Rabu, 17 April 2013



ZILZAAL


Peringatan 9 Tahun Syahidnya Rantisi Tumbuhkan Harapan Kemerdekaan

Posted: 17 Apr 2013 12:04 PM PDT

Sembilan tahun berlalu, serasa masih lekat dalam ingatan, Sabtu malam (17/4/2004) ketika pesawat tempur Zionis berhasil membunuh "Singa Palestina" Syaikh Asy-Syahid Abdul Aziz Rantisi setelah perjalanan panjang yang memakan korban, penderitaan darah dan air mata. Hingga kini Tepi Barat masih terkungkung tirani penjajahan dan terbelenggu Otoritas keamanan. Di sinilah tumbuh suatu harapan akan datangnya kebebasan, atas syahidnya beliau Sembilan tahun lalu.
Ia adalah pemimpin agung, walau tak pernah mengecap pendidikan kepemimpinan. Muna Mansur, seorang anggota parlemen perempuan dari Hamas menganggap, peringatan terhadap syahidnya Rantisi merupakan peringatan agung. Dia adalah pemimpin terbaik yang telah menumpahkan darahnya agar menjadi contoh bagi sesudahnya, bahwa Hamas siap dan sudah mempersembahkan para pemimpin terbaiknya demi jihad fi sabilillah.

Suja Mahmud seorang mahasiswi dari universitas Al-Najah mengatakan, dengan mengenang syahidnya Rantisi maka saya katakana, semua akan sirna, semua akan kembalii. Namun di sana ada seninya, bagaimana orang bisa kembali kepada Allah dengan sangat indah. Rantisi telah mewaritsnya bagi generasi penerusnya bagaimana ia begitu cinta pada jihad dan bagaiman mendisain perlawanan dengan gaya dan pelajaranya.

Ia hidup dengan agung dan meninggal secara agung, menakutkan musuh-musuhnya, bahkan setelah kematianya. Ia telah mati dengan cara yang dicita-citakanya. Ia telah membenarkan Allah, maka Allah pun membenarkanya. Ia bersemayam di surgaNya, berada di sampingNya, Raja Segala Raja.

Pada peringatan tahun ke Sembilan syahidnya Rantisi, maka sejumlah situs kembali memperbincangkanya baik di jejaring social maupun yang lainya. Diantara kata-kata bijak untuk menggambarkan keagungan Rantisi adalah, "Kematian adalah sesuatu yang pasti, baik dengan Apache, kanker ataupun dengan yang lainya. Akan tetapi aku sangat ingin mati dengan Apache (pesawat tempur Zionis), ungkap Rantisi.

Hamas dan JI: Culik Serdadu Zionis Cara Terbaik Bebaskan Tawanan

Posted: 17 Apr 2013 12:00 PM PDT

Gerakan perlawanan Hamas dan Jihad Islam, Rabu (17/4) menegaskan, penculikan serdadu Zionis adalah cara terbaik bebaskan tawanan Palestina dari penjara Zionis demi menghentikan penderitaan mereka.

Anggota parlemen Palestina dari fraksi Hamas, Musyir El Mishri mengatakan, faksi-faksi perlawanan Palestina bersatu padu untuk membersihkan penjara Zionis dari tawanan Palestina melalui transaksi pertukaran tawanan yang membebaskan ratusan tawanan Palestina dengan seorang serdadu Zionis.
Dalam pidatonya di depan kantor Palang Merah Internasional di Gaza, Mishri menyebutkan, peringatan hari tawanan Palestina merupakan peristiwa agung yang harus diikuti semua pihak dengan berjuang semaksimal mungkin membebaskan mereka.
Dalam pada itu, Mishri mengagap Zionis bertanggung jawab atas keselamatan para tawanan dan apa yang menimpa mereka berupa pelanggaran-pelanggaran terhadap tawanan. Ia menyerukan semua lembaga HAM mendesak Zionis  agar segera mengakhiri penderitaan tawanan di dalam penjara, seperti pelecehan, pengabaian hak mesir, isolasi dan penahanan administrasi.

