Selasa, 05 Maret 2013



Apa Kabar Dunia


Menguak Dunia Telepati

Posted: 04 Mar 2013 11:20 PM PST

Telepati, ilmu komunikasi jarak jauh selama ini dikaitkan dengan dunia spiritual. Bisakah dunia ilmiah menjawabnya? Apa sebenarnya telepati?

Secara etimologi, kata telepati berasal dari kata "TELE" yang berarti "Jauh" dan kata "PATHOS" yang berarti "Perasaan". Karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa telepati merupakan suatu kemampuan untuk merasakan segala sesuatu dari jauh.
 
 
arsiv.indigodergisi.com 
 
Disadari atau tidak, kita sebenarnya sering mengalami gejala-gejala dari telepati tersebut. Gejala tersebut misalnya ketika hendak mengatakan sesuatu kepada teman, namun secara bersamaan teman kita pun mengatakan perkataan yang sama dengan yang hendak kita ucapkan.

Contoh diatas, memang terkesan sebagai suatu peristiwa yang bisa terjadi karena aspek kebetulan belaka. Penilaian ini tidak sepenuhnya salah. Namun dibalik apa yang dianggap sebagai suatu kebetulan itu, sesungguhnya kekuatan telepati sudah bekerja mempengaruhi simpul-simpul saraf reflek kita.

Pada abad 18, ada seorang sarjana swedia yang bernama Emanuel Swedenborg yang tertarik dengan Occultisme. Pernah suatu ketika dia bersama sejumlah cendekiawan sedang rapat. Namun secara tiba-tiba dia meninggalkan rapat dan segera berlari keluar sambil mengatakan ada kebakaran di Stockholm.

Melihat gelagat aneh yang ditunjukkan oleh Emanuel ini, terang saja orang yang hadir menganggap dia tidak waras lagi. Namun berselang satu jam kemudian, terdengar kabar di Stockholm terjadi kebakaran yang hebat dan menghanguskan banyak rumah dikota itu termasuk tempat rapat Emanuel.

Mungkin, kita menganggap peristiwa ataupun hal seperti itu biasa-biasa saja. Ya bisa jadi kita menganggapnya, sekali lagi hanya kebetulan belaka. Namun gejala-gejala semacam inilah yang dikembangkan sehingga menjadi sebuah ilmu yang kita kenal sebagai ilmu telepati.


 
Telapati dalam Pandangan Ilmiah

Telepati bisa dibuktikan secara ilmiah, setidaknya dari hasil percobaan beberapa ilmuwan baru-baru ini.

 Ilmuwan dari Duke University, North Carolina, Amerika melakukan penelitian dengan menggunakan tikus. Mereka membuat bentuk kasar telapati pada hewan yang memungkinkan sepasang tikus menerima instruksi dengan menggunakan pikiran mereka.

 
 
 
Dengan menggunakan microchip yang ditanam pada otak mereka untuk berkomunikasi satu sama salin, sepasang tikus tersebut mampu berkolaborasi dan menyelesaikan puzzle sederhana, meskipun dalam satu eksperiman mereka terpisah ribuan mil.

Peneliti mengklaim bahwa ini adalah penelitian pertama penghubung dari otak ke otak ( brain-to-brain interface). Keberhasilan ini meningkatkan harapan bahwa suatu hari hewan dan manusia bisa membaca pikiran satu sama lain.

"Sejauh yang dapat kami katakan, temuan ini mendemonstrasikan untuk pertama kalinya bahwa saluran langsung dari perubahan informasi perilaku dapat dibangun antara dua otak hewan tanpa menggunakan bentuk komunikasi yang biasa," kata seorang peneliti sebagaimana dilansir dari Daily Mail.

Kepala penelitian, Miguel Nicolelis, mengatakan penelitian ini adalah langkah maju pertama yang menghubungkan beragam pikiran menjadi 'jejaring otak' yang memungkinkan pembagian informasi diantara kelompok hewan. "Kita bahkan tidak dapat memprediksi sifat macam apa yang muncul ketika hewan mulai berinteraksi sebagai bagian dari jejaring otak," kata Miguel.

"Secara teori, Anda dapat membayangkan bahwa kombinasi dari sejumlah otak akan menyediakan solusi dimana otak individual tidak bisa mencapainya sendiri," ujar dia.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports itu, ilmuwan menanam elektroda mikroskopik pada otak tikus yang memungkinkan satu tikus mengerjakan intsruksi dari tikus lainnya, meskipun kedua tikus itu jauh terpisah.

