Rabu, 20 Maret 2013



ZILZAAL


Awal Mula Qunut Nazilah & Peristiwa Bi’r Ma’unah

Posted: 19 Mar 2013 11:39 PM PDT

Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar

Sebuah peristiwa tragis kembali menimpa kaum muslimin. 70 shahabat pilihan yang merupakan para qurra` (ahli membaca Al-Qur`an, yakni ulama) dibantai dengan hanya menyisakan satu orang saja. Peristiwa ini mengguratkan kesedihan yang mendalam pada diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliaupun mendoakan kejelekan kepada para pelakunya selama satu bulan penuh. Inilah awal mula adanya Qunut, namun tentu saja bukan seperti yang dipahami oleh masyarakat kebanyakan di mana dilakukan terus menerus setiap Shalat Shubuh.
Pada bulan Shafar tahun keempat hijriah, peristiwa ini terjadi. Ketika itu datang Abu Barra` 'Amir bin Malik menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di Madinah, kemudian oleh beliau diajak kepada Islam. Ia tidak menyambutnya, namun juga tidak menunjukkan sikap penolakan.

Kemudian dia berkata: "Wahai Rasulullah, seandainya engkau mengutus shahabat-shahabatmu kepada penduduk Najd untuk mengajak mereka kepada Islam, aku berharap mereka akan menyambutnya."

Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Aku mengkhawatirkan perlakuan penduduk Najd atas mereka." Tapi kata Abu Barra`: "Aku yang menjamin mereka."

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus 70 orang shahabat ahli baca Al-Qur`an, termasuk pemuka kaum muslimin pilihan. Mereka tiba di sebuah tempat bernama Bi`r Ma'unah, sebuah daerah yang terletak antara wilayah Bani 'Amir dan kampung Bani Sulaim. Setibanya di sana, mereka mengutus Haram bin Milhan, saudara Ummu Sulaim bintu Milhan, membawa surat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada 'Amir bin Thufail. Namun 'Amir bin Thufail tidak menghiraukan surat itu, bahkan memberi isyarat agar seseorang membunuh Haram. Ketika orang itu menikamkan tombaknya dan Haram melihat darah, dia berkata: "Demi Rabb Ka'bah, aku beruntung."

Kemudian 'Amir bin Thufail menghasut orang-orang Bani 'Amir agar memerangi rombongan shahabat lainnya, namun mereka menolak karena adanya perlindungan Abu Barra`. Diapun menghasut Bani Sulaim dan ajakan ini disambut oleh 'Ushaiyyah, Ri'l, dan Dzakwan. Merekapun datang mengepung para shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu membunuh mereka kecuali Ka'b bin Zaid bin An-Najjar yang ketika itu terluka dan terbaring bersama jenazah lainnya. Dia hidup hingga terjadinya peristiwa Khandaq.

Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Fathul Bari juga memaparkan kisah yang disebutkan Al-Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, antara lain beliau mengatakan:

"Bahwasanya ada perjanjian antara kaum musyrikin dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka adalah kelompok yang tidak ikut memerangi beliau. Diceritakan oleh Ibnu Ishaq dari para gurunya, demikian pula oleh Musa bin 'Uqbah dari Ibnu Syihab, bahwa yang mengadakan perjanjian dengan beliau adalah Bani 'Amir yang dipimpin oleh Abu Barra` 'Amir bin Malik bin Ja'far si Pemain Tombak. Sedangkan kelompok lain adalah Bani Sulaim. Dan 'Amir bin Thufail ingin mengkhianati perjanjian dengan para shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Diapun menghasut Bani 'Amir agar memerangi para shahabat, namun Bani 'Amir menolak, kata mereka: "Kami tidak akan melanggar jaminan yang diberikan Abu Barra`." Kemudian dia menghasut 'Ushaiyyah dan Dzakwan dari Bani Sulaim dan mereka mengikutinya membunuh para shahabat…" demikian secara ringkas.

Akhirnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan qunut selama sebulan mendoakan kejelekan terhadap orang-orang yang membunuh para qurra` shahabat-shahabat beliau di Bi`r Ma'unah. Belum pernah para shahabat melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam begitu berduka dibandingkan ketika mendengar berita ini.

