Minggu, 10 Maret 2013



ZILZAAL


Kegagalan Sistem Pertahanan Kubah Besi Zionis

Posted: 10 Mar 2013 01:31 PM PDT

 Dua pakar Zionis dan seorang pakar Amerika bidang sistem pertahanan rudal, meragukan kemampuan sitem pertahanan "Iron Dome" (Kubah Besi) yang dikembangkan industri senjata Zionis dengan dukungan dana dan teknologi Amerika. Setelah mereka membuktikan penelitiannya dan fakta konkrit kegagalan sistem "Kubah Besi", yang membuktikan hasil-hasil nyata bahwa sistem ini hanya mampu menghadang 5% saja dari roket yang ditembakkan perlawanan Palestina dari Jalur Gaza.  
Analis militer yang juga mantan pilot di Angkatan Udara Zionis, Reuven Bdehtsor, di koran esainya di harian Zionis "Haaretz" mengatakan, "Hasil penelitian tiga pakar membuktikan keberhasilan 'Iron Dome' hanya mampu mencegat 5% saj rudal 'Grad' yang diluncurkan oleh perlawanan Palestina dan bukan 84% sebagai diumumkan oleh militer Zionis  di akhir operasi serangan militer 'pilar awan' terhadap Jalur Gaza pada bulan November lalu."

Bdehtsor mengutip dari pakaar asal Amerika Profesor Theodore Bustol yang mengatakan, "Jika definisi keberhasilan menghadang oleh sistem irom Dome adalah menghancurkan hulu ledak rudal yang menyerang ('Israel'), maka prosentase selama operasi 'Pilar Awan' sangat rendah dan mungkin hanya lima persen saja."

Dia menambahkan bahwa dua pakar lain, yaitu Dr. Mordechai Scheffer (yang sebelumnya bekerja di otoritas pengembangan senjata Zionis "Rafael") dan seorang ilmuwan berinisial 'D' yang bekerja di perusahaan pembuat rudal anti misil "Rithiion", keduanya menekankan bahwa keberhasilan "Iron Dome" dalam menghadang roket Palestina jauh dari tingkat keberhasilan yang diumumkan oleh militer Zionis yaitu 84 persen.

Bdehtsor menyatakan bahwa ketiga ahli, yang melakukan penelitian mereka secara terpisah, mereka melakukan analisis terhadap puluhan video rekaman selama perang dan menemukan bahwa semua letusan api, yang muncul dalam video, yang menunjukkan kepada pemirsa bahwa itu adalah aksi penghadangan rudal yang sukses, pada kenyataannya tidak lebih hanya ledakan yang berasal dari ledakan-diri rudal "Iron Dome" dan bukan karena mengenai target, yaitu roket Palestina.(infopalestina)

Penelitian Ilmiah: Menghafal Al-Qur’an Melindungi dari Stress

Posted: 10 Mar 2013 12:53 PM PDT

Hasil Penelitian Ilmiah di Universitas al-Imam Muhammad bin Sa'ud al-Islamiyyah membuktikan ketika kadar hafalan al-Qur'an siswa meningkat maka akan meningkat pula kesehatan jiwanya.

Penelitian yang dilakukan oleh Prof. DR. Shalih bin Ibrahim, professor ilmu Kesehatan Jiwa, terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama, para mahasiswa-mahasiswi Universitas Malik abdul Aziz di Jeddah. Jumlah mereka 170 orang. Kelompok kedua, Para mahasiswa-mahasiswi Ma'had al-Imam asy-Syatibi li ad-Dirasah al-Qur'aniyyah, filial Universitas al-Khairiyah Litahfidzil Qur'an al Karim di Jeddah. Jumlah mereka sama, yaitu 170 orang.


    "sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur'an dan mengajarkannya." HR. Bukhari

Para mahasiswa yang memiliki hafalan yang bagus memiliki kesehatan jiwa yang jauh lebih tinggi. Ada 70 penelitian umum dan Islam, seluruhnya menguatkan pentingnya dien untuk meningkatkan kesehatan dan ketentraman jiwa.

Sebuah penelitian di di Saudi juga menunjukkan peran al-Qur'an dalam meningkatkan kecerdasan bagi anak-anak sekolah dasar dan Pengaruh positif hafalan al Qur'an bagi kesuksesan akademik para mahasiswa.

Penelitian ini sebagai bukti nyata adanya hubungan antara beragama dengan berbagai fenomena hidup. Di antaranya yang paling urgen adalah menghafal al-Qur'an. Siswa yang memiliki hafalan al-Qur'an memiliki kesehatan jiwa yang lebih baik dibandingkan dengan siswa-siswa yang tidak beragama dengan baik, atau tidak menghafalkan al-Qur'an sedikitpun atau hafalan mereka hanya surat-surat dan ayat-ayat pendek.

Penelitian tersebut berpesan agar menghafalkan al-Qur'an dengan sempurna bagi para siswa-siswi di tingkat universitas, untuk menghasilkan nilai positiv bagi kehidupan dan akademik mereka. Mendorong mereka melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dan hal itu merupakan sarana terpenting untuk memperoleh kesehatan jiwa yang tinggi.

Penelitian itu juga menasihatkan kepada para guru agar meningkatkan standar hafalan bagi murid-murid mereka, walau dijadikan sebagai kegiatan ekstra kurikuler, karena memiliki manfaat dan pengaruh yang bagus untuk kesuksesan belajar dan kesehatan jiwa mereka

sumber : voa-islam.com

INILAH ALASAN KENAPA SYAIKH SA’AD AL GHAAMIDY MENOLAK MENJADI IMAM DI MASJIDIL HARAM

Posted: 10 Mar 2013 12:49 PM PDT

 Siapa yang tidak kenal dengan syaikh Sa'ad Al-Ghaamidy, qaari' masyhuur, si empunya suara yang indah dan empuk ketika membaca Al-Qur'an? Bahkan konon katanya ibu-ibu pengajian di Indonesia kalau mendengar murattalnya syaikh ini, hampir semua mereka bercucuran air mata karena seakan-akan alunan suaranya membawa mereka terbang kembali ke Makkah, seakan berada di dalam Al-Masjid Al-Haraam. Namun anehnya kenapa syaikh Sa'ad Al-Ghaamidy tidak diangkat saja menjadi salah satu imam di Al-Masjid Al-Haraam di Makkah Al-Mukarramah? Bukankah bacaan beliau termasuk yang paling bagus di antara sederetan qurraa' kenamaan lainnya?
Demikian hati ini selalu bertanya sejak pertama kali ku menetap di Saudi.


Ternyata, di sana ada cerita. Cerita yang membuatku terharu dan menambah kekagumanku pada beliau, hafizhahullaah.

Cerita ini dilansir oleh redaksi majalah "Nun", ketika tim redaksi melakukan kunjungan ke kantor tempat beliau bekerja, Markaz Manaar -l Huda, di Dammaam. Di antara pertanyaan yang disampaikan kepada beliau dalam kunjungan tersebut adalah:

Penanya: "Sejauh apa kebenaran berita yang mengatakan bahwa Anda ditawari untuk menjadi imam di Al-Haram Al-Makky (Al-Masjid Al-Haraam) oleh Al-Amiir 'Abdul Majiid rahimahullaah? Apa sebab Anda menolak tawaran tersebut?"

Syaikh: "Ya, saya pernah ditawari untuk menjadi imam Al-Haram Al-Makky beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi saya menolaknya dalam rangka memenuhi keridhaan kedua orang tua saya yang menginginkan saya agar tetap tinggal bersama mereka. Saya tidak pernah menyesal telah menolak tawaran tersebut." (sumber: Majalah "Nun", no. 46)

Yaa lahuu min qaraar, maa asyja'ah
wa yaa lahuu min jawaab, maa ajmalah

Ya Allah jadikanlah kami anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtua kami, dan anugerahkanlah kepada kami anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.

*dari Abu Yazid Nurdin

Kapal Yang Bisa Mendaki Bukit

Posted: 10 Mar 2013 12:48 PM PDT

Referensi dari strategi perang yang sangat inspiratif itu antara lain dari kemenangan yang legendaris tentara Islam di Constantinople yang kemudian berubah nama menjadi Islambul (Islam penuh), tetapi nama ini kemudian diplesetkan oleh kaum sekularis Turki menjadi Istambul hingga kini.

