Sabtu, 23 Maret 2013



ZILZAAL


SUAKA MARGA MIKROBA

Posted: 23 Mar 2013 01:16 PM PDT

Mikroba
oleh: Abu Hadid

Bayangkan jika daging sapi maupun kambing tidak pernah ada dalam kehidupan Anda. Sungguh kita takkan pernah merasakan kelezatan makanan yang biasa kita santap. Takkan pernah ada sate kambing, baso daging sapi, serta masakan lezat lain yang menggunakan daging kedua hewan tersebut. Namun, pernahkan Anda pikirkan, bagaimana sapi bisa menjadi sapi hanya dengan memakan rumput dan bahan lain yang berasal dari tumbuhan?
Adakah manusia yang telah mampu menciptakan teknologi pengolah rumput menjadi daging? Jawabannya adalah tidak ada. Keberadaan daging dan ketidakmampuan manusia membuatnya merupakan bukti bahwa daging telah diciptakan dengan perangkat yang jauh melebihi kecerdasan manusia. Perangkat tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah sapi atau kambing itu sendiri. Begitulah, sapi dan kambing layaknya pabrik berjalan supercanggih yang mampu mengolah rumput menjadi daging!

Air liur berlimpah

Sapi atau kambing bukanlah tabung ajaib yang begitu saja mampu merubah rumput yang ditelannya dengan serta-merta menjadi daging, layaknya sulap atau sihir. Rumput perlu dicacah menjadi potongan-potongan yang jauh lebih kecil lagi sebelum memasuki sejumlah tahap pencernaan berikutnya yang sungguh rumit. Pencernaan pertama ini berlangsung pada rongga mulut, dengan bantuan gigi, air liur, lidah dan bagian lain di dalam rongga mulut tersebut.

Gigi berfungsi mengunyah, memotong, mencacah dan menghancurkan pakan hijauan. Kerja ini dimudahkan oleh gerakan lidah yang membantu dalam hal pengadukan, dan air liur yang berperan sebagai cairan pelicin. Air liur juga menyediakan cairan yang diperlukan untuk proses pencernaan tahap berikutnya di lambung, terutama rumen. Cairan ini kaya akan zat bikarbonat yang berfungsi menjaga derajat keasaman pada lambung. Menurut perkiraan, sapi dewasa mampu menghasilkan 100-150 liter air liur setiap hari! Jika jumlah ini ditampung menggunakan gelas yang biasa kita gunakan untuk minum, maka akan diperlukan sekitar 300 gelas!

Bukan sembarang perut besar

Makanan yang dikunyah di mulut kemudian melewati kerongkongan, dan diteruskan ke perut (lambung) sapi dan kambing. Keduanya termasuk kelompok ruminansia, yakni hewan pemamah biak. Dari keseluruhan ruangan rongga perut hewan ini, sekitar tiga perempatnya ditempati oleh lambung. Lambung ini terdiri dari tiga bagian: rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Rumen merupakan yang terbesar.

Tumbuhan yang menjadi pakan sapi mengandung selulosa dalam jumlah besar. Selulosa adalah pembentuk dinding sel tumbuhan, dan merupakan zat karbohidrat yang tak dapat dicerna oleh sapi maupun kambing. Lalu siapakah yang membantu mencernanya? Pencernaan selulosa melibatkan proses penghancuran dan penguraian menjadi molekul-molekul lebih kecil dan sederhana sehingga dapat diserap oleh dinding saluran pencernaan sapi. Penguraian selulosa terjadi dengan bantuan beragam jenis mikroba yang terdapat di dalam perut sapi, terutama rumen. Mikroba ini memiliki enzim selulase, yakni zat yang mampu menghancurkan karbohidrat selulosa menjadi molekul-molekul pembentuknya yang lebih sederhana. Enzim ini tidak dapat dihasilkan hewan pemamah biak.

Di dalam rumen, peristiwa penguraian oleh mikroba menghasilkan glukosa yang kemudian dimanfaatkan oleh mikroba untuk menghasilkan energi dan senyawa-senyawa lebih sederhana yang lalu digunakan sapi. Semua ini terjadi dalam keadaan bebas oksigen (anaerob). Inilah yang disebut fermentasi. Di antara zat yang dihasilkan proses ini adalah asam lemak berantai pendek mudah menguap (yakni asam asetat, asam propionat, dan asam butirat), yang merupakan sumber energi bagi sapi. Selain itu, fermentasi ini juga menghasilkan asam laktat, gas karbon dioksida, dan gas metana.

