Rabu, 06 Maret 2013



ZILZAAL


Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya

Posted: 06 Mar 2013 10:37 AM PST

 Husen bin Salam adalah Kepala Pendeta Yahudi di Madinah. Walaupun penduduk Madinah berlainan agama dengannya, namun mereka menghormati Husen. Karena di kalangan mereka, dia terkenal baik hati, istiqamah, dan jujur.

Husen hidup tenang dan damai. Baginya waktu sangat berguna. Karena itu ia membaginya dalam tiga bagian. Sepertiganya ia pergunakan di gereja Yahudi untuk mengajar dan beribadat.


Sepertiga lainnya ia habiskan di kebun untuk merawat dan membersihkan tanaman. Sepertiga lagi untuk membaca Taurat dan mengajarkan kepada orang lain.

Setiap kali menemukan ayat Taurat yang mengabarkan tentang kedatangan seorang nabi di Madinah, ia selalu membacanya berulang-ulang dan merenunginya.

Dipelajarinya lebih mendalam tentang sifat-sifat dan ciri-ciri nabi yang ditunggu-tunggunya itu. Ia sangat gembira ketika mengetahui orang yang ditunggunya itu telah lahir dan akan hijrah ke Madinah.

Karena itu ia selalu berdoa agar Allah memanjangkan usianya supaya bisa bertemu dengan nabi yang ditunggu-tunggunya dan menyatakan iman. Allah memperkenankan doa dengan memanjangkan usianya dan mempertemukannya dengan penutup para nabi, Muhammad SAW.

Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, Husen bin Salam mencocokkannya sifat-sifatnya dengan yang ia ketahui dari Taurat. Begitu mengetahui persamaan-persamaan tersebut, ia yakin benar bahwa orang yang ia tunggu telah datang. Namun hal itu ia rahasiakan terhadap kaum Yahudi.

Tatkala Rasulullah hijrah ke Madinah dan tiba di Quba, seorang juru panggil berseru menyatakan kedatangan beliau. Saat itu Husen bin Salam sedang berada di atas pohon kurma. Bibinya, Khalidah bint Harits menunggu di bawah pohon tersebut. Begitu mendengar berita kedatangan Rasulullah, ia berteriak,"Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!"

Mendengar teriakan itu, bibinya berkata, "Engkau akan kecewa. Seandainya pun engkau mendengar kedatangan Musa bin Imran, engkau tidak bisa berbuat apa-apa."

"Wahai Bibi! Demi Allah, dia adalah saudara Musa bin Imran. Dia dibangkitkan membawa agamanya yang sama," jawab Husen.

"Diakah nabi yang sering engkau ceritakan?" tanya bibinya.

"Benar!"

Lalu Husen bergegas menemui Rasulullah yang sedang dikerumuni orang banyak. Setelah berdesak-desakan, akhirnya Husen berhasil menemui beliau. Ucapan pertama kali yang keluar dari mulut beliau adalah, "Wahai manusia, sebar luaskan salam. Beri makan orang yang kelaparan. Shalatlah di tengah malam, ketika orang banyak sedang tidur nyenyak. Pasti engkau masuk surga dengan bahagia."

Husen bin Salam memandangi Rasulullah dengan lekat. Ia yakin, wajah beliau tidak menunjukkan raut pembohong. Perlahan Husen mendekati seraya mengucapkan dua kalimat syahadat.

Rasulullah menoleh kepadanya, "Siapa namamu?"

"Husen bin Salam," jawabnya.

"Mestinya Abdullah bin Salam," ujar Rasulullah mengganti namanya dengan lebih baik.

"Saya setuju!" jawab Husen. "Demi Allah yang mengutus engkau dengan benar, mulai hari ini saya tidak ingin lagi memakai nama lain selain Abdullah bin Salam."

Setelah itu Husen yang sudah berganti nama dengan Abdullah bin Salam segera pulang. Ia mengajak seluruh keluarganya, termasuk bibinya, Khalidah yang saat itu sudah lanjut usia, untuk memeluk agama Islam. Mereka menerima ajakannya. Abdullah bin Salam meminta keluarganya untuk merahasiakan keislaman mereka kepada kaum Yahudi sampai waktu yang tepat.

Beberapa saat kemudian Abdullah menemui Rasulullah lalu berkata, "Wahai Rasulullah, orang-orang Yahudi suka berbohong dan sesat. Saya minta engkau memanggil ketua-ketua mereka, tapi jangan sampai mereka tahu kalau saya masuk Islam. Serulah mereka ke agama Allah, saya akan bersembunyi di kamar engkau mendengar reaksi mereka."

Rasulullah menerima permintaan Abdullah bin Salam. Beliau memasukkannya ke dalam biliknya dan mengumpulkan para pemuka Yahudi. Rasulullah mengingatkan mereka tentang ayat-ayat Al Quran dan mengajak mereka masuk agama Islam. Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak mau menerima ajakan beliau. Bahkan dengan beraninya mereka membantah ucapan-ucapan Rasulullah.

Setelah mengetahui bahwa mereka enggan menerima seruannya, Rasulullah bertanya, "Bagaimana kedudukan Husen menurut kalian?"

"Dia pemimpin kami, Kepala Pendeta kami dan pemuka agama kami," jawab mereka.

"Bagaimana pendapat kalian kalai dia masuk Islam ? Maukah kalian mengikutinya?" tanya Rasulullah.

"Tidak mungkin! Tidak mungkin dia akan masuk Islam. Kami berlindung kepada Allah, tidak mungkin dia masuk Islam," jawab mereka.

Tiba-tiba Abdullah bin Salam keluar dari bilik Rasulullah dan menemui mereka seraya berkata, "Wahai orang-orang Yahudi, bertakwalah kepada Allah. Terimalah agama yang dibawa Muhammad. Demi Allah, sesungguhnya kalian sudah mengetahui bahwa Muhammad itu benar utusan Allah. Bukankah kalian telah membaca nama dan sifat-sifatnya dalam Taurat? Demi Allah, saya mengakui Muhammad adalah Rasulullah. Saya beriman kepadanya dan membenarkan segala ucapannya."