Ketika Constantinople akhirnya bisa ditaklukan oleh panglima perang terbaik – Muhammad Al-Fatih dengan tentara terbaiknya 29 Mei 1453, itu kabar baiknya sudah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri 8 abad sebelum peristiwa terjadi.
Bahwa Muhammad Al-Fatih dipuji oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam 8 abad sebelum kelahirannya – sebagai pemimpin perang terbaik dengan pasukan terbaik yang akan menaklukkan Constantinople, tentu amat sangat banyak yang bisa dipelajari dari Sultan yang di dunia barat disebut sebagai "Mehmet the Conqueror" (Mehmet Sang Penakluk) ini.

Ketika penaklukan itu terjadi dia baru berusia 21 tahun lebih 2 bulan (Kalender Masehi - sekitar 22 tahun Kalender Hijriyah), hafal Al-Qur'an sejak belia, menguasai tujuh bahasa dan berbagai bidang keilmuan yang ada pada jamannya, tidak pernah meninggalkan sholat jamaah sebagaimana dia juga perintahkan ke seluruh prajuritnya – dan bahkan dia sendiri tidak pernah meninggalkan sholat malam sejak dia balig.

Meskipun berbagai cara untuk penaklukan Constantinople dilakukan sejak beberapa generasi sebelumnya tanpa membuahkan hasil, cerita bahwa suatu saat Constantinople akan bisa ditaklukkan ini dahulu diteruskan dari generasi ke generasi pada jamannya.

Hingga sampai suatu saat - dengan ijin Allah - Muhammad Al-Fatih dengan bekal ketaatan dan kekuatan sholat malamnya, dengan bekal pengetahuannya yang sangat luas termasuk science pada jamannya – dia mampu membangun strategy perang yang tidak pernah terbayangkan oleh orang lain sebelum jamannya – maka penaklukkan Constantinople itu bisa benar-benar terealisir.

Penaklukan ini sekaligus menjadi bukti kebenaran Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam : "Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan, maka sebaik-baik pemimpin pasukan adalah pemimpin pasukannya dan sebaik-baik pasukan-adalah pasukannya" (HR. Ahmad)

Salah satu strategy Muhammad Al-Fatih yang benar-benar out of the box sehingga pihak musuh-pun tidak pernah menduga sebelumnya adalah mendaratkan 70-an kapalnya, menariknya dengan landasan kayu yang diberi minyak binatang, mendaki bukit Galata menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 16 km – dan itu hanya dilakukannya dalam waktu semalam !.

Keesokan harinya pasukan Byzantine yang memusatkan perhatiannya ke selat Bosporus dengan benteng-bentengnya yang sangat kokoh menghadang setiap musuh yang datang dari selat tersebut, terkejut bukan kepalang karena armada 70-an kapal pasukan Muhammad Al-Fatih sudah berada di wilayah yang disebut tanduk emas (Golden Horn) mereka dengan titik pertahanan yang relatif lebih lemah (karena sudah dijaga di depan).

Saking tidak terpikirnya oleh mereka apa yang mereka hadapi saat itu, sampai-sampai sebagian pasukan Byzantine mengira hantu-hantulah yang membawa kapal-kapal Al-Fatih sampai bisa masuk ke belakang garis pertahanan mereka yang sangat kokoh. Sejak saat itulah pasukan Constantine terpecah konsentrasinya, menjadi kurang PD dan tembok pertahanan mereka mudah dihancurkan.

Dari mana orang seperti Muhammad Al-Fatih bisa berfikir di luar kebiasaan orang pada jamannya, di luar jangkauan kemajuan science yang tercapai saat itu ? bahwa kapal –kapal perangnya harus bisa mendaki bukit selain juga tentu harus bisa berlayar selayaknya kapal pada umumnya ?.

Itulah yang saya sebut dalam sejumlah tulisan sebelumnya sebagai bentuk aplikasi ayat "…bi a'yuninaa wa wahyinaa…" atau " …dengan pengawasan Kami dan dengan wahyu Kami…".(QS 11 :37 dan QS 23 :27). Nabi Nuh bisa membuat kapal yang menyelamatkan penduduk bumi yang taat dan seisinya, meskipun dia bukan seorang insinyur kapal.

Nabi Ibrahim 'Alaihi Salam bisa membangun bangunan yang hingga kini tidak hentinya dikunjungi manusia dari seluruh penjuru bumi – yaitu Ka'bah, bukan karena dia seorang arsitek. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bisa membangun Negara yang sempurna, meskipun beliau adalah seorang yang umi. Semua itu dimungkinkan karena diawasi langsung olehNya dan diberi petunjukkanya langsung dalam wahyu-wahyu yang disampaikanNya.

Sebesar apapun pekerjaan itu, bila Dia sendiri yang mensupervisi pelaksanaannya dan Dia pula yang memberikan juklak atau petunjuk pelaksanaannya, maka yang nampaknya tidak mungkin menjadi mungkin.

Strategi yang luar biasa yang tidak terbayang oleh musuh, seperti menarik kapal melintasi bukit yang dilakukan oleh Muhammad Al-Fatih bersama para pasukannya tersebut di atas tentu juga karena mendapatkan pengawasan langsung dari Allah dan dengan petunjuk melalui Wahyu-wahyuNya "…bi a'yuninaa wa wahyinaa…" – yaitu ayat-ayat Al-Qur'an yang dihafalnya sejak dia masih kecil.

Lantas pelajaran apa yang bisa kita ambil dari penaklukan Constantinople oleh panglima perang terbaik dengan pasukan terbaik tersebut di atas ?

Pertama tidak ada cara lain untuk menjadi unggul bagi umat ini kecuali kita bisa mencontoh bagaimana umat ini dahulu diunggulkan, dari generasi para nabi – hingga generasinya Muhammad Al-Fatih pasca era kenabian.

Kedua kita harus mampu memikirkan strategy yang out of the box untuk menaklukan musuh-musuh kita, strategi yang WOW yang sekaliber 'menarik kapal mendaki bukit' –nya Muhammad Al-Fatih.

Ketiga strategy tersebut akan dimungkinkan bila kita bisa membangun atau menyiapkan orang-orang yang yang mendekati kaliber Muhammad Al-Fatih dalam hal keimanannya, penguasaan Al-qur'annya, penguasaan bahasanya, ilmu pengetauannya sampai sholat jamaah dan qiyamul –lail-nya.

Untuk memenangkan persaingan di bidang apapaun - termasuk usaha, kita harus mampu berfikir dengan apa yang tidak terfikirkan oleh siapapun sebelumnya – Think the Unthinkable !, dan itu hanya bisa terjadi bila kita disupervisi dan dituntun langsung oleh petunjuk-petunjukNya "…bi a'yuninaa wa wahyinaa…" . InsyaAllah.(MKYDMI)

KISAH UNIK PEMABUK YANG MENJADI IMAM ...

Posted: 10 Mar 2013 12:47 PM PDT

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Ada dua pemuda penduduk asli Madinah al-Munawarah. Keduanya tamasya ke Turki untuk mengisi liburan mereka, dengan bersenang2 dan menenggak khamr.

Ketika telah sampai Istambul, keduanya membeli khamr secara sembunyi2, lalu menaiki taxi menuju daerah Riifah dan tinggal di sebuah hotel. Pada saat chek in, resepsionis bertanya asal negera mereka. Salah satu dari keduanya menjawab, "dari Madinah."


Terlihat binar bahagia resepsionis mendngar asal kedua pemuda itu. Disiapkan untuk keduanya paviliyun dengan harga kamar biasa, demi memuliakan tamu yang berasal dari kota Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Alangkah gembiranya keduanya menerima penghormatan itu. Mereka melalui malamnya dgn menenggak khamr. Satu dari keduanya mabuk, sedangkan satunya lagi setengah mabuk hingga mereka tidur.

Tiba2, ada seseorang mengetuk pintu depan. Salah seorang dari keduanya bangun membuka pintu dgn setengah sadar karena kantuk.

