Rabu, 20 Maret 2013



Apa Kabar Dunia


Foto Kilat Menakjubkan Saat Letusan Gunung Berapi

Posted: 20 Mar 2013 01:40 AM PDT

Seorang fotografer, Martin Rietze, berhasil mengabadikan peristiwa langka: letusan gunung berapi yang melontarkan cahaya kilat yang fenomenal.

Berprofesi sebagai fotografer vulkanik, Martin pergi ke Jepang untuk menyaksikan letusan Gunung Sakurajima di selatan Kyushu. Di lokasi inilah, ia membuat gambar-gambar memukau saat letusan, karena penampakan petir saat gunung memuntahkan magma dibarengi asap yang membumbung tinggi.

Penampakan petir saat gunung meletus masih jadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Satu hipotesis menyatakan bahwa gelembung magma yang terlempar,  atau abu vulkanik itu sendiri bermuatan listrik, karena itulah penyebab timbulnya petir.

 









Sekilas Martin Rietze:
Rietze telah memotret gunung berapi selama sepuluh tahun, dan berbagai karyanya yang terkenal bisa dilihat pada galeri online:  Alien Landscapes on Planet Earth.

Pengalamannya pertama kali saat melihat letusan Gunung Etna di Sisilia. Dan hingga saat ini, ia tidak memiliki rencana untuk melepaskan karir penuh resiko tersebut.




Sumber:
amusingplanet

Wuih, Inikah Desa dengan Ular Terbanyak Sedunia?

Posted: 20 Mar 2013 12:27 AM PDT

Ada sebuah desa kecil di China yang bernama Desa Zisiqiao desa ini banyak sekali dihuni oleh para ular sehinga orang sekitar menjuluki desa ini sebagai desa raja ular.

Mengapa begitu banyak ular berbisa dibiarkan hidup di desa ini? Karena ular merupakan sumber mata pencaharian penduduk Zisiqiao. Ular sangat berharga nilainya jika di jadikan obat tradisioanl China sehinga membuat harga ular sangat mahal. Nah hal inilah yang membuat warga desa Zisiqiao memilih profesi sebagai peternak ular ular.
 
 
Beberapa peternakan ular yang sudah terkenal dapat meraup untung puluhan ribu dolar dari bisnis menguntungkan ini.

Namun bekerja sebagai peternak ular bukan lah pekerjaan yang mudah resiko tergigit ular bisa saja mengancam para peternak namun penghasilan yang sangat besar sepertinya sepadan dengan resiko yang didapat.


Kisahnya Berawal dari...

Awal mula desa ini menjadi tempatnya ternak ular berasal dari seorang pria bernama Yang Hongchang, ketika itu Yang mengalami sakit yang luar biasa di area pinggangnya dan dokter manyarankan untuk meminum ramuan dari ular untuk mengobati sakitnya, namun karena tidak memiliki uang untuk membeli ular, Yang kemudian mencari ular liar disekitar desanya untuk membuat obat ramuan penyakitnya.

Setelah minum ramuan itu, ternyata sakit Yang sembuh. Kemudian Yang mulai mencari ular untuk obat. Namun Yang sadar dengan menangkap ular di alam akan bisa membuat ular punah, lalu Yang berpikir untuk membuat usaha peternakan ular sendiri dengan modal 10.000 yuan dan membuka peternakan ular di belakang rumahnya pada tahun 1985.

Percobaan pertamanya terbukti berhasil, lalu ia pun terus berusaha untuk mengembangkan usahanya itu. Pada tahun 1987, ia berhasil menetaskan sekitar 30.000 telur ular dan menjual ular yang masih bayi seharga 80.000 yuan (Rp 124 juta).

Nah dari keuntungan yang sangat besar inilah membuat warga lain di desa ini mengikuti jejak yang untuk berternak ular. Dengan demikian, jadilah sekarang Zisiqiao sebagai desa ular.



 
 
 
 
 
 

Yuk Berkenalan dengan Ilmu Membuat Api

Posted: 19 Mar 2013 11:18 PM PDT

Di tahun 1980an ada film yang berjudul "Firestarter", yang menceritakan tentang anak perempuan yang mempunyai kemampuan membakar apapun yang dilihatnya. Kemampuan ini disebut Pyrokinesis. Baru-baru ini juga ada film tentang pyrokinesis, film serial "Heroes" dimana ada salah satu karakter bernama Meredith mempunyai kemampuan pyrokinesis. Lalu, apa yang dimaksud dengan pyrokinesis itu?