Beragam zat yang tersebut dihasilkan oleh kerja beragam mikroba di dalam rumen yang berdaya tampung 100-300 liter (pada sapi) dan 4-10 liter (pada kambing). Satu mililiter saja dari seluruh isi rumen ini mengandung sekitar 1-100 miliar sel mikroba. Ini jauh melebihi jumlah seluruh manusia yang menghuni bumi. Kebanyakan mikroba ini berasal dari kelompok bakteri dan protozoa, sebagian kecil sisanya adalah jamur. Selain itu, jenis bakteri, protozoa serta jamur ini pun beragam. Boleh dikata, rumen ibarat suaka marga satwa, hanya saja terdapat beraneka ragam mikroba sebagai pengganti aneka satwa.

Jumlah maupun ragam mikroba ini haruslah berada dalam keadaan seimbang agar proses fermentasi atau pencernaan makanan dapat berjalan dengan baik. Masing-masing jenis mikroba harus pula menjalankan perannya dengan baik agar dihasilkan zat-zat yang berguna bagi tubuh sapi. Tanpa ini semua, sistem pencernaan akan terganggu dan berakibat buruk bagi kesehatan maupun pertumbuhan sapi.

Dalam fermentasi ini, jumlah mikroba semakin lama semakin banyak pula karena mereka pun berkembang biak dengan membelah diri. Namun sebagian sel-sel mikroba ini pun mati, teruraikan, dan akhirnya diserap oleh dinding saluran pencernaan makanan sapi.

Inilah sekelumit uraian sederhana tentang teknologi proses pembuatan daging dari rumput. Jangankan membuat pabrik semisal sapi, manusia sampai sekarang tak mampu menciptakan satu sel mikroba yang ada dalam lambung sapi. Lalu bagaimana sapi, kambing, seluruh alat pencernaan makannya dan miliaran mikroba rumen muncul menjadi ada, dan saling bertemu membentuk perangkat canggih ini? Semua ini tak mungkin terjadi tanpa kemampuan sempurna yang dimiliki Allah semata. Dialah Pencipta Terbaik, yang telah menciptakan hewan ternak, tidak saja untuk kenikmatan hidup manusia, tetapi juga untuk dipelajari dan diteliti manusia agar mereka mengetahui kehebatan sang Pencipta, sebagaimana seruan Allah:

Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan, (QS. Al Mu'minuun, 23:21)

Sumber ; Insight magazine

Kisahku Mengejar Cinta Ibu

Posted: 23 Mar 2013 01:07 PM PDT

Kisahku Mengejar Cinta Ibu
Ibu. Betapa berharganya satu kata itu bagi berjuta hati. Begitu pula denganku, kawan. Hanya saja, ibu yang ingin kukisahkan bukanlah sosok ibu yang melahirkanku dan menyeka peluhnya karena berat membawaku selama sembilan bulan lebih. Tapi beliau adalah "ibu perkasa" yang sungguh di sudut hatiku setelah sekian lama, aku mengaguminya.
Aku biasa memanggilnya mami. Bukan ibu kandungku memang, beliau ibu sambungku atau biasa orang bilang "ibu tiri" yang identik dengan kejahatan atau kesadisan sosok itu. Aku pun tidak mengelak jika memang sempat merasakan sedikit "kejahatan" itu. Tapi sungguh kasar dan tidak pantas kiranya jika kata itu yang tersemat. Karena jika aku telaah lebih lanjut, tidaklah mudah menjadi seseorang yang adil. Apalagi itu masalah buah hati. Aku yang notabene kurang lebih setahun menjadi guru TK tahu betul, betapa anak didik –apalagi anak sendiri– begitu lekat di hati. Begitu pun mamiku, keadaan yang menakdirkan beliau untuk menjadi seorang ibu tiri. Mungkin beliau pun sebenarnya tak menginginkan hal itu. Predikat yang selalu menjadi pesakitan utama untuk disalahkan.

Sungguh, sepertinya lebih susah menjadi ibu tiri daripada anak tiri, kawan. Walaupun aku tak menampik bahwa menjadi anak tiri juga "tidak selalu" enak. Seorang ibu tiri harus siap menerima tudingan banyak orang jika dirasa apa yang anak tiri alami tidak adil atau tidak sesuai dengan keinginan si anak tiri. Bagi kaum yang tidak pernah merasakan menjadi ibu (kaum adam tentunya) atau para gadis yang belum pernah mempunyai anak (anak kandung, anak didik, atau adik) tentu akan susah untuk mengerti rasa yang dialami oleh ibu tiri. Pun seperti diriku dulu, jauh sebelum menjadi guru TK dengan ratusan anak didik.

