Senin, 04 Maret 2013



ZILZAAL


PLANET YANG TIADA TARANYA: BUMI

Posted: 04 Mar 2013 12:06 PM PST

Pikirkanlah sejenak tentang apa yang diperlukan manusia untuk tetap bertahan hidup. Air, matahari, oksigen, atmosfer, tumbuh-tumbuhan, dan hewan… Segala macam perincian, segala macam keadaan yang dapat atau tidak dapat Anda pikirkan pada saat itu sudah tersedia secara alami di bumi. Selain itu, bila kita mengkaji lebih jauh, kita dapat melihat bahwa semua kebutuhan pokok hidup ini memiliki jalinan seluk-beluknya yang saling terkait, dan bahwa segala hal ini terdapat dalam keadaan sepenuhnya sempurna di bumi. Segala sesuatu di bumi, makhluk hidupnya, tetumbuhannya, langit, dan lautan, semuanya telah diciptakan dengan cara yang terbaik dan lengkap sempurna agar sesuai dengan keberadaan dan kelangsungan hidup umat manusia.
Selain bumi, ada pula planet-planet lain di dalam tata-surya kita. Tetapi, di antara planet-planet ini, satu-satunya planet yang memungkinkan adanya kehidupan adalah bumi. Jarak antara bumi dengan matahari, kecepatan perputaran bumi pada sumbunya, kemiringan sumbu bumi terhadap orbitnya, struktur permukaan bumi, dan berbagai faktor lepas lainnya yang sejenis, memungkinkan planet kita menikmati kehangatan suhu yang sesuai bagi kehidupan dan dapat menyebarkan kehangatan ini di seantero bumi secara merata. Susunan lapisan udara bumi serta ukuran bumi juga tepat sesuai kebutuhan. Cahaya yang sampai kepada kita dari matahari, air yang kita minum, dan makanan yang kita nikmati semuanya sangat sesuai bagi kehidupan kita.

Singkatnya, segala tinjauan terhadap planet yang kita huni akan menunjukkan kepada kita, bahwa bumi dirancang terutama untuk manusia. Agar kita dapat melihat bahwa keadaan di bumi dirancang secara khusus, kita cukup melihat kondisi di planet-planet lain secara kasar. Ambillah Mars, misalnya. Lapisan udara di Mars merupakan campuran beracun yang mengandung karbondioksida dalam kadar tinggi. Tidak ada air di permukaan planet. Begitu pula dengan cuaca, sering terjadi badai raksasa dan badai pasir yang berlangsung selama berbulan-bulan tanpa henti. Suhu rata-rata -53 oC (-64oF).

Dengan mempertimbangkan ciri-ciri ini secara keseluruhan, Mars, yang memiliki paling banyak kesamaan dengan bumi di antara planet-planet yang berada di sekitar kita, jelas merupakan planet mati yang tidak memungkinkan adanya kehidupan. Perbandingan ini dengan gamblang menunjukkan bahwa ciri-ciri yang menjadikan bumi sebuah tempat yang dapat dihuni benar-benar merupakan nikmat yang tidak terkira. Dia Yang menciptakan seluruh jagat raya, membentuk dengan sempurna bintang-bintangnya, planet-planet, pegunungan dan lautan, adalah Allah. Sepanjang kehidupan kita, kita harus berterimakasih atas nikmat dan ciptaan-Nya, dan menjadikan-Nya sahabat dan pelindung. Allah, Pemilik segala sesuatu, adalah pemilik segala pujian. Allah menyampaikan hal ini dalam Al-Quran:

Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl, 16: 17-18)
Sumber : Harunyahya

Buah Tin: Buah Yang Diturunkan Dari Surga

Posted: 04 Mar 2013 11:43 AM PST

Ditulis oleh Dr Fadli

Tentu tidak jarang di dalam sholat wajib atau sholat sunah kita membaca surah at Tin dimana surah tersebut diawali dengan sumpah Allah atas buah tin dan buah zaitun (وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ)

Buah tin disebutkan pada surah yang mengatasnamakan dirinya sendiri dan dalam bentuk sumpah pula, maka tidak berlebihan bila kita memberikan perhatian khusus pada buah tin ini, mengenai apa sebenarnya yang terkandung dalam buah tin sehingga Allah istimewakan dengan menjadikannya sebagai salah satu nama surah dalam Al Quran, bahkan surah at Tin ini merupakan satu-satunya surah yang diberi judul dengan nama tumbuhan, berbeda dengan surah yang bertema binatang yang banyak menjadi judul surah-surah al-Qur'an seperti Al-Baqarah (Sapi betina), an-Naml (semut), an-Nahl (lebah), al-'Ankabuut (laba-laba) dan al-Fiil (gajah).
Tulisan ini tidak bermaksud sebagai tafsir atau ta'wil tentang surah at Tin karena kedua hal tersebut bukan merupakan bidang keahlian penulis. Tulisan ini disusun dari berbagai sumber di internet untuk menjawab keingintahuan penulis pada buah Tin yang sudah melegenda di dalam kitab tiga agama samawi namun sepertinya kurang populer di negeri kita Indonesia.

Buah tin merupakan golongan tumbuhan berasal dari jenis Ficus, adalah dari keluarga Tut Moraceae yang namanya diambil dari tut putih alba Morus, yang terakhir ini merupakan simbol dari keluarga tersebut. Menurut ahli Biologi pohon tin dari jenis Ficus terdapat 700 jenis, tersebar diseluruh pelosok dunia. Jika di bandingkan antara buah tut dan tin seperti pada gambar di samping, maka nampak yang pertama berbentuk tin yang terbalik bunga-bunganya sebagaimana terlihat pada stand bunga, berbeda dengan tin yang bunga-bunganya terdapat dalam bungkusan, dan tidak bertemu di luar kecuali melalui pembuka diatas bungkusan, semua tergolong jenis buah.

Buah Tin dikenal luas semenjak dahulu kala dengan mamfaat dan kegunaannya yang banyak untuk kepentingan medis bagi manusia. Salah satu manfaat buah Tin ini bagi kesehatan disebutkan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Darda radhiyallahu'anhu. Dalam hadits tersebut dikisahkan Rasulullah diberi buah tin dan memakannya. Kemudian Rasulullah bersabda, "Jika engkau berkata ada buah yang diturunkan dari surga, maka aku bisa katakan, inilah buahnya, karena sesungguhnya bahnya tanpa biji. Oleh karena itu makanlah, karena buah tin ini dapat menyembuhkan wasir dan encok"

Sebagaimana fakta sains modern menjelaskan berbagai khasiat buah tin ini, Dr. Oliver Alabaster, Pengarah Institut Pencegahan Penyakit di George Washington University Medical Centre menyatakan bahwa jika seseorang mengambil buah tin, sebenarnya telah mengambil makanan yang menjamin kesehatan dirinya dalam jangka panjang. Maka tidak heranlah jika buah tin disebut oleh pakar-pakar makanan pada saat ini sebagai makanan Nutraseutikal (functional food), karena buah tin bukan sekedar mengandung zat-zat yang berkhasiat, bahkan lebih dari itu; bermanfaat sebagai penjaga tubuh dan mampu mencegah serangan penyakit-penyakit tertentu.

Disamping itu, Lembaga Penasehat Buah Tin di California (California Fig Advisory Board) telah mengatakan buah tin sebagai "Nature's most nearly perfect fruit", yaitu Buah yang hampir mencapai tahap kesempurnaan secara keseluruhan.
Mentah Matang sama Lezatnya

Buah tin muda berwarna kehijauan. Seiring dengan matangnya buah, warna kulit akan berubah menjadi ungu kehitaman atau kekuningan sesuai dengan varietasnya. Buah muda biasanya dikonsumsi sebagai olahan sayur, dimasak dengan aneka daging atau campuran selada. Jika sudah tua dan matang sangat lezat dikonsumsi sebagai buah meja.

Di Timur Tengah maupun Eropa, tin termasuk buah mewah dan mahal. Dulunya hanya dikonsumsi kalangan bangsawan atau kalangan bangsawan atau saat acara-acara istimewa. Seiring dengan majunya teknologi pertanian, kini buah tin makin mudah didapat dengan harga yang relatif terjangkau.

Orang Eropa menyebut buah tin dengan buah fig. Sepintas buah ini memiliki rasa dan aroma yang mirip dengan jambu biji. Aromanya harum, teksturnya empuk, rasanya keset, manisnya sedang, sedikit mengandung air dan berbiji banyak namun biijnya enak dimakan.

Tingginya kandungan pektin, menjadikan buah ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan baku selai, jelly, jam, maupun marmalade dengan rasa yang lezat dan keharuman yang khas.
Manfaat dan Kandungan Gizinya

Menurut Prof. Dr.Ir. Ali Khomsan, buah-buahan merupakan sumber serat yang baik. Serat ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran penceranaan. Dengan mengkonsumsi banyak serat maka akan terhindar dari penyakit seperti sembelit. Serat juga dapat mengikat zat karsinogen pemicu timbulnya kanker di saluran cerna.

Berdasarkan penelitian Californaia Fig Nutritional Information, buah tin mengandung serat yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah tin kering terkandung 12.2 g serat sedangkan apel hanya 2.0 g dan jeruk 1.9 g. Serat juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok bagi orang yang sedang menjalani diet atau puasa.
Kandungan gula buah juga tinggi, dicerna sedikit demi sedikit di dalam tubuh karena merupakan gula buah yang komplek. Cocok dikonsumsi sebagai hidangan menu buka atau santap sahur untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa atau memberi energi selama berpuasa.

Dalam penelitian lain, disebutkan bahwa tin juga mengandung asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan diantaranya omega-3 dan omega-6. Kelebihan yang lain, buah tin rendah lemak, rendah sodium, rendah kalori dan bebas kolesterol sehingga sangat cocok dikonsumsi penderit diabetes mellitus.

Keistimewaan buah ini tidak berhenti sampai disitu. Beragam vitamin dan mineral bermanfaat terkandung didalamnya. Setiap 100 g buah tin mengandunng vitamin A, vitamin C, kalsium dan zat bersi serta kalium. Kalium adalah mineral yang bersifat diuretik sehingga membantu mengeluarkan garam dalam tubuh. Sangat baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Vitamin dan mineral ini sangat diperlukan tubuh untuk menjaga dan memelihara kesehatan organ tubuh kita. Sungguh buah yang kaya manfaat!

Berikut berbagai manfaat kesehatan buah tin/ara yang dari berbagai penelitian panjang para ahli kesehatan di berbagai benua.

