Selasa, 26 Februari 2013



ZILZAAL


Poligami juga dilakukan nabi-nabi sebelum Muhammad saw.

Posted: 26 Feb 2013 10:50 AM PST

 Al-qur'an Annisa ayat 3:
"...maka nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja,..."

Poligami juga dilakukan nabi-nabi sebelum nabi Muhammad saw sebagaimana tercantum di kitab sebelum Al-qur'an

Peraturan poligami di kitab perjanjian lama "Ulangan 21:15"
"Apabila seorang mempunyai dua orang isteri,  yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai,
Nabi-nabi terdahulu juga melakukan poligami

Nabi Ibrahim menikahi Sarah (Kejadian 11:2), Hajar (Kejadian 11:2) dan Kentura  (Kejadian 25:1)

Nabi Yakub punya empat istri, yaitu Lea, Rahel, Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:31-32, 30:34, 30:39).

Esau (anak nabi Yakub) menikahi dua gadis Kanaan yaitu Ada dan Oholibama (Kejadian 36:2-10).

Nabi Musa memiliki dua istri. bernama Zipora dan wanita dari suku Kush (Keluaran 18:2 dan Bilangan 12:1)

Nabi sulaiman (raja salomon) memiliki ratusan istri (I Raja-raja:1-3)

Anak kandung Nabi Sulaiman, Rehabeam, memiliki 18 istri yang memberinya 28 anak laki-laki dan 60 perempuan (2 Tawarikh 11:21).

Nabi Daud memiliki banyak istri, diantaranya Ahinoam, Abigail, Maacha, Hadjit, Edjla, Michal dan Batsyeba ,(I Samuel 25:43-44,27:3,30:5, II Samuel 3:1-5, 5:13, I Tawarikh 3:1-9, 14:3, II Samuel 16:22)

Nabi Luth beritsri dua
Nabi Ismail beristri dua
dan masih banyak lagi

tidak ada cela bagi orang berpoligami
menikahi wanita...
menafkahi...
mendidik anak2nya
jauh lebih terhormat ketimbang pemikiran orang modern yg menjunjung tinggi monogami tetapi marak dengan zina dan perselingkuhan

Pemimpin Besar Berjubah Tambal Sulam

Posted: 26 Feb 2013 10:40 AM PST

"Semoga Allah membalas kebaikanmu hai anak muda. Sungguh engkau lebih pantas menjadi khalifah daripada Umar.."

Tidak ada khalifah yang demikian mencintai kesederhanaan selain Umar bin Khattab. Ialah tempat di mana kaum papa dan jelata menyandingkan harap dan kehidupannya. Tubuhnya tegap. Pelbagai peperangan telah ia lewati. Bahkan, disebut-sebut bahwa Umarlah salah satu ahli strategi terbaik.
Namun, ketika menghadapi rakyat dan soal ilmu agama, Umar tidak akan berhenti mencucurkan air matanya. Umar adalah khalifah, pemimpin yang justru memiliki kesederhanaan daripada rakyat yang dipimpinnya sendiri. Terkadang Umar tidur di atas jerami di rumahnya atau di atas gundukan pasir di bawah pohon kurma. Tak ada kata gengsi atau malu karena amanah yang dia emban.

Ia makan apa saja yang ada, sekadar dapat menopang hidupnya. Makanannya tidak lebih dari seiris daging kering atau sekerat roti yang diolesi minyak campur garam. Pernah suatu saat, Umar menangis, lantaran takut rakyatnya ada yang kelaparan. Ia berujar, "Aku tidak akan puas makan dan minum selama masih ada rakyatku yang kelaparan."

Sejak didaulat menjadi Khalifah, matanya seperti tak henti menyucurkan bening airnya. Memikirkan, jika ada jalan rusak dan kambing terperosok karenanya, apa yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah, kelak?

Umar hanya merasa bahagia apabila ada rakyatnya yang tidak segan berbicara dan mengutarakan isi hatinya. Seperti saat ia melihat seorang wanita tua yang berjalan terbungkuk-bungkuk lantaran membawa beban berat di punggungnya. Khalifah Umar mendekati, lantas membawakan bebannya. Beliau tersenyum saat didengarnya perempuan tua itu mengucapkan terima kasih seraya berkata, "Semoga Allah membalas kebaikanmu hai anak muda. Sungguh engkau lebih pantas menjadi khalifah daripada Umar.."

Itulah Amirul mu'minin Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu anhu yang memiliki tubuh tinggi besar. Beliau adalah pemimpin dengan wilayah yang sangat luas. Penakluk imperium Romawi dan Persia. Sosok yang sangat disegani oleh raja-raja dunia.
Tapi lihatlah kesederhanannya, ia mengenakan jubah yang tambalannya tidak kurang dari 21 buah. Dengan tangan kirinya memegang tinta dan tangan kanannya memegang kertas dan pena, diketuk-ketuk pintu rumah warganya.

Ia meminta kepada para istri yang suaminya sedang berada di garis depan medan jihad, atau berada di perbatasan negeri, agar mereka mendiktekan kepadanya isi surat dan pesan kepada suami-suami mereka, ketika petugas kurir sudah siap berangkat mengantarkan surat-surat itu.

Sang Khalifah pun mengetuk pintu-pintu mereka untuk suatu keperluan lainnya, "Sebutlah kebutuhan-kebutuhan Anda. Siapa yang akan membeli sesuatu ke pasar katakan kepadaku atau kirimkanlah pembantu dan saya akan pergi ke pasar bersamanya, sebab saya khawatir mereka tertipu sewaktu berbelanja."

Setiba di pasar, ia sendiri yang berbelanja dan membeli semua kebutuhan yang sudah dipesan, lalu memasukkan kedalam keranjang dengan tangannya sendiri. Ialah Khalifah Umar yang hampir setiap saat 'blusukan' ke sudut-sudut kota, hingga penjuru negeri, memperhatikan kondisi rakyatnya.

Tatkala Khalifah Umar kembali ke Madinah dari Negeri Syam, ia keluar sendirian untuk melihat kondisi warga negeri. Ia melewati seorang wanita tua di rumahnya yang sederhana, lalu ia menghampiri.

"Siapa lagi ini? Apa saja yang diperbuat Umar?" tanya perempuan itu.
"Ia baru datang dari Syam dalam keadaan selamat" jawab Umar.
"Tidak begitu," jawab si wanita tua ketus.
"Memangnya kenapa?" tanya Umar kaget.
"Demi Allah, ia belum memberikan apapun kepadaku sejak dia diangkat menjadi Amirul Mukminin," sahut wanita itu.
"Tapi Umar tidak tahu kondisimu karena engkau tinggal di sini, tempat yang dia tidak mengetahuinya," Umar menjelaskan.
"Subhanallah… Demi Allah, aku tidak menyangka ada seorang yang diangkat untuk mengurus persoalan kaum Muslimin tapi tidak tahu apa yang terjadi pada rakyatnya," sergah wanita tua itu.

Sontak Umar pun menangis dan berkata dalam hati, "Celaka Umar, semua orang lebih pintar dari-mu, hingga orang tua renta ini. Ya Umar.." Khalifah Umar berkata, "Wahai ibu, berapa engkau akan menjual kezaliman Umar padamu kepadaku, aku ingin melepaskannya dari neraka,"

"Engkau jangan bercanda, semoga Allah merahmatimu," sahut wanita tua.
"Aku tidak bercanda," tegas Umar.

Akhirnya terjadi kesepakatan dimana Umar "membeli" kezaliman itu dari wanita tua dengan harga 20 dinar emas. Ketika transaksi itu tengah berlangsung tiba-tiba Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas`ud muncul. Mereka memberi salam,
"Asaalamu`alaika ya amiral mu'minin". Mendengar salam itu sepontan wanita tua itu meletakkan tangannya di kepala sambil berkata, "Aduh… celaka aku, aku telah memaki amirul mu'minin di depannya."