"Bohong!" jawab orang-orang Yahudi. "Engkau jahat dan bodoh, tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah," umpat mereka lalu pergi meninggalkan Abdullah bin Salam dan Rasulullah.

"Engkau lihat, wahai Rasulullah. Orang-orang Yahudi itu pendusta dan sesat. mereka tidak mau mengakui kebenaran walaupun di depan mata," ujar Abdullah.

Abdullah bin Salam menerima Islam seperti orang yang kehausan yang merindukan jalan ke telaga. Lidahnya selalu basah oleh untaian ayat-ayat Al Quran. Ia selalu mengikuti semua seruan Rasulullah sehingga suatu ketika beliau memberi kabar gembira dengan surga.

Suatu ketika Qais bin Ubadah dan beberapa orang lainnya sedang belajar di serambi masjid. Dalam kelompok itu terdapat seorang lelaki tua yang ramah dan sangat menyenangkan hati. Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya selalu menarik perhatian orang. Ketika lelaki itu pergi, orang-orang saling bertanya siapa dia. Di antara mereka ada yang berkata, "Siapa yang ingin melihat penduduk surga, lihatlah lelaki itu!"

Qais bin Ubadah segera bertanya, "Siapa dia?"

"Abdullah bin Salam," jawab mereka.

Qais bin Ubadah memutuskan untuk mengikuti lelaki itu sampai jauh keluar kota Madinah. Setelah diizinkan masuk, Qais menemuinya.

"Apa keperluanmu anak muda?" tanya Abdullah.

"Saya mendengar orang-orang berbicara tentang diri Bapak. Kata mereka, siapa yang ingin melihat penghuni surga, lihatlah Bapak! Mendengar ucapan mereka, saya mengikuti Bapak sampai ke sini. Saya ingin mengetahui mengapa orang banyak berkata begitu?"

"Allah yang lebih mengetahui tentang penduduk surga," jawab Abdullah.

"Ya, tapi pasti ada sebabnya mengapa orang-orang berkata begitu?"

"Baik, akan kujelaskan."

"Silakan, semoga Allah membalas segala kebaikan Bapak," ujar Qais.

"Pada suatu malam ketika Rasulullah masih hidup, saya bermimpi. Seorang laki-laki datang menemuiku seraya menyuruhku bangun dan mengajakku pergi. Tiba-tiba saya melihat sebuah jalan di sebelah kiri. Saya bertanya, 'Jalan kemanakah ini?'

'Jangan turuti jalan itu, itu bukan jalanmu,' jawab orang itu.

Tiba-tiba saya melihat jalan yang terang benderang di sebelah kananku. 'Lewatilah jalan itu,' kata orang itu.

Saya mengikuti jalan yang terang itu hingga tiba di sebuah taman yang subur, luas, dan penuh dengan pohon-pohon hijau dan indah. Di tengah-tengah taman terdapat sebuah tiang besi. Pangkalnya tertancap di tanah dan ujungnya sampai ke langit. Di puncaknya terdapat sebuah aula berlapis emas.

Orang itu berkata, 'Panjatlah tiang itu!'

'Aku tidak bisa,' jawabku.

Tiba-tiba datang seorang pembantuku lalu dia menaikkan tubuhku sampai ke puncak tiang. Aku tinggal di sana sampai pagi dengan perasaan yang sangat bahagia.

Setelah hari pagi, kudatangi Rasulullah dan kuceritakan kepada neliau perihal mimpiku. Beliau bersabda, 'Jalan yang engkau lihat di sebelah kiri adalah jalan ke neraka. Jalan yang engkau lalui di sebelah kanan adalah jalan penduduk surga. Taman yang indah itu adalah Islam. Adapun tiang yang terpancang di tengah taman itu adalah tiang agama. Adapun aula itu adalah pegangan yang kokoh dan kuat. Engkau senantiasa berpegangan dengannya sampai mati.'".

Sholat nabi Isa, Musa dan nabi lainnya hampir sama dengan Nabi Muhammad saw.

Posted: 06 Mar 2013 10:10 AM PST

Sebelum Rasulullah menerima perintah sholat (ibadah orang muslim) Para nabi dan kaum terdahulu (termasuk Yahudi) sudah melakukan sholat sesuai syariatnya

Allah memerintahkan Maryam (Ibunda Isa as.) untuk melakukan sujud dan ruku bersama-sama orang yg ruku (sholat berjamaah)
"Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orangyang ruku." (QS. Ali 'Imran: 43)
Maryam adalah berkebangsaan Israil yang juga melakukan "sholat"
apakah sholat Maryam atau nabi Isa sama seperti sholatnya muslim?
Wallaahu a'lam

Tapi mungkin ayat Injil perjanjian baru dibawah ini bisa sebagai acuan

(Matthew/Matius 26:39) "And he (Jesus) went a little further, and fell on his face, and prayed, saying, O my Father, if it be possible, let this cup pass from me: nevertheless not as I will, but as thou wilt." - New Testament
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu  dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki

(Matius 17:6) 
Versi bhs Indonesia: Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.
Versi bhs Inggris:  "And when the disciples heard it, they fell on their face (menyungkur diatas wajah), and were sore afraid.

Sholatnya nabi Musa & harun
"And Moses made haste, and bowed his head toward the earth, and worshipped." - Old Testament (Tanakh) (Exodus 34:8)
"And Moses and Aaron went from the presence of the assembly unto the door of the tabernacle of the congregation, and they fell upon their faces (SUJUD): and the glory of the LORD appeared unto them." - Old Testament (Tanakh) (Numbers 20:6)

dan nabi-nabi lainnya
And Ezra blessed the LORD, the great God. And all the people answered, Amen, Amen, with lifting up their hands: and they bowed their heads, and worshipped the LORD with [their] faces to the ground. - Old Testament (Tanakh) (Nehemiah 8:6)
(Arti: mengangkat tangan dan merunduk (ruku) dan wajah mereka diatas tanah (sujud))

berikut ini adalah video cara sholat para yahudi ortodok yang juga melakukan sujud dan ruku

Kisah Mualaf Kebal Api

Posted: 06 Mar 2013 09:54 AM PST


Subhanallah..., ketika iman sudah melekat di dada, siksaan fisik pun tiada artinya. Itulah yang dirasakan Dzu'aib bin Kilab. Padahal sebelumnya ia sama sekali tidak mengenal islam, akan tetapi ketika ia mendengar tentang islam dan aneka cerita tentang sosok dan pribadi dan akhlah Rasulullah SAW, ia akhirnya rela masuk Islam. Anak laki-laki dari Kilab bin Rabi'ah Al-Khaulani ini menjadi penduduk Yaman pertama yang masuk Islam.