Ternyata ada pelayan hotel yg kemudian berkata, "Permisi, Imam masjid kami menangguhkan shalat Shubuh begitu mendengar ada tamu dari Madinah yg menginap di sini, maka kami menunggu Anda berdua di masjid bawah."

Seperti tersambar petir ia mendengarnya. Buru-buru ia membangunkan temannya dan bertanya, "Kamu punya hafalan al-Qur'an nggak?"

Ia menjawab, "Ada, tapi tidak mungkin saya berdiri sebagai imam." Keduanya berpikir keras utk keluar dari 'masalah' tersebut. Belum lagi jalan keluar ditemukan, kembali pelayan hotel mengetuk pintu, "Mohon sedikit dipercepat, kami sudah menunggu Anda di masjid bawah, takut kesiangan."

Buru2 keduanya mandi dan 'terpaksa' turun ke masjid. Ternyata masjid penuh seperti layaknya shalat Jumat. Para jama'ah menyalami keduanya seperti layaknya khalayak menyambut seorg ulama.

Salah satu dari keduanya maju menjadi imam. Iapun berusaha mantapkan hati dan bertakbir. Dan tatkala ia mulai membaca..."alhamdulillahi rabbil 'aalamiin.." tiba-tiba menangislah jamaah masjid merasa seakan shalat di masjid Nabawi, karena imamnya berasal dari Madinah.

Imam pun terbawa suasana hingga turut menangis sebagaimana makmumnya. Tak ada surat lain yang dibaca selain surat al-Ikhlas di sholat itu.

Usai shalat, orang2 mndekati imam shalat seakan ingin mengenal lebih dekat dan menyalaminya. itulah awal hidayah menyapa dua pemuda peminum khamr itu. Kini keduanya (bertaubat) menjadi da'i di jalan Allah, Allahu Akbar ... walilla hil hamd ..

... Ada kalanya Allah mengkondisikan dirimu dengan suatu 'masalah' dan 'kesulitan', tapi bisa jadi itu adalah cara Allah memperbaiki dirimu ...

Wallahu'alam bishshawab

Imam Mahdi "Sudah Ada" di Antara Kita

Posted: 10 Mar 2013 12:46 PM PDT

Ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat  dengan tanda-tanda besar Kiamat.

Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.


Jika tanda-tanda kecil Kiamat  sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat  dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.

Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam bersabda yang artinya:

"Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman." (HR Ahmad)

Nabi shollallahu 'alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.

Beberapa waktu lalu, saya "searching" dan mendapatkan kabar bahwa telah lahir seorang bayi (9tahun lalu), yang di luar akal manusia, ketika masih bayi, ia dapat berbicara dan memulai pembicaraanya dengan ucapan "Assalaamu'alaykum", yang kemudian melanjutkan ucapannya dengan kabar, bahwa ia adalah seseorang yang akan di bunuh oleh Dajjal.

Dari sini saya teringat hadits Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang menyebutkan tentang kisah seorang pemuda yang dibunuh oleh oleh Dajjal. Dalam riwayat Imam Muslim (2938) dari hadits Abu Sai'id al-Khudri terdapat kisah menarik tentang pertarungan antara Dajjal dengan seorang mukmin, ringkasnya:

Ada seorang pemuda beriman datang kepada Dajjal seraya berkata padanya, "Wahai manusia, ini adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah dalam haditsnya!"
Dajjal berkata, " Apakah kamu beriman padaku?"
Jawab pemuda itu, "Kamu adalah pendusta".
Pemuda itu kemudian digergaji sehingga terbelah menjadi dua, lalu Dajjal melewati dua potongan badannya kemudian menyuruhnya berdiri.
Pemuda itupun berdiri lagi seraya berkata, "Saya malah bertambah mantap tentang dirimu bahwa engkau adalah Dajjal yang dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam!".
Setelah itu, Dajjal ingin membunuhnya tetapi tidak bisa".

Hampir dapat dipastikan jika peristiwa ini benar, Imam Mahdi sudah ada di antara kita, jika orang yang akan dibunuh oleh Dajjal lahir baru-baru ini. Imam Mahdi akan umur 30-40 ketika ia muncul. Jika melihat ke belakang sebagai mana kesepakatan para ulama, bahwa diangkatnya Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam sebagai Rasul adalah pada umur 40 tahun. Jadi mari menghitung. Orang yang akan dibunuh oleh Dajjal akan 18-20 atau 30 tahun. Jika ia lahir pada tahun 2004. Lalu kemungkinannya ia akan dibunuh di tahun 2022-24 oleh Dajjal.

Dajjal akan datang hanya ketika Imam Mahdi telah muncul! Itu berarti Mahdi adalah pada saat 2022 lebih dari 30 tahun atau mungkin 40 tahun (sebagaimana diangkatnya Nabi sebagai Rasul).

Issa Badwan dalam wawancaranya menyatakan sudah sangat jelas, "Jika orang yang akan dibunuh oleh Dajjal telah lahir, maka Al  Mahdi sekarang sudah menjadi seorang pemuda dengan kisaran umur 18-20 tahun!

Jadi menurut dua perhitungan 2021-2024 adalah tahun yang penting yang bisa jadi saat di mana orang (pemuda) itu akan dibunuh oleh Dajjal .....

Bayangkan wahai saudariku, si pemuda tersebut telah memiliki pengentahuan bahwasanya Dajjal akan datang. Ini menunjukkan bahwa orang yang memahami ilmu agama, insyaa Allaah dia akan diselamatkan dari fitnah Dajjal. Maka dari itu wahai saudariku, kita berkewajiban untuk berlindung dari fitnah dajjal. Ia adalah fitnah yang sangat besar.

Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa 'alihis-salaam.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: 'Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.

Analisa di atas merupakan hanya semata-mata pendapat penulis, yang bisa saja benar dan sangat mungkin salah, sebab hanya Allah Ta'ala yang Maha Tahu. Wallohu A'lam bis shawwab.

Babak Baru dalam Persaingan PKS Vs PDIP

Posted: 10 Mar 2013 01:44 AM PST

 Oleh : Mohammad Faisal?Kompasiana

Awal tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi PKS. Melalui dua kemenangan fenomenal dalam ajang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara PKS berhasil membuktikan diri sebagai partai yang siap bertarung dalam pemilihan presiden dan wakil presiden pada 2014. Prediksi para pengamat politik terbukti banyak meleset setelah sebelumnya sempat meramalkan nasib partai ini akan ambruk secara mengenaskan akibat skandal gratifikasi yang diduga melibatkan Lutfi Hasan Ishaq, mantan ketua umum PKS yang kini ditahan KPK.
Kemenangan fenomenal yang berhasil ditorehkan PKS melalui kader-kadernya dalam dua ajang pemilihan gubernur dan wakil gubernur menjadi catatan awal tahun paling menarik dan mengesankan. Hal ini tidak lepas dari sengitnya persaingan yang berlangsung diantara kubu PKS dengan kubu PDIP yang dimotori Jokowi.

Aroma persaingan antara dua kubu partai yang berbeda ideologi ini sudah tercium sejak pemilihan langsung Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta. Saat itu keputusan elite PKS untuk berkoalisi dengan kubu Fauzi Bowo yang berasal dari Partai Demokrat rupanya dijadikan catatan tersendiri yang sulit dihapus begitu saja dalam ingatan kubu Jokowi yang berasal dari PDIP. Kemungkinan besar saat itu kubu Jokowi kecewa berat dengan keputusan elite PKS. Kala itu PKS berhasil meraih dukungan suara yang dihitung oleh para analis politik akan sangat menentukan kubu mana yang akan menang dalam putaran kedua pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Walaupun kemudian suara PKS diisukan pecah dan akhirnya kubu Jokowi yang berhak tampil sebagai pemenang.

Rivalitas antara PKS dan PDIP rupanya tak berhenti di Jakarta. Persaingan terus berlanjut. Lahan pertempuran yang dipilih tetap seperti sebelumnya yaitu ajang pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Propinsi Jawa Barat kemudian menjadi tempat kedua bagi masing-masing kubu untuk melanjutkan pertarungan dan perburuan memperebutkan singgasana kekuasaan.