"Tidak mengapa ibu, semoga Allah merahmatimu" kata Umar menenangkannya.
Khalifah Umar meminta sepotong kain untuk menulis kesepakatan ini, tapi tidak ada, sehingga ia merobek sedikit bajunya, lalu ia menuliskan:

"Bismillahirrahmanirrahim, ini adalah harga pembelian Umar dari Fulanah atas kezaliman padanya semenjak diangkat menjadi khalifah hingga hari ini seharga 20 dinar ". Lalu Umar berkata kepada wanita tua itu," Ketika pengadilan di Mahsyar nanti tiba, jangan lupa bahwa Umar telah lepas dari beban ini, disaksikan oleh Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas'ud". Oleh Umar tulisan itu diberikan kepada putranya sambil berpesan: "Jika ayah mati nanti, selipkan sobekan kain ini di kafanku, untuk aku bawa menghadap Rabb-ku nanti "

Kebijakan Umar ibn Khattab sepuluh tahun lamanya, pria ini diamanahi sebagai pengelola urusan umat. Mulai tahun ke-13 Hijriyah hingga 24 H, selepas Khalifah Abu Bakar wafat, Umar didaulat menjadi Khalifah. Umar melanjutkan pelbagai program yang telah dilakukan pada zaman pemerintahan sebelumnya.

Dari sinilah Umar melanjutkan jihad untuk membebaskan negeri dari kezaliman, menyebarkan dakwah tauhid ke seluruh penjuru bumi. Pasukan melesat bak busur panah. Kepiawaian Umar dalam militer, tergambar dalam strategi-strategi Umar untuk membebaskan negeri-negeri yang berada di dekatnya.

Salah satunya adalah pembagian pasukan dalam batalion dan grup-grup kecil. Ibnu Jarir menyatakan bahwa Umar mengirim surat kepada Sa'ad bin Abi Waqqas sesaat sebelum terjadinya pertempuran yang isinya berbunyi, "Jika engkau sudah menerima suratku ini maka pecahlah pasukanmu menjadi satuan-saatuan yang lebih kecil. Jelaskan kepada mereka tentang tindakan itu, angkatlah pemimpin untuk tiap-tiap pasukan, berilah perintah pemimpin-pemimpin itu di depan semua pasukan, hormati mereka di depan anak buah mereka, dan serahkan panji-panji pasukan pada prajurit yang paling cepat memacu kudanya."

Dengan pedoman inilah, Khalid bin Walid membagi pasukan Islam dalam puluhan batalion, yang setiap batalion berjumlah 1000 orang. Umar memulai pembebasan negeri dari Damaskus, Suriah. Pertarungan begitu sengit antara pasukan Islam dan Romawi. Pasukan Islam berhasil menaklukkan kota ini di bawah pimpinan Abu Ubaidah Amir bin Jarrah, Khalid bin Walid, Amr bin al Ash, Syurahbil bin Hasanah, dan Yazid bin abi Sufyan ra. Panglima Perang saat itu ialah Abu Ubaidah bin al jarrah melanjutkan penaklukannya ke Hamah, Qinisrun, Laziqiyah dan Aleppo.

Syurahbil dan 'Amru bin al Ash bersama pasukannya meneruskan penaklukan Baysan dan Jerussalem di Palestina. Kota suci dan kiblat pertama bagi umat Islam itu dikepung oleh pasukan Muslim selama empat bulan. Akhirnya kota itu dapat ditaklukkan dengan syarat harus Khalifah Umar bin al Khattab sendiri yang menerima "kunci kota" itu dari Uskup Agung Sefronius.

Saat menuju ke Yerusalem, Umar hanya berjalan berdua bersama pelayannya dengan menaiki seekor keledai secara bergantian. Ketika tiba di sana, pelayannya yang sedang mendapat jatah menaiki keledai. Maka, orang yang di atas itu disangka Umar, dan Umar disangka pelayannya. Melihat hal ini, warga Yerusalem takjub dan banyak dari mereka berbondong-bondong masuk Islam. Penyerahan kota Yerusalem kepada Umar, tertuang hingga sekarang dalam dokumen 'Pakta Umar'.

Di wilayah Utara, pasukan Islam maju menuju Mesir. Satu persatu wilayah Mesir berhasil dibebaskan dari kezaliman Romawi. Tak jarang penduduk setempat membantu pasukan Islam agar dapat memenangkan perlawanan. Di wilayah Timur, menuju Asia, pasukan Islam melesat menuju Persia. Khalifah Umar ibnul Khattab mengirim pasukan di bawah pimpinan Saad bin Abi Waqash untuk menundukkan kota itu. Kemenangan yang diraih di daerah itu membuka jalan bagi gerakan maju tentara Muslim ke dataran Eufrat dan Tigris

Setelah dikepung selama 2 bulan, Yazdagrid III, raja Persia melarikan diri. Pasukan Islam kemudian mengepung Nahawan dan menundukkan Ahwaz tahun 22 H. Pada tahun itulah, seluruh wilayah Persia, Imperium besar yang ditakuti oleh masyarakat jahiliyah Arab takluk di bawah kepemimpinan Islam. Pun dengan Romawi di Mesir, Palestina, dan Suriah. Mulai zaman Umar ini, Islam terus menyebar luas ke seluruh penjuru dunia. [alhikmah.co]

Perkembangan Muallaf Australia Merambah Hingga Ke Masyarakat Aborigin.

Posted: 26 Feb 2013 10:37 AM PST

Perkembangan Islam di Australia sudah merambah ke kalangan masyarakat Aborigin, suku asli Benua Kanguru itu. Makin meningkatnya jumlah orang Aborigin yang memeluk Islam menjadi fenomena tersendiri, meski sejumlah peneliti memperdebatkan perihal makin meluasnya pengaruh agama Islam dan alasan orang-orang Aborigin yang memilih memeluk Islam.

Dalam pertemuan organisasi Society for the Scientific Study of Religion di Baltimore akhir Oktober 2012 lalu, sejumlah peneliti dari Religioscope memaparkan kertas kerja mereka tentang pernyataan media dan komunitas Muslim di Australia yang menyebutkan bahwa makin meningkatnya pemeluk Islam di kalangan masyarakat Aborigin, terutama di kalangan anak mudanya, merupakan "kebangkitan" Islam yang melanda suku Aborigin.


Namun laporan sejumlah pakar sosiologi menyebutkan, menurut sensus tahun 1996, 2001 dan 2006, masih lebih banyak orang Aborigin yang memilih "tidak beragama" dibandingkan yang masuk Islam.

Persentase orang Aborigin yang menyatakan beragama Islam masih lebih sedikit (0,22 persen) dibandingkan jumlah seluruh Muslim di Australia (1,7 persen). Populasi Aborigin yang memeluk Islam juga bervariasi; mayoritas Muslim Aborigin, mayoritas kaum urban perkotaan dan kebanyakan adalah kaum lelaki.

Tetapi para peneliti di Religioscope mencatat bahwa persentase kaum lelaki Aborigin yang melibatkan diri dalam Islam (58 persen) lebih besar dibandingkan keterlibatan mereka dalam agama lain.

Gambaran ini terkait dengan sejarah Islam di Australia. Sejumlah Muslim Aborigin mengklaim mereka membangun kembali identitas sejarah mereka dengan cara masuk Islam, karena ada gelombang perkawinan campur antara pendatang Muslim dengan orang-orang Aborigin pada abad ke-19.

Komunitas Muslim ini adalah para pedagang yang berlayar dari Pulau Celebes (sekarang Sulawesi) di Indonesia dan orang-orang Arab (ketika itu disebut "Afghan") yang menetap di pedalaman Australia dan dijuluki "Cameleers" atau penunggang unta.

Selain melakukan perkawinan campur, mereka juga berbagi budaya, termasuk sejumlah tradisi dalam Islam. Sensus tahun 2001 sampai 2006 menunjukkan peningkatan jumlah Muslim Aborigin dari 622 menjadi 1.010 orang.

Peneliti Helena Onnudottir dari Religioscope, Adam Possamai (University of Western Sydney) and Bryan S. Turner (Wellesley College) dalam kertas kerja mereka juga mengungkapkan bahwa identitas Kekristenan pemerintahan Kolonial dan dominansi orang kulit putih atas suku Aborigin kemungkinan menjadi alasan mengapa berdasarkan hasil sensus, persentase orang Aborigin yang memeluk agama Kristen makin menurun.