Rela Disiksa.
Tapi apa yang terjadi, kepindahannya ke Islam malah menimbulkan masalah besar. Seorang yang bernama Aswad Al Ansi, seorang ilmuwan yang menobatkan diri sebagai pengganti Rasulullah yang khusus menguasai Shan'a, ibukota Yaman.

Berbagai upaya dilakukan Aswad Al Ansi untuk mengembalikan Dzu'aib bin Khilab kepada keyakinannya semula.

Tapi dengan ketulusan hati, Dzu'aib tidak mau mengakui Aswad, ia yakin dia adalah nabi palsu. Tapi penolakannya ibu berbuah kecaman dan ancaman, hingga ia pun dipanggil menghadap Aswad.
"Kenapa engkau tidak mempercayaiku, aku juga nabimu," tegur Aswad.
"Aku tidak melihat tanda-tanda kenabian (akhlak yang mulia) pada dirimu," jawab Dzu'aib dengan lantang.
Mendapat jawaban itu, Aswad begitu marah dan berteriak dengan keras,
"Hai Dzu'aib, apakah kamu sadar apa yang kamu katakan tadi?"

Subhanallah..
Diluar dugaan, Dzu'aib ini tetap tegar dengan pendiriannya.
"Tidak ada yang perlu aku takuti, aku tetap beriman kepada Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya," jawab Dzu'aib dengan bangga.
Suasana seketika menjadi tegang, Aswad pun mengancam akan membunuh Dzu'aib.
"Apakah engkau tidak takut jika tubuhmu kami lempar ke bara api itu?" ucap Aswad menggertak.
Tapi dengan keberanian yang luar biasa, Dzu'aib justru tersenyum seraya berseru,
"Aku minta izin, aku mau berdoa dulu kepada Allah SWT."

Dialog tawar menawar akidah itu pun berakhir buntu. Dzu'aib tetap bersikeras bahwa Aswad adalah bukanlah nabi melainkan pendusta alias nabi palsu.

Dilempar ke Bara Api.
Akhirnya Aswad menyuruh beberapa prajuritnya untuk melempar Dzu'aib ke dalam bara api yang disebutnya sebagai neraka. Rupanya Aswad sudah menyiapkannya untuk Dzu'aib. Dengan kepasrahan yang sangat tinggi, Dzu'aib akhirnya menjalani hukuman dengan dimasukkan ke dalam api.

Tapi aneh, begitu ia dilempar, semua mata terbelalak, seperti layaknya menyaksikan kisah Nabi Ibrahim a.s yang kebal api. Tubuh Dzu'aib tidak terbakar, seolah dingin di tengah kobaran api, tubuhnya tak terbakar sedikitpun.
Subhanallah..

Kisah ini diceritakan oleh Ibnu Wahab dari Ibnu Lahi'ah dalam kitab Al Shahabat.

"INI KOMITMEN LELAKI SEJATI JIKA MENJADI SUAMI"

Posted: 06 Mar 2013 09:45 AM PST

Dia senantiasa berusaha untuk menjadikan rumahnya sebagai Surga bagi isteri dan anak-anaknya.

Dia senantiasa berusaha mengajak isterinya untuk menjadi wanita yang selalu beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Dia senantiasa berusaha untuk bertanggungjawab atas segala kebutuhan nafkahnya dengan rezeki yang halal.

Dia senantiasa berusaha untuk membimbing isterinya agar selalu taat kepadanya.


Dia senantiasa berusaha untuk bersikap ramah dan penuh kasih sayang kepada isterinya.

Dia selalu berusaha untuk menjaga cinta dan kasih sayangku hanya kepada isteriku.

Dia senantiasa berusaha untuk menasehati isterinya di saat ia khilaf dan berbuat kesalahan dan dengan hati ikhlas aku akan memaafkannya.

Dia senantiasa berusaha untuk bersabar dalam menghadapi sikap buruk isterinya seperti yang dicontohkan Rasulullah.

Dia senantiasa berusaha untuk lebih mengingat kebaikan isterinya daripada sekedar mengungkit-ungkit keburukan sifatnya.

Dia senantiasa berusaha untuk menyelesaikan dengan baik-baik jika sedang ada permasalahan dengan isterinya.

Dia senantiasa berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik dan bijak bagi isteri dan anak-ananya.

Dan dia senantiasa berusaha untuk menyempatkan diri untuk menemani isteri serta anak-anaknya di waktu santainya.

Dia hanya menginginkan keindahaan dan kebahagiaan hidup bakal tercipta dalam rumah tanggganya. Akan dijadikan rumahnya menjadi Surga baginya dan isterinya serta anak-anaknya.

ITU DIA BARU LELAKI SEJATI.

Harta Karun Semut

Posted: 05 Mar 2013 09:06 PM PST

Semua kegiatan koloni semut berkisar seputar ratu dan telurnya. Ratu semut yang bertugas bereproduksi ini sangat dijunjung tinggi oleh rakyatnya. Semua keperluan sang ratu dipenuhi para pekerjanya. Hal terpenting yang dilakukan semut pekerja adalah melayani sang ratu dan memastikan bahwa sang ratu dan bayinya selamat.