Tikus pertama yang disebut sebagai 'encoder', berpikir untuk menemukan air di kandangannya dengan merespons cahaya dan menekan tuas tertentu. Otak ini dihubungkan ke tikus kedua, yang disebut sebagai 'decoder', yang tidak diberi sinyal cahaya. Nah, meski tidak diberi sinyal cahaya, tikus kedua ini mengandalkan instruksi otak dan dia menekan tuas yang tepat. Demonstrasi ini menunjukan bahwa tikus kedua ini dipandu oleh pikiran tikus lainnya.

Tes yang kedua melibatkan tikus yang terpisah antara Durham, Amerika, dan Natal, Brazil. Dengan merekam sinyal otak dari tikus pertama dan mentransmisikan sinyal itu melalui internet pada tikus yang lain, ilmuwan mampu mengubah perilaku tikus kedua.



Bagaimana Cara Melatih Telepati?

Ada banyak teori cara belajar telepati. Banyak yang menghubungkannya dengan dunia spiritual, sehingga ada beberapa pantangan sesuai kepercayaan yang dianut.

Kita tidak akan membahas cara telepati dari sisi tersebut, namun berupaya mengambil jalan tengah yang bisa diterima logika. Hal yang paling dibutuhkan dalam belajar telepati adalah melatih sugesti.

Saat melakukan sugesti kita harus mampu menyatukan dan menyelaraskan perkataan dengan kehendak batin kita. Disini dapat kita pergunakan saran yang singkat, padat dan berisi. Saran yang telah diprogram harus disimpan dan direkam di alam bawah sadar kita, jangan coba-coba untuk mengubahnya sebab konsentrasi jelas akan terganggu. Ini juga dimaksudkan agar alam bawah sadar kita terbiasa menerima saran ataupun sugesti positif. Karena pada dasarnya kekuatan batin bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh alam bawah sadar kita lebih dulu. Jadi sebelum mensugesti orang lain kita harus mensugesti batin dan alam bawah sadar kita lebih dulu.

Sugesti itu bisa keyakinan bahwa apapun sugesti yang Anda kirimkan pada orang lain akan mampu mempengaruhi alam bawah sadar orang tersebut.

 
Cara melatih konsentrasi
 
Konsentrasi sangat diperlukan saat melakukan telepati, karena konsentrasilah yang sangat berperan untuk mencapai obyek yang hendak dituju. Namun untuk mencapai konsentrasi sempurnah seseorang harus rajin berlatih. Diantara latihan tersebut Anda dapat melakukan dengan cara membaca buku sambil mendengarkan radio.

Usahakan Anda berkonsentrasi pada bacaan buku tersebut sehingga tidak mendengar lagi suara radio tersebut. sangat bagus bila Anda bisa membaca abjad bolak-balik tanpa salah melafalkannya. ini berarti hampir sempurna. Kalau sudah melaluinya berarti Anda akan mudah dalam melakukan konsentrasi dan telepati.

 
 
 
Seorang ahli telepati memang sangat dituntut harus mampu berkonsentrasi dan menciptakan visualisasi batin kepada obyek tujuannya. Visualisasi ini bisa berbentuk cahaya penghubung antara telepatis dengan obyek. Disini perlu dijelaskan bahwa pada saat berkonsentrasi Anda harus mampu menghadirkan gambar orang yang akan menjadi obyek Anda, dengan catatan gambar tersebut harus jelas dan tidak hilang timbul.

Setelah semuanya ini Anda kuasai barulah diisi dengan sugesti yang menjadi tujuan Anda. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin Anda pernah melihat atau mengalami seorang paranormal bisa membaca pikiran orang yang menjadi lawan bicaranya. Bagi orang awam mungkin ini sangat menakjubkan sekali, namun tidak demikian dengan orang yang menguasai ilmu telepati. Hal ini sangat wajar bagi siapapun yang menguasai telepati, atau paling tidak sudah mampu mensugesti alam bawah sadarnya.


 
 
 

Ouch, Penyakit Langka - Otot Berubah Jadi Tulang

Posted: 04 Mar 2013 09:40 PM PST

Seorang mahasiswa di New York mengalami penyakit langka yang hanya dialami oleh sekitar 800 orang di seluruh dunia. Penyakit ini membuat otot-ototnya berubah menjadi tulang. Dokter sulit menyembuhkan karena belum banyak penelitian yang dilakukan untuk memahami penyakit ini.