Agama Kristen Pantekosta, sebagai aliran Kristen yang paling berkembang di Australia, ternyata tidak mendapat tempat di kalangan masyarakat Aborigin.

Para peneliti itu heran kenapa islam semakin berkembang pesat dan menyimpulkan, media massa berperan atas pertumbuhan komunitas Muslim Aborigin, yang kini menjadi trend penting dalam perkembangan agama di Australia.

Kejaiban Al qur'an : Ketika Al-Qur'an Berkata Tentang Oksigen dan Klorofil

Posted: 26 Feb 2013 10:28 AM PST

Ilmu pengetahuan tidaklah mungkin bertentangan dengan agama. Dan agama tidak mungkin bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Ciri keaslian dan keotentikan suatu kitab suci benar-benar berasal dari Tuhan adalah apa yang dijabarkan, baik tersirat apalagi yang tersurat tidak boleh bertentangan dengan Ilmu Pasti Alam, karena keduanya diturunkan dari Tuhan. Itulah yang selalu ditekankan Islam melalui Al-Qur'an sebagai kitab suci. Di berbagai ayat, banyak perintah untuk memperhatikan dan berfikir mengenai berbagai fenomena yang terjadi. Bahkan dikatakan juga bahwa tanda-tanda Allah di alam ini ditujukan bagi orang yang berfikir. Menarik untuk dicermati bahwa tanda-tanda itu adalah untuk orang yang berpikir,  bukan untuk orang yang beriman (saja). Dengan memikirkan fenomena alam sekitar maka akan semakin yakin seseorang akan keberadaan sang Pencipta dan akhirnya mampu memilih agama yang benar yang membawa kebenaran.
Salah satu ayat yang menarik adalah surah Al-Waaqi'ah (56) ayat 71-72, yang terjemahannya adalah sebagai berikut :

    [56:71-72] Tidakkah kamu perhatikan api yang kamu nyalakan. Kamukah yang menjadikan pohon itu (syajarataha) atau Kami-kah yang menjadikannya?

Disini sekali lagi pemilihan kata di dalam Al-Qur'an membuktikan bahwa Qur'an adalah memang benar diturunkan dan berasal dari Allah. Surah 56 ayat 72 menggunakan kata "syajarataha" yang artinya "pohon itu" (di banyak terjemahan bahasa Indonesia mengartikannya sebagai "kayu itu"). Kayu sendiri dalam bahasa arab adalah "khusyub", seperti yang digunakan di surah Al-Munafiqun (63) ayat 4 :

    [63:4] ... Mereka adalah seakan-akan kayu (khusyubun) yang tersandar ...

Menarik untuk diperhatikan bahwa Allah menggunakan kata "pohon itu" (syajarataha), bukannya "kayu itu" (khusyubuha) dalam kaitannya dengan penyalaan api. 15 abad yang lalu ketika ayat ini diturunkan, bahkan masih ada sampai sekarang, dalam menyalakan api, manusia menggunakan potongan-potongan kayu  dan menggosok-gosokkan potongan kayu tersebut. Sepertinya tidak ada yang menggunakan "pohon" untuk menghasilkan api untuk keperluan sehari-harinya. Akan tetapi Qur'an memakai kata "pohon" dan bukannya "kayu" untuk menjelaskan mengenai api.

Satu sifat api adalah agar dapat bertahan, ia membutuhkan oksigen. Tanpa oksigen, api akan segera padam, karena tidak akan dapat melakukan reaksi kimia yang mana membutuhkan oksigen. Seperti yang kita ketahui, pohon melakukan fotosintesis yang mana mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Oksigen ini akan dilepaskan oleh pohon sebagai hasil tambahan dari fotosintesis. Dengan oksigen inilah sehingga manusia dapat menyalakan api. Oleh karena itu setelah Allah melalui Al-Qur'an menyatakan "Tidakkah kamu perhatikan api yang kamu nyalakan?" Allah langsung bertanya " Apakah kamu yang menjadikan pohon itu ataukah Kami yang menjadikannya?" Karena tanpa pohon, tidak akan ada oksigen dan tanpa oksigen tidak akan ada api.

Jadi, fakta yang baru ditemukan pertengahan abad ke 18 (mengenai fotosintesis) telah di jelaskan oleh Al-Qur'an 15 abad yang lalu. Tentu saja, 15 abad yang lalu mungkin tidak ada yang menyadari maksud sebenarnya dari ayat ini, karena istilah oksigen dan fotosintesis sama sekali belum dikenal pada masa itu, terpikirkan pun mungkin saja tidak,  sehingga "syajarataha" dalam ayat ini ditafsirkan oleh para ahli tafsir terdahulu sama dengan "khusubuha" dimana dalam membuat api, orang menggosok-gosokkan kayu atau menggunakan kayu sebagai bahan bakar.

Lebih dalam lagi, Al-Qur'an menjelaskan hal yang sama dengan narasi yang berbeda di ayat-ayat yang lain :

    [36:80] yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari pohon yang hijau (as-syajari al-akhdhari), maka tiba-tiba kamu nyalakan daripadanya"

    [6:99] dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami hasilkan dari itu "sesuatu yang hijau" (khadiran), Kami keluarkan dari itu butir yang banyak ...

Di dua ayat diatas, dimunculkan kata "akhdar" yang berarti hijau dalam kaitannya dengan pohon (syajara) dan tumbuh-tumbuhan (nabaata). Pada surah ke Yaasiin (36), lebih spesifik lagi dikatakan api dijadikan dari "pohon yang (memiliki)  hijau" (as-syajari al-akhdari), karena hanya pohon yang memiliki zat hijau daun atau yang dikenal sebagai klorofil yang dapat melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Klorofil dalah zat yang berperan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi yang dibutuhakan tumbuhan untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa serta menghasilkan oksigen. Tanpa klorofil, tumbuhan-tumbuhan tidak akan dapat melakukan fotosintesis yang tentu saja tidak akan dapat menghasilkan oksigen sehingga api pun tidak akan dapat dinyalakan.

Di surah Al-An'aam (6) ayat ke 99 Allah melalui Quran menyatakan " fa-akhrajna (lalu Kami keluarkan/hasilkan/adakan) min'hu (darinya) khadiran (sesuatu yang hijau)". Selanjutnya dikatakan bahwa sang "khadiran" atau "sesuatu yang hijau" atau istilah populernya "klorofil" tersebut mampu menghasilkan bagi tumbuh-tumbuhan butir yang banyak, karena dengan adanya klorofil maka proses fotosintesis dapat berjalan sehingga menghasilkan makanan yang dibutuhkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk menghasilkan buah.

Jika di surah 36 dan 56 di atas Allah menggunakan kata "syajara" atau "pohon" dalam kaitannya dengan api, maka dalam menjelaskan "sesuatu yang hijau" atau khadiran di surah 6, dimana tidak disebut-sebutkan kaitannya dengan api, Allah memasangkannya dengan  kata "nabata" atau "tumbuh-tumbuhan". Hal ini karena jika terkait dengan api, "syajara" atau "pohon" selain menghasilkan oksigen, juga memiliki kayu yang juga dibutuhkan dalam membuat api sebagai bahan bakarnya.

Masih di surah Al-An'aam (6) ayat ke 99, di akhir ayatnya Allah berkata :

    [6:99] ... Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Disini Allah secara spesifik menekankan kita untuk memperhatikan keadaan buah dan sekitarnya, mulai ketika buah tersebut masih muda sampai menjadi matang, bagaimana keadaan daun-daun di sekitar buah tersebut, sampai akhirnya pohon tersebut akhirnya tidak menghasilkan buah lagi. Dari daun yang awal mulanya berwarna hijau menjadi mulai memudar dan menjadi berwarna kuning (disebagian jenis pohon), akibat sel-sel hijau daunnya telah mati.

Demikianlah Allah menunjukkan tanda-tandanya kepada manusia, sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam surah Fushshilat (41) ayat 53 :

    [41:53] Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?


Wallahu a'lam
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya
Sumber : http://www.quranandscience.com/plants/ dan sumber-sumber lainnya


Anis Matta: "Survei Pilgub Sumut Calon Kita Menang"

Posted: 26 Feb 2013 01:46 AM PST

Setelah menang di Pilgub Jawa Barat versi hitungan cepat, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta tambah yakin partainya akan juga memenagkan Pilgub di Sumut yang akan digelar pada 7 Maret mendatang.