Asy-Syahid Maisarah Abu Hamdiah, Teladan Jihad dan Perlawanan Dalam Diam

Posted: 17 Apr 2013 02:43 AM PDT

Asy-Syahid Abu Hamdiah Abu Asninah (Abu Thariq), lelaki dari kota Khalil, Palestina ini lahir tahun 1949. Ia dipenjara penjajah zionis dan pernah diasingkan ke Jordania tahun 1970. Asy-Syahid bergabung dalam revolusi Palestina dan termasuk pejuang sector barat di Libanon. Ia dikenal memiliki akhlak, agama, pengalaman teknikal dalam bidang persenjataan perlawanan. Ia juga dikenal memiliki visi dan misi Islam yang jelas.
Abu Tariq adalah pejuang dan mujahid langka yang bekerja dengan serius dan diam-diam.  Ia diketahui teguh beragama dan banyak beribadah, memiliki pemikiran kuat dalam politik  dan jihad. Pakar dalam merancang persenjataan dan bom.  Memiliki intelijensia keamanan yang mahir. Ia bekerja dalam Kelompok Aliran Islam di gerakan Fatah yang dibentuk oleh Munir Syafiq. Salah satu pimpinan pentingnya adalah Abu Hamdi Sultan, Abu Hasan Qasim, Al-Kayali. Mereka semua gugur syahid di Limsoel Cyprus. Maisarah menjadi bagian dari kelompok Islam di Fatah yang dipimpin oleh Muin Thahir setelah Munir Syafiq yang mengawinkan antara perlawanan dan kerja islami.

Abu Thariq membawahi pekerjaan menyiapkan dan merencanakan sejumlah operasi militer besar sementara dia berada di luar negeri. Di antara operasi militer yang dia kendalikan adalah Operasi Dabuya yang terkenal di Khalil serta sejumlah operasi lain di Al-Quds seperti operasi Bab Al-Magharibah dan lain-lain.

Abu Thariq kembali ke Palestina wilayah jajahan 1867 setelah diteken kesepakatan Oslo tahun 1989. Ia bergabung dalam Badan Keamanan Preventif dan menjadi pejabat di bagian Anti Spionase. Namun ia tidak cocok dengan komandannya Jibril Rajub saat itu. Terjadi tarik ulur dan perbedaan antara Abu Hamdiah dan Rajub terkait dengan mekanisme pengejaran agen dan mata-mata penjajah zionis. Akhirnya ia dari badan keamanan ini setelah beberapa bulan berada di sana.

Meski Abu Thariq kembali ke Palestina menjadi bagian dari kesepakatan Oslo, namun ia menyadari bahwa kesepakatan-kesepakatan apapun dengan penjajah zionis tak akan memberikan masa depan bagi Palestina. Karena itu ia kembali fokus kepada kerja perlawanan secara diam-diam jauh dari pos-pos resmi. Ia membangun jembatan dan hubungan kuat dengan Brigade Izzuddin Al-Qassam. Ia memiliki hubungan dengan kelompok Al-Qassam di baldah Betfajjar, Betlehem tengah. Ia juga yang merakit bom untuk kelompok Al-Qassam yang akan melakukan aksi jihad.

Pasca aktivitas jihadnya di Brigade Al-Qassam ini, dan setelah ia mengakui dalam investigasinya, rumahnya dikepung dan ditahan tahun 2002 di kawasan Hawaz di Khalil. Ia kemudian disel selama beberapa bulan. Setelah diadili, ia divonis selama 25 tahun penjara. Namun Jaksa Agung zionis naik banding dan dia kembali diadili sampai ia menerima vonis tahanan seumur hidup.

Sumber-sumber dari tawanan Palestina di penjara zionis mengatakan, bahwa setelah kesepakatan Wafa Ahrar (pertukaran tawanan Palestina dan serdadu zionis Gilad Shalit), Maisarah masuk ruangan penjara kader-kader Hamas di Eishel dan Nafhah. Maisarah menjadi symbol persatuan nasional dan menyatukan tawanan. Ia berusaha menyatukan tawanan Hamas dan Fatah. Bahkan ia juga bekerja menyiapkan proyek rekonsiliasi Fatah dan Hamas dari dalam penjara.