Al-Imam Al-Bukhari menceritakan dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu:

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam qunut selama satu bulan ketika para qurra` itu terbunuh. Dan aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam begitu berduka dibandingkan ketika kejadian tersebut."

Ibnu Jarir meriwayatkan pula dalam Tarikh-nya, sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad (3/247), bahwa pada saat pembantaian tersebut, 'Amr bin Umayyah Adh-Dhamari dan Al-Mundzir bin 'Uqbah bin 'Amir tinggal di pekarangan kaum muslimin. Mereka tidak mengetahui adanya peristiwa pembantaian itu melainkan karena adanya burung-burung yang mengitari tempat kejadian tersebut. Akhirnya mereka melihat kenyataan yang memilukan tersebut.

Mereka berembug apa yang mesti dilakukan. 'Amr bin Umayyah berpendapat sebaiknya mereka kembali untuk menceritakan kejadian pahit ini kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun Al-Mundzir menolak dan lebih suka turun menyerang kaum musyrikin. Diapun turun dan menyerang hingga terbunuh pula. Akhirnya 'Amr tertawan, namun ketika dia menyebutkan bahwa dia berasal dari kabilah Mudhar, 'Amir memotong ubun-ubunnya dan membebaskannya.

'Amr bin Umayyah pun pulang ke Madinah. Setibanya di Al-Qarqarah sebuah wilayah dekat Al-Arhadhiyah, sekitar 8 pos dari Madinah dia berhenti berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian datanglah dua laki-laki Bani Kilab dan turut berteduh di tempat itu juga. Ketika keduanya tertidur, 'Amr menyergap mereka dan dia beranggapan bahwa ia telah membalaskan dendam para shahabatnya. Ternyata keduanya mempunyai ikatan perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak disadarinya. Setelah tiba di Madinah, dia ceritakan semuanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau pun berkata:

"Sungguh kamu telah membunuh mereka berdua, tentu saya akan tebus keduanya."1

Inilah antara lain yang juga menjadi penyebab terjadinya perang Bani An-Nadhir yang akan dikisahkan pada edisi mendatang, Insya Allah.

Dari kisah ini, ulama menyimpulkan bahwa qunut yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hanyalah qunut nazilah. Dan itupun beliau lakukan selama satu bulan, mendoakan kejelekan terhadap Bani Lihyan, 'Ushaiyyah dan lain-lain. Bukan terus-menerus sebagaimana dilakukan sebagian kaum muslimin hari ini.

Ini diriwayatkan juga oleh Al-Imam Ahmad dan lainnya dari hadits Anas bin Malik radhiallahu 'anhu:

"Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam qunut selama satu bulan lalu meninggalkannya."

Demikian pula yang disimpulkan oleh Ibnul Qayyim dalam pembahasan masalah qunut ini, lihat kitab Zaadul Ma'ad (1/273-285).

Terakhir, beliau mengatakan bahwa yang diriwayatkan dari shahabat tentang qunut ini ada dua, yaitu:

a. Qunut ketika ada musibah atau bencana yang menimpa (nazilah) seperti qunut yang dilakukan Ash-Shiddiq radhiallahu 'anhu ketika para shahabat memerangi Musailamah Al-Kadzdzab dan ahli kitab. Juga qunut yang dilakukan 'Umar dan 'Ali ketika menghadapi pasukan Mu'awiyah dan penduduk Syam.

b. Qunut yang mutlak, yang dimaksud adalah memanjangkan rukun shalat (seperti berdiri, sujud, dan lainnya) untuk berdoa dan memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala. Wallahu a'lam.

Footnote:

1 Lihat Tarikh Ath-Thabari 2/81, Tafsir Ibnu Katsir 1/429, 4/332.

Sumber: http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=355

Ada Apa Dengan Lalat ?

Posted: 19 Mar 2013 10:30 PM PDT

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah pulalah yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar benarnya. Sesungguhnya Allah benar benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa" (QS Al Hajj :73-74)
Ayat ini merupakan kemujizatan tersendiri pada waktu itu ketika Allah menantang mereka (orang orang kafir) bahwa sesembahan selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun, sebab penciptaan menjadi milik prerogative Sang Pencipta yang tidak ada tandingannya.

