Kamis, 18 April 2013



Apa Kabar Dunia


Garpu Ajaib, Penurun Berat Badan

Posted: 18 Apr 2013 01:00 AM PDT

Bagi yang punya masalah obesitas atau kelebihan berat badan, bersiaplah membeli HAPIfork, sebuah garpu ajaib yang bisa membantu menurunkan berat badan. Fungsi lainnya yakni mendukung pencernaan lebih sehat.

HAPIfork adalah garpu elektronik yang akan bergetar jika digunakan terlalu cepat saat makan. Lantas, apa hubungannya makan cepat dengan obesitas? Makan terlalu cepat dan terlalu banyak adalah salah satu pemicu meroketnya berat badan. Tak hanya itu, makan terlalu cepat pun tidak baik bagi pencernaan.
 
asia.cnet.com

HAPIfork diciptakan berdasar pada pengalaman pribadi penemunya, Jacques Lepine. Dulu, ia punya kebiasaan makan terlalu cepat. Suatu ketika, Lapine dilarikan ke rumah sakit karena diduga mengalami serangan jantung. Ternyata dokter mendiagnosisnya dengan refluks lambung dan memperingatkan Lepine untuk memperlambat makannya.

Tujuh tahun kemudian, Lepine menciptakan garpu untuk memantau kecepatan makannya yang diberi nama HAPIfork. Garpu ini akan bergetar dan menyala jika pemakainya memasukkan makanan ke mulut kurang dari 10 detik setelah suapan terakhir.

"Hormon Anda akan menjadi korban ketika Anda makan terlalu cepat. Ini buruk bagi pencernaan dan buruk bagi pemecahan nutrisi. Bahkan menurut studi terbaru, dibutuhkan 10 - 45 menit untuk melepaskan hormon cholecystokinin yang mengirim sinyal ke otak bahwa Anda sudah kenyang," kata Lepine seperti dilansir Medical Daily.

Karena fungsinya ini, HAPIfork disebut-sebut sebagai produk penurun berat badan. Dilengkapi lampu peringatan LED, konektor USB dan perangkat lunak yang dapat terkoneksi dengan komputer dan smartphone, garpu ini membuat si pemakai dapat memantau kecepatan makannya.

Garpu ajaib ini akan dibuat oleh perusahaan yang bermarkas di Hong Kong bernama HAPILABS Ltd. Sebagai permulaan, sebanyak 2.500 produk pertama dijual seharga US$ 89 atau sekitar Rp 864.000.





 


Sumber:
detik.

Ada Lowongan: Jadi Penduduk Mars

Posted: 17 Apr 2013 11:45 PM PDT

Tampaknya upaya membidik Planet Mars sebagai 'dunia baru' tidak main-main. Kabar terkini menyebut soal lowongan jadi astronot dan tinggal selamanya di planet merah telah dibuka. Proses perekrutannya akan dimulai pada Juli 2013.

Sebuah organisasi nirlaba Mars One berencana meletakkan empat astronot untuk tinggal di planet merah tersebut pada 2023.


rt.com


Cara mendaftar
Bila tertarik jad penghuni Mars, Anda harus membuat video tersebut berisi penjelasan mengapa mereka harus memilih Anda sebagai calon astronot.

Mars One mulai menerima pengiriman video singkat selama satu menit untuk proses seleksi awal dari aplikasi lamaran dan siapapun dapat mengikuti proses perekrutan ini, selama berusia sekitar 18 tahun.

Namun untuk mencegah orang-orang yang tidak serius dan hanya membuang-buang waktu, organisasi tersebut akan memberlakukan tarif registrasi US$25, demikian yang dinukil dari Space.com.
 
iwakuroleplay.com
 
Biaya ini juga akan membantu pendanaan rencana ini. Bahkan Mars One memperkirakan dari biaya registrasinya saja mereka akan mendapat tambahan dana jutaan dolar, dengan harapan jutaan aplikasi dari lowongan ini dapat diterima.

Mars One kini dilaporkan menerima 45 ribu orang yang telah teregistrasi, dengan lebih dari 10 ribu orang sudah mengirimkan emailtentang penjelasan minat mereka untuk pergi ke Mars.


Selamat tinggal, bumi
Dengan rencana pembentukan koloni, pada Juli 2015 Mars One ingin memiliki 24 astronot yang disusun dalam enam tim yang masing-masing berisi empat orang. Tim tersebut kemudian akan menghadapi pelatihan selama tujuh tahun, termasuk selama tiga bulan dalam replika dari koloni mars.

Untuk para astronot yang terpilih, mereka harus siap mengucapkan selamat tinggal pada bumi dan seluruh relasinya di sini selamanya, karena organisasi ini tidak berencana untuk membawa astronot tersebut kembali ke bumi.

Mars One bakal mengungkap lebih banyak detil dari proses seleksi ini pada sebuah acara jumpa pers pada 22 April 2013.

Berminat? lihat di: mars-one




 


Sumber:
inilah.

