Senin, 01 April 2013



ZILZAAL


BUKTI ADANYA DAJJAL

Posted: 01 Apr 2013 08:05 AM PDT

Dajjal asalnya berarti "التَّغْطِيَة", bermakna menutupi. Orang yang berdusta disebut Dajjal karena ia menutupi kebenaran dengan kebatilan.[1]

Dajjal yang dimaksud dalam bahasan ini adalah Dajjal akbar yang akan muncul menjelang hari kiamat di zaman Imam Mahdi dan Nabi Isa 'alaihis salam.

Dajjal, Seberat-Beratnya Ujian

Keluarnya Dajjal merupakan di antara tanda datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh Dajjal adalah seberat-beratanya ujian yang akan dihadapi manusia.



Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

"Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal." (HR. Muslim no. 2946) An Nawawi rahimahullah menerangkan, "Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal."[2]

Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia lalu memuji Allah karena memang Dialah satu-satunya yang berhak atas pujian kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau bersabda,

إِنِّى لأُنْذِرُكُمُوهُ ، وَمَا مِنْ نَبِىٍّ إِلاَّ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ ، لَقَدْ أَنْذَرَ نُوحٌ قَوْمَهُ ، وَلَكِنِّى أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِىٌّ لِقَوْمِهِ ، تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ ، وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

"Aku akan menceritakannya kepada kalian dan tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Dajjal kepada kaumnya. Sungguh Nabi Nuh 'alaihis salam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang tidak pernah dikatakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Allah sama sekali tidaklah buta". (HR. Bukhari no. 3337 dan Muslim no. 169)

Dari Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ

"Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya "KAAFIR"." (HR. Bukhari no. 7131)

Dalam sebuah hadits shahih, dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يا أيها الناس ! إنها لم تكن فتنة على وجه الأرض منذ ذرأ الله ذرية آدم أعظم من فتنة الدجال و إن الله عز و جل لم يبعث نبيا إلا حذر أمته الدجال و أنا آخر الأنبياء و أنتم آخر الأمم و هو خارج فيكم لا محالة

"Wahai sekalian manusia, sungguh tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan anak cucu Adam. Tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan ia akan memperingatkan kepada umatnya mengenai fitnah Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi yang paling terakhir dan kalian juga ummat yang paling terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah kalian." (Dikeluarkan dalam Shahih Al Jaami' Ash Shoghir no. 13833. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dajjal Dinamakan Al Masih

Dajjal dinamakan Al Masih karena salah satu matanya terusap/ tertutup (artinya: buta sebelah). Disebutkan pula bahwa ia dinamakan Al Masih karena  dia mengusap/ melewati bumi selama empatpuluh hari.[3]

Al Masih sendiri kadang ditujukan pada orang yang shidiq (jujur) yaitu 'Isa 'alaihis salam dan kadang pula Al Masih dimaksudkan untuk orang yang sesat lagi dusta yaitu Dajjal yang matanya buta sebelah.[4]

Berita Tentang Kemunculan Dajjal adalah Berita Mutawatir

Sebagian hadits mengenai Dajjal telah dikemukakan di atas. Sebagian lainnya akan kita temukan pada bahasan selanjutnya mengenai Dajjal. Intinya, semua hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa di akhir zaman, akan muncul Dajjal. Berita tentang Dajjal ini diriwayatkan dalam riwayat yang amat banyak, sampai derajat mutawatir. Hadits-hadits yang membicarakan tentang Dajjal pun berasal dari kitab Shahih Bukhari dan Muslim. Oleh karena itu, orang yang meragukan tentang hal ini, dialah yang sungguh aneh.

Al Qodhi mengatakan, "Hadits-hadits yang disebutkan oleh Imam Muslim dan selainnya mengenai kisah Dajjal benar-benar sebagai hujjah bagi madzhab yang berada di atas kebenaran bahwa Dajjal benar adanya. Dajjal adalah benar-benar manusia. Allah mendatangkannya untuk menguji para hamba-Nya. Allah memberikan pada Dajjal berbagai ilahiyah (ketuhanan), yaitu dengan menghidupkan mayit yang sebelumnya ia matikan, menumbuhkan tanaman, menyuburkan tanah dan kebun, menjadikan api dan dua macam sungai. Kemudian Dajjal pun akan mengeluarkan berbagai macam perbendaharaan di dalam bumi, ia akan menurunkan hujan dari langit, dan tanah pun akan tumbuh tanaman. Ini semua dilakukan atas kuasa dan kehendak Allah. Kemudian setelah itu, Allah Ta'ala membuat ia tidak bisa berbuat apa-apa. Namun tidak ada yang bisa membunuh Dajjal dan menghancurkan berbagai urusannya melainkan 'Isa 'alaihis salam. Allah pun akhirnya mengokohkan hati orang beriman. Inilah madzhab Ahlus Sunnah, keyakinan para pakar hadits, para fuqoha dan para ulama peneliti lainnya."[5]

Mengapa Berita Tentang Dajjal Tidak Disebutkan dalam Al Qur'an?

Ada beberapa versi jawaban yang dapat diberikan dalam hal ini:

Pertama, Allah Ta'ala berfirman,

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا

"Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri." (QS. Al An'am: 158). Padahal dalam hadits disebutkan,

ثَلاَثٌ إِذَا خَرَجْنَ (لَمْ يَنْفَعْ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ) الآيَةَ الدَّجَّالُ وَالدَّابَّةُ وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِنَ الْمَغْرِبِ أَوْ مِنْ مَغْرِبِهَا

"Tiga tanda, jika semuanya telah terjadi, maka tidak akan berguna lagi keimanan seseorang sebelumnya, yaitu; keluarnya Dajjal, binatang melata, dan terbitnya matahari dari barat atau dari tempat terbenamnya" (HR. Tirmidzi no. 3072 dan Ahmad 2/445. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini menunjukkan adanya korelasi dengan ayat di atas, sehingga sangat tepat sekali menunjukkan adanya Dajjal di akhir zaman.

Kedua, Al Qur'an sendiri mengisyaratkan bahwa 'Isa bin Maryam akan turun di akhir zaman seperti pada firman Allah Ta'ala,

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ

"Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." (QS. An Nisa': 159). Dan pada firman Allah Ta'ala,

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ

"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat." (QS. Az Zukhruf: 61). Jika benar Isa akan turun di akhir zaman dan misi beliau adalah membunuh Dajjal, maka cukup dengan kita menyebut turunnya Isa, itu menandakan akan munculnya Dajjal. Apalagi antara Isa dan Dajjal sama-sama disebut Al Masih.

Inilah di antara alasan mengapa Dajjal tidak disebutkan dalam Al Qur'an sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani.[6]

Alasan ketiga yang dapat diberikan adalah sebagai berikut.

Ketiga: Berita tentang Dajjal juga sudah disebutkan dalam ayat Al Qur'an,

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

"Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ghofir/Al Mu'min: 57) Yang dimaksud dengan penciptaan manusia di sini adalah Dajjal. Sebagaimana yang mendukung hal ini adalah hadits,

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

"Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal." (HR. Muslim no. 2946)

Mengenai surat Ghofir ayat 57, Al Baghowi mengatakan, "Sebagian ulama mengatakan: yaitu yang lebih besar dari ujian dari Dajjal. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, yaitu orang Yahudi yang selalu memperdebatkan tentang Dajjal."[7]

Demikian beberapa sajian awal dari kami mengenai Dajjal. Insya Allah kajian ini masih akan dilanjutkan pada tulisan serial berikutnya. Semoga Allah mudahkan.

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.

Referensi:

    Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya' At Turots, cetakan kedua, 1392 H.
    Al Yaumul Akhir-Al Qiyamatush Shugro, Dr. 'Umar Sulaiman Al Asyqor, Darun Nafais-Maktabah Al Falah, cetakan keempat, 1411 H.
    Asyotusy Sya'ah, 'Abdullah bin Sulaiman Al Ghofili, Kementrian Urusan Islamiyah, Waqof, Dakwah, dan Irsyad, Kerajaan Saudi Arabia, cetakan pertama, 1422 H.
    Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma'rifah, 1379 H.
    Lisanul 'Arob, Muhammad bin Makrom bin Manzhur Al Afriqi Al Mishri, Dar Shodir, cetakan pertama.
    Ma'alimut Tanzil, Al Husain bin Mas'ud Al Baghowi, Dar Thoyibah, cetakan keempat, tahun 1417 H.



Diselesaikan berkat nikmat Allah di Panggang-GK, 8 Sya'ban 1431 H (20/07/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
www.rumaysho.com

Belajar Dari Derita Para Nabi

Posted: 01 Apr 2013 07:58 AM PDT

Kadangkala kita bertanya-tanya mengapa Allah SWT. memberikan ujian pada setiap manusia tak terkecuali para Nabi. Bahkan ada ujian yang dirasa amat berat seolah tak sanggup lagi menanggungnya. Dalam keadaan seperti itu kadang tercetus pandangan negatif kepada Allah SWT. atas ujian yang Ia berikan.

Perasaan berat juga terkadang dirasakan oleh Rasulullah saw. dalam menghadapi ujian dakwah. Namun demikian Allah SWT. mengingatkan Beliau bahwa kondisi yang sama  — hidup penuh ujian – juga dialami oleh para nabi dan rasul yang ditugaskan menyampaikan risalah Allah. FirmanNya:
    "dan Sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. tak ada seorangpun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. dan Sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita Rasul-rasul itu."(QS. al-An'am: 34)

Dalam ayat di atas Allah Ta'ala memotivasi diri Nabi saw. untuk senantiasa bersabar dengan membandingkan derita Beliau dengan derita yang dialami para nabi dan rasul sebelumnya. Nabi Yusuf as. misalnya, harus dijebloskan ke dalam sumur, dijual sebagai budak, difitnah akan melakukan pemerkosaan dan ditahan di dalam penjara dalam waktu yang lama. Tapi ketabahan dan kegigihan Beliau as. berbuah manis.

