Sekarang saya mengerti mengapa banyak orang harus memiliki lebih dari satu nomor handphone. Ternyata masalah reliability dari para operator ini yang menjadi masalah. Saya mengalaminya.

Selular #1 (saya tidak dapat menyebutkan namanya) sudah saya gunakan dari dahulu. Sayang sekali kualitasnya kok malah menurun. Semakin buruk. Sinyalnya sering tidak muncul, atau kadang muncul dan kadang hilang. Lebih parahnya bagi saya, dua tempat di mana saya paling sering berada justru tempat yang paling parah secara sinyal. Akibatnya orang sering "marah-marah" karena saya tidak dapat ditelepon atau kalau ditelepon sering putus-putus.

Karena sinyal operator #1 sering hilang, dia tidak dapat saya gunakan untuk akses internet (3G). Padahal saya sudah coba berlangganan akses 3Gnya. Kalau sinyalnya ada, akses 3Gnya lumayan. Nah ini sinyalnya sering hilang.

Saya ambil nomor baru, operator selular #2. Eh, tapi ternyata di tempat lain dia masalah. Tadinya saya ingin menggunakan nomor ini secara permanen untuk cadangan karena saya masih ingin mempertahankan nomor #1 karena sudah terlanjur tersebar nomor itu. Ternyata kualitas operator #2 juga tidak lebih baik. Akhirnya saya mencoba operator #3 dan lebih diutamakan untuk akses internetnya.

Rangkumannya, inilah adalah kondisi Indonesia. Inilah sebabnya orang Indonesia memiliki lebih dari satu nomor seluler.