Elite PKS sendiri nampak begitu percaya diri menghadapi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Hal ini dapat kita ketahui dari pernyataan Hidayat Nurwahid sehari setelah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Saat itu ia menyebut lahan pertempuran yang lebih besar dan menentukan bagi masa depan PKS akan ditentukan di Jawa Barat. Anda tahu, Jawa Barat selama ini dikenal sebagai basis massa PKS sama dengan Sumatera Utara. Dengan modal besar seperti itu jelas PKS dapat lebih percaya diri memasuki arena perebutan kekuasan.

Pertarungan babak kedua antara kubu PDIP dengan kubu PKS sejak awal sudah diperkirakan akan berlangsung dengan sengit. Terbukti sejak awal kampanye, Jokowi memback-up kampanye Rieke-Teten di Jawa Barat. Kubu PDIP yang diwakili Jokowi rupanya tak mau mengambil resiko dan membiarkan PKS melenggang dengan kemenangan. Konon, popularitas Jokowi saat itu diyakini oleh banyak pengamat politik akan sangat membantu mendongkrak perolehan suara. Peluang itu rupanya sudah terbaca elite PDIP jauh-jauh hari sebelumnya sehingga mereka tidak segan lagi menurunkan Jokowi membantu kampanye Rieke-Teten. Yang jelas, kehadiran Jokowi di Jawa Barat membuat tensi politik semakin tinggi. Kubu PKS saat itu boleh jadi sangat mengkhawatirkan terjadinya peralihan suara akibat pengaruh kehadiran Jokowi ini.

Kekhawatiran kubu PKS semakin bertambah setelah Lutfi Hasan Ishaq, presiden PKS ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus gratifikasi impor daging. Pesimisme kader-kader PKS saat itu kian menebal. Kasus Lutfi Hasan Ishaq benar-benar menjadi bulan-bulanan opini massa. Saat itu PKS seperti sudah tamat dan tak ada lagi optimisme kemenangan partai dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Barat. Namun, keputusan pengunduran diri Lutfi Hasan Ishaq segera setelah penetapannya sebagai tersangka dan naiknya Anis Matta sebagai presiden baru PKS dinilai banyak kalangan sebagai langkah tepat dan brilian untuk mengatasi kondisi partai yang sedang oleng.

Langkah cepat PKS mendaulat Anis Matta sebagai pengganti Lutfi Hasan Ishaq terbukti membuahkan hasil nyata. Perlahan kondisi internal PKS kian solid dan mereka dapat kembali memfokuskan diri melanjutkan pertarungan di Jawa barat. Usaha gigih kubu PKS ini rupanya tidak sia-sia. Mesin partai dapat bekerja maksimal mengantarkan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar meraih kemenangan meyakinkan. Kehadiran Jokowi dan prahara yang menimpa Lutfi Hasan ishaq terbukti tidak membawa dampak signifikan.

Asumsi soliditas partai dan massa pendukung PKS ini semakin tak terbantahkan setelah kader mereka yang bertarung dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara juga berhasil meraih kemenangan gemilang merontokkan para pesaing lain termasuk kubu PDIP yang kembali dibantu Jokowi. Dua kemenangan kubu PKS telah meruntuhkan mitos dan keampuhan "Jokowi Efek". Ini berarti berlanjutnya tren kegagalan kubu Jokowi setelah sebelumnya kalah di Jawa Barat. Gaung kemenangan Jokowi dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta makin melemah dan suka tidak suka mereka harus legowo mengakui keunggulan dan prestasi PKS.

Kini kita menunggu kiprah dan sepak terjang PKS untuk melanjutkan tren positif kemenangan dalam pertarungan dan perebutan kursi kekuasaan berikutnya. Dua kemenangan yang telah mereka raih secara perlahan dan pasti akan mengangkat citra dan pamor mereka sebagai partai besar yang layak diperhitungkan. PKS boleh berharap menjadi salah satu kandidat partai masa depan yang dapat diharapkan sumbangsihnya untuk bangsa dan negara.(kompasiana)

MEMBACA AKSI-AKSI MENEGANGKAN PKS: MERUBAH KELEMAHAN MENJADI KEKUATAN

Posted: 10 Mar 2013 01:34 AM PST

Oleh : Ahmad Ahid/Kompasiana

Prediksi para pengamat politik terhadap elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) antara medio 2012 hingga awal 2013 menunjukkan penurunan yang tajam. Hal ini dikuatkan oleh survei yang diadakan oleh lembaga-lembaga survei Indonesia yang menyatakan bahwa ada dua partai yang mengalami terjun bebas; Partai Demokrat (PD) yang hanya mendapatkan 8 % dan PKS yang turun pada angka 2,8 %. Fenomena ini dimanfaatkan oleh media untuk semakin memastikan bahwa kedua partai tersebut mulai ditinggalkan konstituennya.
Faktor utama yang menyebabkan turunnya elektabilitas kedua partai tersebut adalah keterlibatan sejumlah elit politik dalam masalah korupsi. Pada kasus PD, beberapa elitnya kesandung korupsi mega proyek Hambalang, sebut saja Nazaruddin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng dan terakhir Ketua Umum PD Anas Urbaningrum yang mengundurkan diri dari jabatan ketua umum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Pada kasus PKS, Presiden Partai Luthfi Hasan Ishaq (LHI) ditahan oleh KPK karena diduga menerima suap kuota impor daging sapi, meskipun peristiwa penetapannya sebagai tersangka dan penahanannya menyimpan banyak keganjilan.

Di samping masalah korupsi, analisis para pengamat politik didasarkan pada kekalahan PKS pada Pemilukada DKI Jakarta tahun 2012 yang hanya mendapatkan 11 % suara -padahal sudah menurunkan tokoh nasional Hidayat Nur Wahid, jauh dari perolehan suara pada Pemilukada sebelumnya tahun 2007, yaitu 44 %. Tren menurunnya perolehan suara PKS pada Pemilukada terakhir diprediksikan oleh para pengamat bahwa PKS akan semakin terpuruk menghadapi Pemilu tahun 2014 mendatang, sebab DKI Jakarta adalah barometer eksistensi dan elektabilitas sebuah partai politik. Bahkan sebagian pengamat memprediksikan PKS tidak mampu mencapai batas electoral threshold 3,5 %, artinya PKS akan tidak bisa ikut Pemilu, bisa jadi bubar dan tidak ada lagi kelanjutan sejarah partai fenomenal ini atau kembali kepada habibat semula; menjadi gerakan sosial.

Prediksi ini semakin menguat dengan ditangkapnya LHI pada tanggal 30/1/2013 sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi. Publik semakin tidak percaya dengan PKS, juga kader pun semakin goyah karena peristiwa ini. Sebagian kader bahkan malu keluar rumah saat berita ini booming di media. Badai Tsunami benar-benar meluluhlantakkan bangunan perjuangan PKS. Apakah PKS tinggal namanya saja?

Terjadi banyak peristiwa yang menegangkan dalam waktu yang sangat cepat pada hari-hari setelah peristiwa ini terjadi. LHI mengundurkan diri dari jabatan presiden partai dan dari anggota DPR RI dengan sambutan yang dipahami oleh publik bahkan kader, antara tidak percaya, mencemooh atau tuduhan kemunafikan; memakai baju agama untuk melakukan tindak korupsi dan aroma prostitusi.

Selang satu hari setelah itu, tepatnya hari Jum'at, 1/2/2013, Dewan Syuro melakukan rapat untuk menyikapi peristiwa ini dan mengangkat presiden baru PKS pasca kemunduran LHI. Publik dan kader pun dibuat tegang, bertanya-tanya siapakah pengganti LHI dan apakah presiden yang baru mampu memulihkan kondisi PKS setelah diterjang badai Tsunami?

Pemilihan presiden partai kali ini memang paling berbeda dari pemilihan-pemilihan sebelumnya. Pemilihan kali ini terjadi pada kondisi krisis dan kritis, sementara pemilihan sebelumnya berjalan mulus pada setiap akhir periode kepemimpinan. Ada dua kemungkinan efek dari pengangkatan pemimpin partai di saat krisis dan kritis; mampu untuk bangkit dari krisis atau semakin bertambah kritis.