"Saya yakin aura kemenangan di Jabar akan mengalir ke Sumut," ujar Anis di Gedung DPR, Komplek Parleme, Senayan, Jakarta (Selasa, 26/2).

Menurut Anis, untuk kemenangan Sumut akan semakin menunjukkan bukti, kalau konsolidasi yang ia lakukan pasca menggantika Luthfi Hasan Ishaaq sudah memetik hasil.
"Kemenangan ini akan jadi buah kedua sesudah konsolidasi nasional. Saya dapat kabar dari Medan, di survei kita masih menang," unggap mantan Wakil Ketua DPR ini.

Tambah Anis, kalau PKS sudah menang di Jabar dan di Sumut, akan menjadi alat ukur, terget tiga besar di pemulu 2014 akan semakin terbuka.

"Sudah menang Jabar dan Sumut, ini membuktikan kami akan masuk tiga besar," pungkasnya.

"Saya Seorang Nasrani" Tetap Yakin Pada PKS

Posted: 26 Feb 2013 01:05 AM PST

Oleh; Lilasari Melati

Masih jelas terngiang dalam ingatanku, meski hampir seminggu berlalu. Pria paruh baya itu menggunakan batik merah, duduk santun diantara kerumunan kader dan simpatisan PKS yang berkumpul malam itu (Selasa,19/2) di aula Bapelkes. Tubuh mungilnya hampir tak terlihat bahkan mungkin kehadirannya tidak akan aku sadari jika saja ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Ust. Zainuddin Tambuala tidak mempersilahkannya berdiri.
"Saya atas nama DPC PKS kecamatan Palolo. Saya selaku sekretaris DPC PKS kecamatan Palolo. Nama saya Charles K. Palullungan."katanya memperkenalkan diri sambil mengambil jeda berbicara. Sontak aku terperangah. Mungkin hanya aku seorang. Selanjutnya ia menyambung lagi.

"Saya seorang nasrani."kali ini akhir kalimatnya diikuti riuh tepuk tangan dan bias senyum tak percaya. Sementara yang lain, memandang terpana. Mengikutiku barangkali yang tanpa sadar hanya menggengam erat kamera tanpa membidikannya, seperti biasanya.

Wajarlah, mereka mungkin baru menyadari kehadiran seorang nasrani di tengah temu kader tersebut. Bahkan beliau bukan seorang simpatisan, tapi pengurus DPC PKS. Catat! Dia seorang kader. Sebagian kader pasti terperangah karena hal ini.

Namun, tidak bagiku. Sejak awal bertemu beliau dalam sebuah kegiatan jaring aspirasi yang dilakukan aleg DPR RI, Ust Akbar Zulfakar akhir tahun lalu, aku sudah mengetahui agama yang dianutnya. Akupun sudah mengetahui bahwa beliau juga kader PKS. Hanya saja, yang lebih membuatku terperangah adalah keistiqomahannya dalam barisan dakwah yang disebut PKS ini.

Aku tidak habis pikir, bukankah belum sampai sebulan gembar-bembor berita kasus dugaan suap impor sapi terhadap Ust, Lutfi Hasan Ishaq ketika gelaran acara itu dibuat? Apakah beliau tidak melihat seliweran berita yang membanjiri media cetak maupun eletronik bahkan media online hampir seminggu dengan headline negatif yang cenderung provokatif bahkan fitnah? Bukankah bisa saja keyakinannya akan goyah pada PKS?

"Ah menurut saya ustad Lutfi Hasan Ishaq itu hanya korban permainan politik."sanggahnya mantap ketika aku akhirnya berkesempatan berbicara secara langsung dengannya.
Selanjutnya, ia menceritakan awal mula keterlibatannya di PKS. Menurutnya, sebelum melamar sebagai kader PKS, ia sudah pernah ke partai-partai lainnya. Namun, tidak ada yang mau menerima. Hingga meskipun awalnya ragu, ia memberanikan diri untuk masuk sebagai kader PKS.

"Waktu itu saya bertemu dengan Ust. Zainuddian Tambuala. Katanya, kita (PKS-red) tidak melihat agamanya tapi manusianya.Inilah alasan sehingga saya masuk, dan juga merupakan alasan paling kuat. Saya merasa partai ini tidak membeda-bedakan agama."tegasnya.

Ketertarikannya pada PKS makin kuat seiring aktifnya partai ini menuju ke pelosok desanya untuk melakukan kegiatan amal. Bahkan, ia sangat terkagum-kagum ketika Menteri Sosial, Salim Segaf Aljufri datang langsung ke desa Rahmat kecamatan Palolo untuk memberikan bantuan sebesar 73 juta rupiah. Padahal mayoritas penduduk di desa ini beragama nasrani.

"Saya juga tambah yakin dengan PKS waktu anggota DPR RI, Akbar Zulfakar Sipanawa turun langsung ke kecamatan Palolo. Bayangkan, dari 5 orang anggota DPR RI dari Sulawesi Tengah, hanya pak akbar yang turun langsung ke pelosok. Yang lainnya hanya saya tahu lewat foto."katanya berapi-api.

Charles menambahkan bahwa ia akan tetap di PKS meskipun banyak berita miring tentang partai ini. Baginya, PKS mampu melakukan kerja nyata tanpa iming-iming janji palsu.

Sepanjang penuturan laki-laki kelahiran,Gunna Malenong 42 tahun silam ini, aku hanya bisa membisu dengan dada bergemuruh. Meski awalnya keheranan dengan kedatangannya di acara temu kader yang menunjukkan kesetiannya pada partai ini, aku akhirnya memahami bahwa sungguh janji Allah itu pasti, inna ma'al usri yusro. Selalu dan selalu kemudahan pasti membersamai kesulitan seberat apapun topaan badai yang menerpa.

Asalkan, tetap menjadikan Allah SWT sebagai ghayyah (tujuan). Ingat, Hanya untuk Allah.

http://www.fpks-palu.org/2013/02/saya-seorang-nasrani-tetap-yakin-pada.html?fb_action_ids=10200269128624207%2C10200263444962119&fb_action_types=og.likes&fb_source=other_multiline&action_object_map=%7B%2210200269128624207%22%3A280813602049890%2C%2210200263444962119%22%3A139480312888005%7D&action_type_map=%7B%2210200269128624207%22%3A%22og.likes%22%2C%2210200263444962119%22%3A%22og.likes%22%7D&action_ref_map=%5B%5D

Tempo Sering Serang PKS untuk Mengerem Kerugiannya?

Posted: 26 Feb 2013 12:40 AM PST

Tempo agaknya sangat suka memberitakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akhir-akhir ini. Selama Februari 2013, tiga dari empat edisi majalah Tempo mengambil isu PKS sebagai headline.

Pada edisi 3 Februari 2013, cover majalah Tempo berjudul "Suap Sapi Berjanggut" lengkap dengan gambar sapi berlogo PKS sedang memakan uang. Pada edisi 10 Februari 2013, cover majalah itu bergambar LHI dan Anis Matta yang sedang memasak daging. Tertulis judul besar di cover "Hangus!", dengan headline "Partai Putih di Pusaran Kasus Hitam."
Sedangkan pada edisi 24 Februari 2013, bertepatan dengan Pilgub Jabar, majalah tempo memajang gambar Aher membawa buku tabungan di cover depan, dengan judul "Runyam Aher Bank Dibobol."

Tempo online (tempo.co) agaknya juga tidak kalah "bernafsu" untuk "menyerang" PKS. Itu terlihat dari tindakan "gegabah" merilis berita hasil Pilgub Jabar yang bisa dikesankan menggiring opini bahwa pasangan Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar kalah.