Telur semut sebagai harta karun yang paling berharga bagi koloni. Ketika semut merasakan bahaya mengancam larva, yang pertama ia lakukan adalah memindahkannya ke tempat aman. Akan tetapi, karena bayi semut mati jika berada di udara kering di luar sarang selama beberapa jam, para pekerja berusaha menjaga kelembapan udara tempat larva berada. Ada berbagai teknik yang mereka gunakan untuk hal ini. Pertama, mereka membangun sarang sedemikian rupa untuk menjaga kelembapan udara dan tanah.
Selain itu, semut yang menjadi perawat bayi memindahkan semut muda naik-turun di dalam sarang untuk mencari tempat yang paling sesuai. Kebutuhan bayi semut berubah-ubah sesuai usia. Misalnya, telur dan larva membutuhkan lingkungan yang lembap, sedangkan kepompong semut harus diletakkan di lingkungan yang benar-benar kering. Para pekerja tetap melaksanakan tugasnya selama 24 jam tanpa henti untuk menyelesaikan kewajibannya.

Semut pekerja tidak bertelur, melainkan mengabdikan dirinya meng-urus telur-telur ratunya. Mereka menghadapi risiko kerja yang tinggi, karena medium lembap yang dibutuhkan telur dan larva ideal bagi per-tumbuhan bakteri dan jamur yang berbahaya bagi kesehatan semut.

Bagaimana para pekerja melindungi dirinya di lingkungan yang tidak sehat ini? Selain menciptakan semut dengan tubuh yang sempurna, Allah menganugerahi mereka teknik pertahanan diri. Kelenjar metapleural di rongga dada semut dewasa terus-menerus menghasilkan senyawa-senyawa yang dapat membunuh bakteri dan jamur. Oleh karena itu, koloni semut jarang sekali terserang infeksi bakteri dan jamur.

PKS Kembali Mengancam

Posted: 05 Mar 2013 08:37 PM PST

Anwar Muhammad/Kompasiana

Ancaman ini mungkin diluar prediksi banyak orang atau pengamat, yang menganggap bahwa PKS tidak punya BIG BOSS, atau plutocrat behind d scene, seperti ARB, JK, dll di Golkar, SP & HT di NasDem, Konglomerat dibalik PDIP, Demokrat, dst. Dengan demikian, implikasi anggapan ini adalah PKS miskin, minim dana, bangkrut, gak mungkin iklan macam2, dsb. Hal tersebut tidaklah mengherankan, sebab dari mula kejadiannya (1998), orang kebanyakan terus saja mempertanyakan, siapa BOS PKS. Kita mungkin masih ingat bagaimana PKS dikait-kaitkan dengan Keluarga Cendana, bahkan lebih seramnya, PKS disebut sebagai partai bentukan cendana yang disusupkan dalam gelombang reformasi. Tuduhan ini menurut saya sebenarnya hanyalah pemenuhan syahwat keingin-tahuan banyak orang akan supplier dana kegiatan2 PKS dalam berpartai. Bukankah telah menjadi jamak di negeri kita bahwa orang ber-uang akan membuat atau menguasai partai guna mendapatkan tahta, pengaruh, otoritas, hingga pundi2 anyar?? Utilitarian.

Lantas, darimana PKS mendapatkan dana operasional?? Sampai kapan partai ini akan bertahan hidup?? Mengapa SOKONGAN PENDANAAN untuk PKS menjadi ancaman bagi partai atau gerombolan lain??

Disinilah anehnya PKS. Coba amati premis-premis berikut.

Pertama, partai ini bukan milik FIGUR atau sekelompok kecil orang. PKS adalah milik banyak orang, atau dalam istilah mereka "JAMA'AH" atau "UMMAH". Ustadz Yusuf Mansur pernah menjelaskan bahwa DANA bukan persoalan yang berat jika dipikulkan kebanyak orang, 'alaikum biljama'ah. Uang 20.000 sangat kecil, habis sekali makan, kadang gak sempat pesan es teh pula. Tapi jika ente; masih menurut beliau, bersama2 mengumpulkannya, atau setidaknya dihimpun dari paling sedikit 1 juta orang yg meng-klik like setiap status FB saya, maka banyak yg bisa kita lakukan.

Ada rekan yg sejak dulu saya kenal PKS banget, menyampaikan bahwa jumlah KADER PKS saat ini paling sedikit 1,5 juta orang. Kader yg beliau maksud adalah kader utama atau inti. Kader Utama ini setiap bulan mempunyai utang paling kecil 4% dari penghasilannya. Utang itupun bersifat progresif, semakin banyak penghasilan, semakin besar per-senan yang ditagih. Jadi, dengan hanya menggunakan kalkulator cabai, tak perlu F3000, kita dapat mengkalkulasi berapa dana yang terkumpul setiap bulannya. Hitungan sederhananya adalah:

Jumlah Kader Utama = 1.500.000 orang
Penghasilan rata2 min = 2.000.000 /orang/bulan
Potongan min 4% = 0.04×1.500.000×2.000.000= 120.000.000.000 rupiah/bulan
Lancar 75% saja = 90.000.000.000 rupiah/bulan
Angka ini belum termasuk (masih kata beliau) dana-dana lain semisal :

Potongan rata-rata 50% gaji anggota legislatif dan eksekutif
Sumbangan rutin dari kader-kader pendukung yang jumlahnya jauh lebih banyak dari kader utama
Todongan atau pungutan insidentil dari kader untuk membantu kegiatan2 sporadis, misalnya beli door prize, makanan berat, dll.
Sumbangan dari lembaga2 profitable milik kader dan simpatisan PKS. Seingat saya, dulu (awal tahun 90-an), ada lembaga bimbel milik kader PKS (sekarang beliau jadi Gubernur) yang kerjanya beli sepeda motor untuk dipakai ustadz-ustadz berceramah diberbagai pelosok. Hmmmm, partai apaan ini.
So, bayangkan saja kekuatan jama'ah itu. Kata sederhananya begini. Kalau partai lain akan semakin kehabisan dana (kecuali itu tadi, mencari imbal balik rate of return dari kekuasaan yg telah diraih via abuse of power, atau pungutan liar bagi siapa saja yg berniat nyaleg atau mau jadi gubenur, bupati, dll) karena membiayai partai yg high-cost. Semakin besar partai, semakin tinggi biaya kelolanya. Sementara kebalikan bagi PKS, semakin banyak kader, semakin besar income partai.