Nabi Nuh as. harus menahan derita dihina kaumnya bahkan keluarganya. Lalu dicap orang gila karena merakit kapal di atas bukit. Dengan kekuasaan Allah, ketegaran Nabi Nuh as. juga mendatangkan pertolongan dan kehancuran bagi kaumnya.

    "Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan Dia sudah pernah diberi ancaman)."(QS. al-Qamar: 9)

Nabi Ibrahim as. dibakar hidup-hidup, Nabi Ayub mendapatkan ujian kematian anak-anyaknya dan penyakit berat yang dideritanya, Nabi Musa terusir dari negerinya, Nabi Isa dikejar-kejar dan mengalami ancaman pembunuhan. Tidak ada satu pun para Nabi utusan Allah yang dibiarkan hidup tanpa ujian penderitaan yang berat. Dan tingkat penderitaan mereka jauh lebih tinggi dibandingkan manusia biasa. Rasulullah saw. pernah ditanya, "Siapakah manusia yang paling berat ujiannya?" Beliau menjawab;

    الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ

    "Para nabi, kemudian yang serupa, lalu yang serupa, maka seseorang diuji berdasarkan tingkat dien-nya." (HR. Tirmidzi).

Keikhlasan dan kesabaran para nabi dalam menghadapi ujian membuahkan kemuliaan bagi diri mereka. Nama mereka menjadi tercatat dalam kitab suci dan selalu dikisahkan berulang-ulang oleh banyak orang. Menjadi teladan bagi siapa saja yang tengah mengalami ujian. Ada perbandingan dalam membangun kesabaran.

Bila kita ingin juga dicatat oleh Allah sebagai orang-orang yang mulia, maka teladanilah ketegaran para nabi dan rasul tersebut. Ambil saja kisah salah satu dari mereka, pelajari dan renungkan. Maka kita akan merasa bahwa musibah yang menimpa kita belumlah seberapa dibandingkan apa yang telah menimpa mereka. Sebagaimana Rasulullah saw. kembali bersemangat setelah dihibur oleh Allah dengan kisah-kisah para pendahulunya. [Follow @Iwanjanuarcom]

Rasulullah Tak Pernah Pensiun

Posted: 01 Apr 2013 07:40 AM PDT

Usia Rasulullah SAW benar-benar produktif hingga usia terakhir. Apalagi ketika diukur dengan imej sebagian orang hari ini. Kosa kata pensiun terlanjur lekat di benak mereka. Pensiun bagi sebagian orang bukan saja berhenti bekerja, tetapi berhenti juga produktifitasnya. Seakan tidak lagi menjadi orang penting di masyarakatnya setelah sebelumnya begitu sentral posisinya. Seakan hanya tinggal menunggu dua hal: kedatangan cucu dan kedatangan kematian. Tentu ini tidak benar.

Penelitian yang dilakukan di Amerika oleh para pakar dari The University of Maryland mengatakan bahwa mereka yang tetap beraktifitas setelah usia pensiun, menikmati kesehatan yang lebih baik daripada yang tidak beraktifitas lagi setelah usia pensiun. Demikian juga keadaan psikologinya, lebih stabil.
Penelitian yang dilakukan di Inggris mendukung hal di atas. Dan menambahkan tentang hubungan antara penyakit pikun dan pensiun. Pikun yang masih dikategorikan sebagai penyakit yang belum diketahui penyebabnya itu diteliti untuk dicari hubungannya dengan berhentinya aktifitas produktif setelah usia pensiun. Hasil penelitian pada 1320 orang yang sudah pikun dan 382 orang yang berpotensi pikun itu adalah: ada hubungan antara terlambatnya seseorang pensiun dengan terlambat datangnya penyakit pikun. Karena otak masih terus aktif. (sumber: aljazeerah.net dan kaheel7.com)

Subhanallah. Islam memang tidak pernah mengenal usia pensiun. Lihatlah dua ayat berikut ini,

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini." [QS. Al-Hijr (15) : 99]

(Yang diyakini) adalah kematian. Seperti yang dijelaskan oleh Salim bin Abdullah bin Umar, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, Qatadah, al-Hasan al-Bashri, Mujahid. Sebagaimana yang dipilih oleh Ibnu Jarir dan Bukhari. (lihat: Tafsir Ibnu Katsir 4/553, MS)

Beribadah kepada Allah batasnya adalah ajal yang datang. Sebelum mati, seseorang harus terus beribadah. Ibadah sendiri adalah aktifitas yang menuntut kesehatan akal. Karena bagi yang sudah tidak sehat akalnya termasuk pikun sudah tidak mendapatkan beban beribadah. Itu artinya, pikun seharusnya jauh dari mereka yang menjaga ibadahnya, biidznillah.

Juga ayat berikut ini,

"Dan Katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." [QS. At-Taubah (9) : 105]

Ayat ini, menjelaskan bahwa bekerja atau beraktifitas kebaikan terus dilakukan hingga kembali kepada Allah yang Maha Mengetahui yang ghoib dan yang nyata.

Untuk itulah, Islam tidak pernah mengenal kata pensiun. Hal itu bisa kita lihat dari dalil-dalil di atas. Adapun penelitian hanya menguatkan ayat-ayat Allah yang tertulis. Untuk itulah, kita bisa jumpai orang-orang besar dalam sejarah Islam, mereka tetap beraktifitas seperti biasa hingga di penghujung usia.

Petunjuk utamanya berasal dari Rasulullah SAW. Usia beliau jelas menggambarkan hal ini. Mari kita lihat di akhir-akhir usia beliau.

Pada usia 53 tahun yang hari ini dianggap sebagai MPP (Masa Persiapan Pensiun), Rasulullah harus melakukan perjalanan menempuh padang pasir di tengah ancaman kematian. Yaitu perjalanan mulia: Hijrah ke Kota Madinah. Kepala beliau dihargai 100 ekor unta bagi siapapun yang bisa menangkapnya hidup atau mati. Perjalanan itu beliau tempuh selama kurang lebih 15 hari. Beliau meninggalkan Kota Mekah pada malam 27 Shafar 14 Kenabian dan sampai di Kota Madinah tanggal 12 Rabi'ul Awwal 1 H, setelah menetap di Quba' selama 4 hari. Sebuah aktifitas yang terlalu melelahkan dan berisiko untuk orang seusia itu.

Pada usia 55 tahun di mana dianggap telah pensiun pada hari ini, Rasulullah SAW justru mendapatkan perintah baru yang belum ada sebelumnya dan memerlukan kekuatan fisik, otak berikut tekad. Yaitu jihad (perang). Perintah jihad baru diturunkan pada tahun 2 H. Jihad jelas memerlukan kekuatan fisik yang terkadang perlu berhari-hari untuk sampai di kamp musuh, dalam keadaan cuaca apapun. Juga kekuatan otak dalam mengatur strategi perang, menganalisa kekuatan dan kelemahan serta informasi. Kekuatan tekad sangat diperlukan dalam jihad. Tekad yang hadir dari iman yang menggelora dan tidak padam hanya oleh ketakutan atau kesenangan, kekalahan atau kemenangan. Kalau dirata-rata, beliau harus keluar untuk perang setiap 4 bulan sekali. Jumlah peperangan yang diikuti langsung oleh Rasul ada 28 kali dari tahun 2H – 9H (lihat: al-Athlas al-Tarikhi li Sirah al-Rasul, Sami Abdullah al-Maghluts, h. 151, Maktabah al-'Ubaikan, 1435H).

Fisik, otak, tekad untuk perang, sungguh tidak mudah di usia 55 tahun.

Pada usia 60 tahun -madzhab pensiun di barat dan perpanjangan 5 tahun terakhir bagi jabatan tinggi di Indonesia-, Rasulullah SAW masih harus menjalani perjalanan jauh untuk melanjutkan dakwah beliau. Di usia itu beliau masih harus menjalan 3 peperangan; Fath Makkah, Hunain dan Thaif. Tanyakan hari ini, di mana ada panglima yang masih siap memimpin di lapangan hingga usia 60 tahun. Shallallahu alaika ya Rasulallah…

Hingga pada detik-detik terakhir beliau wafat, usia masih produktif untuk kebaikan. Dari 14 hari beliau sakit kepala dan demam tinggi hingga beberapa kali pingsan, beliau masih mampu memimpin para shahabatnya shalat berjamaah selama 11 hari. Pada Hari Sabtu (beliau wafat hari senin), Rasul SAW merasakan sakitnya mereda, maka beliau pun keluar untuk shalat di masjid walaupun harus dipapah oleh dua orang. Pada hari Ahad, beliau masih melakukan kebaikan; membebaskan beberapa budak, shadaqah sebesar 7 dinar (mata uang emas) dan menghibahkan senjata-senjata beliau untuk muslimin.