"Hasil Real Count KPU, Rieke-Teten Unggul 47 Persen" demikian judul awal di laman http://www.tempo.co/read/news/2013/02/24/078463394. Meskipun isinya adalah perkembangan perhitungan manual KPUD Jabar, prosentase yang ditulis salah fatal. "Peringkat pertama ditempati Rieke-Teten 3.172 (47 persen). Disusul Aher-Deddy Mizwar 3.069 (45,5 persen). Dede-Laksamana 2.094 (31 persen). Yance-Tatang 1.890 (28 persen). Dikdik-Toyib 211 (3.1 persen)," tulis Tempo.co, Ahad (24/2). Jika dijumlahkan, total prosentase suara melebihi 100 persen, yakni 154,6 persen. Setelah diprotes, judul berita itu pun diganti menjadi "Hasil Sementara KPU, Rieke-Teten Unggul."
screenshot Tempo


Tempo Terus Merugi?
Menurut Konsultan Manajemen Media dan Mahasiswa S3 Ilmu Komunikasi, Muhammad Rahmad, Tempo sedang mengalami kerugian hingga puluhan milyar rupiah.

"Pada laporan keuangan PT. Tempo Inti Media Tbk yang dipublikasikan EMIS (Emerging Markets Information Service) menyebutkan perusahaan mengalami kerugian. Pada bisnis kuartal 1 (Jan-Mar 2012), PT. Tempo Inti Media Tbk mengalami kerugian bersih Rp. 1,4 Milyar. Secara kumulatif pada kuartal 2 (Jan-Juni 2012), total kerugian bersih PT. Tempo Inti Media Tbk menjadi Rp. 8,5 Milyar. EMIS belum mempublikasikan data keseluruhan PT. Tempo Inti Media Tbk untuk tahun 2012" tulis Pemerhati perkembangan sosial dan politik itu di kompasiana.

"Jika melihat trend kerugian bersih yang dialami perusahaan Tempo yang terus meningkat dari Kuartal 1 ke 2, perkiraan saya, selama tahun 2012, perusahaan ini mengalami kerugian bersih lebih besar lagi. Apalagi ketika saya amati saat saya berada ditoko buku selama 2 jam lebih, tidak ada seorangpun yang berminat membeli majalah Tempo Edisi terakhir," tambahnya.

Serang PKS?
Mengomentari tulisan Muhammad Rahmad, sejumlah kompasianer menghubungkan kerugian Tempo dengan pemberitaan media itu terkait PKS.

"hmm ogut jadi ngerti kenape tempo selalu jadikan PKS sbg dagangan. hanya utk dongkrak oplah. maklum kalo PKS jadi berita banyak yg nyari" tulis salah seorang kompasianer.

"Setuju dengan pendapat Wong Ndeso. Tempo itu suka nyerang umat Islam, termasuk menyudutkan PKS. Headlinenya provokatif, namun tak jarang yang tidak valid. Akhirnya menuai protes dan bantahan. Mungkin tempo sengaja berbuat seperti itu agar laku. Tapi ya itu, pertama orang baca, habis itu muak" timpal kompasianer lainnya, cicidaini. [JJ/Tmp/Kmp]

Re-Post: www.bersamadakwah.com/2013/02/tempo-sering-serang-pks-untuk-mengerem.html

Jilbab Menurut Islam, Kristen dan Yahudi: Mitos dan Realita

Posted: 25 Feb 2013 06:22 PM PST

Oleh: Andi Kumala Dewi Syam

Marilah kita buka suatu persoalan yang di negara-negara Barat dianggap sebagai simbol dari penindasan dan perbudakan wanita, yaitu jilbab atau tudung kepala. Apakah betul tidak terdapat pembahasan mengenai jilbab di dalam tradisi Jahudi-Kristen ? Mari kita lihat bukti catatan yang ada. Menurut Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Beliau disana mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut isterinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."


Hukum Rabbi melarang pemberian berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap "telanjang". Dr. Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."

Dr. Brayer juga menerangkan bahwa jilbab bagi wanita Yahudi bukanlah selalu sebagai simbol dari kesopanan. Kadang-kadang, jilbab justru menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya ketimbang ukuran kesopanan. Jilbab atau tudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi. Jilbab juga diartikan sebagai penjagaan terhadap hak milik suami.

Jilbab menunjukkan suatu penghormatan dan status sosial dari seorang wanita. Seorang wanita dari golongan bawah mencoba menggunakan jilbab untuk memberikan kesan status yang lebih tinggi. Jilbab merupakan tanda kehormatan. Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S.W.Schneider, 1984, hal 237). Wanita-wanita Yahudi di Eropa melanjutkan menggunakan jilbab sampai abad ke sembilan belas hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Tekanan eksternal dari kehidupan di Eropa pada abad sembilan belas memaksa banyak dari mereka pergi keluar tanpa penutup kepala.

Beberapa wanita Yahudi kemudian lebih cenderung menggantikan penutup tradisional mereka dengan rambut palsu sebagai bentuk lain dari penutup kepala. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang saleh tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239). Sementara beberapa dari mereka. seperti sekte Hasidic, masih menggunakan rambut palsu (Alexandra Wright, 19??, hal 128-129).

Bagaimanakah jilbab menurut tradisi Kristen?

Kita sendiri menyaksikan sampai hari ini bahwa para Biarawati Katolik menutup kepalanya yang suruhannya sebetulnya telah ada semenjak empat ratus tahun yang lalu. Tetapi bukan hanya itu, St. Paul (atau Paulus) dalam Perjanjian Baru, I Korintus 11:3-10, membuat pernyataan-pernyataan yang menarik tentang jilbab sebagai berikut: "Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap laki-laki adalah Kristus, kepala dari perempuan adalah laki-laki dan kepala Kristus adalah Allah. Tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga mengguting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan dicipt akan karena laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena malaikat". (I Korintus 11:3-10).

St. Paul memberikan penalaran tentang wanita yang berjilbab atau berkerudung adalah bahwa jilbab memberikan tanda kekuasaan pada laki-laki, yang merupakan gambaran kebesaran Tuhan, atas wanita yang diciptakan dari dan untuk laki-laki. St. Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis: "Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."

Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272). Beberapa golongan Kristen, seperti Amish dan Mennoties contohnya, mereka hingga hari ini tetap mengenakan tutup kepala. Alasan mereka mengenakan tutup kepala, seperti yang dikemukakan pemimpin gerejanya adalah: "Penutup kepala adalah simbol dari kepatuhan wanita kepada laki-laki dan Tuhan," logika yang sama seperti yang ditulis oleh St. Paul dalam Perjanjian Baru (D. Kraybill, 1960, hal 56).

Dari semua bukti-bukti di atas, nyata bahwa Islam bukanlah agama yang mengada-adakan dan mewajibkan penutup kepala, tetapi Islam telah mendukung hukum tersebut. Al Qur'an memerintahkan kepada laki-laki dan perempuan yang beriman untuk menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Juga memerintahkan wanita beriman agar memanjangkan penutup kepalanya sampai menutupi leher dan dadanya.

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat..... Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya..." (An Nuur:30,31)

Di dalam Al Qur'an jelas tertulis bahwa kerudung sangat penting untuk menutup aurat. Mengapa aurat itu penting ? Hal itu dijelaskan dalam Al Qur'an surat Al Ahzab 59: "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu." (Al Ahzab:59)

Pada intinya, kesederhanaan digambarkan untuk melindungi wanita dari gangguan atau mudahnya, kesederhanaan adalah perlindungan.

Jadi, tujuan utama dari jilbab atau kerudung di dalam Islam adalah perlindungan. Kerudung di dalam Islam tidak sama seperti di dalam tradisi Kristen dimana merupakan tanda bahwa martabat laki-laki berada di atas wanita dan merupakan simbolisasi tunduknya wanita terhadap laki-laki. Kerudung di dalam Islam juga bukan seperti di dalam tradisi Yahudi dimana kerudung merupakan tanda keagungan dan tanda pembeda sebagai wanita bangsawan yang menikah. Kerudung di dalam Islam hanya sebagai tanda kesederhanaan dengan tujuan melindungi wanita, tepatnya semua wanita. Pada falsafah Islam dikenali prinsip bahwa selalu lebih baik menjaga daripada menyesal kemudian. Al Qur'an sangat
memperhatikan wanita dengan menjaga tubuh mereka dan kehormatan mereka atas pernyataan laki-laki yang berani menuduh ketidaksucian seorang wanita, mereka akan mendapat balasan;

"Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah (mereka yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An Nuur 4)

Bandingkan sikap Al Qur'an yang sangat tegas, dengan hukuman yang sangat longgar bagi pemerkosa di dalam Injil:

"If a man find a damsel that is a virgin, which is not betrothed, and there was none to save her. Then the man that lay with her shall give unto the damsel's father fifty shekels of silver, and she shall be his wife; because he hath humbled her, he may not put her away all his days" (Deut. 22:28-29).

