Rabu, 27 Februari 2013



ZILZAAL


Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Kemenangan Bizantium

Posted: 26 Feb 2013 09:40 PM PST

 Pada abad ke-7 M, Kekaisaran Bizantium Kristen mengalami kekalahan dari bangsa Persia. Akibatnya, Bizantium pun kehilangan Yerusalem. Tak ada yang percaya bahwa Bizantium akan bangkit dari kekalahannya.

Namun, pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun dari kekalahan Bizantium itu, turun wahyu kepada Nabi Muhammad SAW yang mengabarkan bahwa Bizantium akan kembali meraih kemanangan. Firman Allah itu tercantum dalam surah Ar-Ruum [30] ayat 1-4:



"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Alquran, 30:1-4)

Pada zaman itu, kaum kafir menertawakan firman Allah itu. karena bagi mereka, sangat mustahil Bizantium dalam waktu dekat akan bangkit menang. Betapa tidak. Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali.

Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel.

Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Alquran takkan pernah menjadi kenyataan.

Firman Allah SWT itu akhirnya menjadi kenyataan. Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia.

Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Alquran, secara ajaib menjadi kenyataan. Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar-Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan.

Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi.

Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Aliansi Nasrani-Salibis Melawan Pemerintahan Utsmani

Posted: 26 Feb 2013 09:34 PM PST

Sigismund Raja Hungaria bersama dengan Paus Boniface IX merintis gerakan aliansi antarnegara-negara Eropa Nasrani-Salibis untuk melawan pemerintahan Utsmani. Ini merupakan gabungan kekuatan aliansi terbesar yang dihadapi pemerintahan Utsmani pada abad ke-14 dalam hal jumlah negara yang tergabung di dalamnya, lengkap dengan dukungan logistik, senjata, dan bala tentara. Jumlah keseluruhan tentara Salib saat itu adalah 120.000 pasukan dari berbagai negara (Jerman, Perancis, Inggris, Skotlandia, Swiss, Luxemburg, wilayah-wilayah dataran rendah bagian selatan, serta beberapa Negara kecil di Italia).[1]


Pasukan ini berangkat menuju Hungaria pada Tahun 800 H/ 1396 M. Namun para pemimpinnya berselisih pendapat dengan Sigismund sebelum peperangan dimulai. Sigismund lebih mengedepankan taktik bertahan hingga tentara Utsmani datang menyerang. Strategi itu ditentang para jenderal dan komandan perang yang memilih pendapat, menyerang langsung. Mereka menyeberangi sungai Danube, dan akhirnya sampai di Nicopolis sebelah utara Balkan. Disana mereka mulai pengepungan. Pada awal peperangan, mereka berhasil unggul atas pasukan Utsmani. Namun tiba-tiba Bayazid muncul dibarengi 100.000 pasukan. Jumlah ini lebih sedikit dari pasukan aliansi Salibis-Eropa. Namun mereka lebih unggul dalam kedisiplinan dan persenjataan. Akibatnya, binasalah sebagian besar tentara Nasrani. Mereka terpaksa lari tunggang-langgang. Banyak pasukan Salibis terbunuh dan sebagian pemimpinnya ditahan. Pasukan Utsmani dalam perang Nicopolis ini berhasil mengumpulkan harta rampasan perang dalam jumlah besar dan mampu menguasai barang simpanan musuh.[2]Pada saat kemenangannya inilah Sultan Bayazid mengutarakan tekadnya, dia akan menaklukkan Italia dan memberi makan kudanya dengan gandum, di tempat kurban Petrus di Roma.[3]

Banyak pembesar Perancis yang tertawan dalam peperangan ini. Di antaranya yang bernama Comte de Nevers. Sultan Bayazid menerima tebusannya dan dia dibebaskan dari tawanan. Sultan sendiri menegaskan agar dia bersumpah untuk tidak kembali berperang melawan dirinya. Sultan berkata padanya, "Saya membolehkan kamu tidak mantaati sumpah ini, kau boleh saja untuk kembali berperang melawan aku. Sebab tidak ada satu pun yang lebih aku senangi daripada memerangi semua orang Nasrani Eropa dan saya menang atas mereka."[4]