Adapun tantangan lain, dan mukjizat besar yang terkandung dalam ayat ini dan merupakan langkah maju mendahului sains modern sebagai berikut :

Ketika lalat mengambil sesuatu di makanan, ia mengeluarkan getah khusus yang berasal dari air liurnya, lalu dengan kecepatan tinggi yang diperkirakan mencapai sepersekian detik,  getah tersebut sudah tercampur dengan makanan , sehingga memudahkan lalat untuk menyerapnya dengan belalainya.

Karena itu, makanan yang sudah dirampas lalat, meski remeh dan tidak bernilai, tetap tidak bisa diselamatkan dan direbut kembali, sebab dengan efek getah  tersebut ia sudah berubah secara kimiawi menjadi komposisi  jenis khusus sebelum ke dalam perut lalat, sehingga orang akan kewalahan untuk merebut kembali makanan yang telah dicuri lalat.

Ayat ini juga mengandung aspek kemukjizatan lain yang baru diketahui seiring dengan kemajuan disiplin ilmu serangga, yaitu kemampuan lalat dalam menularkan virus virus penyebab penyakit.

Manusia maupun sesembahan mereka selain Allah tidak akan mampu menciptakan serangga lemah seperti lalat. Lebih dari itu, merekapun tidak akan mampu merebut kembali sesuatu yang telah dirampas lalat, entah itu makanan, minuman, kesehatan hingga sebabnya hilangnya nyawa. Mereka bahkan jauh lebih lemah lagi, sementara Allah Maha Perkasa lagi Maha Digdaya. Namun ironisnya, meminjam istilah Al Quran, mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan sebagaimana mestinya.  – Kemukjizatan Al Quran dan Sunnah – Prof DR Yusuf al Hajj Ahmad)(eramuslim)

KEBERANIAN AL IMAM AN NAWAWI DALAM MENYAMPAIKAN KEBENARAN

Posted: 19 Mar 2013 10:27 PM PDT

Di antaranya, riwayat yang menyebutkan bahwa Azh-Zhohir Bibars tatkala hendak memerangi tartar di Syam, dia mengambil fatwa dari ulama tentang bolehnya mengambil harta rakyat (pajak) sebagai penyokong untuk memerangi mereka. Maka fuqoha' Syam menulis surat kepadanya tentang hal itu, lalu mereka membolehkannya.

Dia bertanya, "Apakah masih ada orang lagi?"

Dikatakan kepadanya, "Ya, tinggal Syaikh Muhyiddin An-Nawawi."
Dia pun memintanya untuk hadir.

Ketika hadir, dia mengatakan kepadanya, "Tulislah dengan tulisanmu bersama para fuqoha' lainnya." An-Nawawi menolak.

Dia mengatakan, "Mengapa engkau menolak?"

An-Nawawi menjawab, "Aku tahu bahwa engkau dahulu sebagai budak Amir Bandaqor sementara engkau tidak punya harta, kemudian Allah memberikan anugerah kepadamu dan menjadikanmu sebagai raja. Aku mendengar bahwa engkau punya seribu budak laki-laki, tiap-tiap budak memiliki ikat pinggang terbuat dari emas, dan engkau punya seratus budak wanita, tiap-tiap budak wanita memiliki hak berupa perhiasan. Jika engkau menafkahkan semua itu, dan engkau menyisakan ikat pinggang dari tembaga pada budak-budakmu sebagai ganti ikat pinggang yang terbuat dari emas, serta engkau menyisakan pakaian pada sahaya wanitamu dengan tanpa perhiasan, maka aku menfatwakan padamu untuk mengambil harta dari rakyat."

Azh-Zhohir pun marah terhadap ucapannya, seraya mengatakan, "Keluarlah dari negeriku!" Yakni Damaskus.

Dia (An-Nawawi) mengatakan, "Aku mendengar dan patuh." Kemudian dia pergi ke Nawa.

Para Fuqoha' mengatakan, "Orang ini adalah salah satu pemuka ulama dan orang sholeh kami, serta salah seorang yang menjadi panutan kami. Karena itu, kembalikanlah dia ke Damaskus."

Raja pun merekomendasikan untuk mengembalikannya ke Damaskus. Namun Syaikh menolaknya seraya mengatakan, "Aku tidak akan memasukinya, sedangkan di sana terdapat Azh-Zhohir." Kemudian setelah selang sebulan, dia wafat.

