Senin, 15 April 2013



Apa Kabar Dunia


Ada 10 Monster Dalam Air Minum Kita

Posted: 15 Apr 2013 12:49 AM PDT

Semua jenis air sebenarnya mengandung bakteri dan protozoa. Demikian pula pada air minum yang kita konsumsi sehari-hari.  Tidak berbahaya jika jumlahnya masih di bawah ambang batas normal.

Berikut adalah 10 mikroorganisme yang dapat hidup di air minum Anda sekarang.



1. Salmonella Enterica

 
Salmonella adalah suatu genus bakteri yang merupakan penyebab utama penyakit bawaan makanan di seluruh dunia. Bakteri umumnya ditularkan ke manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi yang berasal dari hewan, terutama daging, unggas, telur dan susu.



2. Chaetomium sp
 

Chaetomium sp. spora tidak terlalu berbahaya, meskipun dalam beberapa kasus mereka dapat menyebabkan infeksi yang dikenal sebagai phaeohyphomycosis. Mereka juga dapat menimbulkan bahaya bagi orang yang alergi terhadap spora, dan bahkan yang biasanya hanya terjadi dengan paparan kronis.



3. Legionella Pneumophila
 
 
Legionella pneumophila termasuk bakteri Gram negatif, berbentuk batang, tidak meragi D-glukosa, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit. Koloni bakteri ini hidup subur menempel di pipa-pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 2­6 mg/l. 
 
Legionella dapat hidup pada suhu antara 5,7°C – 63°C dan hidup subur pada suhu 30°C – 45°C.



4. Naegleria fowleri
 
 
Naegleria fowleri dikenal dengan karakteristik yang disebut amebaflagellata, yaitu memiliki bentuk ameboiddan flagellata dalam hidupnya. Siklus hidupnya terdiri atas stadium trophozoit (ameboid dan flagellata) yang motile dan bentuk kista yang non-motile dan resisten. Trophozoit bentuk ameboid adalah bentuk satu-satunya yang dijumpai pada manusia.




5. Rhizopus stolonifer
 
 
Rhizopus stolonifer merupakan salah satu dari jenis jamur Zygomycotina. Jenis jamur ini memiliki hifa pendek bercabang-cabang dan berfungsi sebagai akar (rizoid) untuk melekatkan diri serta menyerap zat-zat yang diperlukan dari substrat. 
 
Selain itu, terdapat pula sporangiofor (hifa yang mencuat ke udara dan mengandung banyak inti sel, di bagian ujungnya terbentuk sporangium (sebagai penghasil spora), serta terdapat stolon (hifa yang berdiameter lebih besar daripada rizoid dan sporangiofor).



6. E. Coli
 
 
Escherichia coli adalah salah satu jenis bakteri yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan baik manusia maupun hewan yang sehat. Nama bakteri ini diambil dari nama seorang bakteriologis yang berasal dari Germani yaitu THEODOR VON ESCHERICH.
 
Theodor V.E berhasil melakukan isolasi bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. Ia juga berhasil membuktikan bahwa diare dan gastroenteritis yang terjadi pada infant, disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.




7. Copepods
 
 
Copepoda adalah grup crustacea kecil yang dapat ditemui di laut dan hampir di semua habitat air tawar dan mereka membentuk sumber terbesar protein di samudra. Banyak spesies adalah plankton, tetapi banyak juga spesies benthos dan beberapa spesies kontinental dapat hidup di habitat limno-terestrial dan lainnya di tempat terestrial basah, seperti rawa-rawa.





8. Rotifers

 
 
Rotifers adalah hewan mikroskopis dari divisi Rotifera. Rotifers dapat ditemukan di berbagai lingkungan dan air tawar. Rotifers juga sering ditemui pada mosses dan lichens yang tumbuh pada batang pohon dan batu.
 
Ciri lainnya:
• Merupakan binatang kosmopolitan.
• Banyak terdapat di air tawar
• Dikenal sebagai wheel animacules (binatang beroda).
• Ukuran 40 mikrometer – 2.5 mm, rata- rata 200 mikrometer.
• Hidup soliter, berkoloni, dan sesil.
• Tubuh transparan, warna disebabkan warna saluran pencernaan (hijau, merah, dan coklat).




9. Anabaena sp
 

Anabaena adalah genus cyanobakteria filamentous atau ganggang hijau-biru,ditemukan sebagai plankton. Anabaena diketahui berperan dalam menfiksasi nitrogen, dan Anabaena membentuk hubungan simbiosis dengan tanaman tertentu seperti pakupakuan. 
 
Terdapat satu dari 4 genera dari cyanobacteria yang menghasilkan neurotoxin,yang membahayakan margasatwa lokal seperti halnya hewan ternak dan hewan peliharaan. Spesies tertentu dari Anabaena telah digunakan dalam penanaman padi sawah, serta sebagai penyedia pupuk alami yang efektif.




10. Cryptosporidium
 
 
Cryptosporidium adalah protozoa patogen dari divisi Apicomplexa dan menyebabkan penyakit diare yang disebut cryptosporidiosis. Jenis Apicomplexan patogen lainnya yaitu parasit Plasmodium (malaria) dan Toxoplasma (toksoplasmosis). 
 
Vektor ini mampu menyelesaikan siklus hidupnya dalam satu host, sehingga kistanya dikeluarkan bersamaan dengan kotoran dan mampu menular ke host baru.