Penantian pengumuman presiden partai juga merupakan detik-detik yang sangat menegangkan. Seluruh mata media, kader, simpatisan dan publik tidak beralih menyaksikan live pengumuman Dewan Syuro PKS, statemen dan langkah-langkah politik yang akan diambil. Kondisi semakin tegang karena waktu pengumuman yang seyogyanya disampikan pada pukul 13.00, akhirnya molor hingga pukul 14.00. Kondisi bertambah tegang, ketika Ketua Dewan Syuro mengumumkan nama pengganti LHI, sebab telah beredar dua nama kandidat presiden partai baru, yaitu Hidayat Nur Wahid (kader terbaik PKS, mantan presiden partai) dan Anis Matta (sekjen partai sejak PK hingga PKS). Pendapat para pengamat lebih banyak tertuju kepada Hidayat Nur Wahid yang telah terbukti mampu menaikkan suara PKS secara drastis pada Pemilu 2004 dengan perolehan suara 7% dari sebelumnya, Pemilu pertama yang diikuti tahun 1999 sebesar 1.7% dan diharapkan mampu menyelamatkan PKS. Namun pendapat pengamat politik meleset. Nama yang disebut oleh Ketua Dewan Syuro sebagai pengganti LHI adalah Anis Matta, bukan Hidayat Nur Wahid.

Kondisi tegang kembali terjadi, ketika Presiden baru PKS Anis Matta menyampikan orasi politiknya. Dada ini bergemuruh, ingin meledak melawan konspirasi terhadap PKS, muncul semangat kebangkitan saat Presiden mengungkapkan, "Peristiwa besar ini akan menjadi hentakan sejarah yang membangunkan macan tidur PKS", "Hari ini berlaku ayat Allah SWT (pinggang mereka tidak bersahabat dengan tempat tidur, QS. As-Sajdah:16)" yang disambut teriakan, gemuruh takbir dan tangis semangat perjuangan di kantor DPP PKS dan di setiap rumah kader yang menyaksikan orasi live ini.

Setelah diangkatnya menjadi presiden partai, Anis Matta langsung mengadakan road konsolidasi maraton ke seluruh daerah dakwah; Bandung, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan Bali. Betul-betul aksi yang menegangkan. Di setiap acara konsolidasi, peserta yang hadir tumpah ruah sampai ke jalan-jalan, tidak hanya kader dan simpatisan, masyarakat umum pun tertarik ingin hadir mendengarkan orasi politik "Soekarno Muda" yang menggelegar dan membakar semangat itu. Efek "Soekarno Muda" semakin terasa dan berdenyut di berbagai daerah, mengusik keingintahuan masyarakat tentang apa yang sedang terjadai pada PKS. Ujungnya, justeru mereka minta bergabung menjadi anggota PKS, tidak hanya muslim, masyarakat non-muslim pun memberi dukungan dan daftar ke PKS.

Tidak lama setelah melakukan konsolidasi, PKS dihadapkan pada Pemilukada Jawa Barat yang mengusung kadernya, Ahmad Heryawan berpasangan dengan Dedy Mizwar. Sebuah tantangan yang menegangkan, akankah PKS mampu memenangkan pertarungan politik ataukah tergerus oleh badai Tsunami Jakarta? Di samping itu, persaingan politik untuk menduduki kursi gubernur Jawa Barat sangat ketat dan sama-sama kuat, terutama pesaing pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki. Namun alhasil, quick count lembaga survei dan real count KPUD ternyata mengunggulkan pasangan Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar dengan perolehan suara 32.8%.

Kemenangan PKS di Jawa Barat sangat diharapkan menyebar auranya di Pemilukada Sumatera Utara yang mengusung pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi. Dan ternyata benar, berdasarkan hasil quick count lembaga survei, pasangan ini memenangkan pertarungan dengan meraup suara 33 %. Dua Pemilukada di kedua daerah dengan jumlah pemilih terbesar telah dimenangkan oleh PKS, cukup membuat seluruh kader dari pusat sampai daerah bernapas lega setelah diguncang badai Tsunami.

Inilah kondisi-kondisi menegangkan yang dialami PKS. Apakah PKS sudah keluar dari krisis? Apakah PKS siap memenangkan Pemilukada-Pemilukada selanjutnya? Dan apakah PKS mampu menjadi tiga besar pada Pemilu nasional 2014? Kita monitoring terus perkembangannya…

Rahasia Sukses Ikhwanul Muslimin Menuju Pemerintahan

Posted: 09 Mar 2013 08:19 PM PST

Apa yang membuat Gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir sukses mencapai tampuk pemerintahan? Padahal sebelumnya gerakan ini dibredel,. dikejar-kejar dan dicap sebagai gerakan terlarang oleh pemerintah Mesir.

Harian Guardian, Inggris menuliskan bahwa kesuksesan gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir berpindah dari status oposisi terlarang menjadi aktor utama pemerintahan pasca revolusi disebabkan oleh semangat disiplin, fleksibel dan cita-cita yang kuat.
Analis Timur Tengah harian ini, Ian Black mengatakan bahwa berdasarkan wawancara dan sumber-sumber sejarah tertulis menunjukkan bukti kuat bahwa Ikhwanul Muslimin merupakan salah satu aktor penting perpolitikan Arab sejak gerakan ini didirikan oleh Imam Hasan Al Banna, 85 tahun yang lalu. Walaupun selama itu motto "Islam adalah Solusi" yang mereka bawa belum teruji karena tak diberi kesempatan oleh rezim untuk beraktifitas.

Black juga menyatakan bahwa disiplin yang diterapkan dalam jama'ah serta kerja kontinyu -meskipun dalam tekanan dan ancaman penjara rezim- menjadi jaminan bagi Ikhwanul Muslimin menjadi gerakan yang kuat pasca tumbangnya rezim Mubarak. Hal ini juga didukung oleh ketidaksiapan gerakan-gerakan Liberal dalam aktivitas politik dan pemilu bebas.

Ellison, seorang jurnalis di harian ini dalam tulisannya "Ikhwanul Muslimin, dari Oposisi hingga Penguasa", menyatakan bahwa IM telah memposisikan dirinya sebagai suara sesungguhnya yang memungkinkan akan mengembalikan esensi keislaman dalam setiap lini kehidupan, termasuk dunia perpolitikan. Artinya IM juga mampu memainkan peran publiknya di luar lingkup politik, karena IM selama ini dikenal sangat konsisten berkontribusi di eangah-tengah masyarakat dalam setiap kompetisi.

Sementara itu seorang kolumnis senior Mesir, Fahmi Howeidi mencatat ada beberapa faktor yang menjadikan Ikhwanul Muslimin yang tadinya diberangus pemerintah akhirnya memenangkan pertarungan revolusi. Di antara faktor-faktor itu adalah:

1. Karena IM adalah jamaah yang tersebar di seluruh pelosok Mesir
2. Karena mereka berkomunikasi dengan semua orang baik dalam aktivitas sosial kemasyarakatan maupun politik
3. Berbaur dengan seluruh masyarakat dalam berbagai status sosial
4. Memiliki karakter seimbang, adil dan komprehensif
5. Terlatih dalam pelayanan sosial dan aktivitas politik
6. Memiliki sarana pelayanan, lembaga medis dan pendidikan
7. Aktif dalam serikat dan persatuan mahasiswa
8. Memiliki jaringan dengan seluruh sekolah berbasis dakwah Islam
9. Dari segi waktu, IM telah memiliki pengalaman hampir seabad

Selain itu dalam beberapa momentum IM dengan kejelian politiknya bisa mengambil posisi dan peran yang tepat sehingga upaya penggulingan yang dilakukan oleh lawan-lawan politiknya berkali-kali mengalami kegagalan.