    Kandungan kalium, omega 3 dan omega 6 bersama fenol dan magnesium pada buah tin / ara membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan menjaga seseorang dari serangan jantung koroner.
    Buah tin / ara mengandung serat makanan (dietary fiber) yang tergolong tinggi, menjadikan buah ini sangat efektif untuk program penurunan berat badan. Buah tin merupakan salah satu buah yang sering dijadikan buah rekomendasi para ahli diet dan ahli gizi di Amerika dan Eropa.
    Serat larut pada buah tin disebut yang disebut pektin membantu dalam mengurangi kolesterol darah. Ketika serat ini melewati sistem pencernaan, serat pektin ini menyapu bola-bola kolesterol dalam usus dan membawanya keluar dari tubuh.
    Buah tin/ara dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah tinggi karena buah tin tinggi akan kalium (potassium), mineral yang berperan mengontrol hipertensi (tekanan darah tinggi). Beberapa orang kekurangan kalium karena mereka menghindari makan buah-buahan dan sayur-sayuran dan mengkonsumsi lebih banyak natrium, bahan yang terutama digunakan pada makanan kemasan.
    Bagi penderita kencing manis (diabetes), serat yang terdapat di dalam buah tin dapat memperlambat proses penyerapan glukosa di usus kecil. Gabungan zat yang terkandung dalam buah tin yaitu serat yang tinggi dan karbohidrat dalam bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu mengontrol kadar gula darah seseorang. Jadi walaupun rasa buah tin termasuk manis, namun aman dikonsumsi oleh mereka yang menderita diabetes. Hal ini sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan oleh The American Diabetes Association.
    Mengkonsumsi buah tin / ara secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker kolon (usus besar). Di dalam buah tin / ara mengandung "polyphenols" yang tinggi; dimana zat ini berfungsi sebagai antioksidan yang amat penting bagi tubuh kita, dimana antioksidan dapat mengurangi efek radikal bebas penyebab kanker dalam tubuh kita. Selain itu, serat yang tinggi pada buah tin juga dapat mengikat zat karsinogen pemicu timbulnya kanker di saluran cerna.
    Buah tin / ara baik untuk wanita pasca-menopause dan perlindungan dari kanker payudara. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi buah kaya serat secara teratur akan mengurangi kemungkinan terkena kanker dan penyakit degeneratif lainnya.
    Kandungan "coumarins" pada buah tin / ara, juga dapat mengurangi resiko kanker prostat dan juga berfungsi merawat kulit.
    Kandungan kalsium dan kalium dalam buah tin/ara mencegah penipisan/pengeroposan tulang (osteoporosis), sekaligus membantu untuk meningkatkan kepadatan tulang. Dalam 100 gram buah tin/ara mengandung 241mg kalsium, jumlah ini 2 kali lipat lebih tinggi dari kandungan kalsium pada susu (118mg per 100gram). Kalium dalam buah ara juga melawan hilangnya kalsium melalui urin sehingga mencegah kandungan tulang untuk menipis.
    Tingginya kalsium pada buah tin/ara menjadikannya sebagai sumber kalsium alternatif yang amat baik, utamanya diterapkan pada terapi pengobatan bagi orang-orang yang alergi terhadap produk susu.
    Bagi orang kurus, perpaduan buah tin dan susu dapat membantu meningkatkan berat badan dengan baik dan seimbang.
    Tryptophan dalam buah tin/ara, menginduksi tidur agar lebih baik dan membantu menyingkirkan gangguan tidur seperti insomnia.
    Memakan buah tin dapat memulihkan kondisi badan dari kelelahan, meningkatkan daya memori otak dan mencegah anemia. Hasil penelitian lebih lanjut menemukan bahwa buah tin termasuk buah yang dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah.
    Buah tin TIDAK mengandung garam, lemak, dan kolesterol, tetapi mengandung lebih tinggi kalium, kalsium, serat dan zat besi. Buah ini mengandung sangat rendah sodium. Buah tin juga kaya akan benzaldehida yaitu senyawa anti-kanker, dan beta-karoten. Selain itu, buah tin / ara juga mengandung beberapa vitamin penting seperti vitamin A, B, dan C.
    Buah tin (baik yang basah maupun yang kering) juga baik sekali dikonsumsi oleh para ibu pasca melahirkan, sebagai suplai zat besi alami (fer) yang banyak hilang saat melahirkan. Hal ini berbeda sekali dengan suplemen zat besi yang banyak dijual di pasaran yang biasanya malah menyebabkan konstipasi (sembelit / sulit BAB)
    Karena manfaat laksatif (memeperlancar BAB), mengkonsumsi buah tin sangat membantu untuk mengobati sembelit kronis. Buah ara/tin sejak dahulu terkenal sebagai obat pencahar alami.
    Konsumsi harian buah tin / ara merupakan obat yang sangat efektif untuk terapi penyembuhan wasir atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles). Buah ara yang mengandung enzim seperti flavonoid dan ficin sangat baik untuk pencernaan.
    Buah tin kaya akan phenol dan benzaldehid alami sebagai zat anti tumor serta dapat membunuh mikro-organisme patogen, jamur dan virus dalam tubuh manusia.
    Buah tin/ara sangat berguna dalam mengatasi berbagai gangguan pernafasan termasuk batuk rejan dan asma. Buah tin bekerja dengan menormalkan pernapasan.
    Bila diterapkan pada kulit, buah tin/ara yang dipanggang bisa menyembuhkan radang seperti abses (bisul bernanah) dan bisul-bisul.
    Buah tin/ara juga dapat bertindak sebagai pembersih kulit yang sangat baik; juga membantu dalam mencegah dan menyembuhkan jerawat. Caranya, makan secara rutin buah ini, atau lumat buah tin segar dan oleskan ke wajah, biarkan selama 10-15 menit. Alasan dibalik terapi ini adalah, buah tin mengandung beberapa mineral alkali yang bermanfaat untuk membantu mengatur keseimbangan pH tubuh; dan ini berguna untuk kesehatan kulit.
    Zat-zat aktif yang terdapat dalam buah tin adalah sejenis zat-zat pembersih yang bisa dipakai untuk mengobati luka luar dengan cara melumurinya.
    Makan buah ara efektif mengobati sakit tenggorokan (sore throat) karena kandungan lendirnya yang tinggi.
    Buah ara yang manis dan berasa lembut sering digunakan sebagai pengganti gula. Olahan buah ara di negara barat juga seringkali digunakan untuk membuat olahan kue, puding, berbagai produk roti dan taart, selai, jeli, campuran sereal untuk sarapan dan masih banyak lagi.
    Buah tin/ara dapat dikonsumsi setiap orang, termasuk anak-anak dan merupakan makanan yang baik untuk semua umur, karena buah tin mengandung serat yang tinggi dan berasa manis dan juga lezat. Jadi sangat tepat jika kita mengkonsumsi buah ini, sebagai makanan alternatif kita untuk meningkatkan kesehatan kita sehari-hari di dalam dunia modern ini.
    Satu lagi, buah ara/tin juga telah digunakan untuk mengobati kelemahan seksual. Caranya, rendam sekitar 2-3 buah ara dalam susu selama semalam dan makanlah di pagi harinya.
    DAUN pohon tin / ara dapat menurunkan tingkat trigliserida, yang merupakan satu bentuk lemak yang ditemukan dalam aliran darah. Oleh karena itu, setelah meminum teh daun tin badan akan mendapat efek lebih segar.
    Selain itu, rebusan DAUN pohon tin / ara bermanfaat sebagai peluruh batu ginjal. Hal ini dikarenakan daun tin mengandung alkaloid dan saponin, yang bermanfaat sebagai diuretik (peluruh urine).
    Rebusan daun pohon tin / ara dapat membantu penderita diabetes mengurangi jumlah asupan insulin sehingga sedikit demi sedikit dapat mengurangi tingginya kandungan gula dalam darah. Hal ini sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan oleh The American Diabetes Association.

Kandungan Nutrisi Buah Ara/Tin tiap 100 gram
Sumber: California Figs Advisory Boards

Aleksandria Permata Mediterania

Posted: 04 Mar 2013 11:29 AM PST

Kota itu merupakan salah satu dari tujuh keajaiban kuno. Aleksander Agung dari Makedonia mendirikan kota ini pada 331 SM di sebelah barat Delta Sungai Nil. Dia  menjadikan kota tersebut menyandang nama kaisar penakluk Persia dan penjelajah Asia, Aleksandria.

Kota pelabuhan yang terletak di utara Benua Afrika ini pernah memiliki perpustakaan terkenal yang dibangun tiga abad terakhir SM. Diodorus Siculus pada abad pertama SM menggambarkan Aleksandria sebagai "kota pertama di dunia yang beradab".
Dengan kekayaan khazanahnya, Aleksandria turut membesarkan para filsuf Yunani, seperti Euklides, Ptolemeus, dan Eratosthenes. Setiap yang hidup di kota ini, seperti Mark Anthoni, Cleopatra, Julius Caesar, ahli matematika Hypatia, memberi kontribusi terhadap pembangunan Aleksandria menjadi sebuah kota metropolis lengkap dengan istana megah, kuil, dan bangunan publik yang dihiasi dengan paduan kemewahan Eropa, Afrika, dan Timur. Walau didirikan di Mesir, Aleksandria merupakan kota kosmopolitan yang membawa kultur Yunani-Romawi.

Ahli geografi Yunani Strabo mengunjungi Aleksandria sekitar tahun 20 SM. Dia menyebut, Aleksandria sebagai kota yang penuh dengan gedung-gedung megah dan sakral. Strabo menambahkan, Aleksandria adalah kota terbesar dan satu-satunya kota di Mesir yang ramai dengan perdagangan lautnya karena kondisi pelabuhan yang dikelola dengan baik. "Tidak hanya itu, di kota ini perdagangan lewat darat pun juga berjalan lancar karena Sungai Nil yang mengalir menjadi penghubung," tulisnya.

Akhirnya, Aleksandria ditaklukkan oleh pasukan Muslim di bawah pimpinan Amr Ibn al-Ash pada 641 M yang mengakhiri era Greco-Roman. Tidak hanya menguasai Aleksandria, Islam juga menguasai kota-kota pelabuhan lainnya di Mediterania. Dalam waktu 80 tahun sejak kematian Nabi Muhammad, tulisan sejarawan Belgia abad pertengahan, Henri Pirenne, Islam mulai merambah Turkistan hingga Samudera Atlantik dan kemudian menggantikan Kristen yang pernah menguasai pantai Mediterania. "Tiga perempat dari pesisir laut Aleksandria yang merupakan pusat dari budaya Romawi sekarang menjadi milik Islam," tulisnya.