Eits, tapi bukan hanya curhatan itu yang ingin aku sampaikan, kawan. Cukuplah aku gambarkan untuk menggaris bawahi bahwa, menjadi ibu tiri itu mungkin jauh lebih susah daripada menjadi anak tiri. Bahkan aku sering berfikir, bisakah aku jika ada di posisi mamiku saat ini?

Itulah mengapa setelah kurang lebih 8 tahun aku hidup seatap dengan beliau, seringkali kutabahkan diriku jika sayatan-sayatan hati itu kerap muncul. Bahkan bisa dibilang hampir setiap hari selalu ada tangis. Yaa mungkin tidak semua yang memiliki ibu tiri terkisah seperti ini. Mungkin lebih pedih atau lebih bahagia. Tapi, selalu dan selalu diri ini ingin melakukan berbagai cara untuk membuat beliau mencintaiku seperti beliau mencintai anaknya sendiri. Sesuatu yang telah lama tak kudapatkan dari ibu kandungku. Hingga, tumbuhlah aku menjadi seseorang yang perfectionist karena begitulah yang selalu diinginkan mamiku. Semuanya harus perfect! Tapi, seperfect apapun yang kulakukan tak pernah membuat kebanggaan di hati beliau. Bahkan sempat aku berdoa: "Allah... berikanlah hamba hati yang baru setiap saat, yang siap manakala sayatan demi sayatan tergores, agar hati ini tegak kembali untuk berjuang. Begitu inginnya aku akan cinta mami."

Sampai di suatu ketika, aku terhuyung patah semangat... berarang-arang... dan hati ini menjerit, "Mengapa tetap tak kau cintai diriku, padahal semua hal yang terbaik yang bisa kulakukan sudah kulakukan, tapi mengapa kau semakin menjadi padaku, semakin membenciku!" Dan pikiran-pikiran buruk pun berkecamuk. Dan.... aku tersadar bahwa aku telah melupakan sesuatu hal kawan...

"Allah, buatlah hatinya menyayangi hamba dengan tulus seperti hamba mencintainya karenaMu, karena sekalipun nyawa ini hamba korbankan, tak kan merekatkan hati-hati tanpa kehendakMu, duhai Rabb Yang Maha Agung."

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al Qashas: 56)

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
"dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana." (QS. Al Anfal:63)

Dan saat itu pula aku merasa keimananku sedang diuji, seberapa cinta diriku pada Tuhanku, seberapa murni imanku padaNya, seberapa ikhlas diriku melakukan semua yang berdalih karena Tuhan.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam" (QS. Al An'aam: 162)

Maka kawan, kiranya kisahku ini sebagai cermin bagi kawan-kawanku di luar sana untuk meluruskan kembali niat manakala obsesi membuncah ingin menyatakan asa. Bisa jadi tak mirip seperti kisahku kawan karena pekerjaan, cita-cita, atau bahkan cinta... bisa membutakanmu hingga melupakan tujuanmu menapaki malam demi malam yang justru membuat semua asamu semakin sulit kau rengkuh. Bermuhasabahlah... barangkali di balik itu, Allah selipkan kejutan kecil yang tak pernah kau kira.

Pun seperti diriku. Di saat kesadaran kembali setelah kepongahanku menagih cinta, aku urai kembali benang-benang kehidupan itu yang bermuara padaNya. Satu demi satu. Dan kini... alhamdulillah, syukurku pada Allah Subhanahu wa Ta'ala, beliau lebih lunak padaku, cintanya lebih membinar padaku.

Maka, kukatakan padamu kawan, kejar cintamu, cinta ibumu, apalagi jika itu ibu kandungmu sekalipun berdarah-darah atau bahkan hidupmu sebagai taruhannya. Bukankah itu juga merupakan bukti cintamu pada Rabbmu? I love you, Mummy -meskipun mungkin engkau tak tahu sebegitu besar cintaku padamu. [Gresia Divi/bersamadakwah]

http://www.bersamadakwah.com/

Hamas Kecam Peledakan Tewaskan Syekh Al-Buthi di Damaskus

Posted: 23 Mar 2013 01:00 PM PDT

Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi.
Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengecam peledakan masjid di ibukota Suriah Damaskus yang menewaskan Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi.

