakni perang dua kekuatan antara Nabi Musa dan tukang sihir Fir'aun. Mereka melemparkan tali dan tongkat dan berubah wujud menjadi ular-ular kecil. Atas petunjuk Allah Nabi Musa melemparkan tongkat di tangan kanannya, berubah menjadi ular besar, lalu menelan semua ular-ular milik tukang sihir Fir'aun, hingga tidak bersisa (QS Thaha/20:68-69)
Kitab suci juga menuturkan bahwa para ahli sihir Mesir yang semula mendukung Fir'aun akhirnya beriman kepada Nabi Musa juga berdoa agar kelak mati sebagai orang-orang yang Muslim (QS al-A'raf/7:126).

Mengapa Fir'aun Tidak Menyukai Bani Israel

Fir'aun (Raja Mesir) itu menjalankan kekuasaan secara sewenang-wenang, sombong dan sesat. Dia menindas dan menjajah sekelompok rakyat yang tidak disukainya, yaitu Bani Isra'il (=hamba Allah). Bani Israil hidup sengsara di bawah kekuasaannya, tabah dalam siksaan dan penindasan.

Di Mesir keturunan Nabi Yaqup berkembang biak melalui 12 anak-anaknya dan Bani Israil (Bangsa Yahudi) terbagi menjadi 12 suku (QS al-A'raf/7:60). Tetapi lama-kelamaan Fir'aun yang zalim merasa kurang senang terhadap keturunan Nabi Yaqup, karena sebagian besar mereka menganut agama tauhid yang berlawanan dengan agama Mesir yang politheisme (musyrik).

Fir'aun semakin keras dalam menindas Bangsa Ibrani, lantaran mereka menolak meninggalkan keyakinan Nabi Musa. Akhirnya Nabi Musa memutuskan hijrah bersama kaumnya mencari negeri yang lebih aman. Pada suatu malam, ia memimpin kaumnya meninggalkan Mesir menuju tanah suci. Nabi Musa membawa mereka mengungsi dengan tujuan ke Kana'an (Palestina Selatan).

Rupanya Fir'aun tidak tinggal diam, dia kerahkan pasukannya mengejar. Perjalanan Nabi Musa dan kaumnya sempat terhenti, di depan membentang samudra luas tak bertepi. Jalan keselamatan tiba, Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu" (QS al-Syu'ara/26:63).
Samudra yang gelap dan seolah tanpa dasar itu tahu-tahu terbelah menjadi 12 lorong, sesuai dengan jumlah kelompok Bani Israil. Allah berfirman, "Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tidak usah kuatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)" (QS. Thaha/20:77).

Fir'aun dan Seluruh Pasukannya Tenggelam di Laut Merah

Beberapa saat Fir'aun tercengang melihat laut terbelah, akal liciknya timbul, dia katakan kepada pasukannya bahwa laut terbelah oleh kesaktian dan kemahakuasaannya. Seluruh pasukan mempercayai kata-kata Fir'aun dan bergerak memasuki lorong air tersebut, tapi Nabi Musa dan kaumnya telah lebih dulu sampai ke daratan. Allah berfirman, "Pukulkanlah kembali tongkatmu, maka lautan akan kembali seperti semula" dan lorong air itu tiba-tiba menutup, Fir'aun dan pasukannya tenggelam ditelan gelombang samudra. Tak ada satupun yang selamat dan tiba di daratan.

Ketika Fir'aun Berzikir

Ketika tubuh Fir'aun terombang ambing ombak lautan, baru disadarinya kedudukan dan hakikat keberadaannya, baru dia temukan kebenaran, dia hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kekuasaan apa-apa, manusia hina yang tak mampu mencegah bahaya.

Disaat yang genting, saat nafasnya mencapai pangkal leher, Fir'aun menyatakan keimanannya, "Aku percaya bahwa tiada Tuhan selain Tuhan yang dipercayai Bani israil, dan aku termasuk orang yang berserah diri (kepada Allah)" (QS. Yunus/10:70).

Zikir ini termasuk zikir terbaik, maka baik musuh maupun kekasih Allah, ketika mendapat ujian berat, mereka bergegas kembali kepada-Nya.