Di sela-sela sakitnya itu beliau SAW masih memberikan nasehat dan perintah kepada para shahabatnya. Di antaranya beliau memberi kesempatan bagi siapapun yang mau membalas semua kesalahan beliau selama ini. Menyampaikan agar tidak sama dengan Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid. Menasehati agar berbuat baik kepada seluruh masyarakat Anshar. Memerintahkan agar tidak boleh ada dua agama di Jazirah Arab. Pada Shubuh terakhir untuk Rasulullah SAW (senin pagi), beliau masih bangun pagi dan membuka sitar rumahnya untuk menyaksikan para shahabatnya melakukan Shubuh berjamaah dan untuk melemparkan senyum manis beliau; senyum perpisahan. Dan inilah kalimat terakhir yang dibisikkan di telinga istri tercinta Aisyah radhiallahu anha,

"…bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." [QS. An-Nisa' (4) : 69]

"Ya Allah ampunilah dan rahmatilah aku, dan pertemukan aku dengan ar-Rafiq al-a'la, allahuma ar-rafiq al-a'la." (Lihat: ar-Rahiq al-Makhtum h. 370-374, Dar Ibn al-Khaldun)

Sungguh inilah produktifitas usia yang tak pernah mengenal pensiun. Benar-benar hingga hembusan nafas terakhir. Hingga kekuatan terakhir, saat tangan terkulai. Dan beliau SAW pun menghadap Allah yang Maha Tinggi pada Hari Senin waktu Dhuha, 12 Rabi'ul Awwal 11 H.

Bukankah kita sering berbicara tentang prestasi hidup dan produktifitas usia. Kini kita tahu, Rasulullah SAW sang teladan itu. Capaian usia maksimal dan ideal. Karena beliau tidak pernah mengenal pensiun.

Riset Al-Quran & Sains: Kenapa Persaksian Perempuan Setengah Persaksian Laki-laki

Posted: 01 Apr 2013 07:32 AM PDT

Riset Al-Quran & Sains
 Oleh R Syarif Ario Dgs

 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

" …Dan carilah dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antara) kalian. Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya..." (QS. Al-Baqarah: 282)


Sebagian musuh-musuh Islam melontarkan sebuah syubhat dan ditirukan oleh sebagaian orang yang menisbatkan dirinya ke dalam Islam, atau syubhat tersebut di buat oleh orang-orang orientalis dan didengung-dengungkan oleh orang-orang yang "kebarat-baratan". Syubhat tersebut adalah bahwa Islam telah melakukan kezhaliman terhadap wanita, ketika Islam menjadikan wanita setengah dari laki-laki dalam banyak hal, di antaranya adalah masalah persaksian. Maka Islam menjadikan persaksian dua wanita seperti persaksian satu orang laki-laki. Dan untuk membantah syubhat tersebut, maka yang pertama adalah wajib untuk mengkaji tafsir ayat tersebut, kemudian mencari tahu tentang pendapat ilmu pengetahuan modern.

Tafsir Ayat

Disebutkan dalam tafsir ath-Thabari rahimahullah:" Kalau salah satu dari keduanya lupa, maka wanita yang lainnya mengingatkannya." Dalam tafsir al-Baidhawi rahimahullah disebutkan:" Alasan dipertimbangkan jumlah adalah bahwasanya jika salah seorang dari keduanya (saksi wanita) lupa dengan persaksiannya, maka yang lain (saksi wanita yang lain) akan mengingatkannya."

Tafisir dari Imam asy-Syaukani (dalam Fathul Qadiir) menyebutkan:"Abu Ubaid berkata:' Makna تَضِلَّ (hilang/sesat) adalah lupa, dan hilangnya persaksian adalah lupa dengan sebagiannya (sebagian persaksian) dan ingat sebgaian.'"

Dan kesimpulan tafsir-tafsir tersebut adalah bahwa sebab dijadikannya persaksian wanita setengah persaksian laki-laki adalah banyaknya lupa (yang terjadi pada wanita). Lalu, apakah wanita lebih banyak lupa dibandingkan laki-laki?

Pandangan Ilmu Pengetahuan Modern

Dalam sebuah studi modern yang dilakukan oleh para ilmuwan di Sydney, Australia dan hasilnya dipublikasikan oleh media CNN dan BBC dengan judul " Pregnancy does cause memory loss, study says" (Studi Mengatakan:" Kehamilan Menyebabkan Daya Ingat Menurun"). Studi tersebut membuktikan bahwa kehamilan menyebabkan melemahnya ingatan perempuan, dan terkadang keadaan ini terus berlanjut sampai masa setelah lahir, yang mana kehamilan menyebabkan berkurangnya sejumlah sel-sel memori otak ibu sedikit demi sedikit.

Julia Henry, salah seorang wanita pekerja pada penelitian tersebut, yang berasal dari University of New South Wales di Sydney berkata kepada CNN:" Apa yang kami temukan adalah bahwa upaya mental yang berkaitan dengan mengingat rincian-rincian baru atau menunaikan fungsi-fungsi yang multi tahap mengalami gangguan/goncangan."

Dia menambahkan:" Terkadang wanita hamil misalnya, tidak mampu untuk mengingat nomor (telepon) baru, akan tetapi ia akan mudah mengingat kembali nomor-nomor lama yang dahulu ia hubungi (panggil) secara rutin." Henry mengatakan bahwa dia telah membantu Dr Peter Rendell dengan melakukan penelitian ini dengan berlandaskan pada analisis dari 12 penelitian yang mencakup survei terhadap kemampuan mental wanita sebelum dan setelah melahirkan.

Dan ia menoleh pada hasil-hasil dari penelitian tersebut, bahwasanya ia (hasil-hasil itu) mengisyaratkan pada kemungkinan terus berlangsungnya kegoncangan/gangguan ini setahun penuh setelah melahirkan, tanpa bisa memastikan bahwa proses melahirkan akan membuat baik keadaan wanita tersebut setelah masa itu (masa melahirkan), mengingat disebabkan masih dibutuhkannya studi-studi tambahan. Hanya saja studi ini belum bisa menetapkan (menentukan dengan pasti) sebab-sebab dari fenomena ini, mengingat masih dibutuhkannya uji laboratorium tambahan yang lebih mendalam. Meskipun mereka telah meninjau berbagai skenario-skenario yang mungkin menjadi sebabnya, dan yang terdepan adalah perubahan hormon tubuh, dan perubahan gaya hidup yang cepat.

Kesimpulan Pandangan Ilmu Pengetahuan Modern

Ingat wanita hamil mengalami kelemahan dan kegoncangan pada masa-masa kehamilannya, dan bisa jadi ia mengalami hal tersebut (daya ingat menurun) selama satu tahun penuh –kadang-kadang- setelah kehamilan dan bisa jadi lebih lama dari itu disebabkan berkurangnya sejumlah sel-sel otak sedikit demi sedikit, dan juga dikarenakan sebab-sebab yang belum diketahui batasannya sampai sekarang.

Mukjizat Ilmiah Yang Ada Dalam Ayat Di Atas

Ada isyarat (petunjuk) kepada banyaknya sifat lupa pada wanita, oleh sebab itu dijadikan persaksian mereka (para wanita) setengan dari persaksian laki-laki. Dan ini adalah hal yang telah ditetapkan oleh ilmu pengetahuan modern.

Subhaanaka Allahumma wa Bihamdika Asyhadu Allaa Ilaaha Illaa Anta Astaghfiruka wa Atuubu Ilaika

Sumber: لمذا شهادة المرأة نصف شهادة الرجل فى الاسلام

INILAH 12 GOLONGAN YANG DI DO'AKAN MALAIKAT

Posted: 01 Apr 2013 07:21 AM PDT

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdo'a: "Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci." (H.R. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendo'akannya: "Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia." (H.R. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan." (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada shalat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'aamiin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (H.R. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, "Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia." (H.R. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat Shubuh dan 'Ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat Shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'Ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'Ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?", mereka menjawab: "Kami datang, sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka, sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat." (H.R. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin' dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan." (H.R. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkat: "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak." Dan lainnya berkata: "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit." (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdo'a) kepada orang-orang yang sedang makan sahur. Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa sunnah." (H.R. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya, kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh." (H.R. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (H.R. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily).

Orang Indonesia Pernah Jadi Imam di Masjidil Haram

Posted: 01 Apr 2013 07:09 AM PDT

Syaikh Sa'ad Al Ghamidi mengatakan ada orang Indonesia yang pernah menjadi imam di Masjidil Haram Mekkah. Imam itu bernama Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

"Benar sekali. Dulu memang ada orang Indonesia yang menjadi ulama dan Imam di Masjidil Haram. Namun, sejak 50 tahun terakhir ini, pemerintah Arab Saudi menerapkan qarar (peraturan) yang mewajibkan seluruh imam dan muazin haruslah orang Saudi sendiri," kata Syaikh Al Ghamidi.
Selain menjadi imam, Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi juga pernah menjadi khatib, guru besar di Masjidil Haram, sekaligus menjadi Mufti Mazhab Syafi'i.
Itulah masa-masa kecemerlangan orang Indonesia di Makkah pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tidak lagi pulang ke Indonesia. Beliau tinggal dan menetap di Arab Saudi hingga akhir hayatnya.

Syaikh Sa'ad Al Ghamidi mengatakan hingga 10 tahun belakangan ini masih ada orang Indonesia yang menjadi muazin di Masjidil Haram. Mereka lulus beberapa tahapan seleksi dan telah mengambil kewarganegaraan Arab Saudi.
"Mereka ini tinggal beberapa tahun lamanya di Saudi, akhirnya mengambil kewarganegaraan Saudi. Mereka menjadi muazin di Masjidil Haram, padahal sebenarnya mereka adalah keturunan orang Indonesia," ujar Syaikh Sa'ad Al Ghamidi.

Kini, imam dan muazin Masjidil haram yang harus orang Saudi asli. Bahkan dosen-dosen di Universitas Islam Madinah dan Ummul Qura' sudah tidak didapati lagi dari kalangan bukan keturunan Saudi.(republika)

Damaskus, Kota Para Ulama Islam

Posted: 01 Apr 2013 07:00 AM PDT

Damaskus atau Dimasyq (Arab), ibu kota Suriah modern, adalah kota tua yang sangat bersejarah. Dimasyq dibebaskan dari cengkeraman Romawi di era Khalifah Umar bin Khathab Radhiyallahu 'Anhu. Pasukan sahabat yang pertama menorehkan sejarah umat di kota ini dipimpin oleh Saifullah Al Maslul Khalid bin Walid Radhiyallahu 'Anhu.