Pyrokinesis, berasal dari kata Yunani πυρ (PUR, yang berarti "api, petir") dan κίνησις (kínesis, yang berarti "gerak"). Sebuah kemampuan yang melebihi dari api. Yang mana mental pemiliknya mampu memanipulasi api dan panas. 
 


 
Hal ini dapat tercapai dengan melakukan percepatan partikel untuk meningkatkan suhu hingga mencapai tingkat panas yang ekstrem dan sanggup memancarkan bunga api sehingga sanggup mengeluarkan api.Sebagian besar orang dengan karunia ini mempunyai kemampuan untuk meningkatkan suhu pribadi mereka untuk menghangatkan tubuh, bahkan dalam kondisi paling dingin.

Dalam beberapa tradisi pyrokinetic (orang yang dapat menggunakan pyrokinesis) dapat membuat api, tetapi secara "teknis" pyrokinetic hanya dapat memanipulasi api, meskipun mereka dapat membakar bahan mudah terbakar, membuat api setelahnya. Kemampuan untuk membuat api dari udara tipis, tanpa bahan mudah terbakar, disebut "pyrogenesis."

Pyrokinesis berada di bawah payung telekinesis (atau, kadang-kadang, psikokinesis), yang berarti seorang praktisi menggunakan pikirannya untuk mempengaruhi dunia fisik di sekitar mereka. Secara tradisional seorang pyrokinetic dapat menyalakan api ketika kondisi sesuai dengan pasokan yang cukup untuk menciptakan api, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas, kemudian memanipulasi intensitas api dan arah di mana bahan-bahan itu berada. 
 
Jadi pyrokinetic dapat mengobarkan setumpuk surat kabar dan tidak membakar tirai di dekatnya , atau menyebabkan api menyebar dengan cepat melalui daerah tertentu pada kecepatan yang tidak wajar.
 
Walaupun tidak ada eksperimen empiris yang telah terbukti sesuai dengan yang ditampilkan oleh tradisi pyrokinesis populer, kemampuan untuk menghasilkan panas telah ditunjukkan oleh praktisi seni bela diri tertentu.

Seniman bela diri ini, dengan memanipulasi energi "chi", mereka dapat memancarkan panas dari tangan mereka atau bagian lain dari tubuh mereka. Beberapa berpendapat bahwa kemampuan ini tidak "benar" melainkan hanya pyrokinesis berbentuk bio feedback dan sekedar kontrol, meningkatkan dan peningkatan kemampuan alami tubuh untuk menghasilkan panas, sementara yang lain mengatakan bahwa itu adalah kemampuan manipulasi pikiran dunia materi dan dengan demikian memenuhi syarat sebagai (telekinesis).
 
Banyak yang memiliki kemampuan ini bekerja dengan energi negatif yang cenderung lebih hangat kemudian berubah bentuk ke energi positif. Pemilik kemampuan ini cenderung penuh energi negatif dan dengan demikian sangat panas bila disentuh, atau dalam kekurangan energi negatif sehingga menjadikannya cukup beku untuk disentuh.

 
 
SHC Lebih Fatal
 
Fenomena yang dialami para 'pemilik' pyrokinetics, berbeda dengan yang disebut penghangusan tubuh secara spontan atau Spontaneous human combustion (SHC). SHC sering berakibat fatal, karena panas yang terjadi mampu mengubah tubuh menjadi setumpuk abu hanya dalam beberapa menit. Bisa dibayangkan seberapa kuat panasnya, bila dibandingkan dengan pembakaran jenazah di krematorium yang menggunakan panas pada suhu 1.110 C. Perlu waktu 8 jam untuk membakar jenazah di situ. Itupun, bekas yang ditinggalkan tidak seperti pada peristiwa SHC.

SHC adalah fenomena yang tidak secara langsung berkaitan dengan pyrokinesis, tetapi kesimpulan logis yang didapat dan telah ditarik diantara keduanya adalah:  jika seseorang tiba-tiba terbakar tanpa alasan yang dapat dipahami tentu saja dapat menjadi target pyrokinetic. Teori-teori lain di sekitar keduanya, SHC dan praktisi pyrokinesis yang berjuang untuk mengendalikan kemampuan mereka dan secara tidak sengaja mengubahnya pada diri mereka sendiri, sehingga terjadilah SHC.