Dia sama sekali tidak dalam kegagahan dan keperkasaan, melainkan justru dalam kehinaan yang lebih mendasar, karena dia diperhamba oleh nafsunya sendiri untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Inilah keadaan Firaun yang kemudian mengalami hukum Tuhan yang tragis dan dramatis dan dia baru insaf setelah malapetaka menimpa, namun sudah terlambat.

Allah tidak menerima keimanannya. Allah tidak menerima muslihat penguasa zalim itu, yang sepanjang hidupnya dia gunakan untuk membuat kerusakan di muka Bumi dan menindas orang-orang lemah. Lagipula kalimat tersebut diucapkan Fir'aun bukan dalam rangka ibadah, tetapi semata agar dirinya tidak tenggelam.
Selain pada saat mengucap kalimat itu kalbunya tidak hadir, tidak diikuti dengan suatu kesadaran dan kondisi kalbu yang lalai, sehingga dia mengucap, "Aku beriman bahwa tiada Tuhan selain Tuhan yang dipercaya oleh Bani Israil," dengan mengalihkan pengetahuan tentang hakikat kalimat tersebut kepada orang lain. Apa yang dia ucapkan tidak lain hanyalah sekedar 'mengekor' kalimat yang biasa diucapkan kaum Bani Israil.

Sedangkan sebelumnya Fir'aun adalah seorang kafir, bahkan dia juga menyeru sebagaimana dituturkan dalam firman Allah, " Dia mengumpulkan (para pembesarnya) dan menyeru memanggil kaumnya. Dia berkata, "Akulah Tuhanmu yang paling tinggi"" (QS al-Nazi'at: 23-24).

Hal ini memperkuat argumentasi atas pertanyaan, "Mengapa Allah tidak menerima keimanan Fir'aun?" lantaran kalimat Tauhid yang diucapkannya bukanlah kalimat yang sudah dihayati jauh sebelumnya.
Mahmud Yunus

Kutip Surat Al Insyirah, Demba Ba Kirim Do’a Untuk Abou Diaby

Posted: 02 Apr 2013 02:25 AM PDT

Penyerang Chelsea, Demba Ba ternyata memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi. Ba terkejut saat mengetahui gelandang Arsenal, Abou Diaby mengalami cedera pada ligamen kaki kirinya.

Seketika itu pula, ia mengirimkan do'a untuk Diaby. Keduanya memang dikenal sebagai pemain bola Muslim yang taat dalam menjalankan ajaran Islam. Ba identik dengan selebrasi sujud syukur di lapangan usai mencetak gol, sedangkan Diaby merupakan pemain yang telah menghafal 19 juz Al Qur'an.
Untuk Diaby, Ba membuat kicauan khusus berisi do'a yang dipetikkan dari surat Al Insyirah (94) ayat 5. "Message de soutiens à Abou Diaby: Coran 94: 5 À coté de la difficulté est, certes, une facilité! Qu' ALLAH te facilite mon frère" (Pesan penyemangat untuk Abou Diaby: Qur'an 94: 5 Karena sesungguhnya, sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Semoga Allah membantu penyembuhanmu saudaraku)," tulisnya lewat akun twitter @dembabafoot.

Dalam sesi latihan menjelang pertandingan melawan Reading, Rabu (27/3) lalu, Diaby harus meninggalkan lapangan. Diaby terlihat kesakitan dan dinyatakan harus menjalani operasi untuk memulihkan cedera tulang sendi yang membekapnya.

The Guardian melaporkan Diaby diperkirakan harus beristirahat dari lapangan hijau selama sembilan bulan. Diaby harus mengakhiri muslim ini lebih dini, dan baru bisa merumput kembali pada kompetisi 2013/2014 mendatang.(fimadani)

7 Indikator Bangsa Diambang Kehancuran

Posted: 01 Apr 2013 09:24 PM PDT

Standar baik buruk sebuah umat dan bangsa atau kebaikan mereka tentu dengan tolok ukur syariat Islam yang berangkat dari nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Menurut Al-Quran iman dan takwa adalah faktor pembuka keberkahan dari langit dan bumi. Namun ini dalam konteks keumatan dan kebangsaan. Allah menjamin keberkahan itu akan diperoleh jika "suatu bangsa dan umat" mau komitmen dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
 "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (Al-A'raf: 96)