Peradaban Islam yang usianya lebih muda tiga kali daripada usia Damaskus, terkait banyak dengan sejarah kota ini. Tidak heran banyak dari mujahidun dan ulama yang di belakang nama mereka tercantum "Ad Dimasyqi" atau penduduk kota Damaskus.


Demikian banyak ulama dan intelektual yang lahir, atau pernah belajar dan mukim, atau mengajar serta menorehkan karya besarnya di kota ini. Beberapa dari tokoh Islam dari kota Damaskus yang sangat menonjol itu adalah:

1. Imam Al Muwaffaq Ibnu Qudamah (451 H/1147 M-620 H/1223 M)

Siapapun yang mendalami hukum Islam harus mengenalnya. Muwaffaq Ad Din Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Jama'ili Al Maqdisi, lahir di Palestina. Dia kemudian menuntut ilmu ke Damaskus dan Baghdad, namun kiprah intelektual dan dakwahnya di Damaskus.

Karyanya yang paling terkenal: Al Mugni fii Syarh Mukhtashar Al Khiraqi. Sebuah ensiklopedi hukum Islam yang kendati berpijak pada mazhab Hambali, namun memuat pendapat beserta argumentasi hukum seluruh mazhab fiqh yang pernah ada, bahkan menanjak ke pendapat sahabat dan tabi'in. Dalam buku itu, Ibnu Qudamah mengkaji setiap argumentasi secara kritis serta mengemukakan pendapatnya yang tak terikat mazhab. 'Izz Ad Din bin Abdis Salam Asy Syafi'i berujar, "Hatiku tidak tenang berfatwa sampai aku punya satu kitab Al Mughni."

Kitabnya yang lain adalah Raudhah Al Nazhir wa Junnah Al Munazhir, 'Umdah Al Fiqh, Al Kafi, Al Muqni', Lum'ah Al I'tiqad, dan lain-lain.

2. Imam 'Izz Ad Din bin Abdissalam Al Syafi'i (577 H/1181 M-660 H/1262 M).

Populer dengan gelarnya Sulthan Al Ulama (pemuka para ulama), alim yang bernama lengkap Abdul 'Aziz bin Abdis Salam bin Abi Al Qasim Al Sulmi Al Dimasyqi ini lahir dan menuntut ilmu di kota Damaskus.

Ahli di bidang hukum Islam (fiqh dan ushul) dan hadits, serta besar dalam tradisi fiqh madrasah Syafi'i, 'Izz Ad Din adalah seorang penceramah yang terkenal tegas dalam menyuarakan kebenaran. Imam sempat menjabat sebagai khatib di Masjid Jami Al Umawi, sebelum akhirnya diberhentikan karena mengeritik penguasa di atas mimbar.

Tidak setuju dengan kebijakan penguasa, 'Izz Ad Din pindah ke Mesir dan menyebarkan ilmunya di sana. Tulisannya antara lain: Al Qawa'id Al Kubra, Al Qawa'id Al Shugra, Mukhtashar Shahih Muslim, Al Fatawa Al Mishriyah, Bidayah Al Suul fii Tafdhil Al Rasul, Maqashid Al Ri'ayah, dan lain-lain. Karya-karyanya menonjol dengan penekanan visi maslahat dalam hukum Islam.

3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (661 H/1263 M-728 H/1328 M)

Bernama lengkap Taqi Ad Din Abu Al 'Abbas Ahmad bin Abdil Halim bin Abdis Salam bin Taimiyah Al Harrani Al Hambali Al Dimasyqi. Reformer utama dan mujahid mulia ini lahir di Harran, Turki, kemudian bersama keluarganya eksodus ke Damaskus akibat serangan bangsa Tartar. Di sinilah dia kemudian berguru dan belajar dengan penuh kesungguhan.

Ibnu Taimiyah terkenal sebagai reformer karena kritik tajamnya terhadap segala bentuk deviasi dalam pemahaman Islam. Dia menggugat kalam filsafat, tasawuf ekstrim, dan sikap taklid fiqh. Untuk itu semua dia berkali-kali dipenjara oleh penguasa atas hasutan ulama yang membencinya.

Dia disebut Syaikhul Islam karena keilmuannya yang kompleks dan ensiklopedis. Tapi dia konsisten dengan seruannya untuk kembali kepada Al Qur'an dan Sunnah serta pemahaman As Salaf Ash Shalih. Melengkapi perjuangannya, dia memimpin dan menginisiasi jihad melawan Tartar.

Tulisannya yang lebih banyak berupa risalah dan fatwa dirangkum dalam Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah; sedangkan karyanya yang lain: Minhaj Al Sunnah Al Nabawiyah, Dar'u Ta'arudh Al 'Aql wa Al Naql, Al Tis'iniyah, dan lain-lain. Karya-karyanya terus diteliti dan dikaji bukan hanya karena pembahasannya yang luas dan kritis, tapi juga karena nafas pergerakan yang dibawanya.

4. Imam Al Hafizh Adz Dzahabi (673 H/1275 M-748 H/1347 M)

Ialah Syams Ad Din Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman. Asalnya dari suku Turkmen, tapi lahir dan besar di kota Damaskus. Adz Dzahabi, salah satu murid Ibnu Taimiyah, adalah seorang sejarawan agung, periwayat sanad Al Qur'an, dan pakar ilmu hadits terkemuka.

Kepakaran Adz Dzahabi terutama dalam ilmu rijal, yaitu pengenalan yang kritis dan mendalam terhadap biografi rawi hadits. Karya-karyanya antara lain Thabaqat Al Huffazh, Thabaqat Al Qurra, Al Kasyif, Al Mizan fii Al Dhu'afa, Siyar A'lam Al Nubala, Tarikh Al Islam, Talkhis Al Mustadrak, Mukhtashar Sunan Al Bayhaqi, dan lain-lain. Setiap peneliti hadits setelahnya dianggap telah berutang jasa kepadanya.

5. Taj Ad Din As Subki (727 H/1327 M-771 H/1370 M)

Atau Abdulwahhab bin Ali bin Abdil Kaafi. Lahir di Kairo kemudian pindah ke Damaskus, As Subki belajar dari ulama-ulama kenamaan dari dua kota besar Islam itu. Sangat menonjol di bidang hukum Islam dan sejarah, As Subki mendapat ijazah untuk berfatwa sebelum usianya genap 20 tahun. Kelak, dia diangkat sebagai Qadhi Al Qudhat (hakim agung) di seluruh wilayah Syam.

Karya-karyanya sangat mendalam sehingga cocok sebagai kajian bagi para sarjana. Kitab-kitabnya antara lain Syarh Mukhtashar Ibnu Al Hajib, Syarh Minhaj Al Baidhawi, Thabaqat Asy Syafi'iyah Al Kubra, dan Jam'u Al Jawami' yang sering dianggap sebagai penutup bagi karya-karya ulama klasik untuk bidang ushul fiqh.

6. Ibnu Qayim Al Jauziyah (691 H/1292 M-751 H/1350 M)

Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa'ad, bersama guru utamanya Ibnu Taimiyah merupakan reformer terpenting di abad ke-8 Hijriyah. Lahir dan berkarir ilmiah di Damaskus, bersama guru utamanya berkali-kali keluar masuk penjara.

Tulisan-tulisannya menonjol karena kajiannya yang sistematis dan bahasanya yang indah. Hampir semua bukunya di bidang ilmu tertentu menjadi referensi penting di bidangnya, karena orisinalitas pendekatannya dan kekuatan orientasinya kepada sumber pertama, yaitu Al Qur'an dan Sunnah.

Dia menulis AthThuruq Al Hukmiyah fii As Siyasah As Syar'iyah di bidang politik dan peradilan, I'lam Al Muwaqqi'in dalam ushul fiqh, Zaad Al Ma'ad dalam biografi Nabi yang dipadukan dengan fiqh dan Thibbun Nabawi, Madarij Al Salikin dalam tazkiyatun nafs, serta buku-buku lain di bidang tafsir dan Hadits.

7. Imam Al Hafizh Ibnu Katsir (700-774 H)

Siapa yang tidak mengenalnya? Penulis kitab yang lebih populer dengan namanya: Tafsir Ibnu Katsir. Alim yang bernama lengkap 'Imad Ad Din Abu Al Fida' Ismail bin Amr Al Qurasyi ini lahir di Bashrah. Ditinggal wafat ayahnya sejak kecil, dia kemudian pindah ke Damaskus.

Di Damaskus, Ibnu Katsir kecil tumbuh dewasa dan menuntut ilmu. Dia berguru ke ulama-ulama besar zamannya, termasuk Imam Al Amidi dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Untuk gurunya yang disebut terakhir, Ibnu Katsir belajar dengan tekun sehingga dia termasuk yang disakiti saat gurunya itu mendapat tantangan dari pihak-pihak yang berseberangan paham dengannya.

Ibnu Katsir menulis banyak buku, tapi dua bukunya yang sangat masyhur: Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim dan Al Bidayah wa Al Nihayah. Karyanya itu membuktikan otoritasnya dalam ilmu tafsir, hadits dan sejarah. Karya-karyanya menjadi rujukan primer terutama karena aqidahnya yang kokoh dan kajiannya yang kritis.

 8. Imam Ibnu Rajab Al Hambali (736 H/1336 M-795 H/1393 M)

Nama lengkapnya Zain Ad Din Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab, lahir di Baghdad tapi besar dan berkarya di kota Damaskus. Alim ini sangat pakar dalam ilmu hadits dan fiqh, di samping sebagai penceramah dengan bahasa yang menyentuh khalayaknya.