Karena posisinya yang rentan terhadap serangan armada Bizantium, khalifah Umar bin Khattab memerintahkan Amr agar memindahkan pusat kekuasaan dari Aleksandria ke daerah yang lebih terlindungi. Fustat yang terletak sekitar 225 kilometer sebelah tenggara pusat kekuasaan Mesir dipilih sebagai ibu kota baru.

Berdampingan dengan aliran Sungai Nil, Fustat berkembang menjadi pusat perdagangan baru dan Aleksandria berubah menjadi kota pesisir pedalaman di Mediterania. Dalam beberapa ratus tahun kemudian, Fustat menjadi kota terkaya di dunia. Ini ditulis ahli geografi Persia al-Qazwini. Komoditas perdagangan yang melewati Laut Merah dan Samudera Hindia pasti melewati kota ini.

Di bawah Dinasti Fatimiyah (969 M-1171 M), pasar di Kota Fustat penuh dengan barang-barang dari Jeddah dan Hijaz, Sana'a, Aden, Muskat, India, dan Cina. Barang-barang yang diperjualbelikan, di antaranya rempah-rempah, mutiara, batu mulia, sutra, porselen, kayu jati, kain, kertas, parfum yang belum ada di Eropa ketika itu.

Meski Fustat tumbuh menjadi kota yang gemerlap, mengalahkan Aleksandria, kota pelabuhan itu tidak lantas menjadi terpencil. Kota ini tetap mempertahankan dirinya sebagai pelabuhan Mediterania yang cukup penting dan makmur yang menghubungkan antara Timur dan Barat, Muslim, Kristen, dan Yahudi. "Tanpa Kota Aleksandria, seluruh Mesir tidak bisa bertahan hidup," tulis seorang pengamat Venesia abad pertengahan.

Selama beberapa abad pertama pemerintahan Muslim terjadi perubahan di Aleksandria. Sistem administrasi yang sebelumnya menggunakan sistem pemerintahan Bizantium tetap dilanjutkan dengan perubahan kecil. Namun, perpustakaan Aleksandria yang sebelumnya menjadi pusat pembelajaran Helenistik mulai menghilang pada abad kelima. Para pejabat pemerintahan Islam yang menguasai Aleksandria tetap mengagumi jalan-jalan lebar di kota itu, yang di kiri kanannya dipenuhi maha karya arsitektur, berupa bangunan-banunan berpilar marmer yang indah dan rumit, sumur air, istana, kuil yang mewah.

Ahli geografi abad ke-10 M Ibnu Hawkal menyebut, Aleksandria sebagai salah satu kota yang terkenal dengan barang antik yang luar biasa. Memang, di Aleksandria banyak terdapat barang antik dan monumen otentik warisan mengesankan kerajaan dan kekuasaan yang pernah singgah di kota tersebut. Abad ke-12 M, ahli geografi Andalusia Ibn Jubair menulis mercusuar Aleksandria terkenal yang selama berabad-abad telah memandu kapal dari seluruh dunia. Cahayanya bagai kilauan permata di Mediterania.

Aleksandria tetap menjadi pusat persaingan antardinasti Islam dan juga menjadi sasaran invasi tentara Salib dari Eropa. Salah satu serangan yang paling terkenal terjadi pada 1365 M. Namun, serangan pasukan Salib tak menghambat hubungan perdagangan antara pedagang Arab dan pedagang Eropa. Memang, perdagangan merupakan kegiatan penting yang dihargai di negeri-negeri Muslim. Hal tersebut tidak terlepas dari Kota Makkah yang terkenal sebagai kota perdagangan dan Nabi Muhammad yang juga seorang pedagang.

Aleksandria sejak abad ke-10 M merupakan kota tertutup. Namun, pesonanya sebagai kota pelabuhan membuat negara seberang Mediterania, terutama Italia, tertarik untuk menguasai kota ini. Walau pusat operasinya di Levant atau wilayah timur Mediterania, para pedagang dari Pisa, Genoa, Marseille, dan Barcelona tetap merasa perlu untuk berlabuh di Aleksandria.

Alasannya, di pelabuhan Aleksandria datanglah beragam komoditas perdagangan barang mewah ketika itu, seperti sutra cerah dari Spanyol dan Sisilia, rempah-rempah, seperti lada, jahe, kayu manis, dan cengkeh dari Timur, budak dari Rusia selatan, karang dari Mediterania, minyak zaitun, kayu, aromatik, parfum, dan logam, termasuk besi, tembaga, dan timah.

Sedangkan, dari bumi Mesir menghasilkan jeruk lemon, gula, kismis yang bertumpuk di dermaga dan siap dikirim ke pasar Eropa. Flax, bubuk yang terbuat dari tanah mumi Mesir dan diyakini dapat menyembuhkan menjadi obat yang banyak dicari di Eropa, juga menumpuk di Aleksandria untuk diekspor. Salah satu saudagar Inggris pernah meminta agar dikirimkan sebanyak 600 pon bubuk flax ke tanah airnya.

Perdagangan yang ramai di Aleksandria bukanlah alasan satu-satunya para pendatang asing ke kota pelabuhan ini. Pada abad ketujuh hingga abad ke-16 M, Aleksandria menjadi pelabuhan penting jika ingin mengunjungi tempat-tempat suci di kawasan itu, yaitu Mesir, Makkah, atau Yerusalem.

Minat para peziarah menuju kota suci tersebut karena terdapat beberapa gereja dan biara-biara di sekitar Aleksandria serta lokasi Lembah Nil yang diyakini sebagai tempat pengungsian Yesus dan keluarganya selama di Mesir. Posisi Aleksandria sebagai tempat transit untuk perjalanan wisatawan ke Makkah dan Madinah membuat kota ini menerima pengunjung dan peziarah dari Afrika Utara dan Andalusia. Salah satunya adalah Ibnu Battuta, penulis sejarah terkenal abad 14 asal Maroko yang mengunjungi kota tersebut sebanyak dua kali selama hidupnya.

Namun, ketika Portugis menemukan rute laut menuju India dengan cara memutari Benua Afrika di Tanjung Harapan pada 1498 M, akhirnya membuat Aleksandria menjadi sepi. Ditambah lagi, pada saat itu kanal yang menghubungkan Aleksandria ke Kairo melalui Sungai Nil tertimbun lumpur sehingga membuat para pedagang asing berusaha mencari pelabuhan alternatif.

Selain itu, wabah peyakit pernah menyerang kota ini. Antara 1347 M hingga 1459 M, tidak kurang dari sembilan gelombang wabah menewaskan 200 jiwa per hari. Sekretaris Duta Besar Venesia pada April 1512 M menceritakan, wabah itu membuat para pedagang mencari rute perdagangan baru di tempat lain. Kini, Aleksandria lebih banyak didominasi oleh bangunan tinggi blok apartemen beton dan lalu lintas jalanan. Aleksandria mungkin tak sepenuhnya memancarkan kembali kilau tuanya. Namun, perannya sebagai titik pertemuan bagi berbagai ragam budaya dan kepercayaan tak akan terlupakan.

Rumah peristirahatan khusus yang disebut funduq dibangun untuk para pedagang yang singgah di kota pelabuhan Aleksandria, terutama mereka yang datang dari Eropa. Sementara, para pedagang Muslim bebas untuk menentukan tempat bermukim  di mana pun di Aleksandria. Funduq dibangun di sekitar halaman tengah gudang agar mempermudah transaksi bisnis dan pemindahan barang dagangan.

Beberapa negara yang berdagang mendapatkan hak istimewa atas funduq. Venesia, misalnya, pada funduqnya terdapat sebuah gereja, pemandian, dan diperbolehkan membawa roti, keju, dan barang-barang lainnya bebas pajak. Salah seorang pedagang Venesia Benjamin dari Tudela Spanyol mengungkapkan, pedagang dari 28 negara Eropa pernah singgah di Aleksandria pada 1170 M, termasuk negara yang berada di luar Mediterania, seperti Denmark, Irlandia, Norwegia, Skotlandia, dan Inggris.

Aleksandria pada abad pertengahan menjadi titik pertemuan antara kepercayaan, budaya, dan perdagangan. Pendeta abad ke-12 M Guillaume dan sejarawan Tirus menulis, orang-orang dari Timur dan orang-orang dari Barat bertemu di kota ini. "Aleksandria seperti pasar besar dari dua dunia," tulis mereka.

Namun, Perang Salib tidak hanya menghancurkan hubungan antaragama. Akibat perang tersebut, Paus memberlakukan embargo total perdagangan dengan Muslim. Akibatnya, pengunjung asing yang pergi ke Kota Aleksandria di bawah pengawasan ketat. Non-Muslim dilarang untuk memasuki pelabuhan barat dan beberapa pasar di Kota Aleksandria yang membatasi kewarganegaraan atau etnis para pedagang. Pada saat Perang Salib, Sultan Salahuddin al-Ayyubi melarang pedagang non-Muslim memasuki Mesir, begitu juga sebaliknya. [republika]

Struktur Otak Manusia Dalam Al-Qur'an

Posted: 04 Mar 2013 11:15 AM PST

Apakah Al-Qur'an membicarakan ataukah mengisyaratkan sesuatu mengenai otak manusia ? Jika di dalam postingan "Al-Qur'an Menyatakan Jantung Pun Berpikir" dijelaskan bagaimana Al-Qur'an secara tersirat menyatakan bahwa jantung pun memiliki "otak", apakah mungkin jika Al-Qur'an mengisyaratkan mengenai otak itu sendiri ? Otak merupakan salah satu bagian yang terpenting pada manusia karena merupakan bagian yang berfungsi mengatur dan mengolah segala yang ditangkap oleh panca indera manusia. Pengetahuan dalam mengungkapkan misteri "otak" itu sendiri baru ada dalam beberapa dekade terakhir ini, dan pengetahuan mendalam mengenai struktur dan fungsi otak ini belum dikenal di jaman dahulu, termasuk pada jaman nabi Muhammad SAW dan ketika Al-Qur'an diturunkan. Yang dikenal adalah istilah aqal, yaitu berpikir dengan kepala. Apa yang ada di dalam kepala serta bagian-bagian serta fungsinya masing-masing belum diketahui pada masa tersebut. Hal ini membawa kembali kepada pertanyaan, apakah Al-Qur'an, tersirat ataupun tersurat, mengisyaratkan mengenai struktur otak manusia ?
Al-Qur'an dan pusat penglihatan serta pendengaran

Di dalam Al-Qur'an, mata beberapa kali di sebutkan di dalam Al-Qur'an bersama-sama dengan telinga, baik dalam bentuk tunggalnya maupun dalam bentuk jamaknya. Kemunculan "mata" dan "telinga" pada satu ayat terdapat pada Al-Maaidah (5) ayat 45, Al-A'raaf (7) ayat 179 dan 195 yang terjemahannya sebagai berikut :
[5:45] Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata (wal-'ayna bil-'ayni / tunggal), hidung dengan hidung, telinga dengan telinga (wal-udzuna bil-udzuni / tunggal), gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang lalim.