Terjemahannya:

"Jika seorang laki-laki menemui seorang gadis yang tidak dijanjikan untuk dinikahkan kemudian memperkosanya, dia harus membayar sebesar lima puluh shekels perak kepada ayah gadis itu. Laki-laki itu harus menikahi gadis tersebut karena perbuatannya dan dia tidak boleh menceraikannya selama hidupnya" (Ulangan. 22:28-29).

Patut ditanyakan, siapa yang sebenarnya dihukum dalam hal ini? Orang yang membayar denda karena telah memperkosa ataukah gadis yang dipaksa untuk menikah dengan laki-laki yang memperkosanya dan harus tinggal bersamanya sampai dia mati ? Pertanyaan lainnya: Mana yang lebih melindung seorang wanita sikap tegas Al Qur'an atau sikap kendor moral (lax) daripada Injil ?

Beberapa kalangan, terutama di belahan negara-negara Barat, mungkin cenderung untuk menertawakan bahwa kesederhanaan (modesty) berguna untuk perlindungan. Alasan mereka adalah perlindungan yang terbaik yaitu memperluaskan pendidikan, berperilaku yang sopan, dan pengendalian diri. Kami akan mengatakan: semua itu baik tapi tidak cukup.

Jika tindakan yang ada dipandang perlindungan yang sudah cukup, lalu mengapa wanita-wanita di Amerika Utara saat ini tidak berani berjalan sendirian di kegelapan atau bahkan cemas melewati tempat parkir yang sepi ?. Jika pendidikan adalah suatu penyelesaian lalu mengapa Universitas Queen yang terkenal pelayanan pendidikannya terpaksa harus mengantar pulang para mahasiswi di dalam kampus ?. Jika pengendalian diri adalah jawabannya, lalu mengapa kasus pelecehan sex di tempat kerja diberitakan di media masa nyaris setiap hari ?. Contohnya, yang tertuduh melakukan pelecehan sex dalam beberapa tahun terakhir: para perwira Angkatan Laut, Manager-manager,
Professor-professor, Senators, Pengadilan Tinggi (Supreme Court Justices), dan bahkan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton sendiri !

Saya tercengang saat saya membaca statistik yang ditulis dalam sebuah pamflet yang dikeluarkan oleh Dean of women's office di Universitas Queen berikut :

* Di Canada, setiap 6 menit ada seorang wanita yang mengalami pelanggaran sexual.

* 1 dari 3 wanita di Canada akan mengalami pelanggaran sexual pada suatu saat dalam kehidupannya.

* 1 dari 4 wanita berada dalam resiko diperkosa atau usaha pemerkosaan dalam kehidupannya.

* 1 dari 8 wanita akan mengalami pelanggaran sexual saat menjadi mahasiswi unitersitas.

* Sebuah penelitian menemukan bahwa 60% dari mahasiswa laki-laki mengatakan mereka akan berbuat pelanggaran seksual jika mereka yakin mereka tidak ditangkap.

Ada sesuatu yang secara fundamental amat sangat keliru di masyarakat kita ini [negara Barat, penerjemah] Suatu perubahan yang radikal sangat perlu dilakukan di dalam gaya hidup dan budaya kita ini. Budaya hidup sederhana (modesty) teramat sangat dibutuhkan.Sederhana dalam berpakaian, dalam bertutur kata, dan dalam sopan santun berhubungan antara pria dan wanita. Kalau perubahan tidak dilakukan, maka angka-angka statistik yang kelabu di atas akan makin suram dari hari ke hari hingga benar-benar semuanya terjerembab dalam kegelapan. Dan sialnya, penanggung beban masyarakat yang paling berat adalah para wanita.

Sesungguhnya kita semua menderita sebagaimana Khalil Gibran (sastrawan nasrani dari Libanon, penerjemah) pernah mengatakan: "...for the person who receives the blows is not like the one who counts them." (Khalil Gibran, 1960, hal 56). Oleh sebab itu, sebuah masyarakat seperti Perancis yang pernah mengusir seorang gadis dari sekolahnya lantaran si gadis menampilkan kesederhaan dengan mengenakan tudung, sesungguhnya hanyalah tindakan yang mencelakakan masyarakat itu sendiri.

Adalah sebuah ironi maha besar di dalam dunia yang kita tinggali saat ini. Secarik tudung penutup kepala mereka katakan sebagai simbol 'kesucian' saat dikenakan oleh seorang biarawati Katolik, padahal dalam ajaran Kristiani hal itu untuk menunjukkan kekuasaan pria. Namun apabila secarik tudung kepala tersebut dikenakan oleh seorang muslimah untuk keperluan melindungi diri, justru dituduh sebagai simbol penindasan pria atas wanita!

Catatan : Artikel berikut adalah salah satu bab dari buku kecil karangan Dr. Sherif Abdel Azeem, seorang professor di Queen University, Ontario, Canada. Judul bukunya (terbitan 1996) adalah Women in Islam versus Women in the Judaeo-Christian Tradition; The Myth and The Reality. Hak Cipta ada pada pengarang dimana beliau mengijinkan untuk penyalinan dan terjemahan sepanjang tidak mengurangi isinya.

Cara ibadah sholat para nabi dan umat terdahulu sebelum Islam

Posted: 25 Feb 2013 06:12 PM PST

Seorang pendeta yahudi (Rabi) bernama Hayim Halevy Donin menulis buku berjudul "To Pray as a Jew" (sembahyang cara yahudi)  mengungkap cara sembahyang yahudi kuno sesuai yg tertera di Torah atau Bible (Injil) dan hanya sebagian kecil yahudi ortodoks yg masih melakukannya hingga kini
buku tsb juga menampilkan gambar cara ibadah yahudi yang sebenarnya

Berikut ini sebagian ayat Bible (Injil) yang diterangkan sang Rabi di buku tsb:

Genesis 17:3

And Abram fell on his face. (menyungkur diatas wajah)

 Exodus 34:8
And Moses made haste, and bowed his head toward the earth(merendahkan kepala kebawah - rukuk), and worshipped.

Numbers 20:6
And Moses and Aaron went from the presence of the assembly unto the door of the tabernacle of the congregation, and they fell upon their faces (menyungkur diatas wajah): and the glory of the LORD appeared unto them.

Joshua 5:14
And Joshua fell on his face to the earth, and did worship. (menyungkur diatas wajah, dan beribadah)

Psalm 95:6O
come, let us worship and bow down: (beribadah dan merundukkan badan) let us kneel(berlutut) before the LORD our maker.

I King 18:42
And Elijah went up to the top of Carmel; and he cast himself down upon the earth, and put his face between his knees. (merundukkan badan dan menurunkan wajah diantara kedua lutut)

 Matthew 26:39
He (Jesus) went a little further, and fell on his face (menyungkur diatas wajah), and prayed.

dan masih banyak ayat lainnya yang menerangkan cara ibadah orang-orang terdahulu

di jaman ini umat mana yang mempertahankan cara ibadah yg mendekati seperti itu?

Misteri Dibalik Singkatnya Waktu

Posted: 25 Feb 2013 06:10 PM PST

PARA orang tua banyak yang mengatakan bahwa waktu terasa berjalan semakin cepat saja. Dulu , kata mereka waktu tak secepat sekarang . Benarkah waktu memang semakin cepat? Atau hanya perasaan manusia saja hidupan di dunia ini, sehingga tak merasakan perjalanan waktu yang sebenarnya konstan?

Tapi bisa jadi perasaan waktu semakin cepat. Kata ilmuwan NASA, waktu rotasi bumi ternyata sudah berubah lebih cepat sepersekian ribu detik. Tepatnya 1.26 milidetik .