Sungguh...ini Bukan Foto Biasa

Posted: 17 Apr 2013 10:09 PM PDT

Luka, usianya baru 12 tahun. Masa kanak-kanak yang semestinya dinikmati dengan sukacita, bermain dan merasakan dunia. Sayang, ia menderita muscular dystrophy - penyakit degeneratif yang memaksanya harus terdiam di kursi roda, dan semakin lemah dari waktu ke waktu.

Dalam penderitaan dan keterbatasan mencecap indahnya masa kanak-kanak, Luka tetap punya imajinasi setinggi langit. Ia ingin merasakan dinginnya air dan bermain bersama ikan-ikan, belajar memasukan bola basket ke dalam keranjang, melompat dan salto, bahkan sekadar meniti anak tangga. Sederhana bagi kita yang sehat, nyatanya tidak demikian untuk Luka.
 

Seorang fotografer, Matej Peljhan yang sekaligus kawan Luka menangkap mimpi-mimpinya. "Aku ingin bangun dari kursi roda dan melihat diriku bermain, walau hanya dalam urutan gambar." Kira-kira begitulah yang digagas Luka kepada Matej.

Diangkatnya Luka dari singgasana, dibaringkan di atas set, lalu Matej menjepret Luka secara vertikal. Sebuah teknik fotografi biasa, tetapi penuh cerita.

Maka, setelah melakukan sesi foto, inilah yang bisa kita lihat bersama. Keceriaan Luka dalam dunia imajinasinya, tertawa di masa kanak-kanak yang hilang. Mungkin, hanya dengan cara inilah Luka bisa menghapus semua luka di hatinya...
 












Sumber:
dailymail

Teknologi Gerakan Mata Pengganti Layar Sentuh

Posted: 17 Apr 2013 07:34 PM PDT

Revolusi teknologi saat memasuki abad 21 banyak kejutan baru. Saat kita mungkin masih 'nyaman' dengan teknologi layar sentuh, tak lama lagi hanya dengan gerakan mata semua eksekusi pada gadget bisa dilakukan dengan mudah.

Teknologi antarmuka yang disebut The Eye Tribe ini, dibuat oleh mahasiswa PhD dari IT University of Copenhagen.

thenextweb.com

Teknologi The Eye Tribe melacak mata untuk mengontrol perangkat dengan akurasi sama dengan ujung jari. Ini berkat keajaiban temuan mereka yang dinamai Ssubmilimeter Pupil Tracking.

Dengan memakai teknologi infrared, algoritma khusus The Eye Tribe bisa melacak letak pupil mata pengguna, seakurat saat jari menyentuh layar tablet. Bedanya, gerak mata lebih cepat dari pada gerak jari.

Ternyata, pupil kita sama seperti sidik jari, khas dan tak ada yang memiliki corak yang sama. Sehingga, pandangan mata bisa dijadikan sarana untuk masuk (log in) pada setiap akun.

Dengan The Eye Tribe, memungkinkan mata mengontrol perangkat dan memungkinkan navigasi handsfree pada website, game dan aplikasi. "Apa yang kami tunjukkan saat ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang bisa dilakukan dengan kontrol mata," kata pendiri The Eye Tribe, Sune Alstrup Johansen. The Eye Tribe ingin menyediakan teknologi kontrol mata untuk perangkat konsumen pasar massal dengan menjual lisensi teknologi bagi produsen.


Kisah tujuh tahun
The Eye Tribe dimulai tujuh tahun saat empat pendiri bertemu di jurusan IT University of Copenhagen. Mereka berambisi membuat kontrol mata bisa tersedia untuk semua orang dengan harga terjangkau. Setelah menyelesaikan PhD empat pendiri mereka membeli IP dari Universitas dan membentuk The Eye Tribe.

chatsudarattarasan.wordpress.com

Mereka tampil dalam ajang StartupBootcamp Eropa 2011. Setahun kemudian menerima investasi dari investor swasta Eropa sebesar US $ 1 juta. Pemerintah setempat juga ikut mendanai sebesar US $ 4,4 untuk mengembangkan kontrol mata pada perangkat mobile.

Dengan temuan baru ini, maka interface perangkat akan berubah banyak. Pengembang game, aplikasi dan software bisa memakai The Eye Tribe untuk menggunakan teknologi ini. Software Development Kit (SDK) bagi pengembang akan datang ke Android pada Juni nanti.

Dalam situsnya, mereka mendemonstrasikan main game Fruit Ninja dengan sapuan mata. Mereka juga mengatakan akan meluncurkan tablet Android yang bisa langsung digunakan dengan kontrol mata. Namun tak disebut spesiifikasi, kapan dan berapa harga yang akan dibandrol.





 


Sumber:
yahoo.



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: Apa Kabar Dunia
Deskripsi: Apa Kabar Dunia Garpu Ajaib, Penurun Berat Badan Ada Low...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/04/apa-kabar-dunia_18.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.