Karya-karyanya, misalnya: Syarh Sunan Al Tirmidzi, Fath Al Bari Syarh Shahih Al Bukhari (tidak tamat), Thabaqat Al Hanabilah, Jami' Al 'Ulum wa Al Hikam, Syarh 'Ilal Al Tirmidzi, Qawa'id Ibnu Rajab, dan lain-lain. Tiga bukunya yang disebut terakhir menjadi referensi wajib dalam kajian ilmu hadits dan fiqh bagi penuntut ilmu hingga saat ini.

9. Imam Ibnu Al Jazari (751 H/1350 M-833 H/1429 M)

Syams Ad Din Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf Asy Syafi'i. Ibnu Al Jazari lahir dan besar di kota Damaskus, pernah mengunjungi Mesir, dan menjadi qadhi (hakim) di Syiraz sampai wafat di sana.

Dia merupakan "Syekh Al Qurra" atau guru para pemilik sanad bacaan Al Qur'an, dan pendiri madrasah Dar Al Qur'an. Kitab-kitabnya sebagian besar terkait ilmu Al Qur'an: Gayah Al Nihayah fii Thabaqat Al Qurra, Nihayah Al Dirayah fii Asma Rijal Al Qira'at, Al Tamhid fii 'Ilm Al Tajwid, dan lain-lain. Kitabnya, Al Nasyr fii Al Qira'at Al 'Asyr menjadi hapalan para peneliti qiraat dan ilmu bacaan Al Qur'an hingga saat ini.

10. Jamal Ad Din Al Qasimi (1283 H/1866 M-1332 H/1913 M)

Ibnu Al Faraj Muhammad Jamal Ad Din bin Sa'ad. Lahir dan menuntut ilmu sejak kecil di Damaskus. Seorang alim dengan visi pembaruan yang kuat. Untuk itu, sejak usia 20-an tahun dia telah mengkonsentrasikan diri mengajar dan menulis.

Jauh dari fanatisme buta, kritis, penelitian yang tekun, dan bahasa yang bijak merupakan ciri penting dari karya-karya Al Qasimi. Tulisan-tulisannya yang merangkum ulasan terbaik dari ulama-ulama terdahulu menjadi bukti keluasan bacaan dan ketelitiannya dalam membahas persoalan-persoalan agama.

Al Qasimi menulis Mahasin Al Ta'wil untuk tafsir, dan Qawa'id Al Tahdits untuk Ushul Al Hadits, dan karya-karya lainnya.

11. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani (1332 H/1914 M-1420 H/1999 M)

Tokoh intelektual Islam terkemuka dengan proyek ilmiahnya dalam bidang ilmu hadits, berkontribusi besar terhadap bangkitnya studi hadits di dunia Islam kontemporer. Syekh lahir di Albania, tapi sejak kecil orang tuanya hijrah dan membawanya serta ke Damaskus. Pendidikan Al Albani diperolehnya dari ulama dan syaikh terkemuka di Damaskus.

Al Albani kemudian tertarik kepada ilmu hadits, yang dia jadikan objek kajiannya sepanjang hidupnya. Al Albani menjadi sangat menonjol di bidang ini sehingga mengungguli sarjana-sarjana lainnya di bidang tersebut. Sejak muda, Al Albani telah aktif menulis sehingga karya-karya tulisnya lebih dari 100 judul buku.

Di antara buku-buku Al Albani yang populer adalah Irwa Al Galil fii Takhrij Ahadits Manar Al Sabil, Silsilah Al Ahadits Al Shahihah, Silsilah Al Ahadits Al Dha'ifah, Shahih Al Jami Al Shagir wa Ziyadatuh, Tahqiq Kitab Misykat Al Mashabih li Al Tibrizi, Sifah Shalah Al Nabi Shallallahu 'Aaihi wa Sallam, dan lain-lain.

Sebagian besar dari karyanya merupakan takhrij yang mendalam terhadap hasits-hadits, yang menjadikannya rujukan bagi setiap sarjana dan peneliti.

12. Syaikh Ali Musthafa Al Thanthawi (327 H/1909 M-1420 H-1999)

Ulama dan penulis produktif ini lahir, tumbuh besar dan menyelesaikan pendidikannya di kota Damaskus. Pernah bekerja di bidang pendidikan dan pengadilan hingga menduduki jabatan yang cukup tinggi.

Tahun 1933, Al Thanthawi pindah ke Saudi Arabia dan dipercayakan mengajar di beberapa universitas. Belakangan, Syaikh fokus berdakwah lewat ceramah, tulisan dan acara radio serta televisi. Style dakwah Ath Thanthawi memikat khalayak pemirsa yang luas. Dia mampu menggabungkan antara kedalaman wawasan keislaman klasik dengan keluasan visi kontemporer, serta dipadu dengan sastra Arab yang tinggi. Syekh Dr. Yusuf Al Qardhawi menyebutnya sebagai "sastrawannya para ahli fiqh, dan ahli fiqhnya para sastrawan."

Karya-karyanya yang tetap dikenang hingga saat ini adalah Ta'rif 'Aam bi Din Al Islam, Shuwar wa Khawathir, Mabahits Islamiyah, Rasa'il Al Ishlah, dan lain-lain.(fimadani)

Oleh: Ilham Jaya Abdurrauf

INSAN PARADOKS

Posted: 31 Mar 2013 11:20 PM PDT

Kita memiliki gedung-gedung yang semakin tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amarah. Kita membangun banyak jalan-jalan yang besar, tapi wawasan kita semakin sempit. Kita menghabiskan banyak wang, tetapi semakin sedikit apa yang kita punya. Banyak membeli, tetapi semakin sedikit yang bisa dinikmati.

Rumah-rumah kita bertambah besar, tetapi keluarga kita semakin kecil. Rumah yang makin nyaman, tapi makin sedikit waktu untuk menikmatinya. Rumah-rumah yang semakin elok, tetapi keluarga yang berantakan. Relasi semakin banyak, tetangga semakin sedikit. Inilah masa pendapatan yang berganda, tetapi perceraian yang bertambah.
Kita memiliki banyak gelar, tetapi semakin sempit akal. Semakin banyak pengetahuan, tapi makin sempit penilaian pada yang baik dan salah. Semakin banyak ahli, semakin banyak pula masalah. Semakin banyak ditemukan obat, tetapi semakin berkurang kesehatan.

Kita terlalu banyak merokok, minum, terlalu sering tertawa, semakin kerap marah, susah tidur, terlalu sedikit membaca, malas merenung, terlalu banyak menonton TV dan sangat jarang berdo'a.

Kita telah melipatgandakan keinginan, tetapi mengurangi nilai-nilai diri kita. Terlalu banyak berbicara dan kurang mau mendengar. Terlalu sedikit mencinta, dan terlalu sering membenci.

Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah, tapi tidak mencari makna hidup. Kita mampu menambah tahun-tahun dalam kehidupan kita, tetapi gagal membawa kehidupan dalam tahun-tahun hidup kita.

Kita melakukan hal-hal yang besar, tetapi gagal melakukan hal-hal yang baik. Kita membersihkan udara, tetapi jiwa kita penuh polusi. Kita telah menaklukkan atom, tetapi tidak mampu mengalahkan prasangka buruk dan dengki. Terlalu banyak menilai, tapi kurang introspeksi.

Kita banyak menulis, tetapi sedikit belajar. Kita banyak berencana, tetapi sedikit terlaksana. Kita belajar untuk mengejar, tapi tidak belajar menunggu.

Inilah zamannya makanan cepat saji dan pencernaan yang lambat. Manusia-manusia lebih besar fisiknya, tapi kerdil karakternya. Inilah kalanya perjalanan yang singkat, pakaian sekali pakai, moralitas terbuang, kelebihan berat badan, dan pil-pil yang dapat melakukan segalanya : membuat gembira, menenangkan, mempercantik dan sekaligus membunuh !

Inilah waktunya ketika banyak hal yang dipamerkan dan semakin sedikit yang disimpan. Ingatlah, sesungguhnya hidup tidak diukur dengan berapa banyak hembusan nafas yang kita ambil. Tapi, diukur dengan saat-saat terakhir hembusan nafas kita.

http://johneox.wordpress.com/insan-paradoks/

3 Kehancuran PKS

Posted: 31 Mar 2013 10:31 PM PDT

pks
 Oleh : Amrullah Aviv/Kompasiana
Tribulasi politik biasa dengan segala hinaan dan cacian dari seluruh media dan orang-orang yang sinis terhadap PKS sepertinya tidak memberikan dampak yang terlalu besar terhadap kinerja dan soliditas. Sebuah gonjangan akan sangat terasa apabila memenuhi Tiga (3)  kondisi yang mengiringi :

Pertama : Ketika para pemimpin PKS sudah tidak mencintai dan tidak memperhatikan perkembangan kader-kadernya. Kalau hal ini terjadi maka menjadi perubahan yang sangat drastis, karena PKS adalah partai kader. Bagi PKS  kader adalah rahasia kehidupan umat dan motor penggerak kebangkitannya. Dan PKS meyakini  sejarah seluruh umat adalah sejarah para kadernya yang cerdik, memiliki kekuatan jiwa, dan kebulatan tekad. Dan bagi PKS  kuat atau lemahnya umat diukur dengan tingkat kesuburannya melahirkan kader-kader yang memenuhi syarat kesatria yang benar.

Nah,  Ketika para pemimpin PKS sudah tidak mencintai dan tidak memperhatikan perkembangan kader-kadernya, maka PKS otomatis goncang.