Pesan saya bagi pesaing PKS, anda cukup membangun opini kejelekan PKS hingga ditinggalkan kader2nya, atau setidaknya tak mendapat suplai kader baru. Kalau anda tidak mampu, siap-siap saja dilindas PKS.

Kedua, ada slogan atau katakanlah prinsip yang dipegang teguh kader2 PKS. Saya kurang ingat istilah mereka, tetapi maknanya kira2 begini; "Dana perjuangan kami adalah dari kantong-kantong kami". Semangat berinfaq, membelanjakan harta dijalan yg mereka yakini ini, sama hebatnya dengan menolong korban banjir, gempa, hingga donor darah sekalipun. Jihad, kata mereka. Prinsip ini sesungguhnya lebih berbahaya dari yang pertama. Bukankah kita menyaksikan, betapa banyak orang yang berpunya, namun mereka enggan mengeluarkan harta untuk perjuangan menegakkan (nilai) agama. Prinsip yg umum dianut yaaa "banyak uang keluar, mesti lebih banyak uang yang diterima kembali".

Jadi, semangat menghidupi organisasi/partai (infaq) dengan uang pribadi ini merupakan prinsip yang paling aneh dan mengancam dari kader PKS. Dulu, cuma Muhammadiyah yang memilikinya, sebagaimana pesan KH. Ahmad Dahlan, "Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari Hidup di Muhammadiyah". Spirit ini amat mendoktrin saya secara pribadi, bukan hanya karena didikan sekolah Muhammadiyah, tetapi agama kita memang mengajarkan untuk banyak MEMBERI, bukan menerima. Jadinya, orang2 PKS itu MUHAMMADIYAH banget, hehe. Saya kurang tahu, apakah Pak Hatta Rajasa dengan PAN-nya juga menganut semboyan ini. Kalau iya, syukurlah. Tapi kalau tidak, orang2 Muhammadiyah seperti saya, mungkin bisa terseret PKS, hehe. Saya kemudian berani mengatakan bahwa umur PKS amat tergantung dari spirit ini.

Ketiga, efisiensi. Sokongan pendanaan akan menjadi potensi besar yang amat menakutkan, apabila memenuhi 3 faktor, ada sumber yang kalkulatif, jumlah yang konsisten dan stabil, dan efisien dalam penggunaan. Efisien tidak berarti bakhil, tetapi tepat sasaran dan mendapatkan efek lebih membahana. Dalam ajaran agama, kita telah memahami bahwa terkait dengan HARTA, pertanyaannya ada 2, dari mana didapatkan, dan kemana dibelanjakan. Faktor lain yang menentukan efisiensi adalah kemampuan manajerial dan skala prioritas. Nah, bagi kader-kader dan pemimpin PKS yang kebanyakan diisi oleh orang2 kuliahan, saya menganggap persoalan ini bukanlah hal yang rumit. Tidak hanya karena mereka paham, tetapi nilai2 agama yang mereka anut dengan sendirinya member bingkai kerja yang jelas. Jangankan disalah-gunakan, berlebihan saja sudah dilarang nilai2 agama, so inefficient is inept. Apakah partai atau gerombolan lain memahami dan melaksanakan ini?? Paling-paling aji mumpung.

Kesimpulannya,, PKS lagi-lagi mengancam.

Wallahu a'lam bis-shawwab.

Beginilah isi surat Sultan Aceh untuk Sultan Turki

Posted: 05 Mar 2013 07:46 PM PST

SEPUCUK surat dari Sultan Ottaman Turki untuk Sultan Aceh muncul di jejaring sosial Twitter . Surat itu berasal dari abad ke-15.
Adalah akun Lost Islamic History @LostIslamicHist yang memuat surat itu disertai pengantar, "A letter from the Ottoman sultan in #Istanbul to the sultan of #Aceh, in #Indonesia (1500s)."

Postingan itu memang tidak menjelaskan secara detail isi surat itu. Namun, jika mengacu kepada sejarah. Kerajaan Aceh Darussalam memiliki hubungan diplomatik dengan Kesultanan Turki Utsmani sejak abad 15. Saat itu Turki merupakan kerajaan kekhalifahan Islam terbesar di dunia setelah berhasil menaklukkan Konstatinopel yang dikuasai pasukan Eropa.

Hubungan antara Kesultanan Aceh dengan Ottoman Turki Istambul dimulai sejak masuknya pedagang-pedagang Eropa ke nusantara. Para pedagang asal Eropa itu kerap mengganggu kedaulatan kerajaan-kerajaan di semenanjung Malaka, termasuk Aceh.
Guna menghadapi imperialisme bangsa Eropa tersebut, Kerajaan Aceh mencari dukungan dari kerajaan-kerajaan tetangga termasuk dari Khalifah Abdul Aziz dari ke khalifahan Turki Utsmani pada tahun 1563 M.

Utusan dari Aceh membawa serta hadiah-hadiah berharga dari Sultan untuk dipersembahkan kepada penguasa Turki. Hadiah-hadiah itu antara lain berupa emas, rempah-rempah dan lada.