[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (a'yunun / jamak)(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (aadzaanun / jamak) (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

[7:195] Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata (a'yunun / jamak) yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga (aadzaanun / jamak) yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan) ku, tanpa memberi tangguh (kepada ku).
Menarik untuk diperhatikan bahwa di dalam Al-Qur'an pun menyebutkan kata yang berarti "penglihatan" dan "pendengaran" secara berurutan dalam satu ayat yang sama, tidak kurang dari 12 ayat. "Penglihatan" dan "pendengaran" yang mengacu kepada manusia ini selalu di sebutkan "pendengaran" terlebih dahulu kemudian "penglihatan", walaupun ketika menyebutkan "mata" dan "telinga", Al-Qur'an menyebutkan "mata" terlebih dahulu kemudian "telinga". Kemudian, walaupun "mata" dan "telinga" disebutkan baik dalam bentuk kata benda tunggal dan jamak bagi keduanya, tidak begitu halnya dengan "penglihatan" dan "pendengaran". "Pendengaran" selalu disebutkan dalam bentuk kata benda tunggal, sedangkan "pendengaran" disebutkan dalam bentuk kata benda jamak.
[2:7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran (sam'i / tunggal) mereka, dan penglihatan (bashaari / jamak) mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

[2:20] ... Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran (bisam'i / tunggal) dan penglihatan mereka (wa-abshaari / jamak). Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

[6:46] Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran (sam'akum / tunggal) dan penglihatan (wa-abshaarakum / jamak) serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" ...

[10:31] Katakanlah: Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran (al-sam'a / tunggal) dan penglihatan (wal-abshaara / jamak) ...

[16:78] Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran (al-sam'a / tunggal), penglihatan (wal-bashaara / jamak) dan hati, agar kamu bersyukur.

[16:108] Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran (wasam'ihim / sam'i->tunggal) dan penglihatannya (wa-abshaarihim / abshaara->jamak) telah dikunci mati oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai.

[23:78] Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran (al-sam'a / tunggal), penglihatan (wal-abshaara / jamak) dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

[32:9] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran (al-sam'a / tunggal), penglihatan (wal-abshaara / jamak) dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

[41:20] Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran (sam'uhum / sam'u->tunggal), penglihatan (wa-abshaaruhum / abshaaru->jamak) dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.

[41:22] Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran (sam'ukum / tunggal), penglihatan (abshaarukum / jamak) dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.

[46:26] Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran (sam'an / tunggal), penglihatan (abshaaran / jamak) dan hati; tetapi pendengaran (sam'uhum / tunggal), penglihatan (walaa-abshaaruhum / jamak) dan hati mereka itu tidak berguna sedikit jua pun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.

[67:23] Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran (al-sam'a / tunggal), penglihatan (wal-abshaara / jamak) dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
Urutan selalu menjadi keistimewaan dan keajaiban Al-Qur'an. Ketika menyebutkan "mata" dan "telinga" secara berurutan dalam satu ayat, "mata" selalu disebutkan terlebih dahulu karena secara anatomi, mata memang terletak di depan telinga. Akan tetapi ketika membicarakan "pendengaran" dan "penglihatan", konteksnya telah berubah bukan lagi sebagai anatomi, akan tetapi menjadi persepsi indera. Persepsi indera diolah oleh otak manusia, dan bagian yang mengolah pendengaran dan penglihatan manusia adalah bagian otak yang berbeda. Dengan ilmu pengetahuan saat ini diketahui bahwa penglihatan di olah oleh bagian occipital lobe otak yang terletak di bagian belakang otak, sedangkan pendengaran di olah oleh bagian temporal lobe yang berada di depan occipital lobe. Jadi secara posisi di dalam otak  "pendengaran" berada di depan "penglihatan". Sesuatu yang telah di isyaratkan 15 abad yang lalu oleh Al-Qur'an dan bersesuaian dengan apa yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan di masa sekarang.

Hal yang menarik lainnya adalah ketika menyebutkan kata "pendengaran" Al-Qur'an selalu menyebutkannya dalam bentuk kata benda tunggal sam'i, sedangkan "penglihatan" disebutkan Al-Qur'an sebagai kata benda jamak abshaari. Jika ilmu pengetahuan saat ini mengetahui bahwa penglihatan di olah oleh kedua bagian otak baik otak kiri maupun otak kanan sebagaimana yang digambarkan pada gambar di bawah ini, maka lain halnya dengan pendengaran.

Tidak seperti penglihatan, otak kiri dan otak kanan mengolah jenis suara yang berbeda. Pusat pendengaran di otak kiri berfungsi untuk mengolah suara yang berhubungan dengan komprehensi, pembelajaran dan pemahaman percakapan, sedangkan otak kanan mengolah suara yang berhubungan dengan estetika seperti musik. Mengutip artikel dari "http://www.nytimes.com/2004/09/14/science/14ear.html?_r=0", dikatakan bahwa :
While the idea that the left and right ears are not identical is new, scientists have known for decades that the two sides of the brain sort out sound in different ways. Speech is processed primarily in the left hemisphere of the brain, while music is handled largely by the right, hence the tendency to associate creativity with "right-brain" dominance and analytical thinking with "left-brain" supremacy.
Kemudian di akhir artikel yang sama juga di katakan :
In other studies, researchers have found that children with hearing loss in the right ear tend to have more problems in school than children who are deaf in the left ear. The new findings suggest that the right ear is critical for learning situations.
Hal senada di katakan dalam artikel "http://www.eurekalert.org/pub_releases/2004-09/uoc--lar090804.php" sebagai berikut :
Scientists have long understood that the auditory regions of the two halves of the brain sort out sound differently. The left side dominates in deciphering speech and other rapidly changing signals, while the right side leads in processing tones and music. Because of how the brain's neural network is organized, the left half of the brain controls the right side of the body, and the left ear is more directly connected to the right side of the brain.
Selanjutnya pada artikel yang berjudul "Right ear is 'better for hearing' " (http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/8116321.stm) ketika membahas kesimpulan artikelnya, menuliskan :
In conclusion, the researchers said: "Talk into the right ear you send your words into a slightly more amenable part of the brain. These results seem to be consistent with the hypothesised specialisation of right and left hemispheres."
"Pendengaran" yang dimaksudkan Al-Qur'an jelas adalah pendengaran untuk mengerti apa yang di sampaikan, mengerti peringatan-peringatan Allah yang diperdengarkan, bukan dalam konteks mendengarkan suara yang sifat estetika seperti musik. "Pendengaran" yang seperti ini di olah oleh satu bagian otak yaitu otak kiri. Tidak seperti penglihatan yang diolah simultan baik oleh otak kiri dan otak kanan, pendengaran dalam kaitannya mengolah pembelajaran, nasihat dan peringatan, diolah oleh otak bagian kiri. Hal ini diisyaratkan dalam Al-Qur'an dengan menyebutkan "pendengaran" dalam bentuk kata benda tunggal dan "penglihatan" dalam bentuk kata benda jamak. Sekali lagi, sesuatu yang telah di isyaratkan 15 abad yang lalu oleh Al-Qur'an dan bersesuaian dengan apa yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan di masa sekarang.


Bagian otak yang mengerti pembicaraan menurut Al-Qur'an

Ketika membicarakan mengenai perumpamaan orang-orang yang kafir, Allah menyebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa orang-orang yang kafir itu tuli, bisu dan buta. Baik tuli, bisa ataupun buta, dalam hal ini ketiganya terkait dengan persepsi indera, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-baqarah (2) ayat 18 dan 171 serta Al-An'aam ayat 39. Kaitannya dengan persepsi karena dikatakan di Al-Baqarah ayat 171 bahwa orang-orang kafir itu dikatakan tuli, bisu dan buta karena mereka tidak mengerti atau tidak mampu mengolah tanda-tanda yang Allah berikan ke arah yang benar, menuju jalan Allah.
[2:18] Mereka tuli, bisu (bukmun) dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).

[2:171] Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu (bukmun) dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.

[6:39] Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu (bukmun) dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.
Tuli, bisu, dan buta dalam kaitannya dengan persepsi selalu di tuliskan berurutan dengan "bisu" di antara "tuli" dan "buta" dengan pengecualian ayat Al-Israa' (17) ayat 97 yang menuliskan "buta, bisu, tuli" karena pada ayat ini tidak mengacu kepada persepsi akan tetapi pada kondisi fisik anatomi sebenarnya yaitu mata yang dibutakan, telinga yang ditulikan dan pita suara di mulut yang dihancurkan.
[17:97] Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan Barang siapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.
Dalam bagian otak, ada beberapa bagian yang berfungsi dalam kaitannya dengan bukmun (dumbness). Pada gambar struktur otak di atas terlihat ada yang dinamakan "speech production" dan "languange comprehension/word understanding/understanding speech or using words/naming sounds and noun". Dari ketiga ayat mengenai bukmun di atas, jelas yang dimaksud bukan sekedar "bisu" dalam arti tidak mampu berbicara. Akan tetapi bukmun yang dimaksud adalah ketidak mampuan untuk mengerti apa yang ditangkap oleh telinga dan oleh mata, dengan kata lain adalah bodoh. Hal ini diperjelas dalam surah An-Nahl (16) ayat 76 dan surah Al-Anfaal (8) ayat 22. Bahkan dalam surah Al-Anfaal ayat 22 ditekankan keterkaitan "tuli" dan bukmun dengan dengan "tidak mengerti apapun", karena apa yang dengar oleh telinga dan di interpretasikan oleh pendengaran, tidak dapat dimengerti lebih baik oleh otak.
[16:76] Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu (abkamu), tidak dapat berbuat sesuatu pun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?

[8:22] Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bukmun yang tidak mengerti apa-apa pun.
Kemudian di dalam Arabic-English Lane's Lexicon, disebutkan ketika menjelaskan arti bukmun sebagaimana yang tunjukkan pada capture-an di bawah ini :

Jadi bukmun yang menyebabkan seseorang tidak mampu mengerti masalah atau apa yang disampaikan dan dikatakan orang lain, bukan sekedar bukmun yang tidak dapat berbicara, akan tetapi lebih kepada bukmun yang tidak mampu mengerti. Bagian otak yang mengatur "languange comprehension" atau "word understanding" atau "understanding speech or using words" atau "naming sounds and noun" terletak di sebagian temporal dan parietal lobe, yang letaknya di antara pusat pendengaran dan penglihatan, sebagaimana yang diisyaratkan Al-Qur'an.