Demikianlah, komandan perlawanan dan jihad bekerja dengan diam-diam. Meski pernah di pemerintah resmi tak menghalangi untuk meluruskan kompas perjuangan. (pip/sinai)

Ya akhi, cintailah istrimu !

Posted: 16 Apr 2013 09:33 PM PDT

Ada sepasang suami istri mendatangi seorang ustad yang dikenal sangat bijak dalam menuntaskan perkara umat.

Ustad, tolong bantu kami ustad !! Kami sudah menikah selama 20 tahun, lama-kelamaan rasa cinta itu mulai hilang, kini kami sudah tidak saling mencintai, ustad ! Tolong beri kami solusi ?

Ya akhi, cintailah istrimu ! Jawab ustad itu singkat.


Sang suami merasa bingung, justru itulah masalahnya, maka ia mulai mengulangi pertanyaannya :

ustad, kami sudah menikah selama 20 tahun dan kini kami sudah tidak lagi mencintai ?

Ya akhi, cintailah istrimu !! Jawab ustad itu yang kedua kalinya dengan tegas.

Merasa tidak puas lagi dengan jawabannya, ia bertanya lagi :

tapi ustad, saya sudah tidak lagi mencintai istri saya ?

Ya akhi, cintailah istrimu !!!

Kata cinta bukanlah kata benda dan bukan pula kata sifat yang tiba-tiba ada, Tapi cinta adalah kata kerja !
Kata kerja yang harus dikerjakan, diperjuangkan dan terus-menerus diupayakan !!! Jawabnya tegas.

Seorang yang ingin mendapatkan dan merasakan cinta, ia harus berjuang dan berusaha mencintai.
Bagaimana mungkin cinta itu bisa tumbuh jika tidak pernah ditanam dan bagaimana mungkin bisa berbuah jika tidak pernah dipupuk, dirawat dan dijaga. Seorang yang ingin mendapatkan manisnya cinta harus berjuang hingga cinta itu berbuah.

Sungguh sering dari kita menginginkan cinta tanpa berusaha mencintai terlebih dahulu, ingin di dengar tanpa berusaha untuk mendengar, ingin di hargai tanpa berusaha untuk menghargai.
Siapa yang menanam pastilah dia akan memetiknya.

Hidup ini adalah sebab-akibat, tanpa ada sebab tidak akan ada akibatnya.
Yang harus kita lakukan bukanlah take and give Tapi give and take, berikan maka anda akan mendapatkan.
Karena satu biji yang kita taman, pasti akan Allah beri 700 biji atau lebih, karena Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah

5 Kisah Pemurtadan Wanita Muslimah

Posted: 16 Apr 2013 09:28 PM PDT

Kisah-kisah berikut semoga jadi pelajaran bagi wanita muslimah supaya sejak dini menjauh dari pergaulan dengan laki-laki muslim, baik dengan pacaran atau serius sampai ke jenjang pernikahan. Lima kisah di bawah ini menunjukkan langkah licik kaum Nashrani dalam memurtadkan wanita muslimah.


Kisah pertama dari Ibu Dewi:

"Saya seorang ibu 29 tahun dan suami 31 tahun. Kami telah dikaruniai dua anak. Yang pertama pria (6), dan kedua putri (2). Kami menikah 7 tahun yang lalu, dia adalah teman sekampus saya. Saat pertama mengenalnya, saya benar-benar benci. Maklum, saya lahir dari keluarga Muslim yang taat, sementara dia pemeluk Protestan. Tapi entahlah, mungkin karena dia tak pernah putus asa, saya kemudian menerimanya menjadi pacar. Saya benar-benar semakin sayang setelah dia kemudian menerima menikah dalam Islam. Saya benar-benar bahagia sekali." Tetapi setelah datangnya anak pertama lalu disusul anak kedua, banyak perubahan yang terjadi pada suami saya. Tiba-tiba dia jarang shalat dan sering keluar tanpa pamit. Belakangan saya tahu ternyata dia tidak benar-benar meninggalkan agamanya. Bahkan, sejak anak kedua kami lahir, secara terang-terangan dia pernah mengatakan kepada saya. `Saya masih seperti dulu, jadi jangan harap ada perubahan.'" "Mendengar kata-katanya, saya hampir tidak percaya. Suami saya yang tadinya pendiam itu tiba-tiba seperti itu. Yang membuat saya benar-benar takut dan sedih, hari-hari ini, dia sering memaksa saya mengikuti jejaknya untuk datang di kebaktian.'