Bersama utusan itu, Sultan Aceh Alauddin Mahmud Syah mengirimkan sepucuk surat resmi kepada khalifah. Berikut petikan surat tersebut :

"Sesuai dengan ketentuan adat istiadat kesultanan Aceh yang kami miliki dengan batas-batasnya yang dikenal dan sudah dipunyai oleh moyang kami sejak zaman dahulu serta sudah mewarisi singgasana dari ayah kepada anak dalam keadaan merdeka.
Sesudah itu kami diharuskan memperoleh perlindungan Sultan Salim si penakluk dan tunduk kepada pemerintahan Ottoman dan sejak itu kami tetap berada di bawah pemerintahan Yang Mulia dan selalu bernaung di bawah bantuan kemuliaan Yang Mulia almarhum sultan Abdul Majid penguasa kita yang agung, sudah menganugerahkan kepada almarhum moyang kami sultan Alaudddin Mansursyah titah yang agung berisi perintah kekuasaan.
Kami juga mengakui bahwa penguasa Turki yang Agung merupakan penguasa dari semua penguasa Islam dan Turki merupakan penguasa tunggal dan tertinggi bagi bangsa-bangsa yang beragama Islam. Selain kepada Allah SWT, penguasa Turki adalah tempat kami menaruh kepercayaan dan hanya Yang Mulialah penolong kami.
Hanya kepada Yang Mulia dan kerajaan Yang Mulialah kami meminta pertolongan rahmat Ilahi, Turkilah tongkat lambang kekuasaan kemenangan Islam untuk hidup kembali dan akhirnya hanya dengan perantaraan Yang Mulialah terdapat keyakinan hidup kembali di seluruh negeri-negeri tempat berkembangnya agama Islam.
Tambahan pula kepatuhan kami kepada pemerintahan Ottoman dibuktikan dengan kenyataan, bahwa kami selalu bekerja melaksanakan perintah Yang Mulia. Bendera negeri kami, Bulan Sabit terus bersinar dan tidak serupa dengan bendera manapun dalam kekuasaan pemerintahan Ottoman; ia berkibar melindungi kami di laut dan di darat.
Walaupun jarak kita berjauhan dan terdapat kesukaran perhubungan antara negeri kita namun hati kami tetap dekat sehingga kami telah menyetujui untuk mengutus seorang utusan khusus kepada Yang Mulia, yaitu Habib Abdurrahman el Zahir dan kami telah memberitahukan kepada beliau semua rencana dan keinginan kami untuk selamanya menjadi warga Yang Mulia, menjadi milik Yang Mulia dan akan menyampaikan ke seluruh negeri semua peraturan Yang Mulai.
Semoga Yang Mulai dapat mengatur segala sesuatunya sesuai dengan keinginan Yang Mulia. Selain itu kami berjanji akan menyesuaikan diri dengan keinginan siapa saja Yang Mulia utus untuk memerintah kami.
Kami memberi kuasa penuh kepada Habib Abdurrahman untuk bertindak untuk dan atas nama kami.
Yang Mulia dapat bermusyawarah dengan beliau karena kami telah mempercayakan usaha perlindungan demi kepentingan kita.
Semoga harapan kami itu tercapai. Kami yakin, bahwa Pemerintah Yang Mulia Sesungguhnya dapat melaksanakannya dan kami sendiri yakin pula,bahwa Yang Mulia akan selalu bermurah hati".

Petikan isi surat tersebut dikutip dari Seri Informasi Aceh th.VI No.5 berjudul Surat-surat Lepas Yang Berhubungan Dengan Politik Luar Negeri Kesultanan Aceh Menjelang Perang Belanda di Aceh diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 1982 berdasarkan buku referensi dari Anthony Reid, "Indonesian Diplomacy a Documentary Study of Atjehnese Foreign Policy in The Reign of Sultan Mahmud 1870-1874", JMBRAS, vol.42, Pt.1, No.215, hal 80-81 (Terjemahan : R. Azwad).
Kerjasama yang ditawarkan Kerajaan Aceh itu mendapat tanggapan dari Khalifah Turki Utsmani. Khalifah Abdul Aziz segera mengirimkan surat balasan disertai alat-alat perlengkapan perang (termasuk meriam yang kemudian dinamakan dengan meriam lada sicupak).

Selain itu, Sultan Turki juga mengirimkan bantuan berupa dua kapal perang dan 500 orang tenaga berkebangsaan Turki untuk mengelola kapal-kapal tersebut. Di antara 500 orang tersebut terdapat ahli-ahli militer yang dapat membuat kapal-kapal perang, baik ukuran besar maupun ukuran kecil. Mereka juga mampu membuat meriam-meriam berukuran besar.
Turki juga memberikan sejumlah meriam berat beserta perlengkapan-perlengkapan militer lainnya kepada Aceh. Semuanya itu tiba di pelabuhan Aceh dengan selamat pada tahun 1566 atau 1567 M.

Mengenai bantuan dua buah kapal dan 500 orang awak kapal serta teknisi tersebut, C.R Boxer dalam A Note On Portugese Reactions of The Revival of The Red Sea Spice Trade and The Rise of Acheh, 1540-1600, menerangkan dalam paper nya pada acara konferensi Internasional Sejarah Asia di Kuala Lumpur yang diselenggarakan oleh Departement of History, University of Malaya, 5-10 Agustus 1968, bahwa para utusan Aceh yang berhasil sampai ke Turki itu telah mampu meyakinkan pihak kerajaan Islam terbesar itu mengenai keuntungan perdagangan rempah-rempah dan lada di Nusantara.

Keuntungan ini, kata dia, akan tercapai apabila orang-orang Portugis yang berada di Malaka berhasil diusir oleh pasukan Kerajaan Aceh dengan bantuan Turki.
Dalam suratnya, Sultan Turki juga mengatakan sejak saat itu Aceh selaku negara bawah angin yang berada di selat Malaka merupakan negara lindungan Imperium Turki di bawah pemerintahan kekhalifahan. Artinya, siapapun yang mengganggu kedaulatan Aceh, berarti akan berhadapan dengan pemerintahan kekhalifahan Turki.

Selain tahun 1563 Masehi, hubungan antara Turki dengan Aceh kembali dilakukan dan diperkuat tiga abad setelahnya yaitu tahun 1850. Kerajaan Aceh yang diperintah oleh Sultan Ibrahim Mansyur Syah mengirim Sidi Muhammad sebagai utusannya ke Turki.

Melalui sepucuk surat, Sultan meminta agar Turki bersedia melindungi Aceh dari rongrongan Inggris dan Belanda. Sebagai hasilnya, Sultan Abdul Madjid dari Turki mengeluarkan dua pengumuman resmi kerajaan yang berisikan kesediaan Turki untuk memenuhi permintaan Sultan Ibrahim dan pengukuhannya sebagai Sultan Aceh (pada saat itu, Sultan Ibrahim Mansyur Syah adalah pemangku Sultan, 1837-1857 dan baru saja dinobatkan sebagai Sultan Aceh menggantikan sultan Ali Iskandar Syah yang memerintah Kerajaan Aceh sebelumnya).