Kedua : Ketika para Kader PKS sudah tidak lagi mencintai pemimpinnya. Di PKS para pemimpinnya menduduki banyak posisi, dan inilah seharusnya posisi bagi para pemimpin terhadap bawahannya. Para pemimpin PKS di seluruh level seharusnya menduduki ›Posisi "Orang Tua" dalam hal ikatan hati, ›Posisi "Guru"dalam hal fungsi kepengajaran, ›Posisi "Syaikh" dalam aspek pendidikan ruhani, ›Posisi "Pemimpin" dalam aspek penentuan kebijakan umum. Ketika para pemimpin PKS berada di posisinya maka rasa cinta itu akan terus mengalir dari bawah, dan akan terus mengalir.

Tapi bukan karena adanya cinta ini, maka tidak ada pengkritisan dan proses check and balance. Namun proses  pengkritisan ini ada waktunya, yaitu ketika masih dalam rapat/syura dan belum diputuskan. Namun ketika sudah ada putusan maka yang ada hanyalah ketaathan. Ada perkataan yang luar biasa : "silakan angkat orang yang paling lemah, kemudian dengar dan taatilah dia, niscaya ia akan menjadi orang paling kuat di antara kalian"

Nah, Ketika para Kader PKS sudah tidak lagi mencintai pemimpinnya. Maka dipastikan tidak akan ada ketaatan.

Ketiga : Ketika para kader PKS kehilangan cintanya terhadap umat. Ketika PKS mengatakan diri sebagai partai dakwah maka secara tidak langsung mereka telah menempatkan umat/masyarakat lebih mereka cintai. Presiden PKS, Anis Matta mengutip tulisan dalam bukunya "Mencari Pahlawan Indonesia" : Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.  Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar.

Nah, Ketika para kader PKS kehilangan cintanya terhadap umat, maka dipastikan bahwa ummat/masyarakat luas juga akan kehilangan cintanya terhadap PKS.

Tiga (3) kondisi inilah yang akan Menghancurkan PKS, yang akan membuat gonjangan besar dan bahkan tsunami bagi PKS. Pemahaman paradoks/terbalik dari ini semua, maka kebalikan Tiga (3) kondisi inilah yang juga bisa membuat PKS semakin Besar.

Remaja Inggris Berbondong-bondong Masuk Islam

Posted: 31 Mar 2013 10:24 PM PDT

Remaja Inggris masuk islam
 Menurut studi terbaru, di Inggris, selama 6 tahun terakhir, jumlah umat Islam telah berkembang sebesar 37% dan jumlah masjid sudah mencapai hampir 1.500, termasuk banyaknya mushola.

Berdasarkan data British Institute of Gatston, rata-rata, ratusan warga Inggris masuk Islam setiap bulannya, Al-Jazeera melaporkan.
Jumlah mualaf sangat terlihat di dalam penjara, dan yang membuat surprise remaja berbondong-bondong masuk Islam. Jumlah remaja yang masuk Islam di sekolah, sangat signifikan peningkatannya, seperti dilansir KC pada Sabtu (30/3/2013).

Koresponden Al-Jazeera mengunjungi beberapa masjid dan pusat Islam di London dan menemukan bahwa di antara sejumlah mualaf terdapat begitu banyak remaja, termasuk mereka yang berasal dari Brazil, Luksemburg, dan Swedia.

Koresponden tersebut berbicara dengan Alexandra (12), putri dari Lauren Booth, yang merupakan adik ipar mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Gadis itu mengatakan bahwa memeluk Islam telah mengubah ibunya dan dia memutuskan untuk mengikuti teladan sang Ibu juga. Alexandra menjadi Muslimah pada Ramadhan tahun lalu.

Perlu diingat bahwa setiap tahun sekitar 5000 orang Inggris masuk Islam. Hal ini juga dilaporkan oleh presenter dan wartawan TV di London, Christian Backer, menurut BNews.kz.

"Di Inggris, lima ribu warga Inggris dalam setahun masuk Islam. Di negara-negara Eropa lainnya juga dilaporkan angka-angka serupa. Uniknya, sebagian besar mualaf adalah perempuan kulit putih, kelas menengah, dan kaum terpelajar. Mereka semua setuju bahwa Islam adalah ajaran yang benar, yang memberi mereka nilai, cara hidup yang tidak mereka temukan dalam peradaban Barat, nilai-nilai tradisional dan peran perempuan, yang dalam peradaban Barat sebagian besar telah sirna," katanya. Subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar! (arrahmah.com)

Ini yang Membuat PKS Disegani

Posted: 31 Mar 2013 10:20 PM PDT

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hanya menduduki peringkat ke-4 dalam pemilihan umum (pemilu) tahun 2009. Namun, pada saat ini, dengan target tiga besar di pemilu 2013 menjadikannya partai yang disegani oleh lawan ataupun kawan politiknya. Apa buktinya?
 
Yang paling anyar adalah peristiwa kriminalisasi presiden partai Lutfi Hasan Ishak oleh KPK yang berujung dengan penggantiannya oleh Anis Matta. Penggantian ini tanpa makan waktu lama, tanpa ada huru-hara internal, berbiaya murah tanpa KLB, dan bahkan meningkatkan soliditas kader. Hasil jangka pendek yang tampak adalah dimenangkannya pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Ini semestinya harus dicermati oleh masyarakat bahwa mengapa kapal PKS mampu melalui badai tornado itu dengan mulus, tak seperti tetangga sebelahnya. Mengambil kata pengamat perpolitikan, PKS mempunyai manajemen konflik yang luar biasa. Salah satu sebabnya adalah karena para kader tsiqah (percaya) betul terhadap para pimpinannya. 

Para kader percaya pimpinannya tidak sejahat apa yang digambarkan oleh media. Para kader percaya bahwa sang presiden partai terpilih khususnya atau para qiyadah lainnya (pemimpin) secara umum adalah orang-orang yang tidak akan membawa gerbong penuh berisi kader itu ke dalam jurang kehancurannya. Modal percaya dari para kader itulah yang tidak dimiliki oleh partai lainnya. Sehingga yang terjadi adalah rebutan kursi kepemimpinan, rebutan pengaruh, dan rebutan menjadi sengkuni-sengkuni. 

Mengapa para kader itu begitu percaya kepada para pimpinannya? Karena para kader yang dibina setiap pekannya itu tahu dan paham betul bahwa apa yang mereka lakukan adalah dalam kerangka dakwah. Dalam dakwah, merasa ragu dengan keputusan-keputusan qiyadah adalah salah satu tanda yang menunjukkan lemahnya komitmen terhadap dakwah, karena keraguan selalu disertai dengan buruk sangka. Dan buruk sangka mendorong timbulnya permusuhan, pertentangan, dan perpecahan. Muaranya adalah lemahnya barisan dakwah.  Itu yang tidak diinginkan mereka.

Kepercayaan itu muncul dari rasa ikhlas, cinta dan penghargaan, penghormatan, serta ketaatan. Pihak eksternal akan memandang hal ini sebagai sebuah garansi kosong yang bernama taklid buta. Tapi tentu saja beda antara tsiqah dengan taklid itu. Karena tsiqah selalu diawali dari pemahaman, sedangkan taklid tidak.

Sebaliknya, dengan mendapatkan keutamaan sedemikian rupa ini,  qiyadahdituntut untuk memberikan kewajiban-kewajiban yang harus mereka berikan kepada para kadernya: keteladanan. Ini sejatinya lalu membentuk ikatan soliditas dan militansi luar biasa yang ditunjukkan para kader dan pimpinannya dalam setiap perhelatan pemilu ataupun pilkada. Kisah-kisah heroiknya begitu mudah ditemukan dan dibaca.

Saat ini, dengan semangat tempur yang tinggi PKS seperti pasukan Shalahuddin Al Ayyubi yang hendak merebut Yerusalem atau seperti pasukan Muhammad Al Fatih yang akan menaklukkan Konstantinopel. Dan waktu telah membuktikan bahwa sulit merontokkan kadar kepercayaan kader PKS kepada pimpinannya. 

Bangsa yang Paling Bermasalah

Posted: 31 Mar 2013 10:07 PM PDT

Israel : Bangsa bermasalah
 oleh Elvin Sasmita

Kamis dinihari 15 November 2012, Israel  melakukan serangan ke Gaza dari laut dan udara. Serangan yang menyebabkan tewasnya 19 orang warga sipil termasuk 4 di antaranya anak-anak serta menyebabkan 150 orang luka-luka.

Serangan yang sangat tiba-tiba dan seperti tanpa sebab ini menguatkan dugaan  para pengamat politik bahwa serangan terkait dengan makin dekatnya pemilu di Israel yang akan di selenggarakan pada tanggal 22 Januari 2013. Sudah tentu tujuannya untuk menguatkan posisi PM Israel Benjamin Nentanyahu yang akan kembali maju mencalonkan diri pada pemilu mendatang. Hal yang sama juga terjadi di tahun 2008-2009, di mana konflik berlangsung pada saat menjelang pemilu diadakan. Seluruh dunia mengecam serangan ini, lagi-lagi hanya Amerika dan Inggeris yang nyata-nyata mendukung serangan itu.

Negara Aneh Tapi Nyata


Dengan rekayasa Inggris sang penjajah wilayah Palestina, pasukan Israel menduduki Palestina pada tahun 1918, penduduk Palestina yang merupakan mayoritas orang Arab waktu itu mencapai 91,73% sedangkan Yahudi 8,27% dari total penduduk 665 ribu jiwa. (Muhammad Izet Daruza, Filistin wa Jihad al Filistiniyin). Lalu gerakan Zionis pun semakin menjadi-jadi dengan terjadinya migrasi besar-besaran Yahudi ke Palestina di bawah perlindungan Inggris. Tercatat sejak tahun 1919-1948 jumlah orang Yahudi yang bermigrasi ke Palestina sebanyak 483 ribu orang. (Muhammad Mi'ari, Dalil Israil al 'Am). Yang lebih dzolim lagi ketika PBB di bulan November 1947 mengeluarkan maklumat resmi untuk membagi wilayah Palestina.