Kisah kedua dari seorang ibu asal Palu:

Wanita berperawakan sedang ini datang bersama suaminya dengan wajah sembab. Kepada Sahid, ia menceritakan musibah yang menimpa keluarganya. Singkat cerita, sang adik diketahui hamil di luar nikah sesaat sebelum menyelesaikan gelar sarjananya. Yang membuat musibah itu terasa amat berat, pacar sang adik itu ternyata pemuda beragama lain. "Adik saya dihamili oleh pemuda Kristen," ucapnya sembari menyeka linangan air matanya. Padahal, sang adik dikenal sebagai wanita pendiam dan jarang keluar rumah. Selain itu, selama ini, dia dibesarkan dan dididik dalam lingkungan keluarga Muslim yang sangat taat. Peristiwa memalukan itu memang kemudian bisa dicarikan solusinya. Singkatnya, sang adik akhirnya menikah dengan pacarnya pemuda Kristen dalam upacara Islam. Setelah itu, keduanya pindah kota yang jauh dari keluarga, di Palu. Hanya saja, kepergiannya masih tetap menyisakan luka yang mendalam bagi pihak keluarga. Terutama setelah diketahui bila sang adik telah ikut sang suami menjadi aktifis gereja bersama semua anaknya.

---

Kisah cinta seperti Dewi dan adik si ibu tadi bukan hal baru di negeri ini. Banyak pemuda dan pemudi pernah mengalami hal serupa. Memiliki teman dekat atau calon suami yang berbeda agama. Ujung-ujungnya, dalam banyak kasus, hubungan keduanya kemudian terhambat karena adanya perbedaan agama. Bagi yang taat pada agama, mereka memutuskan untuk berpisah. Sebagian lagi memilih kompromi, yakni memilih mengikuti salah satu dari agama yang dianut pasangannya. Pada pilihan yang terakhir inilah yang perlu diwaspadai, utamanya para gadis muslimah.

Kisah ketiga lewat pemerkosaan:

Kejahatan kristenisasi itu, kini dilengkapi dengan kenyataan kristenisasi yang sangat menghina umat Islam, yaitu memperkosa muslimah murid Madrasah Aliyah di Padang yang selanjutnya dimurtadkan. Khairiyah Enisnawati alias Wawah (17 thn) pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gunung Pangilun, Padang, Sumatera Barat adalah salah satu dari 500 orang Minang yang dimurtadkan. Gadis berjilbab itu diculik, diperkosa dan dipaksa keluar dari agamanya lewat misi rahasia yang dijalankan sekelompok orang Kristen, di rumah Salmon seorang Jemaat Gereja Protestan di Jl. Bagindo Aziz Chan, Padang tempat memaksa Wawah untuk membuka jilbab dan masuk Kristen. Gereja itu dipimpin Pendeta Willy, sedang Salmon adalah jemaat yang juga karyawan PDAM Padang. (Dialog Jumat, 6 Agustus 1999).

Kisah keempat dari H. Kacep:

Banyak muslimah telah jadi korban pemurtadan. Hanya orang-orang yang tinggal di selatan Pasar Tambun yang mengenal H Kacep. Mungkin sebab itu, kasus kematian mubaligh kondang untuk ukuran kampungnya yang sungguh mengenaskan, sama sekali luput dari pemberitaan media massa. Kejadiannya sekitar setahun yang lalu. Berawal dari pertemuan puterinya dengan seorang pemuda. Pertemuan itu berlanjut. Kian hari kian akrab. Gadis muslimah itu kian sering dijumpai berduaan dengan sang pemuda. Sang ayah, H. Kacep, suatu waktu memanggil keduanya. Mubaligh itu bagaimana pun tahu bahwa berpacaran adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. "Wa la taqrabuu zina, demikian peringatan Allah SWT dalam al-Qur'an." Karena hubungan antara puterinya dengan sang pemuda sudah terlihat begitu erat dan berjalan sudah relatif lama, maka sebagai seorang ayah yang bertanggungjawab, H. Kacep berniat untuk meresmikan hubungan kedua insan itu ke dalam jenjang pernikahan.