{Dinukil dari Ulama' wa Umaro', karya Asy-Syaikh Wahid 'Abdussalam Bali,hal.71. Dikutip dari "Min A'lam As-Salaf" Asy-Syaikh Dr. Ahmad Farid. Edisi terjemah; Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah. Darul Haq.}

SUSU KAMBING Sunnah Rasulullah SAW yang telah dilupakan

Posted: 19 Mar 2013 10:19 PM PDT

Susu Kambing
Oleh R Syarif Ario Dgs

Riwayat dari sahabat Rasulullah yaitu Ibnu Abbas ra, "Aku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Khalid bin al Walid masuk ke rumah Maimunah. Maimunah menyuguhkan kepada kami satu wadah berisi susu kambing. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas meminumnya. Aku berada di sebelah kanan Rasulullah sedangkan Khalid ada di sebelah kiri Rasulullah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika minum susu maka ucapkanlah, 'Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu' (Ya Allah berkahilah kami pada susu ini dan tambahkanlah untuk kami lebih dari itu) karena tidak ada makanan dan minuman yang setara dengan susu." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (5957)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada satupun makanan yang bisa menggantikan makanan dan minuman melebihi susu".

Hadits di atas diriwayatkan oleh Ahmad 3/302 dengan sanad yang sahih. Kisah di atas asalnya ada di Muwatha' dan Sahih Bukhari Muslim. Juga tercantum dalam Sahih Tirmidzi no 3455

KHASIAT LUAR BIASA SUSU KAMBING

Susu kambing adalah minuman yang tidak kalah bergizinya dibandingkan dengan susu sapi. Bahkan keluhan-keluhan kesehatan yang sering dijumpai akibat minum susu sapi tidak pernah ditemui beritanya pada orang-orang yang mengkonsumsi susu kambing.

Susu kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai alergi terhadap susu sapi. Boleh jadi itulah hikmahnya mengapa dalam riwayat-riwayat shahih tentang kehidupan Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya kita temui kisah mereka minum susu kambing, dan bukan susu sapi!

Namun, manfaat susu kambing sayangnya masih belum disadari oleh kebanyakan kaum muslimin termasuk bangsa Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbanyak di dunia.



Sebagaimana di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat, di Indonesiapun susu sapi dan berbagai produk olahannya lebih memasyarakat dan lebih mudah dijumpai di pasaran dibandingkan dengan susu kambing.



Sunnah Rasulullah yang telah dilupakan

Rasulullah saw. pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dalam HR. Muslim bahwa Islam datang dalam keadaan asing dan pada akhirnya akan datang suatu masa di mana Islam akan menjadi asing kembali. Karena dalam memahami dan mempraktekkan ajaran-ajaran Islam seorang muslim diperintahkan Allah SWT untuk meneladani Rasulullah saw. (QS. 33: 21)[1], maka dalam sejarahnya terdapat pula masa di mana praktek meneladani semaksimal mungkin seluruh sikap dan perilaku sehari-hari Rasulullah â€" termasuk kebiasaan makan dan minumnya â€" mengalami masa awal yang asing dan masa kemudian yang asing pula. Di antara jenis minuman yang biasa diminum oleh Rasulullah saw. adalah susu kambing segar, yakni langsung diminum sesudah diperah dari ambing kambing (kisah Abdullah bin Masud pada masa remaja saat dia menggembalakan kambing milik Uqbah bin Muaith)[2].

Namun, berapa persen dari penduduk muslim di seluruh dunia ini â€" terlepas dari kemampuan ekonominya yang punya kebiasaan minum susu kambing? Atau lebih spesifisik lagi: berapa persen dari seluruh kaum muslimin di dunia ini yang tahu akan manfaat susu kambing?

Sulit untuk menemukan adanya data statistik aktual tentang jumlah konsumsi susu kambing di seluruh dunia, apalagi di negara-negara yang penduduknya sebagian besar muslim karena pada umumnya data internasional tentang produksi, konsumsi dan kebutuhan susu ternak yang didokumentasikan dengan baik adalah untuk susu sapi]. Bahkan tidak ada data dunia untuk jumlah populasi ternak ruminant kecil (kambing dan domba) yang dibedakan tujuan produknya (sebagai pemasok daging, serat wol, kulit ataukah susu).