 
 
Contoh Nyata
 
Willy Brough (12) dari Turlock, Kalifornia, misalnya, diduga mampu menyalakan api hanya dengan memandangnya. Akibatnya, ia harus menerima saja ketika diusir keluarganya karena dianggap kerasukan roh jahat.Untunglah, seorang petani yang tinggal dekat rumahnya mau memungut bocah itu dan kembali menyekolahkannya. Namun sayang, di sekolah baru ini ia hanya bertahan 1 hari. Karena hanya dalam sehari itu, lima ruang kelas dilalap api yang bersumber dari sorot matanya.

Contoh lainnya adalah Benedetto Supino dari Formia, dekat Roma, yang selanjutnya mejadi perhatian masyarakatnya. Bermula pada tahun 1982, ketika buku komik yang dibacanya di ruang tunggu dokter gigi tiba-tiba menyala. 
 
Sejak itu, ia dan keluarganya dikejutkan oleh beberapa kebakaran. Meja-kursi dan bermacam-macam barang lainnya terbakar setiap kali Benedetto melewatinya, termasuk juga seprai tempat tidurnya, atau barang-barang yang dipegangnya, terutama buku. Demikian pula dengan barang yang dipandangnya dengan serius, seperti yang pernah terjadi pada benda plastik yang dipegang pamannya.

Kemampuan itu membuat Benedetto merasa sangat malu, bahkan tertekan. Sementara para ilmuwan tidak mampu banyak membantunya.

Nasib mengenaskan lain dialami Jennie Bramwell yang yatim piatu. Hanya dalam beberapa minggu setelah diadopsi, di rumah Dawson, keluarga angkatnya di Thorah Island, Ontario. Telah terjadi berpuluh kali kebakaran kecil. Api yang menjilat langit-langit, dinding, perabotan, handuk, bahkan kucing kesayangan keluarga, terjadi spontan saat Jennie ada di dekatnya. Jennie pun dikembalikan ke rumah yatim piatu.

Profesor Mario Scuncio dari Pusat Kesehatan Sosial Tivoli memberikan diagnosis yang agak janggal dengan menilai kondisi kejiwaan anak laki-laki yang pendiam dan kutu buku itu sangat normal. 
 
Dr. Giovanni Ballesio, dekan jurusan pengobatan kesehatan dari Rome University, yang pernah menyelidiki kemungkinan ketidaknormalan pada orang yang memiliki kemampuan membangkitkan listrik tinggi pun tidak mampu menemukan penjelasan apa-apa di balik semua kebakaran itu. Benedetto hanya menyandarkan harapannya pada parapsikolog Demetrio Croce yang mencoba mengajarkan bagaimana mengontrol kemampuannya itu.

Vincent H. Gaddis, dalam bukunya Mysterious Fires and Lights, menyatakan bahwa ada satu kekuatan pikiran yang mampu meningkatkan gejolak molekul yang berpengaruh langsung pada suatu objek sasaran. Begitu gejolak meningkat, objek menjadi panas. Untuk membakar tirai, baju atau benda lain yang mudah terbakar hanya perlu beberapa percikan panas. 
 
Vincent menulis buku ini berdasarkan penelitiannya dalam bidang parapsikologi pada tahun 1967.

Kemampuan seperti juga dikembangkan teratur oleh para biksu Tibet, bahkan hal ini diujikan dalam proses inisiasi mereka, dengan membungkus diri dalam lembaran kain dan kertas basah, dan menghabiskan malam di pegunungan yang dingin, duduk di salju. Di pagi hari, jika mereka lulus ujian, kertas dan kain akan mengering dan beberapa salju yang menyentuh tulang kaki di sekitar biarawan akan meleleh.

Kelebihan manusia-manusia tersebut yang mampu membakar benda-benda di sekitarnya memang merupakan suatu kelebihan sendiri, tetapi bila tidak dapat mengontrol kekuatannya tersebut kelebihannya itu dapat menjadi suatu kutukan tersendiri. 
 
 
 
 
 
 
Sumber:



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: Apa Kabar Dunia
Deskripsi: Apa Kabar Dunia Foto Kilat Menakjubkan Saat Letusan Gunung Ber...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/03/apa-kabar-dunia_20.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.