Secara bijak H. Kacep mengutarakan keinginannya pada sang pemuda. Puterinya menyimak baik-baik apa yang dikatakan ayahnya itu. Hatinya berbunga-bunga. Yakin bahwa sang pemuda pujaan tidak akan keberatan dengan maksud ayahnya. Setelah mendengar penuturan H. Kacep, sang pemuda dengan enteng menjawab, "Ya, saya mau saja menikahi anak bapak. Asalkan pernikahannya dilakukan di gereja!"

Bagai disamber geledek di siang bolong. Bapak dan anak puterinya terkaget-kaget dibuatnya. Sama sekali tidak pernah terlintas di pikirannya bahwa pemuda yang selama ini dekat dengannya ternyata seorang non-Muslim. Padahal dulunya ia pernah bilang bahwa dirinya juga Islam. Dari hari ke hari gadis muslimah tersebut mengurung diri di kamarnya. Hingga suatu hari sosok remaja tersebut ditemukan terbujur kaku dengan mulut berbusa. Sekaleng racun serangga ditemukan tergolek di sampingnya. Besar kemungkinan, sesuatu yang berharga telah dipersembahkan gadis tersebut pada sang pemuda hingga ia memilih mati ketimbang menanggung malu. Kematian puteri tercintanya membuat H. Kacep menangung kesedihan yang amat sangat. Belum lagi kasak-kusuk tetangganya yang kerap terdengar tidak sedap. Akhirnya H. Kacep jatuh sakit. Dua bulan kemudian, sang ayah menyusul puteri tercintanya ke alam baka. Pesantren yang dikelolanya pun bubar.

Kisah kelima karena pertemanan akrab dengan pemuda Nashrani:

Di daerah Kranji, masih Bekasi, beberapa tahun lalu juga terjadi kasus yang mirip. Seorang Muslimah berteman akrab dengan seorang pemuda. Dari pertemanan tersebut, si gadis pun hamil. Sang ayah yang tahu sedikit banyak tentang Islam pun marah besar. Segera dipanggilnya sang pemuda untuk dimintai pertanggungjawabannya. Juga dengan enteng, si pemuda menjawab, "Saya mau nikah dengan anak bapak, asal dilakukan di gereja!" Ayah beranak itu kaget mendengarnya. Sama sekali mereka tak menyangka siapa gerangan pemuda itu. Tapi sikap dan pendirian sang ayah cukup tegas: ketimbang anaknya murtad, lebih baik menolak mentah-mentah syarat sang pemuda Kristen tersebut. Janin yang dikandung anaknya dibiarkan lahir tanpa ayah. "Kini anaknya dirawat oleh orangtua si gadis", ujar Drs. Abu Deedat Syihabuddin, MH, Sekjen FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) Jakarta.

---

Kristenisasi melalui jalur pemerkosaan gadis-gadis muslimah. Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, setelah diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen, diberi minuman perangsang lalu diperkosa. Setelah tidak berdaya, dia dibaptis dan dikristenkan. Kasus serupa menimpa Linda, siswi SPK Aisyah Padang. Setelah diculik dan disekap oleh komplotan aktivis Kristen, dia diperlakukan secara tidak manusiawi dengan teror kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah Yesus Kristus.

Di Bekasi, modus pemerkosaan dilakukan lebih jahat lagi. Seorang pemuda Kristen berpura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis muslimah yang salehah. Setelah menikah, mereka mengadakan hubungan suami isteri. Adegan ranjang yang telah direncanakan, itu foto oleh kawan pemuda Kristen tersebut. Setelah foto dicetak, kepada muslimah tersebut disodorkan dua pilihan: "Tetap Islam atau Pindah ke Kristen?". Kalau tidak pindah ke Kristen, maka foto-foto talanjang muslimah tersebut akan disebarluaskan. Karena tidak kuat mental, maka dengan hati berontak muslimah tersebut dibaptis dongan sangat-sangat terpaksa sekali, untuk menghindari aib.  Di Cipayung Jakarta Tirnur, seorang gadis muslimah yang taat dan shalehah terpaksa kabur dari rumahnya. Masuk Kristen mengikuti pemuda gereja yang berhasil menjebaknya dengan tindakan pemerkosaan dan obat-obat terlarang.