Perang Arab-Israel di tahun 1948 itu benar-benar menjadi bencana buruk bagi bangsa Palestina. Sebanyak 1,6 juta rakyat Palestina terusir dari tanah yang telah mereka diami beratus-ratus tahun lamanya. Inilah pembersihan etnis paling biadab yang di lakukan di depan negara-negara berdaulat di dunia. Bahkan negera sang super power Amerika berikut sekutu-sekutunya seolah diam dan mengaminkan tanpa tindakan apa pun. Lebih dari itu, sekian banyak resolusi PBB untuk Israel di mentahkan oleh Amerika. Ini bisa di lihat dari tahun 1972 sampai 2006 saja ada 66 resolusi PBB yang di Veto oleh Amerika.

Hari ini, dengan wilayah palestina yang hanya tinggal Tepi Barat dan Jalur Gaza pun, Israel masih terus berupaya untuk menguasainya. Ibarat sebuah rumah, ketika ada orang yang masuk ke rumah tersebut dengan paksa, dan semua orang yang menempati rumah itu tidak berdaya hanya boleh berkutat satu ruang dapur saja. Sementara para tetangga yang ada hanya mampu melihat dan sekedar bicara tanpa tindakan apa pun. Padahal mereka semua tahu siapa pemilik asli rumah tersebut. Itulah gambaran palestina hari ini.
Bukan hanya Muslim Palestina yang Bermasalah dengan Yahudi

Antara tahun 250 – 1948, lebih kurang selama 1700 tahun, Yahudi sudah mengalami lebih dari 80 kali pengusiran di berbagai negara di Eropa. Rata-rata pengusiran terjadi di setiap 20 tahun. Yahudi pernah di usir dari Inggris, Prancis, Austria, Jerman, Lithuania, Spanyol, Portugal, Bohemia, Moravia dan 70 negara lainnya. Jadi kalau anda tinggal di suatu kampung kemudian anda terusir dari kampung itu, bisa jadi ada dua kemungkinan anda yang bermasalah dan tidak bisa di terima atau memang para penduduk kampung yang bermasalah. Tapi ketika anda sudah tinggal di 80 kampung yang berbeda, dan anda tetap di usir. Berarti memang andalah yang bermasalah. Mungkin pendekatan dengan perumpamaan ini akan sangat tepat kita sematkan kepada orang-orang Yahudi.

Beberapa ahli sejarah membuat beberapa klasifikasi penyebab mengapa orang-orang membenci Yahudi :

    Ekonomi
    Membenci Yahudi karena terlalu kaya dan selalu ingin berkuasa
    Manusia
    Pilihan Membenci Yahudi karena mereka merasa diri mereka adalah manusia pilihan Tuhan.
    Kambing Hitam
    Kelompok eksklusif yang gampang di jadikan kambing hitam pada saat ada masalah.
    Keyakinan
    Membenci Yahudi karena mereka membunuh Yesus
    Orang Asing
    Membenci Yahudi karena mereka berbeda

Rasul yang Mulia pun Pernah Mengusir Yahudi

Ketika Rasulullah masuk ke Yastrib (Madinah), Beliau Shalallahu'alaihi wasalam pun di angkat menjadi pemimpin di sebuah negara baru yang kemudian di ubah namanya menjadi Madinah. Pemimpin di sebuah  masyarakat dengan multi etnis dan agama. Di tengah 2 Kabilah besar Aus dan Khazraj yang merupakan pendatang dari Yaman, terdapat 3 entitas Yahudi yang juga punya peran besar di Madinah yaitu Bani Quraidzah, Bani Qainuqo dan Bani Nadhir. Uniknya Bani Nadhir dan Bani Quraidzah adalah sekutu dari kabilah Aus. Sedangan Bani Qainuqo adalah sekutu dari Khazraj. Dengan komposisi masyarakat yang heterogen inilah nanti Rasulullah membuat piagam Madinah yang menjadi pijakan dasar masyarakat negara Madinah. Piagam yang memuat 47 pasal dasar pijakan masyarakat Madinah ini (Ibnu Hisyam, Sirah al Nabawiyah). Di mana pasal 24 sampai dengan 47 adalah pasal khusus yang terkait dengan keberadaan Yahudi di Madinah.

Pengusiran Bani Qainuqo


Profesor Akram Diya' Al 'Umari dalam bukunya Masyarakat Madinah pada Masa Rasulullah menyebutkan alasan pengusiran mereka adalah agresi yang mereka perlihatkan secara terbuka kepada Rasulullah setelah perang Badar. Keirian dan kebencian mereka semakin terbuka setelah kaum muslimin menang dalam pertempuran perang Badar. Bahkan ketika Rasulullah menyerukan dakwahnya di pasar Bani Qainuqo, mereka memberikan jawaban yang menampakkan kebencian mereka di sertai ancaman. Mereka berkata, "Wahai Muhammad, anda berfikir bahwa kami adalah rakyatmu. Jangan menipu diri anda sendiri, bahwa sesungguhnya yang baru saja  anda taklukan adalah pasukan Quraisy yang mereka sama sekali tidak mengerti tentang perang dan anda berfikir bahwa anda lebih baik dari mereka, Demi Tuhan, jika kami memerangi anda maka anda akan temukan bahwa kami adalah manusia sejati dan anda tidak akan pernah bertemu dengan orang-orang seperti kami". Berita ini di dapat dari Ibnu Ishaq dan Ibnu Hajar mengatakan Hasan. Di lihat dari jawaban mereka maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Bani Qainuqo yang merupakan salah satu entitas Yahudi di dalam negara Madinah mendeklarkan dirinya menjadi sebuah ancaman terbuka bagi negara Madinah di bawah kepemimpinan Rasulullah. Kekuatan mereka yang tidak bisa dianggap remeh sebagaimana yang tertangkap dari ungkapan Abdullah bin Ubay bin Salul (tokoh munafik) ketika berunding dengan Rasulullah berkata, "400 laki-laki tanpa senjata dan 300 orang dengan senjata melindungi saya dari orang-orang berkulit merah dan hitam, dan anda ingin membunuh mereka semua dalam satu hari". Abdullah bin Ubay maju bernegosiasi dengan Rasulullah  setelah pengepungan 15 hari yang di lakukan Rasulullah dan kaum muslimin terhadap Bani Qainuqo karena memang dia merupakan sekutu dari Bani Qainuqo. Yang akhirnya tercapai kesepakatan bahwa mereka harus pergi keluar dari Madinah. Bani Qainuqo pergi ke Adhra'at dan seluruh harta mereka di sita.

Ada pun berita pengusiran Bani Qainuqa di sebabkan karena peristiwa seorang wanita yang terbuka auratnya oleh seorang Yahudi yang dengan sengaja mengikat bagian bajunya dan mengakibat terbuka auratnya pada saat dia bangkit dari duduknya. Menurut Profesor Akram Diya' berita ini dhaif karena terputus sanadnya antara Ibnu Hisyam dan Abdullah bin Ja'far al Makhrami.

Pengusiran Bani Nadhir

Dari sumber siroh yang ada paling tidak ada dua kali upaya pembunuhan terhadap Rasulullah yang mereka lakukan. Upaya pembunuhan inilah yang menjadi penyebab terusirnya mereka.

    Pada saat Bani Nadhir menerima surat dari Quraisy bahwa mereka akan di perangi apabila mereka tidak memerangi Muhammad. Setelah itu Bani Nadhir memutuskan untuk melakukan pengkhianatan kepada Rasulullah. Mereka membuat rencana pembunuhan Rasulullah. Yahudi mengirimkan seorang utusan kepada Rasulullah meminta beliau untuk hadir bersama 30 orang shahabat untuk hadir di suatu tempat di tengah kota Madinah. Begitu pun mereka akan mendatangankan Rabi mereka dalam jumlah yang sama. Apabila Rabi yang datang percaya dengan apa yang di sampaikan Rasulullah, maka mereka semua akan memeluk Islam. Tiga orang Rabi ternyata membawa pisau yang akan di gunakan untuk membunuh Rasulullah tetapi seorang wanita Yahudi yang memiliki saudara seorang muslim membocorkan hal tersebut. Rasulullah kemudian kembali dan tidak mau menemui mereka. Lalu Rasulullah mengepung mereka sampai mereka menerima ketetapan pengusiran.
    Upaya kedua sebagaimana di riwayatkan oleh Ibnu Ishaq dalam Al Siroh dan sebagian penulis siroh lainnya. Rasulullah pergi mengunjungi Bani Nadhir, untuk meminta mereka membayar diyat dari suku mereka yang terikat dengan perjanjian. Di mana mereka telah membunuh 'Ami bin Umayyah dalam peristiwa al Raji'. Ketika beliau sedang duduk bersandar di sebuah tembok. Mereka merencanakan menjatuhkan batu besar ke kepala Rasulullah. Lalu Rasulullah mendapat wahyu tentang rencana mereka dan bersegera pergi meninggalkan mereka. Peristiwa upaya pembunuhan ini di beritakan oleh Allah Subhanawata'ala di dalam surat Al Maidah ayat 11 :

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), Maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.