Sumber:
gaptekupdate

Momen Pas Bikin Foto-foto ini Lucu

Posted: 14 Apr 2013 10:23 PM PDT

Sebuah foto yang baik bisa menceritakan banyak hal. Dan seringkali dibutuhkan momen yang pas untuk menghasilkan foto yang bisa bercerita.

Kali ini, apakabardunia kembali menghadirkan kumpulan foto yang dijepret pada momen yang tepat (right moment). Hasilnya pun jadi unik dan lucu. Lumayan untuk penghibur bagi yang mengalami hari berat di kantor, atau kalian yang mumet meghadapi Ujian Nasional.

 
Kebetulan di belakang rusa ini ada yang sedang mengepakkan sayapnya. Lalu jepreeet! 
Seolah-olah kita melihat keturunan Unicorn ?
 
 
 Manusia berkepala anjing?
 
 
 Wow, Obama menyalurkan ilmu tenaga dalam atau menangkap matahari?
 
 
 Ingat dongeng bahwa manusia memperoleh bayi karena dikirim oleh bangau?
Tampaknya foto ini berhasil menerjemahkan dongeng tersebut :)
 
 
Mesin cuci yang bosan dengan tugasnya ? :P
 
 
 Anjing ini sangat pintar mencari tempat buang air kecil.
Bila ini iklan kampanye politik, rasanya jadi pukulan telak, ya...
 
 
 Lihat roda sepeda ini...
 
 
Kupu-kupu dengan pola sayap unik, hinggap di ruang tengkorak mata
dan hasilnya unik, ya :)
 
 
Perhatikan pelari berkaos biru di sebelah kiri dan yang paling kanan.
Ekspresi wajah mereka menimbulkan interpretasi yang beragam saat kita melihatnya.
 
 
  Lihat Celana  salah satu pemain rugby ini robek?
Namun lihat reaksi 3 pemain di sebelah kiri... 
Tebak, apakah mereka konsentrasi pada bola atau celana tersebut ? :P
 
 
 
 
 


 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
uphaa

Tahukah Kamu, Semut Bisa Mendeteksi Gempa?

Posted: 14 Apr 2013 08:47 PM PDT

Secanggih apapun peralatan siaga bencana, belum ada yang bisa mendeteksi terjadinya gempa bumi. Gempa baru diketahui ketika getarannya sudah terasa. Rupanya, kita masih kalah dengan semut merah. Hewan sekecil itu saja bisa mendeteksi gempa.

Sebuah penelitian di Jerman yang dikepalai Gabriele Berberich dari University Duisburg-Essen, Jerman, menemukan perubahan perilaku semut ketika gempa bumi akan terjadi. Para peneliti tersebut mengamati perilaku semut merah hutan (red wood ant).
 
flickriver.com
 
Gelagat bakal terjadinya gempa bisa diketahui dari "kegelisahan" para semut ini, terlihat dari dilanggarnya pola hidup diurnal (aktif di siang hari untuk mengumpulkan makanan dan beraktivitas, kemudian istirahat di malam hari).

Namun, ketika gempa akan terjadi, koloni semut merah ini akan terus terjaga sepanjang malam di luar sarang mereka sekalipun situasi ini membuat mereka rentan diserang pemangsa. Saat gempa usai, perilaku normal akan kembali meskipun tak serta-merta. Dalam penelitian itu, perilaku semut merah terpantau normal sehari setelah gempa berlalu.

 
Rekaman tiga tahun

Gabriele Berberich dan tim penelitinya mengamati perilaku semut merah di habitat aslinya di hutan. Penelitian dilakukan selama tiga tahun pada 2009-2012. Selama periode penelitian, perilaku semut merah direkam dalam video, 24 jam sehari.

Dalam rentang waktu penelitian, tercatat ada 10 kali gempa dengan kekuatan berkisar 2-3,2 skala Richter (SR). Dari peristiwa inilah, para peneliti menemukan perubahan perilaku setiap kali gempa bakal terjadi, yang itu pun hanya terjadi untuk gempa dengan kekuatan melebihi 2 SR. Gempa 2 SR juga merupakan kekuatan getaran terkecil yang bisa dirasakan manusia.

 
Tumpukan sarang semut merah (red wood ant) seperti ini 
banyak terdapat dalam hutan di negara-negara 4 musim / wildlifenorthamerica.com
 
 
Saat menjelaskan hasil kajiannya di pertemuan tahunan European Geosciences Union di Vienna, Austria, Berberich menjelaskan perubahan perilaku semut sebelum gempa bumi diduga ada kaitannya dengan reseptor yang mereka miliki. Perubahan perilaku ini juga dikaitkan dengan berubahnya emisi gas atau medan magnet bumi yang terjadi di habitat semut ketika gempa terjadi.

Berberich mengatakan, semut merah hutan memiliki dua reseptor. Keduanya ialah reseptor kimi (chemoreceptor) untuk mendeteksi kadar karbon dioksida dan reseptor magnet (magnetoreceptor) untuk "memantau" medan elektromagnet.

"(Namun) kami belum yakin mengapa atau bagaimana mereka bereaksi pada rangsangan atau stimulus yang muncul," ujar Berberich sebagaimana dikutip OurAmazingPlanet. Karena itu, dia dan tim penelitinya berencana memperdalam kajian ini di wilayah dengan aktivitas kegempaan lebih tinggi untuk melihat reaksi semut-semut merah terhadap gempa yang lebih besar.






 
 
Sumber:
kompas.



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: Apa Kabar Dunia
Deskripsi: Apa Kabar Dunia Ada 10 Monster Dalam Air Minum Kita Mome...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/04/apa-kabar-dunia_15.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.