Sedangkan Raja Hungaria yang telah kerasukan rasa bangga saat melihat jumlah pasukannya sangat besar dan sempat sesumbar, "Andaikata langit runtuh, maka akan kami tangkap Bayazid dengan kekuatan pasukan kami." Dia lari lintang-pukang bersama komandan divisi pasukan kuda Rhodesia. Tatkala sampai di pantai Lut Hitam, keduanya melihat satu armada orang Nasrani. Tanpa pikir panjang, mereka melompat ke salah satu kapal dan segera melarikan diri tanpa menoleh kebelakang. Kekalahan Hungaria dalam perang Nicopolis, menjadikan posisi Negara itu terpuruk di mata masyarakat Eropa. Wibawanya langsung ambruk.[5]

Kemenangan yang sangat gemilang itu, memiliki dampak sangat kuat bagi Bayazid dan masyarakat Islam. Bayazid segera mengirimkan surat kepada kerajaan-kerajaan Islam di wilayah Timur dan memberikan kabar gembira kepada mereka tentang kemenangan gemilang atas pasukan Nasrani itu. Bersama para utusan, dikirim pula beberapa tawanan perang laki-laki kepada Raja-Raja Islam sebagai hadiah dari seorang Sultan, sekaligus sebagai bukti material bahwa kemenangan sudah dicapai. Sedangkan Bayazid sendiri menggelari dirinya sebagai "Sultan Romawi", karena dia telah mewarisi pemerintahan Saljuk dan telah menguasai kepulauan Anatolia. Kemudian dia juga mengirim utusan kepada khalifah Abbasiyah yang saat itu berpusat di Kairo, untuk mengokohkan gelar ini sehingga dia bisa menggunakan gelar tersebut secara resmi dalam kesultanan yang telah dia bina bersama kakek-kakeknya sebelumnya. Dengan adanya pengesahan ini, maka Bayazid memiliki legalitas dan semakin kuat wibawa dan posisinya di mata dunia Islam.

Tidak ada pilihan lain bagi Sultan Mamluk, Barquq, pelindung Khalifah Abbasiyah, kecuali menyetujui permintaan itu. Dia melihat bahwa Bayazid adalah sekutu satu-satunya dalam usaha mencegah kekuatan Timurlenk yang sedang mengancam kekuasaan pemerintahan Mamluk dan Utsmani. Kemenangan Bayazid disambut kegembiraan besar. Saat itu beribu-ribu kaum muslimin melakukan hijrah ke Anatolia. Mereka sengaja datang untuk melakukan pengabdian kepada pemerintahan Utsmani. Hijrah ini dilakukan oleh para tentara dan masyarakat umum yang telah memelihara kontribusi dalam bidang ekonomi, ilmiah, pemerintahan di wilayah-wilayah kerajaan Islam. Di samping itu juga ada beberapa kelompok yang melarikan diri dari serbuan Timurlenk menuju Asia Tengah.[6]

[1] Ad Daulah Al-Utsmaniyah fit Tarikh Al-Islami Al-Hadits, Dr. Ismail Baghi, hlm.24-25

[2] Ibid, hlm.42

[3] Muhammad Al-Fatih, Salim Ar-Rasyidi, hlm.33

[4] Tarikh Al Daulah Al Utsmaniyah, Muhammad Farid Baek, hlm.144

[5] Muhammad Al-Fatih, Salim Ar-Rasyidi, hlm.33

[6] Fi Ushul Al Tarikh Al-Islami, Ahmad Abdul Halim, hlm.54-55

http://www.hasanalbanna.com/aliansi-nasrani-salibis-melawan-pemerintahan-utsmani/

“Saya Tak Butuh Tuhan dalam Bentuk Patung!”

Posted: 26 Feb 2013 09:07 PM PST

Mohammed Robert Heft mulai tertarik dengan ajaran Islam ketika bertemu ulama asal Palestina, Hosam Taha.

Saat ditemui Heft, Taha melihat kalung salib melingkar di leher Heft. "Yesus bukanlah juru selamat Anda," sebut Taha seperti dinukil dari Arabnews.com, Rabu (20/2).

Penasaran dengan pertanyaan Taha, Heft memberanikan diri meminta penjelasan. Melalui penjelasan yang memakan waktu tiga hari itu, Heft akhirnya memutuskan memeluk Islam.
"Saya menjadi sadar, tidak membutuhkan Tuhan dalam bentuk patung," ucap Heft mantap.

Menurut Heft yang terpenting dari hal itu adalah eksistensi. "Tuhan yang sebenarnya ada dalam hati kita, itulah yang membuatku menjadi muslim," ungkap dia.