Dalam Al-Quran banyak kisah-kisah umat terdahulu yang dihancurkan oleh Allah karena jauhnya mereka dari nilai-nilai iman dan takwa. Di lain sisi juga banyak kisah bangsa dan umat yang mendapatkan limpahan berkah karena mereka bersyukur, beriman dan bertakwa. Kisah umat Nabi Daud dan Sulaiman misalnya berkisah tentang kekuasaan dan kekayaan yang dikendalikan oleh orang-orang yang shalih bersyukur. Wal hasil, bukan saja manusia, keberkahan juga dirasakan oleh bangsa binatang sekalipun.

Demikian juga kisah tentang "baldatun thayibah" (negeri yang tentram) di bangsa Saba'  karena mereka bersyukur atas nikmat Allah. Pada saat mereka ingkar dan berpaling, Allah menggantikan segala kenikmatan itu menjadi bencana dan malapetaka.

Jika nilai keimanan, takwa, dan syukur menjadi syarat dibukanya pintu berkah, adakah indiktor yang menandakan bahwa sebuah masyarakat yang diberkahi itu diridlai dan baik menurut kaca mata syariat? Satu indikator di antara indikator ini bukan satu-satunya pertanda kebaikan dan keberkahan sebuah bangsa.

1. Kekuasaan Dikendalikan Orang Fasik

Sebab pemimpin adalah produk dari masyarakat itu sendiri. Mereka lahir dari masyarakat yang membesarkannya. Pemimpin sebuah bangsa adalah orang pilihan mereka. Jika pemimpin itu dari sisi moralitas dan inteljensianya di bawah rata-rata itu cerminan dari masyarakat yang memilih mereka jadi pemimpin.

Allah mengisyaratkan hal ini dalam Al-Quran:

"Dan Demikianlah kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan." (Al An'am: 129)

Nabi juga menegaskan, "Sebagaimana kondisi kalian, (Allah) memberikan pemimpin yang menguasai kalian." (HR. Dailami)

Jika pemimpin sebuah bangsa orang yang shalih benar-benar yang akidah, moralitas, visi dan misinya sesuai dengan syariat Islam maka itu pertanda itu masyarakat yang baik menurut standar Islam. Sebab ia akan membawa kebaikan bagi masyarakatnya. Ia akan menggunakan kekuasaannya untuk menegakkan syariat Allah, menegakkan amar makmur dan nahi mungkar dan menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Sebaliknya, jika orang yang jahat atau buruk menjadi penguasa maka itu pertanda masyarakat akan mendapatkan imbas dan sasaran serta obyek dari kejahatan dan nafsu serakahnya. Sebab kepentingan yang diburu adalah kepentingan pribadi dan kelompoknya.

2. Kekayaan Didominasi Orang Yang Jahat dan Fasik

Yang dimaksud orang shalih adalah orang yang baik-baik secara moralitas dan bukan orang yang jahat. Prediket orang salih tentu bukan monopoli kiai, ustad, ajengan, ulama. Orang salih bisa jadi adalah orang biasa-biasa saja secara agama.

Kekayaan adalah tulang punggung sebuah kehidupan, termasuk kehidupan sebuah bangsa. Kekayaan sering digunakan sebagai standar kemakmuran sebuah bangsa. Kuantitas dan kemelimpahan kekayaan sebuah bukan standar satu-satunya keberkahan. Namun yang menjadi indikator adalah sumber kekayaan dan alokasinya.

Kekayaan dikuasi dan didominasi oleh orang-orang yang shalih menjadi pertanda dan indikator baiknya sebuah masyarakat. Sebab mereka pasti akan menggunakan untuk anggaran-anggaran belanja kebaikan bagi masyarakatnya. Serta menggunakan dana itu untuk perbaikan masyarakatnya.

Sebaliknya, jika kekayaan dikuasai oleh orang-orang fasik, anggaran belanja akan digunakan untuk hura-hura, kemaksiatan, kesenangan semata. Bahkan bisa jadi kekayaannya digunakan untuk industri kemaksiatan yang menyebabkan kerusakan di masyarakat.

Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik harta adalah harta orang salih."

3. Ketimpangan Sosial dan Tidak Meratanya Distribusi Kekayaan

Standar kebaikan sebuah bangsa bukan terletak pada kemelimpahan materi semata. Namun kebaikan sebuah masyarakat apabila distribusi kekayaan dan sumber daya alamnya merata. Dengan kata lain terwujud keadilan social dan tidak ada kesenjangan mengangah antar si kaya dan si miskin. Masyarakat yang baik bukan berarti bersih dari orang miskin. Masyarakat yang baik adalah yang kebutuhan pangannya tercukupi secara umum, baik oleh kemurahan si kaya atau negara yang mengelolah sumber daya alamnya. Itu berarti si kaya menunaikan kewajiban sosialnya berupa zakat infak dan sedekah.

Sebaliknya, tanda masyarakat yang buruk adalah tidak adanya keadilan sosial, ketimpangan dan kesenjangan sosial yang tinggi. Kemiskinan dan kesenjangan menandakan kerakusan dan ketamakan si kaya dan para pejabatnya dalam mengelola SDA dan distribusinya. Akibatnya, kekayaan hanya berkeliling hanya di segelintir orang saya.

Allah berfirman, "Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya."

4. Tingginya Tingkat Kriminalitas

Masyarakat yang baik bukan berarti tanpa ada kasus kriminalitas. Namun sebuah masyarakat disebut rusak apabila angka kriminalitasnya tinggi. Entah itu kasus pidana, pemerkosaan, pencurian, korupsi, dan kejahatan-kejahatan lainnya. Rendahnya angka kriminalitas dan kejahatan mencerminkan masyarakat yang sadar hukum dan moralitas yang tinggi serta supremasi hukum dan wibawa penegak hukum di mata masyarakat. Di jaman Nabi tetap ada kasus perzinaan dan pencurian namun itu hanya satu kasus yang muncul dipermukaan. Namun Nabi menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.

Sebaliknya, tingginya angka kriminalitas di sebuah masyarakat mencerminkan rendahnya moralitas masyarakat tersebut atau tidak adanya supremasi hukum sehingga yang berlaku hanya hukum rimba atau karena konten hukum yang tidak efektif dan memberikan dampak perubahan di masyarakat. Rendahnya reputasi institusi hukum, tidak berwibawanya penegak hukum, penegakan hukum yang tidak adil, orang kuat yang melanggar hukum diganjar sanksi ringan sementara si lemah diganjar hukum berat, serta konten hukum yang tidak adil hanya akan menciptakan lingkaran dendam di kalangan masyarakat.

Rasulullah bersabda, "Hancurlah umat-umat sebelum kalian, jika orang lemah mencuri mereka menegakkan hukum kepadanya dan apabila orang terpandang mencuri, mereka membiarkannya." (HR. Muslim)

5. Tingginya Angka Perceraian

Perceraian dalam Islam memang dibolehkan namun ia menjadi solusi terakhir bagi biduk rumah tangga yang sedang goyah. Karenanya jika perceraian menjadi fenomena lazim di sebuah masyarakat mereka tetap akan dibenci oleh Allah.

Rasulullah bersabda, "Hal yang halal yang paling dibenci Allah adalah talak (perceraian)"

Tingginya angka dan kasus perceraian di masyarakat menjadi indikator bahwa keluarga-keluarga mereka mengalami masalah keharmonisan. Keluarga adalah unsur terpenting bagi bangsa dan umat. Jika keluarganya sukses, pemerintahan akan sukses.

6. Bangsa Yang Menggantungkan kepada Hutang

Hutang adalah indikator kelemahan ekonomi sebuah bangsa sekaligus politiknya. Bangsa yang berhutang akan lebih banyak patuh dan tunduk kepada negara kuat yang menghutanginya. Karena itu, Rasulullah memerintahkan umat agak berlindung di antaranya dari lilitan hutang.