Namun, dari data yang tersedia nampak bahwa produsen susu kambing yang paling produktif (dalam kg susu/ekor/tahun) di dunia adalah negara Eropa Barat dan Timur yang sebagian besar penduduknya non-muslim seperti misalnya Perancis (400), Rusia (125), Spanyol (121), Italia (115), dan Yunani (78). Sedangkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Aljazair (47), Irak (35), Sudan (31), Turki (30), Pakistan (17) dan Indonesia (15) produktifitas susu kambingnya sangat rendah. Juga dari muamalah penulis dengan sesama muslim, baik bangsa sendiri maupun bangsa asing yang tinggal di Jerman, dan dari pengamatan terhadap ketersediaan susu sapi dan susu kambing di pasar, toko maupun pusat-pusat perbelanjaan diduga kuat bahwa jawaban atas kedua pertanyaan di atas adalah: tidak banyak.

Kontroversi Susu Kambing dan Susu Sapi

Pada umumnya konsumsi susu ternak dianjurkan karena potensinya sebagai sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Bahkan sebagai sumber kalsium – dengan pola makan masyarakat yang umumnya sangat kurang konsumsi sayur segarnya – nyaris susu tak bisa digantikan dengan bahan makanan lainnya. Oleh karena itu, pada umumnya ahli pangan dan gizi sangat menganjurkan untuk minum susu setiap hari. Namun, seorang ahli pangan yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan terhadap kesehatan dan proses timbul dan sembuhnya berbagai macam penyakit, Norman W. Walker telah membuktikan bahwa susu kecuali susu kambing segar adalah bahan makanan yang paling banyak menimbulkan lendir di dalam tubuh manusia[6]. Beliau juga mengamati bahwa susu yang paling cocok untuk dikonsumsi manusia (selain bayi yang belum lepas dari air susu ibu) adalah susu kambing segar. Dinyatakannya pula bahwa pemanasan di atas suhu 48°C justru merusak nilai fisiologis susu kambing dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena merangsang timbulnya lendir yang berlebihan suatu hal yang sangat kontroversial bagi ahli gizi dan teknologi pengolahan pangan pada umumnya.

Di antara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi susu sapi adalah kegemukan, asma, infeksi paru-paru, pilek alergi (misal alergi serbuk sari) dan tuberkulosis6, meskipun pada umumnya ahli gizi dan dokter berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makanan sumber berbagai macam antibodi untuk melawan penyakit.

Allah SWT. telah berfirman bahwa susu adalah minuman yang disediakan-Nya bagi manusia (QS. 16: 66, 23: 21). Allah juga menyebutkan bahwa minuman susu itu mudah ditelan oleh manusia. Dalam istilah ilmu gizi tentunya mudah ditelan ini maksudnya adalah mempunyai arti fisiologis yang baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan hamba-hamba-Nya dengan menunjukkan sumber minuman yang justru menimbulkan berbagai macam penyakit.

Maka dalam kontroversi manfaat ataukah kerugian yang akan kita rasakan sesudah mengkonsumsi susu sapi perlu dikaji secara menyeluruh, bukan hanya untuk satu jenis gangguan kesehatan semata. Kalau dikatakan susu sapi bisa menjadi sumber antibodi untuk melawan penyakit tertentu, sedangkan di sisi lain status kesehatan orang yang bersangkutan tidak dimonitor secara menyeluruh (misal alergi tetap ada dan berat badan semakin bertambah tanpa bisa dikontrol), maka boleh jadi memang ada manfaat dari susu sapi bagi kesehatan manusia di samping banyak mudhorot yang ditimbulkannya.

Ini mirip dengan yang telah berlaku bagi minuman keras (khamr), tapi dalam khamr ini Allah jelas-jelas telah membongkar rahasianya dengan berfirman bahwa di dalam khamr memang bisa ditemui ada manfaatnya (paradoks Perancis dengan khamr anggur merahnya), namun kemudhorotannya jauh lebih besar. Dengan demikian maka besarnya konsumsi susu sapi oleh kaum muslimin selama ini bisa jadi hanya disebabkan oleh keterbatasan ilmu manusia yang keliru dalam menafsirkan ayat tentang susu dalam Al Qur’an sebagai susu ternak apa saja termasuk sapi, sedangkan seharusnya adalah susu kambing. Bukti-bukti ilmiah tentang manfaat susu kambing terhadap kesehatan sebetulnya telah diperoleh manusia hanya saja secara umum publikasinya masih kalah dibandingkan dengan susu sapi.