Ubun-ubun yang pembohong dan pendosa

Pernyataan menarik dikeluarkan oleh Al-Qur'an pada surah Al-Alaq (96) ayat 16, dimana Allah menyatakan naashiyatin kaadzibatin khaati-atin.
[96:13-16] Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (bil-naashiyati), (yaitu) ubun-ubun (orang) yang mendustakan/berbohong lagi durhaka/berdosa (naashiyatin kaadzibatin khaathi-atin)
Naashiyatin kaadzibatin khaathi-atin secara literal berarti "ubun-ubun yang pembohong lagi pendosa". Naashiyatin yang diartikan "ubun-ubun" memiliki arti bagian puncak kepala di sekitar dahi, biasanya daerah di kepala yang biasanya ditumbuhi dan ditutupi rambut poni, seperti halnya daerah poni pada kuda. Jadi tidak hanya sekedar dahi tetapi juga daerah di kepala bagian depan yang bersinggungan dengan dahi, yang di dalam bahasa indonesia diistilahkan dengan ubun-ubun. Akan tetapi timbul pertanyaaan, apa maksudnya Al-Qur'an menyebutkan "ubun-ubun yang pembohong lagi pendosa" ? Mengapa "ubun-ubun" yang dinyatakan sebagai yang "berbohong" dan juga "berdosa" ?

Saat ini di ketahui, dan dapat pula di lihat pada gambar bagian otak di atas, bahwa bagian depan otak atau frontal lobes, yang mana terletak di bagian dalam ubun-ubun, bertanggung jawab mengontrol perilaku diri (self-control/behavioural control), berpikir (higher intelect), mengatur emosi (emotion control), yang merencanakan (planning), mengatur konsentrasi (concentration) dan mengambil keputusan dan pemecahan masalah (decision making and problem solving). Dengan kata lain, bagian otak inilah yang menjadikan setiap individu unik dalam segi sifat dan perilaku. Di dalam artikel http://www.thebrainlabs.com/brain.shtml#frontal dikatakan bahwa :
The frontal lobes in the most forward portion of the brain, just underneath our foreheads. This part of the brain occupies the largest portion of our brain, approximately one-third of the entire brain. The frontal lobes help us to control our thoughts, emotions and actions; they are what make us unique human beings.
Jadi jelaslah secara tersirat Al-Qur'an menyatakan bahwa bagian naashiyah inilah yang bertanggung jawab untuk segala tindakan dan keputusan yang diambil manusia termasuk di dalamnya tindakan mungkar manusia, sehingga bagi orang kafir dikatakan bahwa naashiyah mereka adalah naashiyah yang pembohong dan pendosa, karena naashiyah itulah yang memutuskan segala tindakan mungkar dan dosa mereka. Dikatakan pula, jika mereka tidak berhenti dari segala tindakan mungkar mereka, Allah akan menarik naashiyah mereka, sehingga mereka tidak mampu lagi berpikir.

Pada masa di mana Al-Qur'an diturunkan, sama sekali tidak diketahui mengenai struktur otak. Istilah frontal lobe sama sekali tidak di kenal dan tentu saja jika dikatakan di masa itu istilah "frontal lobe" maka tidak ada yang mengerti. Demikianlah Al-Qur'an menjelaskan dengan bahasa yang dimengerti di masa dia diturunkan dan bersesuaian dengan apa yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan di masa sekarang.
Wallahu a'lam

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya

Benarkah Al Quran Kehilangan 127 Ayat ?

Posted: 04 Mar 2013 10:54 AM PST

Salah satu rujukan misionaris untuk menyatakan Al-Qur'an palsu adalah buku The Origins of the Koran, Classic Essays on Islam's Holy Book karya Ibn Warraq (nama samaran). Setelah keluar dari Islam, murtadin asal Pakistan yang pernah menjadi kurir Salman Rushdie ini mendirikan Institute for the Secularisation of Islamic Society (ISIS), yang memfokuskan diri pada kritik Al-Qur'an.

Di antara amunisi Ibn Warraq untuk menggugurkan otentisitas Al-Qur'an adalah tudingan bahwa surat Al-Ahzab yang dimiliki umat Islam ini sudah tidak asli, karena menyusut 127 ayat dari Al-Qur'an asli yang diajarkan Rasulullah SAW. Berikut kutipannya:


"Variant Versions: Verses Missing, Verses Added. Almost without exceptions Muslims consider that the Quran we now possess goes back in its text and in the number and order of the chapters to the work of the commission that 'Uthman appointed. Muslim orthodoxy holds further that 'Uthman's Quran contains all of the revelation delivered to the community faithfully preserved without change or variation of any kind and that the acceptance of the 'Uthmanic Quran was all but universal from the day of its distribution. The orthodox position is motivated by dogmatic factors; it cannot be supported by the historical evidence. –Charles Adams–

While modern Muslims may be committed to an impossibly conservative position, Muslim scholars of the early years of Islam were far more flexible, realizing that parts of the Koran were lost, perverted, and that there were many thousand variants which made it impossible to talk of the Koran. For example, As-Suyuti (died 1505), one of the most famous and revered of the commentators of the Koran, quotes Ibn 'Umar al Khattab as saying: "Let no one of you say that he has acquired the entire Quran, for how does he know that it is all? Much of the Quran has been lost, thus let him say, 'I have acquired of it what is available'" (As-Suyuti, Itqan, part 3, page 72). Aisha, the favorite wife of the Prophet, says, also according to a tradition recounted by as-Suyuti, "During the time of the Prophet, the chapter of the Parties used to be two hundred verses when read. When 'Uthman edited the copies of the Quran, only the current (verses) were recorded" (73)" (The Origins of the Koran, Classic Essays on Islam's Holy Book, editor Ibn Warraq, p. 5-6)

[Bermacam Versi: Ayat yang Hilang dan Ayat yang Ditambahkan. Tanpa kecuali, setiap orang Islam mengatakan bahwa Quran yang kita miliki sekarang sama persis baik dalam teks, nomor dan urutan bab dengan Al-Qur'an yang disusun oleh komisi yang ditunjuk khalifah Usman. Malah Muslim konservatif mengatakan bahwa Qurannya Usman berisi semua wahyu yang disampaikan pada masyarakat dan dijaga dengan teliti tanpa mengalami satu perubahan atau variasi macam apapun. Dikatakan pula bahwa Qurannya Usman memang universal dari hari pertama disebarkan. Tapi sikap ortodoks ini dimotivasi oleh faktor dogma yang tidak didukung bukti sejarah. (Charles Adams).

Sementara kaum cendekiawan Muslim dari tahun-tahun awal Islam jauh lebih fleksibel daripada Muslim sekarang. Mereka menyadari bahwa ada bagian-bagian Al-Qur'an yang hilang, menyimpang, dan ada banyak ribu variasi. Misalnya, As-Suyuti (wafat 1505), salah seorang pakar Al-Qur'an yang paling terkenal dan dihormati, mengutip pernyataan Ibnu Umar Al-Khatthab: "Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan bahwa ia telah mendapatkan seluruh Quran, karena bagaimana dia tahu bahwa itu memang keseluruhannya? Banyak dari Quran telah hilang. Oleh karena itu kalian harus mengatakan, "Aku telah mendapatkan bagian Al-Qur'an yang ada" (As-Suyuti, Itqan, jilid III, halaman 72). As-Suyuti juga menceritakan, Aisyah istri tersayang nabi mengatakan, "Pada masa Nabi, surat Al-Ahzab berjumlah 200 ayat. Tapi setelah Usman melakukan kodifikasi, jumlahnya menyusut menjadi seperti sekarang (yakni 73 ayat)"]

Tuduhan bahwa Al-Qur'an kehilangan 127 ayat itu, sampai sekarang menjadi rujukan para misionaris Kristen maupun untuk memurtadkan umat Islam. Misionaris lain yang mengungkapkan tudingan itu adalah Robert Morey dalam bukunya The Islamic Invasion.

Secara sederhana, validitas khabar yang dikutip Ibn Warraq itu patut dipertanyakan, karena tidak mencamtumkan sanad yang shahih sampai kepada shahabat Aisyah RA.

Secara ilmiah, ulama hadits Syaikh Muhammad Thahir Ibnu 'Asyur menyimpulkan bahwa riwayat tersebut tidak bisa dipercaya. Penulis kitab tafsir At-Tahrir Wat-Tanwir –yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibnu Asyur– ini menyebut riwayat yang men­­catut nama Aisyah Ummul Mukminin itu sebagai "sanad yang paling lemah" (Tafsir At-Tahrir Wat-Tanwir X/246).

Ulama lainnya, Syaikh Muhammad Izzah Daruzah yang telah melakukan penelitian terhadap khabar itu, menyebutnya sebagai khabar yang tidak dipercaya (dhaif) dan tidak terdapat dalam kitab hadits yang shahih. Maka tawaquf (abstain) dari khabar tersebut lebih afdhal.

Selain itu, dalam mushaf Utsman RA dinukil dari mushaf yang telah disusun pada masa Abu Bakar RA, tidak mungkin terjadi penghapusan satu ayat pun, apalagi sampai ratusan ayat seperti yang dituduhkan itu. Apalagi Aisyah RA adalah wanita yang kuat hafalan baik terhadap ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadits nabi. Sehingga sangat tidak masuk akal jika Aisyah hanya berdiam diri saat menjumpai ada ratusan ayat yang dihapus. Kalaupun pengurangan ayat itu terjadi tidak masuk akal pula kalau dirinya tidak membantah" (At-tafsir Al-Hadits; Tafsir Suwar Murattabah Hasba Nuzul, VIII/238-239).

Secara logika, penyusutan ayat dari 200 menjadi 73, artinya hilang 127 ayat. Ini bukan suatu jumlah yang sedikit. Seandainya Utsman RA mengorupsi 127 ayat Al-Qur'an pada proses pem­bukuan, bisa dipastikan umat Islam akan heboh pada waktu itu, bahkan bisa terjadi konflik berdarah yang akan menggagalkan proses pembukuan Al-Qur'an. Jika berani mengo­rupsi ayat Al-Qur'an meskipun hanya satu ayat, pastilah Utsman akan menuai komplain dari para shahabat lainnya, karena jumlah shaha­bat yang hafal Al-Qur'an sangat banyak.