Istri Pangeran Andrew Kagumi Busana Muslim

Posted: 16 Apr 2013 09:22 PM PDT

Istri Pangeran Edward, The Countess of Wessex, Sophie, mengagumi busana Muslim yang dibawakan oleh peragawan dan pragawati Inggris dalam acara Islamic Fashion Festival 2012 yang berlangsung di gedung The Natural History Musuem, London, Rabu malam yang juga dihadiri perancang Indonesia, Ghea Panggabean..

Ruang museum yang disulap menjadi catwalk dalam acara Charity Dinner untuk mengalang dana bagi The Duke of Edinburgh`s internasional Award dan The Wessex Youth Trust, para peragawati memperagakan busana muslim dari perancang terkemuka dari Malaysia, Marako, Lahore serta satunya dari Indonesia Ghea Panggabean.


"Acaranya sangat menarik, apalagi hasil dari Gala Dinner diperuntukkan untuk kegiatan sosial," ujar Sophie kepada koresponden ANTARA London, Rabu malam.

Istri Pangeran Edward, putra bungsu Ratu Elizabeth itu yang berkecimpung dalam kegiatan social mengakui bahwa busana Muslim sangat bagus dan menarik.

Acara Islamic Fashion Festival (IFF) 2012 yang digagas pria muda asal Malaysia, Raja Rezza Shah digelar selain di London untuk kedua kalinya juga selenggarakan di Kuala Lumpur, Indonesia, Dubai, New York dan Monte Carlo.

"Saya bangga mengatakan bahwa Monaco mendapat kehormatan yang pertama digelarnya Islamic Fashion Festival di Eropa dua tahun lalu yang dihadiri oleh Pangeran Albert," ujar Duta Besar Monaco di London, Evelyne Genta.

Avelyne Genta, yang menjadi Dewan IFF bersama Taty Bakrie dan Titiek Soeharto, mengakui penyelenggaraan IFF awalnya diadakan di Malaysia di tahun 2006 dan sejak itu IFF berkembang ke berbagai negara seperti di Abu Dhabi, Jakarta, Dubai, Singapura dan New York.

Diakuinya penyelenggaraan Islamic Fashion Festival adalah bertujuan untuk mempromosikan keberagaman yang dapat menarik bagi perempuan dari semua lapisan masyarakat di seluruh dunia.

Sementara itu istri Perdana Menteri Malaysia Datin Paduka Seri Rosma Mansor, salah seorang patron IFF mengatakan bahwa Islamic Fashion Festival kali ini bertemakan Diversity in Modesty.

Diakuinya sejak abad ke tujuh, seni Islamic terus berkembang dan esensi dari busana Muslim adalah kesederhanan yang menjadi potret dari tradisi dan cara hidup kita.

Dunia fashion dalam Islam, menurut Datin Paduka Seri Rosma Mansor , memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki persepsi mengenai Islam itu sendiri.

"Islam merupakan kedamaian, keadilan, toleran dan kesamaan hak serta respek untuk keberagaman, sesuai tema Islamic Fashion Festival malam ini yaitu Diversity in Modesty," katanya.(dakwatuna)


Ulama yang Menyamar Sebagai Pengemis

Posted: 16 Apr 2013 09:21 PM PDT

Imam Baqi bin Mikhlad Nama beliau. Beliau dari negeri yang sangat jauh yaitu Andalusia sekarang bernama Spanyol. Dengarkan kisah suka dan dukanya dalam mengambil Ilmu kepada Imam Ahmad di Bagdad (Irak) selamat menyimak.
Beliau bercerita : Saya berangkat dengan berjalan kaki dari Andalusia menuju ke Baqdad untuk bertemu dengan Imam Ahmad untuk mengambil hadits dari beliau. Ketika saya mendekati Baqdad saya mendapati informasi tentang ujian yang menimpa Imam Ahmad sayapun menyadari bahwa Imam Ahmad dilarang untuk mengajar dan mengumpulkan manusia untuk mengajar mereka. Hal inipun membuat saya sedih berkepanjangan karena saya datang dari negeri yang sangat jauh dengan berjalan kaki tapi Imam Ahmad dilarang untuk mengajar.