Namun jauh sebelum itu Rasul pernah berkata:

"Hari Kiamat tak akan datang kecuali insiden berikut ini terjadi. Waktu akan semakin singkat, di mana jarak akan semakin pendek dengan digunakannya kendaraan." (Bukhari, Fitan.25; Ahmad ibn Hanbal, Musnad, 2/313).

Dalam hadis lain disebutkan,  Anas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Hari Kiamat tak akan datang kecuali waktu semakin singkat. Penyingkatan ini terjadi sedemikian cara seperti satu tahun yang berlalu seperti sebulan, dan sebulan yang berlalu seperti seminggu, dan seminggu berlalu seperti satu hari dan satu hari yang berlalu seperti satu jam dan satu jam yang berlalu seperti secepat kilat," (Tirmidhi, Zuhd: 24, 2333).

Cendekiawan Muslim Harun Yahya mengungkapkan, saat ini waktu memang terasa berputar lebih cepat.

"Pertanda akhir zaman yang telah disebut Rasulullah SAW itu secara ilmiah telah terbukti. Waktu semakin singkat," papar cendekiawan memiliki nama asli Adnan Oktar itu.

Menurut Harun Yahya, di ruang di antara permukaan bumi dan ionosfer konduktif, terdapat getaran alami. Frekuensi mendasar ini yang juga dikenal sebagai Detak Jantung Dunia, disebut sebagai Resonansi Schumann.

"Hal tersebut telah diramalkan secara matematis oleh fisikawan Jerman Winfried R Schuman pada tahun 1952," tuturnya.

Resonansi Schumann, kata dia, sangat penting karena membungkus bumi. "Dengan demikian terus menjaga alam dan semua bentuk kehidupan di bawah efeknya. Hal ini secara terus menerus diukur oleh pusat penelitian fisika terkemuka di dunia."

Pada 1950, Resonansi Schumann diukur pada skala 7.8 hertz. Nilai ini dianggap tetap konstan. Memang sistem komunikasi global militer ini didirikan di atas frekuensi ini.

Namun, pada 1980-an, terjadi perubahan tiba-tiba. Sebab, pada tahun itu Resonansi Schumann diukur di atas 11 hertz.

"Laporan terbaru telah mengungkapkan bahwa angka ini bahkan akan meningkat lagi. Perubahan dalam Resonansi Schumann; frekuensi menunjukkan mempercepat waktu," tuturnya.

Dengan demikian, waktu 24 jam  terasa seperti 16 jam atau kurang. Ilmu pengetahuan tidak mampu menjelaskan mengapa angka ini mengalami kenaikan, atau faktor yang menyebabkannya meningkat.

"Dengan makin singkatnya waktu, pertanda akhir zaman yang diramalkan oleh Nabi SAW terbukti secara ilmiah saat ini," tambahnya.

Bumi semakin dipersiapkan untuk hari Kiamat dan oleh kehendak Allah pertanda yang diisyaratkan terjadi secara berturut turut. [Sumber: Harun Yahya]

6 KEBAIKAN MANDI SEBELUM SUBUH

Posted: 25 Feb 2013 06:05 PM PST

Menurut kajian sains, kandungan gas ozon pada waktu pagi lebih tinggi dari waktu lain. oleh itu, gas ozon ini juga amat penting untuk tubuh badan anda. jika anda mandi sebelum waktu subuh, ia bukan sahaja membersihkan malah memberikan kesegaran dan manfaat untuk tubuh badan anda. antara manfaatnya ialah :

1. Kulit lebih lembut dan halus
pada waktu pagi selalunya anda akan memasang "water heater" untuk mendapatkan air yang hangat dan menghilangkan kesejukan. selepas ini, jika anda memiliki lingkaran hitam di bawah mata, mandi menggunakan air sejuk dapat mengurangkan kegelapan pada bawah mata. begitu juga dengan kuku, ia akan menjadi lebih sihat, kuat dan tidak mudah retak. kulit pula menjadi lebih lembut dan halus.


2. Melancarkan peredaran darah
jika peredaran darah anda lancar maka tubuh badan anda akan menjadi lebih sihat dan bertenaga. malah anda juga boleh melakukan aktiviti seharian tanpa rasa letih.

3. Meningkatkan kesuburan
kesihatan tubuh badan manusia akan mendapat reaksi yang positif apabila anda mandi pada waktu pagi. ia dapat meningkatkan hormon testosteron pada lelaki dan hormon estrogen untuk wanita.

4. Mengurangkan risiko darah tinggi
untuk anda yang memiliki penyakit darah tinggi, mungkin ini merupakan salah satu cara untuk anda mengurangkan penyakit anda. Insya ALLAH, dengan izin ALLAH, jika ia diamalkan selalu, penyakit anda akan pulih.

5. Mengurangkan tekanan serta tenang
air yang sejuk akan melancarkan kembali peredaran darah setelah lama berbaring. buat anda yang mengalami depresi, inilah cara yang terbaik utk anda menghilangkannya. oleh itu, ubahlah tabiat kpd mandi pagi sebelum subuh.

6. Meningkatkan sel darah putih
mandi dengan air sejuk, ia akan meningkatkan sel darah putih di dalam tubuh badan. apabila sel darah putih banyak, maka daya tahan penyakit dan tubuh badan boleh melawan virus. oleh itu, anda tidak mudah untuk dijangkiti dengan sebarang penyakit...

Belajar Konsekuen dari Perilaku Hidup Lebah

Posted: 25 Feb 2013 06:01 PM PST

Semut, tubuh mungil bersahaja tapi berjiwa besar dan lebah yang pintar serta ulet dalam bekerja adalah komunitas serangga yang memiliki karakteristik berbeda namun di sisi lain memiliki persamaan. Karena kehidupan semut dan lebah begitu banyak pelajaran (ibrah) yang dapat dipetik, Allah mengabadikan nama mereka dalam kitab suci Al-Qur'an An-Naml (semut) dan An-Nahl (lebah).

Kedua serangga tersebut hidup dalam sebuah komunitas yang memiliki struktur organisasi yang rapih.  Memiliki pemimpin yang dikenal dengan sebutan "Ratu Semut" dan "Ratu Lebah". Dalam struktur organisasinya, mereka membentuk divisi-divisi yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda.


Bidang Pertahanan dan Keamanan bertugas mengamankan dan mempertahankan komunitas masyarakatnya dari ancaman  yang datang dari luar, Bagian Pengadaan Pangan bertugas mengumpulkan bahan pangan untuk stok persediaan pangan yang disimpan dalam gudang logistik yang disediakan khusus. Begitu juga Bidang Konstruksi yang bertugas merancang bangun gedung hunian yang layak, aman dan nyaman. Dan bidang-bidang lainnya.

Lebah selalu mencari rezeki yang bersih, hinggap di pepohonan yang sedang berbunga untuk menghisap nektar dan diolah menjadi madu. Sebagimana kita ketahui madu lebah sudah teruji secara medis adalah obat berbagai penyakit,  dan sangat banyak manfa'atnya untuk manusia.

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Seseungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang memikirkan." (QS. An-Nahl: 68-69)

Dua ayat di atas menjelaskan secara detail dan ilmiah yang diungkap oleh ilmu pengetahuan modern tentang cara hidup jenis serangga ini sangat unik. Lebah adalah serangga kecil yang  mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut memerlukan perkiraan dan perancangan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terancang dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan pembagian kerja mereka dengan sungguh-sungguh.

Kesukaran terbesar dalam mengorganisasikan sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadual kerja serta pembahagian tugas dan tanggung jawab. Dalam sebuah kilang, misalnya, terdapat struktur jabatan yang tersusun di mana para pekerja melapor kepada penyelia, para penyelia melapor pada pengurus, para pengurus melapor pada pengurus besar dan pengurus besar melapor kepada Pengarah. Pengoperasian kilang yang berkesan memerlukan banyak tenaga kerja dan dana; pembuatan rancangan jangka panjang dan pendek; serta pengumpulan data statistik. Pengeluaran dilakukan berdasarkan perancangan pengeluaran yang telah disiapkan sebelumnya, dan pengawasan kualiti dilakukan di setiap peringkat. Setiap pengurus besar dan pengarah memperoleh pendidikan dan kemahiran khusus dalam jangka waktu tertentu sebelum ditempatkan pada kedudukan masing-masing.