Riwayat dhaif tentang komplain Aisyah terhadap mushaf Al-Qur'an, semakin terbantah dengan adanya ijma' (consensus) umat Islam terhadap mushaf Al-Qur'an pada waktu itu. Setelah mushaf Al-Qur'an pada masa Utsman selesai dibukukan, naskah tersebut diverifikasi dan dicek dengan mushaf dari Hafshah, lalu dibacakan kepada para shahabat di depan Utsman. Ternyata tak satupun shahabat penghafal Al-Qur'an yang mem­protes (komplain).

Jelaslah bahwa tak satu ayat pun hilang dari Al-Qur'an. Sebaliknya, jika diteliti secara objektif, justru Bibel kehilangan banyak kisah tentang masa remaja Yesus.

Bibel hanya mencatat masa kecil Yesus dari lahir hingga masa remaja berumur 12 tahun dalam Injil Lukas 1:1 sampai dengan 2:42. Selanjutnya Bibel tidak menceritakan masa remaja Yesus, tiba-tiba Injil Lukas 3:23 menceritakan masa dewasa Yesus pada usia 30 tahun. Lalu di manakah cerita perjalanan hidup Yesus dari usia 12 hingga 30 tahun? Raib!
Dengan tidak adanya kisah perjalanan hidup Yesus selama 18 tahun, berarti umat kristiani kehilangan banyak ayat, karena mereka mengimani Yesus sebagai Firman Tuhan yang hidup.

Moslem Harlem Shake Ala PKS Bikin Geger Youtube

Posted: 03 Mar 2013 09:43 PM PST

 OLeh : Amrullah Aviv/kompasiana

Pada pagi menuju siang Hari ini (4 Maret 2013) video ini sudah dilihat 7.302 orang.  Youtube geger gara-gara ada MOSLEM HARLEM SHAKE ala PKS ini.  Ini menandakan bahwa PKS benar-benar kreatif dan terus bergelora. Ayo maju terus Menuju 3 Besar. Sebenarnya bukan ini yang ingin saya bahas dalam tulisan ini, namun video ini menjadi jalan masuk dan sekaligus bukti dari beberapa analisa.
1. PKS merupakan partai yang selalu mempunyai nilai reformasi, perbaikan disegala bidang. Hal ini dikarenakan PKS merupakan partai ideologis dan berbasis pada kader  sehingga ide2 dan solusi selalu berdasarkan pada ideologi yang diyakini.
2. Kreatif. Merupakan salah satu kata kunci dari keberhasilan partai ini dalam menapaki perpolitikan di Indonesia. Kreatif dengan segala hal,  banyak hal di daerah maupun juga dipusat yang permasalahan dan isu selalu diangkat PKS dengan cara yang kreatif, simple  dan lugas. Dan nilai ini lahir dan tumbuh dengan subur di PKS dikarenakan  di partai ini banyak iron stock nya yaitu Anak Muda.

3. Anak Muda, merupakan mayoritas pengurus, kader dan pemilih PKS. Sehingga karena anak muda inilah roda organisasi dan pergerakan PKS terus berberak. Dan karena Anak Muda inilah maka PKS akan survive dalam pertarungan. Karena sang pemenang bukanlah yang paling banyak mengalahkan musuh, namun sang pemenang adalah yang paling panjang napasnya (panjang umur). Dan pemuda lebih mempunyai masa depan yang lebih cerah.

4. Adaptasi Cepat dan Up to Date. MOSLEM HARLEM SHAKE ala PKS ini menandakan bahwa PKS selalu adaptasi dengan caranya sendiri (berbaur tapi tak melebur-berbaur tapi punya ciri khas) dan PKS juga slalu up to date dengan kondisi kekinian. Di saat saat HARLEM SHAKE lagi booming dengan segala efek sosial dan budayanya, maka PKS hadir dengan tawaran dan pilihan yang berbeda ala MOSLEM HARLEM SHAKE.

5.  Perubahan. Itulah inti dari PKS, perbaikan dan terus perbaikan. Dan ini tentu dimulai dari diri PKS itu sendiri. ditengah isu negatif  yang menerjang PKS maka WAJIB bagi PKS untuk berbenah diri dan memperbaikai segala kesalahan dan kelemahan. PKS wajib terus berbenah dan harus dilakukan dengan cepat.
6. Yang belum liat videonya

Kecepatan Gerakan Dajjal

Posted: 03 Mar 2013 09:24 PM PST

Dajjal-ilustrasi
An-Nawas bin Sam'an r a. berkata bahwa pada suatu pagi Rasulullah saw menceritakan tentang Dajal. Kami bertanya, "Rasulullah bagaimana kecepatan Dajal berjalan di muka bumi?" Nabi menjawab, "Seperti mendung yang diterpa angin, maka dia pergi mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka (dengan kebohongannya) untuk mengimaninya, lalu dengan segera kaum itu percaya kepadanya. Lalu menyeru langit untuk segera menurunkan hujan. Lalu tanaman-tanaman segera tumbuh subur dan mereka menggembalakan ternaknya yang banyak susunya dan gemuk-gemuk. Kemudian ia mendatangi suatu kaum yang lain, lalu mengajak mereka untuk mengimaninya, tetapi kaum ini menolak semua ajakannya, lalu ditinggalkan kaum tersebut oleh Dajal, mendadak daerah itu menjadi kering dan gersang, tidak ada sedikit pun dari kekayaan (alam) mereka yang tertinggal." (Shahih Muslim)
Rasulullah saw. sangat tepat memberikan gambaran tentang kecepatan Dajal di bumi. Hal ini sebagaimana riwayat tersebut memberikan gambaran tentang gerakan Dajal yang secepat angin. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa ia dapat melangkah dari timur ke barat dalam sekejap. Apabila kita mau sesekali merenungkan perkembangan teknologi saat ini --apalagi beberapa dekade ke depan-- niscaya prediksi hadits tersebut sangat tepat untuk menggambarkan "teknologi informasi". Dunia yang semakin sempit dikarenakan kecepatan teknologi yang tidak pernah terbayangkan oleh generasi sebelumnya. Kecepatan Dajal yang disebutkan oleh hadits seperti "angin berhembus" itu, tidak lain adalah sistem komunikasi yang didukung oleh teknologi super digital melalui jaringan satelit yang sangat cepat bagaikan kedipan mata.
Langkah informasi dapat seketika mencakup timur dan barat, sesuatu yang bukan lagi aneh pada zaman sekarang apalagi di masa depan. Dajal menjadikan "teknologi pengindraan" (satelit) sebagai sarana untuk mengawasi dunia.

l. Mendatangi Suatu Kaum (Bangsa)
Apa yang diriwayatkan oleh hadits tadi --tentang Dajal mendatangi suatu kaum--mengisyaratkan bahwa propaganda Dajal ke seluruh bangsa-bangsa dengan menawarkan kenikmatan dan kelimpahan materi. Bangsa-bangsa yang menjadi budak ajaran mereka akan segera menikmati limpahan kemakmuran dunia yang dilambangkannya dengan turunnya hujan dan gemuknya ternak peliharaan yang berlimpah air susunya. Sebaliknya, suatu bangsa atau negara yang menolak kerja sama dengan Dajal akan dihancur-luluhkan sebagai satu pelajaran bagi bangsa tersebut dan bangsa lainnya.

Bangsa yang menolak Dajal akan mengalami penderitaan dari segi keuangannya, kemiskinan, dan kekacauan yang luar biasa --sebagaimana diriwayatkan dalam hadits tadi-- dalam bentuk mengalami kekeringan dan sedikitnya kekayaan bangsa tersebut

Siasat licik Dajal adalah menggoda manusia dengan hiburan dan wanita. Telah banyak para pemimpin dunia dan pejabat pemerintahan yang "tersungkur" karena godaan wanita yang sengaja disodorkan melalui jaringan konspirasi Dajal. Hal ini, sudah sejak awal, diperingatkan oleh Rasulullah sebagaimana sabda baliau:

"Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya, Allah menjadikan hamu khalifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan wanita dan tipuan dunia. Sesungguhnya yang menimpa kaum Bani Israel sebelum kamu adalah karena godaan kaum wanita." (HR Ahmad).

Jaringan konspirasi Dajal menjadikan kaum wanita sebagai "komoditi" (pelacur) bagi kaum turis, bahkan diekspor ke Eropa untuk sekaligus mengorek berbagai informasi dari lawan jenisnya yang terperangkap oleh godaannya tersebut.

Oleh karena itu, umat Islam diperingatkan agar menjauhi jebakan dunia --khususnya godaan wanita-- yang selalu dikemas dengan penuh daya pikat oleh kaum Dajal ini. Ketahuilah bahwa kenikmatan dunia, betapapun gemerlapnya, hanyalah sementara dan tidak mempunyai nilai sama sekali dibandingkan dengan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda, "Perbandingan dunia dan akhirat, seperti seorang yang mencelupkan jarinya ke dalam laut, lalu diangkatnya dan dilihatnya (jarinya tersebut). Apa yang melekat di ujung jarinya itulah dunia, sedangkan sisanya yaitu air di lautan, maka itulah kenikmatan akhirat." (HR Muslim dan Ibnu Majah)

2. Berkecamuknya Kemungkaran
Abdullah bin Amru bin al Ash r a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Dajal akan keluar pada umatku, maka tinggalkanlah penjahat-penjahat manusia dalam kecepatan burung, dan jiwa srigala tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak mungkar. Hingga setan menyerupakan mereka dan berkata kepada mereka, 'Tidakkah kamu menyambut saya?' Mereka menjawab, 'Apakah yang kauperintahkan kepada kami dengan menyuruh kami menyembah berhala'…" (HR Muslim).

Hadits tersebut memberikan simbol informasi bahwa Dajal akan menjadikan para pengikutnya menjadi manusia yang tidak lagi mengenal agamanya sendiri. Bahkan, mereka menjadi asing dengan agamanya. Umat Islam telah meninggalkan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidupnya. Hal inilah yang diperkirakan dan sangat dikhawatirkan Rasulullah saw, sebagaiman firman Allah SWT:

"... 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan'…" (al-Furqan: 30).

Kemungkaran semakin merajalela dikarenakan manusia telah melupakan Allah dan terpikat oleh kenikmatan fatamorgana yang ditawarkan dan dikemas dengan sangat memikat oleh para profesional Dajal.