Joey Suchanek (20 tahun) tercatat masih aktif kuliah di Marist College, New York. Ia mengidap penyakit yang disebut Fibrodysplasia Ossificans Progresif (FOP), penyakit langka yang tak dapat disembuhkan dan menyebabkan jaringan ikat di tubuhnya berubah menjadi tulang.

 
 
 
"Lengan kiri saya membatu dengan sudut 90 derajat dan terkunci pada bagian samping tubuh. Lengan kanan saya juga di sudut 90 derajat, tapi saya bisa melipatnya untuk meraih wajah dan makan sendiri meskipun tidak dapat meregangnya. Ketika masih bayi, tulang yang tumbuh di dekat rusuk mengunci lengan saya sampai saya tumbuh dewasa," ujar Joey seperti dilansir CBS News.

Menurut pengakuan Joey, tidak ada masalah saat dia dilahirkan. Sampai pada satu hari, ia mengalami benjolan di kepalanya. Awalnya dokter menduga benjolan itu adalah kanker dan mengangkatnya, tapi benjolan muncul lagi beberapa bulan kemudian. Setelah diperiksa lagi, ternyata benjolan tersebut bukan kanker.

Karena ketika itu internet belum marak, ayah Joey setiap malam pergi ke toko buku untuk mencari tahu gejala aneh pada anaknya. Mencurigai adanya penyakit langka, Joey lalu dibawa ke ahli genetika saat usianya 2 tahun dan didiagnosis mengidap FOP.

Penyakit ini mempengaruhi pertumbuhannya dan menyebabkan gangguan skoliosis parah. Pinggulnya tak seimbang dan kaki kirinya tumbuh lebih pendek dari kaki kanan. Ia juga mengalami nyeri selama 8 minggu sampai tulangnya berhenti tumbuh. Ketika ini terjadi, Joey tidak mampu berjalan.

"Bagian yang paling menyakitkan adalah pembengkakan, pembengkakan benar-benar intens. Ini benar-benar tak terduga. Dokter tidak bisa berbuat banyak. tapi bisa memperkirakan berapa lama gejalanya akan berlangsung," terang Joey.

Sampai saat ini, ada 2 orang di dunia yang dianggap ahli mengenai penyakit ini, yaitu dr Frederick S. Kaplan, kepala divisi kedokteran ortopedi molekuler di University of Pennsylvania School of Medicine di Philadelphia dan Dr Eileen Shore yang juga dari University of Pennsylvania.

Menurut dr Kaplan, FOP merupakan penyakit yang teramat langka dan hanya menyerang sekitar 1 dari 2 juta orang. Seluruh penderita FOP dilahirkan dengan kelainan bunion, yaitu benjolan pada sendi di pangkal jempol kaki. Kaki adalah bagian terakhir yang tumbuh dalam embrio.

Bayi baru lahir biasanya tidak menunjukkan masalah, tetapi orang tuanya bisa mencurigai jika anaknya terlihat kaku atau tidak bisa merangkak. Sekitar usia 2 - 5 tahun, pembengkakan yang menyakitkan dan terlihat seperti tumor bisa muncul tiba-tiba. Itu adalah respon sistem kekebalan tubuh yang menyerang otot rangka, tendon dan ligamen lalu akhirnya menghancurkan jaringan.

"Alih-alih membentuk jaringan parut dari kehancuran otot, sesuatu dalam sistem kekebalan tubuh memicu pembentukan sel-sel induk yang berpotensi menghubungkan dengan tulang rawan di dekatnya, lalu mengubah sel-sel menjadi tulang, bukan otot baru," terang dr Kaplan.

Karena penyakitnya amat langka dan tak begitu dipahami dokter, Suchanek pun bersedia menjadi wajah kampanye untuk mengumpulkan uang demi penelitian. Dia juga memutuskan untuk menceritakan kondisinya kepada masyarakat internet lewat situs sosial Reddit lewat program Ask Me Anything (AMA).



 
 
Sumber:
detik.



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: Apa Kabar Dunia
Deskripsi: Apa Kabar Dunia Menguak Dunia Telepati Posted: 04 M...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/03/apa-kabar-dunia_5.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.