Yang membuat Heft begitu yakin, setiap hal apapun itu memiliki panduan. Heft melihat Alquran, merupakan panduan hidup seorang muslim yang memberitahukan bagaimana konsep Ketuhanan, cara berhubungan antara manusia dan Tuhan, manusia dengan manusia.

Kisah Nyata: ULAR HITAM

Posted: 26 Feb 2013 06:36 PM PST

Suatu cerita yang telah berlaku beberapa tahun dulu di Makkah …Kisah nyata. Sahabat, ada baiknya kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Kisah ini datang dari tanah perkuburan Sa'raya,Makkah.

Pada beberapa tahun dahulu ada seorang perempuan yang berumur 40an telah meninggal dunia.

Mereka telah mengusung jenazah beliau untuk dikebumikan di tanah perkuburan Al Ma'ala
yakni lebih kurang 2 kilometer dari Masjidil Haram selepas solat zuhur.


Setelah sampai sahaja di tanah perkuburan tersebut, alangkah kagetnya mereka mendapati seekor ular yang berwarna hitam sebesar paha bersisik tebal telah berada di dalam liang lahat (dalam kubur tersebut).

Subhanallah … keadaan ular tersebut amat mengerikan. Mereka pun terus berlalu dari situ dan membawa jenazah wanita tersebut ke tanah perkuburan yang lain yakni di tanah perkuburan Sa'raya lebih kurang setengah jam memandu dari situ (8 km Jauhnya) .

Setelah mereka sampai di tanah perkuburan tersebut, rupa-rupanya ular hitam yang sama juga telah menunggu jenazah wanita yang ingin dikebumikan di situ.

Allahu Akbar … mereka mengambil keputusan untuk memindahkan serta mengangkat ular tersebut dan letakkan di luar yakni berjauhan sedikit dari kawasan tersebut dan mengkebumikan jenazah wanita itu (yang anehnya ular hitam itu tidak melakukan apa-apa bila disentuh oleh mereka).

Selepas sahaja mereka mengkebumikan mayat wanita itu, tiba-tiba Ular Hitam yang diletakkan berjauhan dari situ datang menjalar dengan pantas dan masuk ke dalam kubur wanita itu.

MasyaAllah.. Ular itu masuk ke dalam kuburan wanita itu…

Dengan seketika mereka mendengar bunyi seperti dahan-dahan pohon yang dipatah-patahkan dan apabila mereka melihat ke dalam kubur wanita tersebut, alangkah kagetnya mereka karena ular hitam sedang membelit jenazah wanita itu serta mematah-matahkan tulang jenazah itu …

Subhanallah. Ada beberapa orang yang berada di sekitaran kubur itu turut pingsan melihat kejadian itu.
Selepas diselidiki kenapa perkara tersebut bisa terjadi..?

rupa-rupanya sewaktu hayatnya, wanita tersebut suka melewat lewatkan sholatnya.

INI BARU SIKSAAN DI DUNIA AKIBAT MELEWATKAN SHOLAT….BAGAIMANA KALAU TAK SOLAT ??! naudzubillah..

Sahabat, marilah.. kita ambil iktibar dan pedoman dari kisah ini..

Dari sahabat sekalian?.. Sudah berapa kali meninggalkan sholat?.. Sudah berapa kali melalaikan sholat?.. Sudah berapa kali meremehkan sholat?..

Sahabat islam kan?.. Suarakan islam mu sahabat.. Tunjukkanlah jika kamu islam..! Jaga sholatmu, jaga ahlaqmu, jaga pandanganmu, jaga kehormatanmu sahabat, dan jaga semua yang diperintahkan oleh-Nya

Sahabat semua mau kembali ke dalam kampung halaman kan sahabat?. Ya, kampung halaman kita.. Kampung halaman kita adalah Surga..! ^_^ Yukk.. Jangan lalaikan sholat kita yaa.. always sholat 5 waktu..