Sesampainya saya di Baqdad saya menaruh barang-barang saya disebuah kamar dan segera mencari tahu keberadaan Imam Ahmad, hingga akhirnya saya mendapatkan kabar tentang keberadaanya. Dengan segera saya ke rumahnya kemudian mengetuk pintu rumah Imam Ahmad dan beliau sendiri yang membukakan pintu kepada saya dan saya pun berkata "Wahai Abu Abdillah, saya seorang yang jauh rumahnya, seorang pencari hadits dan penulis sunnah, saya tidak datang ke sini kecuali untuk itu. Beliau ( Imam Ahmad) berkata "Dari mana anda ?" saya menjawab "Dari Magrib Al-Aqsha" beliau ( Imam Ahmad) berkata "Dari Afrika?" Saya menjawab "Lebih jauh dari itu, saya melewati laut dari negeri saya untuk menuju ke Afrika"  beliau berkata "Negara asalmu sangat jauh, tidak ada yang lebih saya senangi melebihi dari pemenuhanku atas keinginanmu dan saya akan ajari apa yang kamu inginkan tetapi saat ini saya sedang difitnah dan dilarang untuk mengajar".  Saya pun berkata kepadanya "Saya telah mengetahui hal itu wahai Imam, Wahai Abu Abdillah! Saya tidak dikenal orang didaerah sini dan asing ditempat ini. Jika anda mengizinkan saya akan mendatangi Anda setiap hari dengan memakai pakaian seorang pengemis kemudian berdiri di depan pintu Anda dan meminta shadaqah dan bantuan. Wahai Abu Abdillah masukkanlah saya lewat pintu ini lalu ajarkan kepadaku walaupun hanya satu hadits dalam sehari". Beliau( Imam Ahmad ) berkata : "Saya sanggup tetapi dengan syarat Anda jangan datang ke tempat-tempat kajian dan ulama hadits yang lain agar mereka tidak mengenalmu sebagai seorang penuntut ilmu". Saya menjawab "saya terima persyaratan itu".

Baqi ibnu Mikhlad berkata "Setiap hari saya mengambil tongkat dan saya pun membalut kepala saya dengan sobekan kain dan memasukkan kertas serta alat tulis saya didalam kantong baju saya kemudian mulailah saya mendatangi rumah Imam Ahmad dan berdiri di depan rumah beliau dan berkata "Bersedekahlah kepada seorang yang miskin agar mendapatkan pahala dari Alloh. Maka Imam Ahmad pun keluar untuk menemui saya dan memasukkan saya lewat pintunya kemudian mengajariku dua atau tiga hadits bahkan lebih dari itu hingga saya berhasil mengumpulkan hadits dari beliau sebanyak 300 hadits. Setelah Alloh mengangkat kesulitan yang ada pada Imam Ahmad yang mana Khalifah Al-Makmun yang mengajak kepada perbuatan bid'ah telah meninggal dunia dan digantikan oleh Al-Mutawakkil (seorang yang membelah sunnah) maka Imam Ahmad menjadi terkenal dan kedudukan beliau menjadi tinggi. Pada saat itu setiap saya mendatangi Imam Ahmad di majelis beliau yang besar dan murid-murid yang begitu banyak, beliau melapangkan tempat khusus untukku dan memerintahkan kepada saya untuk mendekat dengan beliau dan dia berkata kepada murid-muridnya "Inilah orang yang berhak dinamakan penuntut ilmu" .

( Sumber Siyar alamu Nubala Imam Adzahabi)



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL Peringatan 9 Tahun Syahidnya Rantisi Tumbuhkan Harapan...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/04/zilzaal_17.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.