7. Merebaknya Musibah dan Bencana

Banyaknya musibah dan bencana alam memang tidak selalu menjadi indikator bangsa itu runtuh secara moral. Namun jika indikator-indikator sudah ada di masyarakat; kemusyrikan dan kemungkaran meraja lela sementara orang-orang salih tidak berdaya dan hanya diam tidak menunaikan amar makruf nahi mungkar, maka kemungkinan besar bencana dan musibah itu karena bentuk kemarahan Allah kepada umat tersebut.

"Dan takutlah kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kalian." (Al-Anfal: 25)

Indikator dan fenomena di atas semata sebagai pengingat bagi kita untuk terus melakukan perubahan di masyarakat dengan mengefektifkan peran masing-masing. Wallahu a'lam. (A. Tarmudli/spiritislam)

Orang Yang Pertama Mengubah Agama Ibrahim di Mekah

Posted: 01 Apr 2013 09:17 PM PDT

Suatu ketika Amr bin Luhay memberi makan dan pakaian kepada orang-orang di beberapa musim. Terkadang, pada satu musim haji ia menyembelih sepuluh ribu onta dan memberi pakaian kepada sepuluh ribu orang. Ia adalah orang yang dermawan. Orang-orang Arab memuji sifat ini. Ia juga seorang pemberani. Orang-orang Arab pun memuji sifat ini. Lantaran inilah ia disukai banyak orang. Mereka senang membuatnya puas dan selalu menuruti apa yang ia perintahkan. Setiap kali ia membuat hal baru untuk orang Arab pastilah mereka menjadikannya sebagai aturan.



Suatu hari ia pergi dari Mekah ke Syam untuk suatu keperluan, sedangkan kaum Amaliq ketika itu sedang berada di Syam. Lalu ia melihat kaum Amaliq sedang menyembah berhala. Kemudian ia bertanya kepada mereka, "Apa sih artinya berhala-berhala yang kalian sembah ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah berhala-berhala yang kami sembah. Kami meminta hujan kepada berhala-berhala ini, maka berhala ini pun menurunkan hujan. Kami meminta pertolongan kepada berhala-berhala ini, maka berhala ini pun memberi pertolongan." Lalu ia berkata kepada mereka, "Tolong berilah saya salah satu di antara berhala-berhala itu. Saya akan membawanya ke tanah Arab agar orang-orang menyembahnya." Mereka pun memberinya sebuah berhala yang diberi nama Hubal.

Lalu ia datang ke Mekah dengan membawa berhala tersebut. Ia memasang berhala tersebut dan memerintahkan orang-orang agar menyembahnya dan memuliakannya. Ternyata orang-orang menurutinya, karena ia adalah orang yang diikuti ucapkannya dan sangat mengetetahui tentang urusan peribadatan. Bahkan, di Mekah terdapat sebongkah batu besar di mana seseorang dari Tsaqif berdiri di atasnya untuk membuat roti yang ia suguhkan kepada para jemaah haji. Batu tersebut dinaami batu 'al-Lata', yaitu batu untuk menumbuk halus dan membuat adonan roti. Ketika lelaki ini meninggal dunia, maka Amr bin Luhay berkata, "Sesungguhnya ia belum mati, tetapi ia masuk ke dalam batu besar. Ia memerintahkan orang Mekah agar menyembahnya dan membangun rumah yang diberi nama 'al-Lata'. Mereka pun menuruti keinginannya.

Kemudian Islam datang dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengetahui kenyataan ini. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengetahui bahwa Amr bin Luhay adalah orang yang membawa berhala (Hubal) dari negeri Syam dan dialah yang memerintahkan orang-orang Quraisy hingga mereka membuat rumah al-Lata. Bahkan, beliau mengetahui yang lebih dari itu, beliau bersabda kepada salah seorang sahabatnya, "Hai Aktsam! Saya melihat Amr bin Luhay bin Qam'ah menarik ususnya di dalam neraka. Saya tidak melihat seseorang yang lebih mirip dengan orang lain daripada kemiripanmu dengannya dan kemiripannya denganmu." Aktsam berkata, "Apakah kemiripanku dengannya memberikan madharat kepadaku, wahai Rasulullah?" Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Tidak. Sesungguhnya engkau orang mukmin sedangkan dia orang kafir. Sesungguhnya dia adalah orang yang kali pertama mengubah agama Nabi Ismail 'alaihissalam, lalu ia memasang berhala, mengiris telinga onta bahirah, mengabaikan onta saibah, menyampaikan domba washilah, dan melindungi onta ham."