Sultan Abdul Madjid juga menginstruksikan Gubernur Yaman agar selalu memperhatikan dan mengawasi kepentingan Aceh. (Anthony Reid, op. cit, hal. 84).
Dukungan positif yang ditunjukkan Turki ini, tentu saja disambut gembira oleh Sultan Ibrahim terutama yang berkaitan dengan isi pengumuman kedua, dimana Turki memberikan dukungan politis kepada Sultan Ibrahim untuk menjadi sultan Aceh.

Sultan Ibrahim Mansyur Syah juga mendapatkan Bintang Penghargaan (Mejidie) dari Sultan Turki sebagai ungkapan balas jasa atas kepercayaan Aceh terhadap negara tersebut.

Namun, mengenai bantuan senjata yang diharapkan oleh Aceh, sampai pecahnya perang Belanda di Aceh (1873) tidak pernah tiba dari Turki.
Perlu diketahui, berdasarkan pemberitaan dari Reuters, Turki sempat memberangkatkan puluhan kapal perang menuju Aceh guna membantu menghadapi Belanda. Namun, akibat informasi yang dikeluarkan oleh Reuters tersebut, Kerajaan Turki urung ikut campur tangan disebabkan adanya tekanan negara internasional. Saat itu imperium Turki sudah tidak kuat lagi seperti pada masa kekhalifahan.

Mengapa Kaum Salaf Sangat Membenci Tidur Di Waktu Pagi?

Posted: 05 Mar 2013 07:33 PM PST

MENURUT para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). "Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan)." (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).

Di antara bahaya tidur pagi adalah :
    Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.
    Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
    Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
    Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya. Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
    Menghambat datangnya rizki. Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat."  (Zaadul Ma'ad, 4/378).Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma'ad, 4/222).

DI ANTARA SEBAB TIDUR DI PAGI HARI

Pertama, Tidak shalat malam

Tidak shalat malam dapat menyebabkan malas di pagi harinya. Cara mengatasi hal ini adalah dengan mengerjakan sholat malam karena dengan melakukan hal tersebut akan terlepaslah ikatan-ikatan setan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, artinya : "Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, "Malam masih panjang, tidurlah!". Jika dia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas." (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

Dari Abu Wa'il, dari Abdullah, beliau berkata, "Ada yang mengatakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa terdapat seseorang yang tidur malam hingga shubuh (maksudnya tidak bangun malam, pen). Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam lantas mengatakan : "Demikianlah setan telah mengincingi kedua telinganya." (HR. An Nasa'i no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1330. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 640 mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Kedua, Sering begadang.

Begadang bisa menyebabkan lelah dan ngantuk di pagi harinya. Cara mengatasinya adalah dengan tidur di awal malam.

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat Isya' dan ngobrol-ngobrol setelahnya." (HR. Bukhari no. 568).

Ketiga, Kebiasaan.

Ini juga adalah sebab orang sering tidur pagi karena kesehariannya memang seperti ini. Selepas shalat shubuh, kebiasaannya adalah menghampiri kasur, mengambil selimut dan bantal, sehingga pulas tidur hingga matahari meninggi lalu beranjak kerja atau kuliah. Orang yang punya kebiasaan seperti ini telah hilang keberkahan dari dirinya di waktu pagi.

Cara mengatasinya dengan bersungguh-sungguh menghilangkan kebiasaan buruk tersebut dan senantiasa dibarengi dengan meminta tolong pada Allah. Allah Ta'ala berfirman, artinya : "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di dalam jalan Kami, maka sungguh akan Kami tunjukkan mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al 'Ankabut : 69). [azwar iskandar]

Kapankah datangnya ad-Dukhan (Kabut)

Posted: 05 Mar 2013 07:19 PM PST

"Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut (dukhan) yang tampak jelas, yang meliputi manusia.inilah azab yang pedih ( ad-Dukhan : 10-11).Menurut tafsir Qurtubi dan ibnu katsir, makna ayat diatas adalah tunggulah, wahai muhammad, bersama orang-orang kafir itu akan hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang  meliputi seluruh manusia. dan ketika itu dikatakan kepada mereka : "inilah azab yang pedih",sebagaimana ancaman dan untuk memburuk-burukkan mereka. atau, sebagian mereka mengucapkan perkataan tersebut kepada sebagian yang lain.


Berkaitan dengan masalah ad-Dukhan, apakah sudah terjadi atau belum, dan apakah dia termasuk pertanda datangnya hari kiamat yang di tunggu-tunggu itu, maka para ulama berbeda pendapat dalam dua pendapat, yaitu :

-Bahwa peristiwa kabut ad Dukhan itu sudah terjadi pada zaman nabi, yaitu berupa siksaan dan derita kelaparanyang menimpa kaum kafir Quraisy pada waktu mereka didoakan oleh nabi saw. ketika mereka tidak mau memenuhi ajakan beliau, lalu mereka melihat langit seperti berkabut. Yang berpendapat seperti ini adalah Abdullan bin mas'ud RA, yang diikuti leh bebrapa ulama salaf seperti mujahid,abu aliyah,Ibrahim, An Nakha'i, Ad-Dakhak, dan Athiyyah al Aufaa.

-Bahwa kabut ad-Dukhan ini termasuk tanda tanda hari kiamat yang masih ditunggu kedatangannya, karena belum terjadi, dan baru akan terjadi ketika kiamat telah dekat.yang berpendpaat seperti ini adalah Ibnu Abbas dan sebagian sahabat.

Berkaitan dengan perbedaan pendapat ini, maka Yusuf wabil dalam kitabnya Asyrathus saa'ah menyebutkan, bahwa sebagian ulama berusaha mencarikan titik temu antara riwayat yang bertentangan itu dengan mengatakan bahwa kabut Dukhan itu ada dua macam, yang satu telah terjadi ialah kabut dukhan yang dilihat oleh kaum kafir Quraisy.