Persatuan suatu bangsa "diobok-obok" sehingga nasionalisme pecah berantakan menjadi kepingan-kepingan negara kecil yang memudahkan Dajal untuk mengontrol mereka. Konflik antaragama diprovokasi dengan segala isu sistematis, sehingga menjadi alasan pembuktian propaganda kaum Dajal bahwa agama tidak lagi dibutuhkan karena hanya menjadi sumber konflik. Manusia harus merdeka dari segala cara berpikir dogmatis yang memperbudak dirinya. Inilah gaya haru dari paham seorang Yahudi licik, Karl Marx. Ia seorang neo Komunisme yang bagaikan binatang "melata dari bawah bumi" mendesis (daabbatim minal ardhi; an-Naml: 82) menyebarkan racun terhadap fikrah atau cara berpikir umat Islam dan umat agama lain.

Kaum Dajal itu bergerak bagaikan burung yang terbang dengan cepat hinggap ke sana ke mari dan menyebarkan berbagai keburukan. Jiwanya yang sudah kehilangan "moralitas agama" telah diisi oleh hawa nafsu binatang srigala yang tidak kenai belas kasihan: menindas dan menyebarkan fitnah kebencian. Hal ini telah disebutkan oleh Thomas Hobbes:

"Manusia akan menjadi sekelompok srigala yang siap untuk saling mencabik satu sama lain (homo homini lupus belium omnium contra omnes)."

Segala tatanan moral agama dianggapnya sebagai penghalang dinamika dan kemerdekaan berpikir. Agama hanya akan menjadi simbol statusquo yang sekarat, sehingga harus dihilangkan setahap demi setahap dengan memberikan wacana baru, yaitu kenikmatan dunia hedonis-epikuristik. Yaitu, mengajak umat manusia untuk menerima berhala baru, ideologi baru yang matrialistis-rasional serta berbagai bentuk okultisme, agama mistik, dan berbagai takhayul, sebagaimana dijelaskan oleh hadits tadi: sebagai penjahat yang kecepatannya seperti burung, dan jiwanya bagaikan srigala yang tidak mengenal kebaikan dan tidak mau menolak kemungkaran, serta menyuruh menyembah berhala. Para kaki tangan Dajal, baik sadar atau tidak sadar, terbelenggu akal pikirannya. Buta mata hatinya untuk mendengarkan hati nuraninya. Ia terpesona terhadap kehebatan kekuasaan dan intelektualitas Dajal yang "mengangkangi" dunia tanpa saingan itu. Mereka mendatangi dan menyembah untuk meminta bantuan Dajal agar memperoleh curahan hujan dari langit dan tumbuh subur ternak dan tanamannya.

Begitulah yang dinubuwatkan hadits Rasulullah saw. Orang-orang yang lemah iman dan hilang rasa bangganya untuk berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya --mereka malu dan merasa minder dengan menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul sebagai azas dan panduan hidupnya-- akan dengan mudah terperangkap oleh gemerlapnya kekuatan Dajal.

Abu Sa'id al-Khudri ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Pada waktu keluarnya Dajal, ada seseorang dari kaum mukminin yang pergi (menemui Dajal) kepadanya. Lalu ia disambut oleh polisi-polisi Dajal dan ditanyakan, 'Hendak ke mana engkau?' Ia menjawab, 'Saya ingin menemui orang (Dajal) yang baru keluar.' Lalu mereka bertanya, 'Apakah kamu belum percaya kepada Tuhan kami?' Ia menjawab, 'Tuhan kami tidak samar.' Maka berkatalah polisi Dajal, 'Bunuhlah dia.' Akan tetapi, polisi tersebut ditegur oleh sebagian dari mereka (polisi lain), 'Jangan.' Tuhan kami (Dajal) telah melarang tidak boleh membunuh seorang, selain dari perintahnya. Maka dibawalah mukmin tersebut menghadap kepada Dajal, maka ketika dilihat oleh si mukmin, ia segera berkata, 'Hai sekalian manusia, inilah Dajal yang telah disebut oleh Rasulullah saw'. Maka segera Dajal menyuruh merebahkan mukmin tersebut dan diperintahkan supaya dikupas kulit dan dipukuli punggung dan perutnya. Lalu Dajal bertanya, 'Apakah tetap engkau tidak percaya kepada kami?' Ia menjawab, 'Engkaulah alMasih pendusta.' Kemudian diperintahkan supaya (mukmin tersebut) digergaji dari atas kepalanya hingga ke kakinya menjadi dua bagian, dan berjalan Dajal di tengah dua bagian badan yang telah terbelah dua. Kemudian Dajal memerintahkannya, 'Bangunlah!' Maka bangunlah dan tegaklah ia. Kemudian Dajal kembali bertanya, 'Apakah kamu belum percaya kepadaku?' Ia menjawab, 'Tidak berkurang pengetahuanku tentang engkau, bahkan bertambah yakin.' Kemudian si mukmin berkata, 'Hai sekalian orang, ia (Dajal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorang pun'. Maka Dajal berusaha untuk membunuh kembali orang mukmin itu, tetapi Allah telah meletakkan diantara leher hingga belakang orang itu seolah-olah tembaga, hingga tidak dapat disembelihnya. Kemudian dipegang tangan dan kaki orang itu dan dilemparkan. Mereka menyangka ia dilempar ke dalam neraka, padahal ia dilempar ke surga. Kemudian Nabi melanjutkan sabdanya, 'Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (mati syahid) di sisi Tuhan Rabbul 'alamin'…" (HR Muslim)

Anas r a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Akan mengikuti Dajal dari Yahudi Asbahan, tujuh ribu yang memakai pakaian seragam." (HR Muslim)

3. Teror Terhadap Orang Beriman
Dajal akan melakukan teror dengan berbagai cara kepada orang-orang beriman. Mereka membuat isu dan menyebarkan berita bohong, baik melalui berbagai media massa maupun internet, agar orang-orang beriman terpojok dan dinistakan oleh kaumnya. Orang yang bertindak jujur, ikhlas, dan berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya akan segera berhadapan dengan teror fitnah yang dilancarkan oleh para pengikut Dajal tersebut. Sehingga datanglah satu kondisi secara sangat nyata dan manusia pun buta mata hatinya melihat kebenaran. Nafsu amarah menjadi akidahnya. Caci maki, umpat, dan hujatan menjadi zikirnya. Lalu fitnah dan kebencian menjadi jubah kebesarannya. Maka menarilah kaum Dajal yang telah memecah belah suatu kaum yang dikawal oleh "mayat-mayat hidup" (zombie).

Kebenaran telah dibohongkan. Kejujuran telah dicemoohkan. Kesalehan telah dilecehkan. Dan para pengikut Dajal itu pun beramai-ramai menyanyikan kepalsuan, kemunafikan, dan kebohongan di atas penderitaan dan darah manusia. Akan tetapi, orang-orang beriman yang masih mempunyai hati nurani tetap waspada terhadap segala bentuk gerakan Dajal zionis yang menampakkan dirinya sebagai al-Masih ad-Dajal. Mereka sadar bahwa Dajal berupaya untuk melakukan cuci otak (brainwashed) kepada kaum mukminin --seperti yang disebutkan hadits Muslim tadi-- dengan cara mengupas kulit dan memukul punggung orang beriman.

Hanya saja, Allah memberikan perlindungannya dengan simbol perisai dari tembaga sehingga orang mukmin itu selamat dari pengaruh Dajal. Mereka (Dajal beserta kaumnya) menyangka bahwa orang mukmin itu telah dibuangnya ke neraka, padahal Allah menggantinya dengan surga (jannatun na'im). Bagi orang beriman, keberpihakan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Betapapun seluruh manusia, pada saat itu, secara sadar atau tidak sadar telah menjadi pengikut dan penyembah berhala yang dipropagandakan kaum Dajal.

Apakah Umat Terdahulu juga Islam

Posted: 03 Mar 2013 09:09 PM PST

Semua nabi adalah utusan Allah, maka otomatis para pengikut nabi-nabi di masa lalu adalah hamba-hamba Allah yang beriman. Sama hakikatnya dengan kita sebagai umat nabi Muhammad SAW.

Bahkan dalam banyak ayat di dalam Al-Quran, kita mendapati juga istilah 'Islam', 'muslim' atau istilah sejenisnya juga digunakan untuk menamakan umat para nabi terdahulu. Sehingga sebagian ulama cenderung menyebut mereka sebagai umat Islam atau muslim.


Sedangkan umat para nabi yang terdahulu dan membangkang dari ajarannya, barulah kita sebut sebagai orang kafir. Apalagi sejak resminya nabi Muhammad SAW diangkat sebagai rasul terakhir yang juga berfungsi sebagai penutup risalah semua nabi, maka kalau masih tersisa umat yang mengaku sebagai pengikut nabi terdahulu, mereka wajib beriman kepada Rasulullah SAW.

Sayangnya, hanya sebagian saja yang termasuk beriman, selebihkan kafir dan membangkang. Sehingga sebutan 'kaum nasrani' dan 'kaum yahudi', di dalam Al-Quran identik dengan kaum yang kafir. Yang beriman kepada nabi Muhammad SAW bisa dihitung dengan jari, seperti Abdullah bin Salam, Kaab Al-Ahbar, Salman Al-Farisi, Suhaib ar-Rumi radhiyallahu 'anhum ajmain.

Adapaun tentang penyebutkan Al-Quran kepada umat yang beriman kepada nabi di masa lalu dengan sebutan muslim atau Islam, kami petikkan beberapa ayat berikut ini.

1. Perkataan Nabi Ibrahim alaihissalam

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan di antara anak cucu kami umat yang muslim (tunduk patuh) kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah: 128)

2. Perkataan Nabi Ya'qub 'alaihissalam

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub., "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".(QS. Al-Baqarah: 132)

3. Nabi Yusuf 'alaihissalam Beragama Islam

Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf: 101)

4. Perkataan murid-murid Nabi Isa alaihissalam

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka berkatalah dia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk Allah?" Para hawariyyin menjawab, "Kamilah penolong-penolong Allah, kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim (yang berserah diri). (QS. Ali Imran: 52)

5. Para Penyihir Firaun Masuk Agama Islam

Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.", "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri)."(QS. Al-A'raf: 126)

6. Fir'aun Menjelang Ajal Ingin Masuk Islam

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas; hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia, "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)." (QS. Yunus: 90)

7. Ratu Saba' masuk Islam

Atas perintah dan kekuasaan Nabiyullah Sulaiman alaihissalam, Ratu Saba' yang bernama Balqis akhirnya masuk agama nabi Sulaiman yaitu Islam.