Sembuhkan Radang Usus? Konsumsi Saja Susu Kambing

MUNGKIN Anda biasa mengonsumsi susu yang berasal dari sapi. Tapi tahukah Anda, bahwa susu kambing juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan Anda. Berikut ini ulasannya.

Susu kambing dihomogenkan secara alami, dan gelembung-gelembung lemak dalam susu ini dengan mudah memisahkan diri dan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi. Ini membuatnya mudah diserap oleh tubuh dan pencernaan dengan mudah. Orang dengan masalah usus bisa mengatasi penyakit radang usus dengan susu kambing. Sifat probiotik terkait dengan susu kambing mendorong pengembangan sistem pencernaan yang baik, demikian yang dilansir Magforwoman.

Manfaat susu kambing lainnya adalah memiliki 35 persen asam lemak lebih tinggi, bila dibandingkan dengan tujuh belas persen asam lemak dalam susu sapi. Nutrisi, susu kambing lebih sehat dan lebih baik dikonsumsi mentah bahkan bagi mereka yang tidak toleran laktosa. Susu kambing juga membantu menurunkan tingkat kolesterol dan bekerja dengan baik bagi mereka dengan masalah usus.

Asam lemak antimikroba seperti asam kaprilat dan kaprat ditemukan dalam susu kambing.Susu kambing juga dipercaya sebagai salah satu bentuk pengobatan untuk bisul. Tidak adanya protein kompleks dalam susu kambing yang membuat Anda kurang alergi bila dibandingkan dengan susu sapi. Susu ini memiliki kemampuan untuk menenangkan saluran pencernaan Anda dan memuaskan rasa lapar, bahkan baik untuk anak-anak.

Ribuan orang telah melaporkan bahwa susu sapi telah membuat mereka alergi dan rentan terhadap penyakit pernapasan. Susu kambing merupakan alternatif yang membantu untuk mengatasi masalah tersebut. Lemak tinggi dalam susu sapi adalah alasan untuk penumpukan lendir dalam tubuh. Gelembung-gelembung lemak yang ada dalam susu kambing dapat menghindarkan Anda dari gangguan masalah usus.


Sumber : Swara muslim dan okezone

MERAMPAS TANAH MILIK ORANG LAIN

Posted: 19 Mar 2013 10:14 PM PDT

Jika telah hilang rasa takut kepada Allah, maka kekuatan dan kelihaian menjadi bencana bagi pemiliknya. Ia akan menggunakan anugerah itu untuk berbuat zhalim, misalnya dengan menguasai harta orang lain. Termasuk di dalamnya merampas tanah milik orang lain. Ancaman buat orang yang melakukan hal tersebut sungguh amat keras sekali.


Dalam hadits mar'fu dari Abdullah bin Umar disebutkan:
"Barangsiapa mengambil tanah (orang lain) meski sedikit dengan tanpa hak niscaya dia akan ditenggelamkan dengannya pada hari Kiamat sampai ke (dasar) tujuh lapis bumi."( Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Al-Fath, 5/103.)

Ya'la bin Murrah radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Siapa saja yang menzhalimi (dengan mengambil) sejengkal dari tanah (orang lain), niscaya Allah membebaninya menggali tanah tersebut (dalam riwayat Ath-Thabrani: menghadirkannya) hingga akhir dari tujuh lapis bumi, lalu Allah mengalungkannya (di lehernya) pada hari Kiamat sampai seluruh manusia diadili." ( Hadits riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, 22/270; Shahihul Jami', 2719.)

Termasuk di dalamnya, mengubah batas dan patok-patok tanah, sehingga tanahnya menjadi luas dengan mengurangi tanah milik tetangganya. Mereka itulah orang-orang yang dimaksud oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sabdanya,
"Allah melaknat orang yang mengubah tanda-tanda (batasan) tanah."( Hadits riwayat Muslim, Syarh An-Nawawi, 13/141.)

(Dari kitab "Muharramat Istahana Bihan Naas" karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid / alsofwah)



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL Awal Mula Qunut Nazilah & Peristiwa Bi’r Ma’unah ...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/03/zilzaal_20.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.