Kita sama-sama belajar, dan saling menasihati, dan mengingatkan satu sama lain.. Hmm.. Itulah, indahnya ukhuwah islamiah.. ^_^

Wallahu a'lam bishawwab

Tongkat Nabi Musa

Posted: 26 Feb 2013 05:10 PM PST

AWALNYA adalah sebuah tongkat biasa, ini tercermin dari pengakuan pemiliknya ketika ditanya : "Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?" (QS: 20:17). Yang ditanya-pun menjawab: "…Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya." (QS 20:18). Namun setelah diberi mukjizat oleh Yang Maha Kuasa, berbagai persoalan besar terselesaikan melalui tongkat ini.
Ketika berhadapan dengan para tukang sihir pilihan Fir'aun, Musa diberi petunjuk untuk menggunakan tongkatnya: "…Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang."(QS: 20; 68-69)

Ketika Musa dan kaumnya terjepit di antara lautan dan musuh yang mendekat, Musa diberi petunjuk untuk menggunakan tongkatnya: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar." (QS 26 :63)

Kerika terjadi krisis air-pun sekali lagi Musa diberi petunjuk untuk menggunakan tongkatnya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan." (QS: 2 :60)

Allah, Tuhan yang sama yang memberi Nabi Musa 'Alaihi Salam mukjizat melalui tongkatnya – tentu sangat kuasa untuk memberi mukjizat kepada siapapun yang dikehendakiNya dan kapan-pun Dia kehendaki. Untuk kita yang hidup di akhir jaman ini – mukjizat itu-pun disesuaikan dengan jaman kita. Bukan lagi berupa tongkat, tetapi sebuah sumber ilmu yang tidak akan habis digali, sumber petunjuk yang tidak akan pernah menyesatkan siapa saja yang mengikutinya.

Ketika umat ini tersihir dengan kemajuan teknologi umat yang lain, keperkasaan ekonomi umat yang lain dan tekanan politik pemikiran umat yang lain – maka waktunya umat ini untuk menggunakan 'tongkat – mukjizatnya' – yaitu kembali kepada petunjuk-petunjuk yang ada di Al-Qur'an untuk meraih keunggulan dan mengalahkan segala bentuk sihir modern yang kita hadapi ini.

Ketika umat ini terjepit di antara musuh-musuh yang semakin mendekat siap meng-kooptasi segala aspek kehidupan kita, di tengah keterbatasan ilmu dan sumber daya lainnya yang kita miliki – maka kinipun waktunya kita kembali pada 'tongkat –mukjizat' kita, kembali ke Al-Qur'an untuk mencari solusi yang bisa jadi belum pernah terbayangkan oleh kita sebelumnya. Solusi yang bisa membelah lautan-pun dimungkinkan melalui Mai'ya Robbi – Tuhanku bersamaku.

Ketika dunia menghadapi berbagai krisis pangan, energi dan air (FEW – Food, Energy and Water), maka kita-pun waktunya kembali ke 'tongkat- mukjizat' untuk mampu mengeluarkan air (juga pangan dan energi) – bahkan dari tempat yang tidak terduga sekalipun – 'air yang memancar dari bebatuan'.

Ini semua dimungkinkan karena Allah sendiri yang sudah menjanjikan kita solusi atau jawaban atas segala permasalahan yang kita hadapi : " …dan Kami turunkan kepadamu Kitab Al-Qur'an sebagai penjelasan (jawaban) bagi segala hal…". (QS 16 :89)

Bayangkan bila di tangan kita ada tongkatnya Nabi Musa – seperkasa apa kita saat ini?. Padahal 'tongkat'  itupun bener-bener ada di tangan kita kini – hanya saja tentu sesuai jamannya – tidak secara harfiah berbentuk tongkat. Dia berupa Kitab yang di dalamnya memberikan jawaban atas segala hal yang kita hadapi atau perlukan saat ini.

Sesuai jamannya pula, penggunaan 'tongkat' ini tidak lagi dengan cara dipukulkan seperti pada jamannya Nabi Musa – tetapi dengan cara yang paling sesuai untuk jaman modern ini, yaitu dengan dibaca, dihafalkan, dipahami, diamalkan dan juga diajarkan. Lima hal ini yang perlu rame-rame kita budayakan (kembali) kini.

Di tangan kita ada mukjizat yang tidak kalah dengan mukjizat tongkatnya Nabi Musa, diberikan oleh Allah – Tuhan yang sama dengan Tuhan-nya Nabi Musa – maka seyogyanya umat ini siap menghadapi Fir'aun-Fir'aun siapapun Fir'aun itu di jaman kini. Seyogyanya umat ini bisa keluar dari seluruh ancaman dan problema jaman, mulai dari ancaman musuh, kendala alam sampai krisis pangan , energi dan air. InsyaAllah kita bisa.(hidayatullah/ugt)




Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Kemenanga...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/02/zilzaal_27.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.