Namun apakah kedepan gerakan ini masih mendapat simpati mayoritas rakyat Mesir, khususnya di dunia perpolitikan? Pemilu parlemen mendatang akan menjadi salah satu standar ukura elektabilitas IM di dunia politik. Akan tetapi sebagai sebuah gerakan dakwah IM masih menjadi yang terbesar dan mendapat simpati masyarakat. Adapun politik adalah panggung kompetisi dan adu strategi. Strategi yang terkuat maka dialah yang akan menang. [sinaimesir]

Redaksi: Harun AR

Sang Tampan Fatih yang Hafal Qur’an dan Bersuara Merdu

Posted: 09 Mar 2013 07:52 PM PST

 Hari gini anak muda bisa hafal Al-Qur'an itu 1.000.000 : 1. Susah mencari remaja yang model seperti Fatih ini. Suara Fatih merdunya hampir sama dengan Mishari Rasheed. Mendengarkan suara Fatih, membuat kita bergetar dan semakin merasakan bahwa begitu indahnya Firman ALLAH.

Remaja Indonesia (sebagian) yang sekarang terkenal dengan remaja hura-hura, perokok, pergaulan bebas, pecandu narkoba dan sejenisnya, mungkin sudah kehilangan sosok (figur) yang bisa ditiru.
Fatih Seferagic adalah satu figur remaja yang layak jadi contoh.

Dialah remaja itu. Hafiz Al-Qur'an, bersuara indah dan tampan pula. Maasyaa Allah.., Tinggal dan menetap di Amerika Serikat bukan menjadi alasan baginya untuk tidak bisa menghafal Al-Qur'an.

Belia berkebangsaan Bosnia ini lahir di Stuttgart, Jerman dan sekarang tinggal di Texas, AS. Pada umur 4 tahun ia pindah ke AS, tinggal di Arizona selama 3-4 tahun sebelum menetap di Baltimore, Maryland selama 7 tahun dimana ia memulai dan menuntaskan hafalan Al-Qur'annya.

Sejatinya ia baru memulai menghafal Al-Qur'an pada usia 9 tahun dan menuntaskan hafalannya dalam 3 tahun, alias menjadi hafiz pada usia 12 tahun. Ia melatih hafalannya itu di bawah bimbingan Syaikh Qari Zahid dan Qari Abid.

Sekarang sambil sekolah, ia juga mengajar Al-Qur'an dan menjadi ketua remaja Masjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas,Texas.

Itu di Amerika, di negara yang sama-sama kita tahu umat Islam masih menjadi minoritas. Lalu, bagaimana dengan kita?

Subhanallah… semoga dapat menginspirasi dan memotivasi kita dalam kebaikan.(pks-cibitung.com)

Ciri Pecundang dan Pemenang

Posted: 09 Mar 2013 07:44 PM PST

By: Nandang Burhanudin
*****

Pecundang selalu memikirkan masalah >< Pemenang memikirkan solusi.

Pecundang tidak pernah mati dalil apologetiknya >< Pemenang tidak pernah berhenti pemikiran solutifnya.

Pecundang selalu menanti pertolongan orang lain >< Pemenang selalu memberi pertolongan pada orang lain


Pecundang selalu melihat masalah dari setiap solusi >< Pemenang melihat solusi dari setiap masalah

Pecundang berkata: Tak ada solusi, Hanya satu Saja SOlusi, Tidak ada yang lain >< Pemenang berkata: solusi itu selalu ada disesuaikan dengan keadaan dan kesiapan.

Pecundang menganggap tak ada prestasi dan kebajikan apapun >< Pemenang menganggap prestasi dan kebajikan terbuka untuk diraih.

Pecundang larut mengejar bayangan ilusi, mimpi-mimpi tak pasti >< Pemenang menjadikan mimpi hari ini kenyataan hari esok.

Pecundang melihat perbedaan dari kesamaan >< Pemenang melihat persamaan dari perbedaan.

#Muhasabah tiada henti#

Milikilah 7 Tanda Menjadi Ibu yang Luar Biasa

Posted: 09 Mar 2013 03:30 PM PST

Apakah kamu laki-laki atau wanita, tentulah memiliki seorang ibu. Dan tahukah kalian bahwa ibu kita mungkin bukan sosok yang sempurna.

Namun dia adalah ibu terbaik yang dianugerahkan Tuhan untuk kita.
Suatu hari kita akan menjadi ibu dari anak-anak kita.
Cinta kasih dan rasa ayang ibu kepada anak-anaknya tiada duanya di dunia ini.
Ketiadaannya sangatlah dirindukan, percayalah.

Berikut 7 Tanda Menjadi Ibu yang Luar Biasa
1. Sumber Cinta dan Kasih Sayang


Tahukah Anda mengapa Anda selalu bisa menangis mengingat kedua orang tua Anda, terutama ibu? Air mata itu akan terasa saat hati Anda bereaksi terhadap sesuatu. Ibu adalah sumber segala cinta dan kasih sayang.. Ibu menyentuh hati Anda dengan cinta dan kasih sayang yang tulus dari dalam hatinya dan air mata Anda akan mengalir begitu saja saat mengingat tentang sosok ibu Anda.

2. Ibu Bangun Dari Jam 3 Pagi

Banyak ibu yang masih bangun pukul 3 atau 4 pagi dan memulai semuanya di kala seluruh anggota keluarga masih tidur. Ibu seringkali diingat dengan hal ini. Seorang ibu selalu sudah bangun di pagi buta untuk menyiapkan sarapan dan keperluan semua orang di rumah meski ia harus memangkas waktu dandannya sendiri.

3. Kejujuran Tulus

Ibu adalah sumber kejujuran dan tempat mengutarakan kejujuran. Ibu tak akan bohong lewat kasih sayangnya bahwa anak-anak dan keluarganya begitu berharga sehingga ia merawat mereka sepenuh hati. Ibu tempat berkeluh kesah dan orang yang akan mengajari kita kejujuran. Seburuk apapun kenyataan yang Anda miliki, ibulah tempat berpulang menyampaikan segala kebenaran.

4. Omelan-nya Berkualitas

Ibu dalam tiap gerak-gerik dan bahasanya mungkin tak luput dari kesalahan. Bila Anda merasa ibu terlalu bawel, cerewet, sering marah-marah, coba lihat lagi bagian mana yang tidak mengandung kasih sayang dan perhatian pada Anda. Omelannya mengandung kekhawatiran bahwa Anda akan mengalami bahaya atau jatuh ke dalam hal yang tak semestinya.

5. Sahabat Terbaik

Ibu adalah sahabat bagi anak-anaknya. Mungkin Anda termasuk anak yang tidak mudah dekat dengan orang tua, namun ibu Anda akan selalu siap menjadi sosok yang mendengarkan dan mendekatkan diri pada Anda. Ibu bisa menjadi teman belanja Anda, sekaligus pemberi saran untuk membeli pakaian yang cocok untuk Anda.

6. Guru Serba bisa

Seluruh ibu setelah memiliki anak, sepertinya sudah dilengkapi dengan perangkat otomatis di mana mereka akan membantu anak-anaknya memahami dunia dan hidup ini. Baik teori maupun praktek, ibu Anda akan mengajarkan banyak hal pada anak-anaknya. Langkah Anda yang tegap hari ini, adalah berkat kesabarannya menuntun Anda ketika mencoba berdiri di atas kaki Anda sendiri saat kecil.

7. Memberi Dukungan

Ibu mungkin tak membolehkan Anda melakukan sesuatu, tapi semua ibu punya cara untuk mendukung anak-anaknya. Jangan remehkan sarapan Anda pagi ini. Mungkin itu adalah bentuk dukungannya pada ANda setelah Anda berkeluh kesah beberapa hari lalu keluh kesah anda, pendidikan atau bahkan pekerjaan.

"Kami" Sebagai Kata Ganti Allah Dalam Al-Qur'an, Apakah Allah Itu Lebih Dari Satu ?

Posted: 09 Mar 2013 02:57 PM PST

Di dalam Al-Qur'an, Allah menggunakan kata "Kami" dan "Aku" sebagai kata ganti orang pertama yang mengacu kepada Allah sendiri. Mungkin kita bertanya-tanya, atau mungkin kita pernah mendengar orang mempertanyakan, "Mengapa Allah menggunakan kata 'Kami' yang berarti jamak atau lebih dari satu?", bahkan mungkin ada yang mengatakan "berarti itu menunjukkan Allah lebih dari satu".

Jawaban yang paling populer adalah, "Ketika Allah menggunakan kata 'Kami', itu berarti pada saat itu Allah melibatkan pihak lain, contohnya melibatkan malaikat Jibril. Dan jika menggunakan kata 'Aku' berarti dalam aktivitasnya merupakan hak prerogatif Allah".


