Pertanyaan yang sering saya lemparkan kepada mahasiswa saya adalah "buku apa yang sedang kalian baca". Seringnya dijawab dengan pandangan yang kosong. Kemudian dilengkapi dengan alasan sibuk tugas kuliah. Yaelah...

Membaca mungkin belum menjadi budaya bangsa kita ya? Yang saya maksudkan dengan membaca di sini bukan membaca buku teks atau buku pelajaran, tetapi buku-buku (atau apa saja) dengan topik yang bervariasi. Liar.

Mungkin memang budaya baca adalah budaya orang Barat. Sementara itu kita memiliki budaya Timur. Beda saja. Bukan berarti budaya Barat lebih bagus bukan? Hanya saja saya merasa bahwa seharusnya kebiasaan membaca ini dapat kita jadikan budaya kita.

Kalau dahulu kita kesulitan akses terhadap bahan bacaan. Buku-buku yang bagus banyak beredar di luar Indonesia. Akses terhadap buku itu susah dan kalaupun dapat bukunya harganya mahal sekali. Perpustakaan di Indonesia juga kualitasnya buruk sekali. Maka hanya sebagian orang saja yang dapat menyisihkan uang untuk membeli buku. Maka makin sedikit yang membaca buku. Ini menjadi siklus yang makin menjauhkan orang Indonesia dari kebiasaan membaca.

Sekarang dengan adanya internet sangat mudah untuk mendapatkan buku, baik secara legal ataupun tidak. (hi hi hi.) Intinya adalah sekarang akses ke buku apapun lebih mudah. Ini bukan masalah seperti jaman dahulu.

Saya ingin mengajak mahasiswa saya untuk menggemari membaca. Tapi bagaimana caranya ya? Salah satu cara yang saya lakukan adalah menunjukkan - mencotohkan - kepada mereka buku-buku yang sedang saya baca. Semoga mereka ketularan dan dapat merasakan nikmatnya serta manfaatnya membaca.

Ya, membaca memang nampaknya masih harus diajarkan. Dibutuhkan waktu yang lama serta kesabaran yang luar biasa untuk mengubah budaya.

[baca buku dulu ah.]