Dalam salinan keterangan takziyahnya yang diterima oleh PIP Hamas menyampaikan takziyah tulus kepada ulam Suriah dan rakyatnya, terkhusus keluarga Al-Buthi atas wafatnya Dr. Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi pasca peledakan.
Hamas menambahkan, Hamas menyampaikan, "Mengecam keras tindakan kejahatan brutal peledakan yang menimpa Masjid Al-Iman di perkampungan Mazraah di ibukota Suriah Damaskus. Kita memohon kepada Allah agar menghentikan pertumpahan darah rakyat Suriah dan memberikan rahmat yang luas kepada Syekh Al-Buthi yang memiliki peran dan pengorbanan besar dalam bidang keilmuan, syariat Islam dan agar keluargnya diberikan kesabaran." (infopalestina)

Syaikh Al Qaradhawi: Saya Percaya Syaikh Al Buthi Dibunuh Basyar Al Assad

Posted: 23 Mar 2013 12:53 PM PDT

Syaikh Al Qaradhawi
 Syaikh Yusuf Al Qaradhawi dalam khutbah Jum'atnya, 22 Maret 2013, mengatakan bahwa ia meyakini bahwa Syaikh Muhammad Sa'id Ramadhan Al Buthi dibunuh oleh tentara Basyar Al Assad.

"Saya percaya Syaikh Al Buthi dibunuh oleh tentera Basyar sendiri dengan penuh perencanaan, sebab Masjid tempat Syaikh Al Buthi mengajar merupakan masjid yang paling ketat kawalan keselamatannya. Dan kenapa sedikit bekas terbakar, walau sedikit pun dalam masjid kalau hal itu adalah serangan bom bunuh diri?" ungkapnya.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Syaikh Al Buthi dibunuh dalam serangan bom bunuh diri yang menewaskan hingga 42 orang dan 84 lainnya terluka. Cucu Syaikh Al Buthi juga menjadi korban tewas. Informasi ini dikeluarkan oleh media pemerintahan Suriah pimpinan Basyar Al Assad.

Syaikh Al Qaradhawi sendiri merupakan salah seorang rekan Syaikh Al Buthi dan telah menjalin pertemanan sejak lama. Bahkan Syaikh Al Qaradhawi menjadi pembela Syaikh Al Buthi yang berijtihad politik dalam revolusi Suriah untuk menghindari perang berdarah dan kekerasan. Syaikh Al Qaradhawi menyatakan bahwa Syaikh Al Buthi berhak berijtihad, meski menurutnya ijtihad tersebut kurang tepat dengan kondisi Suriah. Dalam hal ini Syaikh Al Qaradhawi berbeda ijtihad politik dan pandangan karena beliau sendiri mendukung pelengseran rezim Al Assad dan mendukung para mujahidin revolusioner dari berbagai kelompok.


http://news.fimadani.com/read/2013/03/23/syaikh-al-qaradhawi-saya-percaya-syaikh-al-buthi-dibunuh-basyar-al-assad/

Wafatnya Adam Serta Wasiatnya Kepada Anaknya, Syits

Posted: 23 Mar 2013 01:57 AM PDT

 Makna Syits adalah "pemberian Allah (Hibatullah)". Adam dan Hawwa memberinya nama Syits lantaran keduanya dikaruniakan dengannya setelah terbunuhnya Habil. Muhammad bin Ishaq berkata, "Tatkala Adam akan meninggal, maka ia berpesan kepada anaknya, Syits. Adam mengajarkannya waktu-waktu malam dan siang serta beragam ibadah di waktu-waktu tersebut. Adam juga memberitahukan kepadanya waktu terjadinya badai taufan setelah itu. Ketika Adam 'alaihissalam wafat, dan hal itu terjadi pada hari Jum'at, maka para malaikat mendatanginya dengan membawa kapas yang dibubuhi minyak wangi dari sisi Allah dari surga, serta berbelasungkawa kepada anaknya, Syits 'alaihissalam."
Menurut cerita yang masyhur bahwa Adam dikuburkan di India, di gunung tempat dahulu ia diturunkan. Dan diceritakan: ketika terjadi badai taufan, Nuh 'alaihissalam membawa jasad Adam dan Hawwa di dalam tabut, lalu keduanya ia kubur di Baitul Maqdis. Demikian yang diceritakan oleh Ibnu Jarir.

Para ulama berbeda pendapat mengenai umur Adam. Di dalam hadits dari Ibnu 'Abbas dan Abu Hurairah –yang diriwayatkan secara marfu'– bahwa umur Adam yang tertulis di Lauhul Mahfuzh adalah seribu tahun.

Ketika Adam 'alaihissalam meninggal, maka yang memikul segala urusan adalah anaknya Syits dan diturunkan kepadanya lima puluh shahifah (lembaran).

Sumber: Mukhtasar Bidayah wan Nihayah – Ibnu Katsir, Diringkas oleh Syaikh Ahmad Khani, Penerbit Pustaka as Sunnah





Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL SUAKA MARGA MIKROBA Kisahku Mengejar Cinta Ibu ...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/03/zilzaal_23.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.