Akan tetapi, bagaimana dengan surah Al-Baqarah ayat 34 yang berbunyi : "dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat ..." atau di surah Al-Baqarah ayat 52 yang mengatakan : "Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur". Apakah "Kami" disini berarti Allah dan malaikat Jibril? Apakah malakat Jibril "berfirman" ? atau apakah malaikat Jibril "memaafkan"? Kalau bukan, Allah dengan siapakah "Kami" dalam konteks ayat-ayat ini ? Atau mengapa terkadang Allah menggunakan kata "Ayaatiina (ayat-ayat Kami)" dan terkadang pula Ayaati (Ayat-ayat Ku)" ?


Melihat kembali kepada sejarah, sepatutnya kita bertanya, "Apakah ada riwayat yang menceritakan bahwa ada mempertanyakan mengapa Allah mengunakan kata 'Kami', seperti ketika Allah mengatakan Ayaatina (ayat-ayat Kami), bukannya ayaati (Ayat-ayat Ku) ?". Penulis sendiri belum menemukan ada riwayat sahih yang menceritakan demikian. Di jaman Rasulullah memang para sahabat memegang prinsip sami'na wa atho'na (kami mendengar dan kami taat), akan tetapi bukan berarti mereka tidak pernah bertanya. Sangat banyak riwayat hadis yang menceritakan bagaimana sahabat mempertanyakan atau meminta penjelasan mengenai sesuatu.

Jadi, mengapa tidak ada riwayat yang mengatakan bahwa sahabat mempertanyakan mengapa Allah menggunakan kata "Kami" yang berarti jamak? Sedangkan hal ini berhubungan dengan akidah tauhid yang diperjuangkan oleh Rasulullah, sebagaimana yang diperjuangkan nabi-nabi terdahulu, bahwa Allah itu Ahad, satu, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Jika ada seseorang mengatakan "Tuhan itu satu, hanya ada satu Tuhan" kepada sekelompok masyarakat yang memiliki banyak Tuhan, kemudian dia mengemukakan ayat dimana ayat tersebut menggunakan kata "Kami" yang mengacu kepada Tuhan, tidakkah hal tersebut akan menjadi pertanyaan baik bagi pengikutnya saat itu maupun bagi orang-orang yang tidak mau mengikutinya ? "Kau mengatakan Tuhan itu satu, tapi kau bilang pada saat Tuhan berkata, Dia menggunakan kata Kami ..."

Jawabannya, karena tidak ada satupun orang pada masa Rasulullah yang menganggap "Kami" yang mengacu kepada Allah di dalam Al-QUr'an sebagai sesuatu yang jamak. Di beberapa bahasa di dunia, khususnya bahasa semit dan turunannya (misalnya Ibrani, Arab, dan Urdu) adalah biasa menggunakan bentuk jamak untuk mengacu kepada sesuatu yang tunggal, sebagai bentuk penghargaan, penghormatan atau pengagungan.

Contohnya, di dalam Alkitab kitab "Kejadian (bereshit)" yang merupakan kitab pertama dalam Alkitab (salah satu dari lima kitab yang dianggap sebagai Torah atau Taurat) yang merupakan kitab suci orang-orang Yahudi dan Kristen, ayat pertama pasal kesatu nya berbunyi "Bereshit bara Elohim et hashamayim ve'et ha'arets (Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi). Dalam bahasa ibrani untuk menandakan bentuk jamak, ditambahkan kata "-im" di belakang kata benda. Bahasa ibrani untuk "Tuhan" adalah "Eloh" atau "Elah". Elohim berarti "banyak tuhan". Tetapi tanyakan kepada setiap orang Yahudi, apakah "Elohim" berarti "banyak tuhan" ? Tentu saja mereka akan menjawab "Tidak". Tidak ada satupun Alkitab dari ribuan terjemahan di seluruh dunia yang menterjemahkan Elohim sebagai "Tuhan-Tuhan" atau "Gods".

Atau ketika di ayat ke-26 pasal kesatu kitab kejadian yang mengatakan "Vayomer Elohim [jamak] na'aseh [jamak] adam betsalmenu [jamak]... (Tuhan berfirman, "Marilah Kita membuat (na'aseh) manusia (adam) menurut gambar Kita (betsalmenu) ...). Tanyakan ke setiap orang Yahudi apakah ayat ke 26 pasal kesatu kitab kejadian ini menyatakan bahwa Tuhan itu lebih dari satu ? Dengan tegas mereka akan mengatakan "tidak" (Kita mungkin akan memperoleh jawaban yang berbeda jika yang kita tanya adalah orang Kristen, akan tetapi tentu saja Perjanjian Lama hadir dan tumbuh dalam bahasa dan tradisi Yahudi, jauh sebelum Kristen muncul)

Mengapa ? padahal kesemuanya menggunakan bentuk jamak. Jawabannya, karena itu merupakan bentuk pengagungan, pemuliaan Tuhan kepada diri-Nya. Sudah suatu hal yang lazim dalam bahasa Ibrani maupun Arab untuk menggunakan sesuatu yang jamak pada bentuk tunggal untuk menghormati bentuk tunggal tersebut. Dalam bahasa Inggris, ini disebut dengan "Majestic Plural", "The royal 'We'", atau "editorial we"

Dijabarkan di dalam wikipedia mengenai definisi "Majestic Plural" : The majestic plural (pluralis maiestatis/majestatis in Latin, literally, "the plural of majesty," maiestatis being in the genitive case), is the use of a plural pronoun to refer to a single person holding a high office, such as a monarch, bishop, or pope. (http://en.wikipedia.org/wiki/Majestic_plural). Hal senada juga dapat dilihat di http://wordsmith.org/words/nosism.html ataupun kamus-kamus online maupun offline lainnya

Jadi, penggunaan kata "Kami" dalam Al-Qur'an tidaklah berarti bahwa Allah itu lebih dari satu, akan tetapi lebih kepada bentuk bahasa. Di Indonesia, dimana Majestic Plural ini tidak (atau jarang) digunakan, hal ini wajar menjadi pertanyaan, akan tetapi kita harus kembalikan kepada bahasa aslinya. Apalagi dalam bahasa Al-Qur'an, penggunaan "Kami" sebagai kata ganti Allah adalah tidak langsung sebagai subjek, akan tetapi sebagai penambahan partikel bentuk plural orang pertama. Contohnya : ketika Allah berkata "Kami berfirman", bahasa arabnya adalah "Qulnaa" yang secara harfiah berarti "berkata kami" dan tidak dihitung sebagai dua kata, akan tetapi satu kata kerja (bentuk tunggalnya adalah "Qultu"). Struktur seperti ini tidak sama dengan yang ada di Indonesia, dan di masyarakat Timur Tengah, struktur seperti ini sering dimanfaatkan sebagai Majestic Plural.


Jadi, mengapa Allah kadang-kadang menggunakan kata "Kami" kadang-kadang menggunakan kata "Aku" ?

Ketika Allah menggunakan kata "Kami", pada saat itu Allah sedang menunjukkan kebesaran, keagungan, dan kemahaan-Nya. Sehingga kata-kata "Kami" banyak digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan seperti penciptaan alam semesta, atau ketika Allah mengatakan mengenai ayat-ayat (tanda-tanda)-Nya yg berada di alam. Atau ketika Allah mengatakan "Kami maafkan", saat itu Allah sedang mengagungkan Diri-Nya sebagai Maha Pemaaf.

Sedangkan ketika Allah menggunakan kata "Aku", Allah sedang menegaskan ketunggalan-Nya, hanya Dia, keunikan-Nya. Jadi ketika Allah mengatakan "ayaati (ayat-ayat-Ku) di beberapa tempat dalam Al-Qur'an, bukannya "ayaatiina (ayat-ayat Kami)" sebagaimana yang digunakan di banyak tempat yg lainnya dalam Al-Qur'an, Allah ingin menegaskan bahwa semua tanda-tanda, semua ayat-ayat itu adalah milik-Nya semata. Juga ketika mengisahkan mengenai kutipan percakapan Allah dengan nabi-nabi terdahulu seperti Musa as dan Ibrahim as, kata "Aku" juga banyak digunakan.