Pengusiran Bani Quraidzah
Pada saat Madinah di kepung oleh 10.000 pasukan multi kabilah dalam perang Khandaq. Di saat-saat genting itulah, Bani Quraidzah yang merupakan satu dari entitas masyarakat Madinah mengkhianati Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wasalam atas hasutan Huyay bin Al Khattab An Nadari (Abu Nu'aim, Dala'il  Al Nubuwah, 3/183). Ia membatalkan perjanjian secara sepihak. Rasulullah kemudian mengutus beberapa shahabat terkemuka di antaranya Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Muadz, Sa'ad bin Ubadah, Abdullah bin Rawahah dan Khawwat bin Awwam. Mereka di tugaskan untuk meneliti sejauh apa kebenaran berita pengkhianatan itu. Dan berita itu benar adanya. Allah memerintahkan Rasulullah untuk memerangi mereka setelah perang Khandaq berakhir.(Shahih Bukhari 3/24). Menurut Ibnu Ishaq peristiwa pengepungan terhadap Bani Quraidzah berlangsung selama 25 hari. Lalu mereka pun menyerah dan menerima keputusan yang di tetapkan oleh Rasulullah. Rasulullah menunjuk Sa'ad bin Muadz untuk memberikan keputusan atas pengkhianatan yang telah di lakukan oleh Bani Quraidzah. Bani Quraidzah menyetujui penunjukan Rasulullah ini dengan anggapan pastilah Sa'ad bin Muadz akan menaruh belas kasihan terhadap mereka karena Sa'ad bin Muadz berasal dari kabilah Aus yang merupakan sekutu mereka. Benar-benar di luar dugaan mereka ketika Sa'ad bin Muadz memutuskan hukuman mati bagi semua laki-laki dewasa yang telah melakukan pengkhianatan dan pemberontakan. Apalagi di tengah posisi negara dalam kondisi sangat genting karena di serang oleh 10.000 pasukan multi kabilah dan siap melumat kaum muslimin hingga ke akar-akarnya agar tidak ada lagi muslim di muka bumi ini. Pengkhianatan ini berbeda dengan yang di lakukan oleh Bani Nadhir dan Bani Qainuqo yang hanya mengancam pribadi Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam tapi lebih dari itu, ini adalah sebuah pengkhianatan dari landasan pijakan negara Madinah yang mengancam kehidupan seluruh kaum muslimin di Madinah. Tercatat 400 orang laki-laki dewasa di bunuh (Musnad imam Ahmad, 3/350) dan 1 orang wanita yang telah membunuh seorang shahabat yakni Khalid bin Suwaid dengan cara menjatuhkan batu gerinda di kepalanya. (Ibnu Hisam, al Siroh, 3/722)

Dari semua permasalahan yang ada mulai dari pengusiran Yahudi di Eropa, pengusiran Yahudi oleh Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam hingga kondisi Palestina hari ini maka kita bisa menyimpulkan bahwa, Yahudi adalah bangsa yang paling bermasalah di seluruh dunia. Dan untuk Yahudi di Palestina tidak ada kata lain selain kata "JIHAD". Karena inilah bahasa sederhana yang paling mereka pahami dengan baik. Sudah terlalu banyak bukti bagaimana perundingan demi perundingan cuma menjadi jeda waktu bagi mereka guna mempersiapkan serangan-serangan baru yang dapat memberangus dan mematikan rakyat palestina di Tepi Barat dan sepanjang Jalur Gaza.(cahayasorih)

Dr. Yusuf Estes: ‘Pembantaian Umat Islam Di Spanyol Itu Pembodohan Umat Islam’

Posted: 31 Mar 2013 10:01 PM PDT

DR. YUSUF Estes
DR. YUSUF Estes, seorang cendikiawan Muslim mualaf yang banyak meneliti berbagai pernik persoalan kaum Muslimin di Amerika menyatakan beberapa hal mengenai sejarah April Mop versi Islam ini. Menurutnya kisah sejarah April Mop versi Islam ini juga merupakan bagian dari April Mop dalam rangka membodohi umat Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa sebab sebagai berikut.
Pertama, fakta sejarah Muslim Spanyol yang berakhir pada tanggal 12 Januari 1492 Masehi. Namun tradisi April Mop tidak terdengar sampai lebih dari lima puluh tahun kemudian.



Kedua, bahwa rokok bahkan tidak ditemukan sampai jatuhnya Muslim Spanyol (Januari 1492). Menurut Universitas Framingham, Jurusan Biologi Manusia oleh Dr Roger Morrissette, Ph.D., rokok dalam bentuk apapun tidak ada di Spanyol sampai dibawa  dari Dunia Baru, setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabella datang untuk memerintah Spanyol.

Menurutnya, sejarah rokok dimulai pada tahun 1492 saat Columbus mencatat penduduk asli Dunia Baru (Amerika) menghisap daun tembakau. Pada tahun 1550,  Spanyol baru mulai menanam tembakau di Hindia Barat untuk ekspor ke Eropa. Dan pada tahun 1880, penggunaan tembakau tersebar luas tetapi orang hanya menggunakan jumlah kecil.

Ketiga, kejatuhan Spanyol sebenarnya dikarenakan oleh sikap kaum Muslimin yang mengambil filsafat Yunani dan meninggalkan wahyu Allah. Selain itu mereka saling terpecah dan bertempur dengan sesama kaum Muslimin sendiri. Saat itulah orang-orang Kristen datang dan menyerang kaum Muslimin hingga kejatuhan mereka pada tahun 1492. [fiimadani]

April Mop; Dari Zaman Romawi Sampai Belanda

Posted: 31 Mar 2013 07:35 PM PDT

HARI ini tepat tanggal 1 April. Di hari ini, entah bagaimana, semua orang 'dihalalkan' untuk berbuah jahil. Ada dalih April Mop. Apa itu April Mop?

Arti April Mop

April Mop (The April's Fool Day) diartikan sebagai sebuah lelucon (bentuk : tipuan / kebohongan) yang digunakan untuk mempererat hubungan pertemanan. Pada hari tersebut seseorang bebas memberikan lelucon, memberikan tipuan dan kebohongan tanpa dianggap bersalah. Lelucon tersebut biasanya berupa kejutan, dan sesuatu hal yang tidak disangka-sangka.
Disebut April Mop karena memang dilakukan pada bulan April, dirayakan pada tanggal 1 April. Lalu bagaimana sejarah terjadinya April Mop yang sering dilakukan orang-orang zaman sekarang untuk 'mengerjai' teman-teman dekat mereka?

Istilah April Mop di Berbagai Negara

April Mop ternyata memiliki istilah yang berbeda-beda di berbagai negara. April Mop sendiri digunakan di Indonesia, sedangkan di negara-negara lain menggunakan sebutan yang bermacam-macam, diantaranya :

    di Perancis April Mop disebut dengan istilah Poisson d'avril
    di Inggris April Mop disebut dengan istilah April noddie
    di Skotlandia April Mop disebut dengan istilah April gowk

April Mop, dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun.

Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.

Di beberapa negara seperti Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari.

Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai "April Mop". Namun di tempat lain seperti Kanada, Perancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari.

April Mop versi Kristen Eropa

Perkataan  April Mop yang kita kenal sekarang ini, diserap dari bahasa Belanda. April Mop itu adalah Hari Dusta, dimana orang dihalalkan untuk berdusta ataupun menyebar luaskan kabar dusta (HOAX) sekedar untuk lelucon. Maka dari itu juga para agamais di Eropa menilai asal muasal dari April Mop itu,karena 1 April itu sebenarnya adalah hari lahir dan juga hari kematiannya dari Yudas sang penghianat Yesus. Yudas diidentikkan sebagai iblis sang raja bohong.

April Mop dihubungkan dengan kedatangan musim semi di zaman Romawi dan Celt yang dirayakan dengan sebuah festival kelakukan buruk. Sementara penyebutan pertama kali kata All Fool Day muncul di Eropa pada abad pertengahan.

Di Prancis, para penyuka tipuan lucu mengejek mereka yang masih menyelenggarakan kebiasaan lama, dengan menyebut nama Poisson d'Avrilatau April Fish. Tetapi teori tersebut tidak bisa menjelaskan mengapa tradisi tipuan lucu itu menyebar ke negara lain di Eropa, yang tidak mengadopsi kalender Gregorian hingga saat ini.

April Mop di Perancis sudah dikenal sejak tahun 1582 pada masa pemerintahan Raja Charles IX. Masa itu, Paus Gregory XIII merubah penanggalan kalender yang semula 1 tahun hanya terdiri dari 10 bulan menjadi 12 bulan seperti penanggalan kalender Masehi sekarang. Dengan demikian perayaan Tahun Baru, yang semula dirayakan mulai tanggal 25 Maret yang berlangsung selama seminggu hingga puncaknya pada 1 April, dimajukan ke tanggal 1 Januari. Namun sejumlah masyarakat tidak menyetujui perubahan ini dan mereka terus melanjutkan perayaan "Tahun Barunya" pada tanggal 1 April. Perilaku mereka ini ditertawakan oleh sejumlah masyarakat lainnya yang meledek mereka dengan cara memberikan lelucon undangan palsu yang beralamat palsu pula.

Di Skotlandia, julukan untuk April Fool dikenal sebagai Gowks, nama lain untuk burung tekukur. Asal mula tanda Tendang Aku juga bisa dilacak kembali ke pemantauan bangsa Skotlandia pada masa ini.

Spanyol merayakan April Mop pada tanggal 28 Desember yang disebut Dia de los Santos Inocentes artinya hari anak tak bersalah sampai pemerintahan Spanyol mengeluarkan undang-undang baru agar tanggal 28 desember 1978 diundur sehari supaya tidak dijadikan bahan tertawan atau dianggap sebagai lelucon. [wikipedia]



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL BUKTI ADANYA DAJJAL Belajar Dari Derita Para Nab...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/04/zilzaal_1.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.