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."(QS. An-Naml: 31)

Demikianlah sekedar jawaban kami, semoga ada manfaatnya buat Anda.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Film “TAKEN” Mewajahburukkan Etnis Arab dan Mengajak Kagumi CIA

Posted: 03 Mar 2013 08:31 PM PST

Film Taken film hollywood menggambarkan heroisme berlebihan
 Film ini bukan satu-satunya film Barat yang menggambarkan orang muslim sebagai musuh yang sadis, jahat, maniak perempuan, emosional dan tak suka kompromi. Sebelumnya sudah pernah ada ratusan film-film pendahulu produksi Hollywood mulai dari kartun anak-anak hingga film action dewasa yang menggambarkan orang Arab, khususnya muslim sebagai figur yang buruk.

Film TAKEN merupakan film bergenre action yang rilis pada tahun 2008 lalu. Film ini dibintangi oleh Liam Neeson, Maggie Grace dan Famke Janssen.

Garis besar ceritanya, Bryan Mills (yang dibintangi oleh Liam Neeson) adalah seorang anggota Central Intelligence Agency (CIA) yang berusaha menyelamatkan anak perempuannya dari penculikan yang terjadi ketika sang anak pergi ke Perancis. Dalam film ini, penculikan tersebut digembongi oleh komplotan penjahat berwarga negara Albania dengan ciri khas tatto bulan sabit di punggung tangannya.

Kritik kami terhadap film ini adalah :
Pertama, film ini menggambarkan heroisme berlebihan yang dilakukan sang ayah (Bryan Mills) ketika menyelamatkan sang anak. Kehebatannya sebagai seorang anggota CIA sangat over-exposed dalam seluruh adegan action film ini bak film Rambo. Satu orang bisa mengalahkan puluhan orang bersenjata tanpa terluka apalagi terbunuh. Kita layak curiga bahwa hidden agenda dalam film ini adalah agar kita mengapresiasi kehebatan kerja para anggota CIA.

Kedua, film ini menggunakan figur musuh dengan karakter orang-orang Timur Tengah, khususnya Albania, lalu film ini menggambarkannya sebagai orang-orang yang sadis, cabul, emosional dan tidak mengenal kompromi. Hal ini dapat dilihat pada setiap adegan penculikan yang menggunakan kekerasan, sang korban dibuat kecanduan terhadap obat bius, lalu dijual ke para hidung belang kaya yang ada di luar negeri. Tidak jarang korban penculikan tersebut diperkosa lebih dahulu atau mati karena overdosis sebelum berhasil dijual. Semua itu dilakukan oleh komplotan beretnis Arab asal Albania. Dan tahu sendiri, bahwa Albania adalah negara yang mayoritas muslim dan banyak orang shalih berasal dari sana. Film ini tidak lain adalah upaya Barat untuk mewajahburukkan negara-negara mayoritas muslim. Coba sebut satu film saja yang diproduksi Hollywood yang mewajahburukkan bangsa Yahudi-Israel, tentu anda akan sulit menemukannya! So, pasti ada konspirasi dibalik semua ini.

Secara umum, film ini digarap dengan baik hingga memukau kita sebagai audiennya. Namun jangan pernah lupakan bahwa sang sutradara sedang menghipnotis kita untuk mengagumi CIA dan mewajahburukkan etnis Arab.(undergroundtauhid)



Ajaib, Semut yang Bertindak sebagai Kompas

Posted: 03 Mar 2013 07:54 PM PST

keajaiban semut
Semut yang bertugas mencari makan biasanya menjalankan tugas dengan cara yang sulit dijelaskan. Ia berangkat ke sumber makanan dengan berjalan berkelok-kelok, tetapi kembali ke sarang dengan rute lurus yang lebih singkat. Bagaimana mungkin seekor semut yang hanya dapat melihat beberapa sentimeter ke depan bisa berjalan lurus?

Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang peneliti bernama Richard Feynman meletakkan sebongkah gula di salah satu ujung bak mandi, lalu menunggu seekor semut datang dan menemukannya. Ketika semut yang pertama kali datang ini kembali ke sarangnya, Feynman mengikuti jejaknya yang berkelok. Kemudian Feyman mengikuti jejak semut-semut berikutnya. Ternyata Feynman menemukan bahwa semut yang datang belakangan tidak mengikuti jejak yang ditinggalkan; mereka lebih pintar, mengambil jalan memotong sampai akhirnya jejaknya menjadi berbentuk garis lurus.
Diilhami hasil penelitian Feynman, seorang ahli komputer bernama Alfred Bruckstein membuktikan secara matematis bahwa semut-semut yang datang selanjutnya memang meluruskan jejak berkelok itu. Kesim-pulan yang didapatnya sama: setelah beberapa ekor semut, panjang jejak dapat diminimalkan menjadi jarak terpendek antara dua titik dengan kata lain, membentuk garis lurus86.

Apa yang diceritakan tadi tentu saja membutuhkan keahlian jika dilakukan oleh manusia. Ia tentu harus menggunakan kompas, jam, maupun perlengkapan yang lebih canggih lagi untuk menentukan suatu jarak. Orang ini harus juga menguasai matematika. Berbeda dengan manusia, penunjuk jalan semut adalah matahari, sedangkan kompasnya adalah cabang pohon dan tanda alam lainnya. Semut mengingat bentuk tanda-tanda ini, sehingga dapat menggunakannya untuk menemukan rute pulang terpendek, meskipun rute ini benar-benar baru baginya.

Meskipun kedengarannya mudah, sebenarnya cara ini sulit dijelas-kan! Bagaimana mungkin seekor makhluk kecil seperti semut, yang tidak memiliki otak maupun kemampuan berpikir dan mempertimbangkan, melakukan perhitungan seperti ini?
Bayangkan jika seorang manusia ditinggalkan di hutan yang tidak dikenal. Walaupun orang ini mengetahui arah yang harus dituju, ia akan kesulitan menemukan jalan yang tepat dan mungkin saja tersesat. Selain itu, ia juga harus melihat keadaan sekitar dengan hati-hati dan mem-pertimbangkan jalan mana yang terbaik. Namun, semut bertindak seolah-olah mengetahui benar cara menemukan jalan. Pada malam hari, mereka dapat menemukan dan mengikuti jalan yang mereka tempuh saat menemukan makanan pada pagi harinya, meskipun kondisinya berubah.

Tokoh-tokoh Idola Barat yang Akhirnya Memilih Islam

Posted: 03 Mar 2013 06:29 PM PST

Bisa dikatakan, Amerika adalah kiblat dunia saat ini. Apa yang terjadi di Amerika selalu jadi indikator bagi negara-negara lain. Jika sektor ekonomi sedang lumpuh, bisa dipastikan ada banyak negara yang merasakan dampaknya. Termasuk jika berbicara tentang perkembangan Islam yang pengaruhnya sangat kuat terhadap negara lain.

Tokoh dan idola yang tersebar di banyak bidang menjadi sangat tertarik hingga akhirnya meyakini agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.
Cassius Marcellus Clay Jr adalah nama asli dari Muhammad Ali, mantan petinju juara dunia kelas berat tiga kali berturut turut yang lahir di Kota Louisville, Negara Bagian Kentucky pada 17 Januari 1942. Dia tersohor dengan pukulan mematikan dan hampir seluruh kemenangannya berakhir dengan kalah telak di pihak lawan. Pukulan tanpa bayangannya mematikan, Ali menjadi pujaan rakyat Amerika pada zamannya. Namun dunia menjadi gempar saat dia memutuskan untuk bersyahadat hampir empat dekade silam. Ketaatannya pada Islam membawa pengaruh luar biasa bagi para penggemarnya, hingga membuat sebagian dari merekamengikuti jejak idolanya untuk berpindah keyakinan.

Putri Ali, Laila juga mengikuti jejak ayahnya baik dalam memilih karir maupun keyakinan. Mereka juga kerap mengerjakan shalat berjamaah di berbagai kesempatan seperti dilansir situs islamicproverb.net.

Penyanyi pop Inggris yang menjadi legenda pada eranya, terlahir dengan nama Steven Demetre Georgiou, atau lebih akrab dengan panggilan Cat Stevens, memutuskan untuk berhijrah ke Islam pada tahun 1977 dan mengganti namanya menjadi Yusuf Islam. Ia sangat mengidolakan nama Joseph (Yusuf), dan sangat suka dengan kisah yang tertuang pada surat Yusuf dalam Al Quran.

Di bidang olahraga basket, tercatat nama Karim Abdul Jabar. Sebelumnya, ia terlahir dengan nama Ferdinand Lesi Alcindor dari keluarga penganut Katolik Roma yang taat. Mulanya, keputusan itu cukup membuat seluruh keluarga terkejut, namun akhirnya mereka mendukung apa yang dilakukan Jabar.

Beralih ke bidang olahraga bola sepak, yang jika diamati, setiap tahun selalu bertambah dan bermunculan bintang-bintang lapangan hijau dengan nama dan nuansa Islam. Bukan sekedar menghiasai daftar pemain, tapi mereka juga menjadi andalan, seperti Mesut Ozil, Sami Khedira, Lassana Diarra, Nuri Sahin, dan Hamit Altintop. Tak bisa dipungkiri, keberadaan mereka menjadikan fans Real Madrid dari kalangan muslim bertambah. Demi menghormati keberadaan para pemain dan supporter muslim, Real Madrid sampai menghapus tanda salib dari logonya.

Selain Real Madrid, ada banyak klub besar lainnya juga dihuni oleh pemain-pemain muslim. Hal ini memaksa klub-klub itu memberikan kebijakan khusus bagi pemainnya, dalam latihan maupun pertandingan besar sehingga mereka bisa tetap menjalankan ibadahnya dengan khusyuk.

Jumlah penyanyi rap tersohor yang memutuskan untuk memeluk Islam juga semakin banyak. Sebut saja Snoop Dogg, Busta Rhymes, Mos Def, hingga Ice Cube. Kakak kandung King of Pop Michael Jackson, yang juga seorang musisi, Jermaine Jackson, menyatakan menjadi muslim setelah menikah dengan Halima Rashid, pengusaha perempuan asal Afghanistan pada awal tahun 2000, seperti dikutip majalah Rolling Stone.

Angka ini belum ditambah dengan mereka yang menaruh empati penuh pada Islam, seperti penyanyi rap perempuan fenomenal Eve dan Erykah Badu, keduanya mengaku telah mendalami Islam, namun belum menemukan pembimbing yang tepat untuk menuntun mereka berpindah keyakinan.(fimadani)



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL PLANET YANG TIADA TARANYA: BUMI Buah Tin: Buah Y...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/03/zilzaal_4.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.