Wallahu a'lam
Nur Imam Rahmadi Putranto

Gatot Pujo Nugroho Dulu Pernah Jadi Tukang Batu dan Susah untuk Kuliah

Posted: 09 Mar 2013 02:36 PM PST

Nama Gatot Pudjo Nugroho tengah populer di Provinsi Sumatera Utara. Ia unggul dalam perhitungan cepat (quick count) pilgub, Kamis (7/3) lalu. Pria kelahiran Magelang itu berpeluang menjadi Gubernur Sumut 2013-2018.

UNGGUL dalam penghitungan cepat pilgub menjadi prestasi bagi pria kelahiran Magelang, 11 Juni 1962. Bersaing dengan rival pasangan calon yang semuanya adalah putra daerah setempat, ia berhasil menunjukkan sisi ketokohannya.


Beberapa tahun terakhir ia memang menempati jabatan strategis eksekutif di Tanah Batak.

Sebelumnya ia adalah wakil gubernur Sumatera Utara periode 2008-2013 mendampingi Gubernur Syamsul Arifin. Namun, pada 2011 ia naik menjadi Plt Gubernur Sumut karena Syamsul Arifin terjerat kasus korupsi.

Terlepas dari perjuangannya di Pilgub Sumut, ada kisah menarik mengenai sejarah masa kecil Gatot.

Putra pasangan Djoeli Tjakra Wardaja (80) dan Soelastri (alm) ini berasal dari Kampung Potrosaran, sebuah kampung kecil di Kelurahan Potrobangsan, Kota Magelang.

Ayahnya anggota TNI berpangkat Sersan.Ditemui di rumah tinggalnya kini di Perumahan Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Djoeli Tjakra pun menuturkan riwayat Gatot.

Di Kota Magelang, Gatot menghabiskan masa remajanya dan menempuh pendidikan hingga STM Negeri Magelang. Menjelang tamat STM, Gatot yang juga punya keinginan besar untuk menjadi tentara itu berniat mengikuti test Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), tetapi gagal.

"Gatot lulus STM pada 1981. Lalu ia bekerja dengan Pak Aknum, seorang kontraktor bangunan. Ia tidak meneruskan pendidikan karena pada saat itu memang saya tidak bisa lagi membiayai," katanya, kemarin.

Bekerja di perusahaan kontraktor, Gatot diberi pekerjaan menata batu untuk pondasi Jl. Raya Kaponan-Ketep. Atas pekerjaannya, ia mendapat bayaran dari bosnya. Karena saat itu gaji yang diterima sangat kecil dan tidak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan, Gatot pulang ke rumah dan menangis. Di hadapan orang tuanya, ia merengek ingin meneruskan sekolah saja ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan tidak mau lagi bekerja.

Gatot pernah pula melamar untuk Sekolah Calon Bintara (SECABA) Angkatan Darat (AD) namun harus tersingkir saat tes bidang kesehatan. Alasannya, kulit kakinya yang kasar dan berlubang-lubang karena pekerjaan kasar yang ditekuninya itu.

"Ia pernah nangis di hadapan saya karena gajinya tidak cucuk (tidak sesuai). Ia merengek ingin meneruskan sekolah saja ke UGM dan tidak mau bekerja," kenang sang ayah sambil tersenyum geli.

Karena keterbatasan ekonomi, Djoeli tak lantas mengabulkan keinginan putra keduanya itu. Gaji sebagai anggota TNI berpangkat sersan tak mencukupi membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi. Terlebih masih ada tiga adiknya yang masih memerlukan biaya sekolah.

Meski ditolak sang ayah, Gatot tetap bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Tidak bisa mendaftar ke UGM, ia memilih target lain, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hanya berbekal selembar surat kabar yang terdapat lembar pengumuman pendaftaran mahasiswa baru di ITB, suami dari Sutias Handayani itu berangkat ke Bandung. Ia mendaftarkan diri di D3 Politeknik ITB Bandung jurusan Teknik Sipil Program Studi Konstruksi Bangunan Gedung. Jurusan tersebut untuk menghasilkan instruktur yang akan ditempatkan di politeknik yang akan didirikan di berbagai daerah di Indonesia. Karena tak akan dipungut biaya pendidikan, Gatot ikut tes dan akhirnya dinyatakan lulus.

Setamat program D3 ITB tersebut, Gatot ditempatkan sebagai staf pengajar di Politeknik USU sejak 1986.

Sejak saat itu, dia tinggal di Medan hingga sekarang. Sejak itulah ia mengenal betul Tanah Batak.

Mengenai karir politik, nama Gatot Pujo Nugroho mencuat dan mulai dikenal luas bersamaan dengan amanah yang diembannya sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut 2006-2011. Sebelumnya, meski aktif dalam kegiatan dakwah bersama PKS, nama Gatot belum begitu dikenal di tengah-tengah publik. Pasalnya, karena tercatat sebagai dosen di Politeknik Negeri Medan (Polimed), namanya tidak masuk dalam struktur kepengurusan PKS Sumut.

Bersamaan dengan terpilihnya dia sebagai Ketua DPW PKS Sumut dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I PKS Sumut pada akhir 2006 lalu, Gatot pun secara resmi mengundurkan diri sebagai staf pengajar di Polimed.

Saat menduduki jabatan sebagai Plh Ketua DPW PKS Sumut pada 2005, selanjutnya, dia diminta menjadi calon Wakil Gubernur Sumatera Utara mendampingi Syamsul Arifin.

Sejak itu namanya makin populer di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Sampai akhirnya ia membulatkan tekad mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumut periode 2013-2018 bersama Tengku Erry yang diusung oleh PKS dan Hanura.

Pada Lebaran 2012, ia menyempatkan diri pulang ke Kota Magelang untuk meminta doa restu orang tua dan saudara-saudaranya.

Djoeli, sang ayah pun memberi pesan kepada Gatot agar jangan banyak mengumbar janji dalam berkampanye.

"Saya memberi restu. Saya juga berpesan apabila nanti berhasil terpilih sebagai gubernur, agar tetap menjalankan tugas sesuai amanahnya. Kami orang tua tetap bangga pada Gatot dan lebih bangga lagi kalau Gatot pun jadi kebanggaan warga Sumatera Utara," ungkap Djoeli.

*Suara Merdeka

Benarkah, Kepala CIA Seorang Muslim ?

Posted: 09 Mar 2013 02:20 PM PST

Senat Amerika Serikat telah memastikan John Brennan, 57 tahun, menjabat Direktur CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) yang baru. Dia resmi menduduki jabatan penting dalam tim keamanan nasional pemerintahan Presiden Barack Hussein Obama.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Jumat (8/3), dalam pemungutan suara di Senat itu Brennan didukung 63 suara dan yang menolak ada 34 suara.

Presiden Obama menyambut gembira disetujuinya Brennan menjadi Direktur CIA yang baru. Obama menyebut Brennan memiliki tekad dan
kemampuan untuk membuat Amerika aman. Brennan juga disebut Obama sebagai orang yang mampu bekerja sama dengan Parlemen dan membangun hubungan baik dengan rekan kerja asing.
Sebelumnya Obama telah menominasikan dia sebagai direktur CIA menggantikan David Petraeus yang mundur lantaran selingkuh.

John Brennan diyakini telah masuk Islam saat dia menjadi kepala cabang CIA di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, pada 1996-1999.

Menurut John Guandolo, agen FBI (dinas rahasia dalam negeri Amerika) pensiun lima tahun lalu, sejumlah pejabat Amerika di Saudi saat itu juga membenarkan soal Brennan menjadi muallaf. "Mereka menyaksikan dia masuk Islam," katanya dalam wawancara via Skype dengan radio Trento, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (12/2).

Guandolo menambahkan Brennan juga telah menunaikan ibadah haji bersama beberapa pejabat Saudi yang mengajak dia memeluk Islam. Beredar pula rekaman video selama Brennan di Makkah dan Madinah.(merdeka)



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL Kegagalan Sistem Pertahanan Kubah Besi Zionis Pe...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/03/zilzaal.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.