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

SUBHANALLAH...merdunya lantunan Surah Ad Dhuha

Posted: 01 Apr 2013 05:50 PM PDT


Lantunan Surat Dhuha yang di bawakan oleh seorang anak dengan beberapa orang dewasa sebagai latar suara, yok mari kita perdenganrkan :



18 Pekerja Muslim Di AS Dipecat Karena Shalat Saat Jam Kerja

Posted: 01 Apr 2013 05:46 PM PDT

SEBUAH kelompok advokasi Muslim Amerika Serikat telah mengajukan keluhan terhadap perusahaan di Amerika. Keluhan yang diajukan lantaran perusahaan tersebut memecat delapan belas pekerja Muslim karena melakukan shalat di tempat kerja.

"Mereka bahkan tidak membahas sedikit pun tentang biaya akomodasi," tutur Jennifer Nimer, direktur hukum dari Council on American-Islamic Relations untuk cabang Ohio, mengatakan kepada Columbia Dispatch.
"Mereka berkata, 'Kamu shalat (beribadah) pada jadwal istirahat, dan hanya karena itu."

Kelompok advokasi ini telah mengajukan keluhan pada awal pekan terhadap Exel Inc, anak perusahaan dari Deutsche Post DHL. Untuk pemecatan 18 pekerja Muslim dari e-Westerville yang berbasis pada perusahaan logistik.

Para pekerja asal Somalia ini dipecat karena mereka beribadah dua kali selama jam kerja, sekitar 10 menit di tiap waktunya.

Perusahaan dianggap menyulitkan pekerja untuk melakukan ibadah, karena permintaan waktu istirahat di waktu shalat ditolak.

Meskipun manajer sebelumnya telah membuat modifikasi pada jadwal istirahat, pengawas baru menolak untuk melakukannya.

Pejabat perusahaan, bagaimanapun, menyangkal melakukan kesalahan. Ia mengatakan bahwa Exel selalu mendedikasikan diri untuk tetap menghormati ibadah karyawannya.

"Tuduhan itu tidak sesuai atau selaras dengan cara kita melakukan bisnis di salah satu tempat kami," kata pejabat Exel dalam sebuah pernyataan.

"Sebaliknya, Exel bersusah payah untuk memastikan ibadah dan agama karyawan bisa dipahami, dilakukan sebagaimana mestinya dan bisa diakomodasi," tambahnya. [islampos)

Hamas Mulai Terapkan Larangan ‘Ikhtilat’ Di Sekolah

Posted: 01 Apr 2013 05:36 PM PDT

MENTERI pendidikan untuk Hamas yang memerintah wilayah jalur Gaza Palestina pada Senin kemarin (1/4/2013) mengatakan bahwa sebuah undang-undang yang melarang para siswa berlainan jenis saling bercampur (ikhtilat) di kelas mulai berlaku.

Undang-undang, yang dikeluarkan pada tanggal 10 Februari, telah disetujui oleh dewan legislatif gerakan Islam Hamas dan mulai berlaku pada hari Ahad, Osama Mazini mengatakan pada sebuah konferensi pers.
Pasal 46 dari undang-undang itu menyatakan bahwa melarang pencampuran siswa dari dua jenis kelamin yang berbeda di lembaga pendidikan setelah siswa berusia sembilan tahun dan akan ada kelas khusus untuk siswa perempuan.

Undang-undang pendidikan baru yang telah disetujui juga melarang penerimaan hadiah atau bantuan yang ditujukan untuk normalisasi (hubungan) dengan pendudukan Zionis Israel.

Hamas telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007, setelah menang telak dalam pemilihan umum Palestina setahun sebelum melawan saingannya Fatah yang berbasis di Tepi Barat.(islampos)



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL Dua Dari Kesembilan Wali Adalah Orang Palestina ...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/04/zilzaal_2.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.