Al- Qurthubi dalam At Tadzkirah menyebutkan, bahwa mujahid berkata : 'Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa kabut itu ada dua macam, yang satu telah terjadi dan satunya lagi belum terjadi. Bila yang kedua terjadi maka ia akan memenuhi langit dan bumi. Orang mukmin yang mendpaatinyaakan merasa seperti kena flu, sedangkan orang kafir akan tersiksa telinganya".(zilzaal)

Logo Apple adalah simbol dosa ??

Posted: 05 Mar 2013 07:06 PM PST

Suatu berita mengejutkan datang hari ini. Menurut beberapa pemeluk agama Kristen ortodok di Rusia, logo Apple merupakan simbol dari dosa.

Cnet (18/10) melaporkan bahwa beberapa pemeluk agama Kristen ortodok di Rusia mengatakan bahwa logo buah apel yang tergigit dan digunakan oleh Apple Inc tersebut adalah penyimbolan dari dosa. Bahkan beberapa source di internet mulai dari situs resmi sampai blog juga banyak mengulas hal yang serupa.

Rata-rata tulisan yang beredar tersebut mengatakan bahwa logo Apple tersebut adalah penyimbolan dari dosa (dosa yang dibuat Adam dan Hawa ketika memakan buah terlarang/buah pengetahuan) sampai dengan menghubung-hubungkan dengan iblis atau setan.
Oleh karena menyeruaknya masalah logo Apple yang identik dengan dosa ini, sebuah hukum anti-penghujatan sedang digarap di parlemen Rusia yang intinya bertujuan untuk melarang Apple menjual produknya di Rusia apabila masih menggunakan logo tersebut.

Sampai saat ini, pihak Apple masih belum memberikan tanggapan atas tudingan penggunaan simbol dosa itu.

Kisah Nyata, Masuk Islam Setelah Tuhannya Dibuang di Tempat Sampah

Posted: 05 Mar 2013 01:49 PM PST

Sudah menjadi kebiasaan penduduk Yatsrib, para pembesar membuat patung-patung tuhan kecil di rumah mereka, meskipun sudah ada berhala besar di tempat pemujaan umum. Tidak terkecuali, seorang pembesar yang satu ini. Ia juga meletakkan satu patung yang ia sembah di rumahnya.

Amr bin Jamuh, nama pembesar itu. Anaknya yang bernama Muadz bin Amr telah lebih dulu masuk Islam. Ia ingin sang ayah menjadi muslim juga. Maka bersama Muadz bin Jabal ia membuat strategi dakwah untuk sang ayah, berharap agar ayahnya meninggalkan penyembahan berhala menuju mentauhidkan Allah Ta'ala. Untuk itu, keduanya akan menyadarkan ayah bahwa berhalanya tak sanggup berbuat apa-apa.


Di malam hari, keduanya menyelinap masuk rumah Amr bin Jamuh, mengambil patung tersebut lalu membuangnya ke tempat pembuangan sampah.

Keesokan harinya, Amr bin Jamuh terkejut sebab tuhannya tak ada di tempat. Setelah mencarinya ke sana kemari, akhirnya ia menemukan tuhan itu di tempat sampah.

"Celaka kalian, siapa yang berbuat kurang ajar pada tuhanku tadi malam," teriak Amr bin Jamuh marah. Tak ada seorangpun yang mengaku bertanggungjawab atas penghinaan berhala itu. Amr bin Jamuh kemudian mencuci berhala itu, memberinya wewangian dan meletakkannya di tempatnya.

Malam berikutnya, Muadz bin Amr dan Muadz bin Jabal kembali menyelinap masuk rumah Amr bin Jamuh, mengambil patung Manat tersebut lalu membuangnya ke tempat pembuangan sampah.

Keesokan harinya, Amr bin Jamuh lagi-lagi terkejut sebab tuhannya tak ada di tempat. Ia pun menemukan tuhan itu di tempat sampah.

"Celaka kalian, siapa yang berbuat kurang ajar pada tuhanku tadi malam," teriak Amr bin Jamuh marah. Tak ada seorangpun yang mengaku bertanggungjawab atas penghinaan berhala itu. Amr bin Jamuh kemudian mencuci berhala itu, memberinya wewangian dan meletakkannya di tempatnya.

Kali ini Amr bin Jamuh mulai kesal. Ia pun meletakkan pedang di leher Manat. "Jika engkau membawa kebaikan, lindungilah dirimu dengan pedang ini!" kata Amr bin Jamuh, tanpa jawaban apapun dari patung tersebut.

Malamnya, dua pemuda muslim tersebut kembali "mengerjai" Manat.

Amr bin Jamuh yang kembali kehilangan tuhannya segera mencarinya. Ia menemukan Manat di tempat yang sama. Bedanya, kali ini patung tuhan itu terikat pada bangkai anjing. Ia sangat marah, sekaligus kecewa.

Para pembesar Madinah yang berada di tempat itu mengajak Amr bin Jamuh menggunakan akalnya. Sambil menunjuk patung yang tak berdaya itu, mereka mengatakan betapa berhal itu tidak memiliki kekuatan apapun, bahkan untuk bisa membela dirinya. Para pembesar Madinah yang telah memeluk Islam itu pun menjelaskan bahwa satu-satunya tuhan adalah Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa. Allah mengutus Muhammad sebagai nabi dan rasul dengan Islam sebagai risalah/agamanya. Hidayah Allah datang, Amr bin Jamuh pun menerima dakwah itu dan masuk Islam.

Episode kehidupan Amr bin Jamuh kemudian tercatat dengan tinta emas, dipenuhi semangat jihad. Meski kakinya cacat, ia memaksa ikut perang Uhud. Doanya yang fenomenal "Ya Allah, berikan aku kesyahidan. Jangan Kau kembalikan aku pada keluargaku" itupun dikabulkan Allah. Ia syahid fi sabilillah. [Abu Nida]



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/03/zilzaal_6.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.