Akan tetapi, setelah segala syarat ini dipenuhi dan sistem organisasinya telah terbentuk, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja dalam teamwork secara harmoni. Demikianlah, pembentukan kerja sama di antara beberapa ratus manusia cerdas dengan gagasan mereka masing-masing memerlukan perancangan yang rumit dan kos mahal. Namun, puluhan ribu lebah mampu membina sistem organisasi sempurna yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia. Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau kemahiran apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya.

Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perkiraan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Pencipta Yang Maha Kuasa. Wallahu 'alam. (SA/dikutip dari berbagai milis).

Kisah muallaf : Melanie Georgiades – Sang Diva Rap : Shalat Membuatnya Tentram dan Mencari apa itu Islam

Posted: 25 Feb 2013 05:56 PM PST

Ketenaran dan uang yang melimpah malah membuat penyanyi rap terkenal asal Prancis, Melanie Georgiades atau yang akrab dipanggil Diam, tidak bahagia.

Dia tidak merasa tenteram. Depresi menggerogotinya.

Untuk beberapa waktu, perempuan kelahiran Siprus, 25 Juli 1980 itu menolak bertemu dengan banyak orang, memilih untuk mengisolasi dirinya. Setiap malam dia akan menangis di dalam kamarnya dan sering berhalusinasi, bahkan melakukan upaya bunuh diri.

Sebenarnya Diam sejak kecil telah memiliki kecenderungan untuk mengakhiri dirinya sendiri. Pasca perceraian kedua orangtunya saat ia berusia 15 tahun, Diam pun mencoba apa pun untuk melenyapkan diri dari dunia.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Tuhan malah membiarkannya hidup hingga usianya 32 tahun saat ini dan memperoleh kesuksesan dalam kariernya sebagai penyanyi.

Karier Diam di dunia musik dimulai bersama grup musik amatiran pada 1994. Berkat suaranya yang khas dan memiliki kekuatan karakter, lagu rap Diam banyak diminati para penikmat musik rap di dalam dan luar Prancis.

Pada 2003, Diam mendapatkan penghargaan pertamanya, setelah album "Brut de Femme" yang menjadi debutnya berhasil mendapatkan penghargaan emas atas prestasi penjualan album.

Pada 2005, Diam memulai debutnya sebagai penulis lagu dengan karyanya yang berjudul "Ma Philosophie". Lagu "Ma Philosophie" ini dipopulerkan oleh bintang pop idola Prancis, Amel Bent.

Pada tahun yang sama, ia juga diketahui pernah berkolaborasi dengan penyanyi berdarah Indonesia, Anggun C Sasmi, untuk lagunya "Juste etre Une Femme (Just to be a Woman)", yang sering dimunculkan dalam versi Prancis.

Kesuksesan terus diraihnya hingga pada 2006 ia memenangkan penghargaan untuk "Best French Act" dalam ajang "MTV Europe Music Awards". Albumnya "Dans Ma Bulle" sukses besar hingga terjual satu juta kopi. Sejak itu, Diam tidak mampu menolak kepopuleran yang mengikutinya.

Namun, tidak pula bisa merasa bahagia akan hal itu. Ketenaran hanya membuatnya jatuh semakin dalam dan mengganggunya. Meskipun jutaan orang mengelu-elukan namanya, dia merasa kosong dan kesepian.

Depresinya semakin menggila. Diam pun melakukan berbagai cara untuk mengusir gangguan mental yang dihadapinya itu.

Dia bahkan mendaftarkan dirinya sendiri ke rumah sakit jiwa dan membuat janji konsultasi dengan sejumlah psikolog hampir setiap saat.

"Namun, saya tidak menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi," ujarnya pada majalah Paris Match.

Namun, Tuhan yang penyayang menuntun Diam untuk menemukan ketenteraman dalam Islam. Suatu kali, seorang teman datang mengunjunginya di rumah sakit. Setelah beberapa lama, sang teman pamit untuk mengerjakan shalat.

Diam kemudian bertanya, mengapa dia harus melakukan shalat. Sang teman menjawab dengan tenang. Bahwa dia seorang Muslim dan hal itu adalah kewajiban baginya. Selain itu, dalam shalat pula dia merasakan ketenteraman. "Saya bilang, saya juga ingin mencoba shalat," tutur Diam.

Ketertarikannya akan shalat membuat Diam mencari tahu lebih jauh tentang Islam. Diam sedikit demi sedikit mulai mengenal Islam. Teman-teman artisnya yang juga imigran membantunya untuk memahami Islam lebih baik.

Diam memang berteman dekat dengan sejumlah artis perempuan keturunan Maroko, seperti Amel Bent, dan artis gaek Jamal Dabouz. Mereka telah banyak mendukung karier keartisannya selama ini.

Tak sampai di situ saja, Diam mulai melahap buku-buku agama dan membaca Alquran. Dia bahkan memutuskan untuk berhenti sementara dalam bermusik dan pindah ke Mauritius untuk belajar membaca Alquran.

Dalam Alquranlah dia paham bahwa Islam bukan seperti yang dituduhkan orang-orang selama ini. "Dalam Islam tidak diperbolehkan membunuh orang yang tidak bersalah, seperti yang kita lihat sekarang ini. Kita tidak bisa melakukan generalisasi kepada keseluruhan agama hanya karena aksi individual orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Setelah memahami Islam beberapa waktu, akhirnya Diam memutuskan untuk memeluk Islam pada 2009. "Ketika bersujud untuk pertama kalinya dan menyentuhkan dahi saya ke lantai, saya sadar dan yakin bahwa sebagai manusia kita hanya harus tunduk kepada Allah bukan kepada manusia lainnya," katanya.

Sejak saat itu, Diam mengaku, hidupnya terasa lebih tenang dan tenteram. "Saya juga tahu tujuan sebenarnya kita diciptakan Allah,'' katanya. Kini dia hidup bahagia sebagai seorang Muslimah, seorang istri bagi laki-laki Muslim yang dinikahinya, bernama Aziz, dan seorang ibu untuk anaknya.
Tetap Bermusik

Sejak memeluk Islam. Diam tidak pernah meninggalkan rumah tanpa menutupi rambutnya. Jilbab kini menjadi aksesori kepala yang wajib baginya.

Diam menolak bersalaman dan berciuman dengan selain muhrimnya. Untuk beberapa waktu, Diam menolak sejumlah wawancara tentang alasannya memeluk Islam.

Meskipun media di Prancis sibuk mencari tahu tentang fakta keislamannya, bahkan mengikutinya saat beribadah. Namun, Diam memilih bungkam.

Sejumlah majalah Perancis melaporkan aktivitas Diam yang tengah mengikuti shalat Jumat di Masjid Gennevilliers yang selama ini terkenal menyebarkan Islam secara toleran sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat.

Sebelumnya, majalah berita mingguan pernah memuat foto Dia yang mengenakan jilbab dan keluar dari sebuah masjid di wilayah Ibu Kota Paris.

Foto tersebut diambil secara sembunyi-sembunyi oleh fotografer majalah tersebut pada 8 September 2009 lalu, ketika Diam baru keluar dari Masjid Gunfille dengan ditemani suaminya. Dalam foto itu, Diam berpenampilan sebagai seorang Muslimah tulen dengan mengenakan baju kurung dan jilbab panjang berwarna hitam.

Baru beberapa waktu ini, Diam menerima tawaran wawancara dengan stasiun televisi Perancis, TF1. Dalam wawancara itu, Diam menceritakan bagaimana Islam telah menyelamatkan hidupnya.

Kisah artis yang memutuskan untuk menjadi Muslim memang kerap menjadi isu seksi bagi media Perancis. Mengingat, negara tersebut terkenal kerap mendiskreditkan Muslim. Sorotan yang sama oleh media massa Prancis juga menimpa pemain sepak bola Franck Ribery yang memilih Islam sebagai agama barunya dan menikah dengan perempuan keturunan Maroko.



Rating: 4.5 - Oleh: Unknown

Judul: ZILZAAL
Deskripsi: ZILZAAL Poligami juga dilakukan nabi-nabi sebelum Muhammad saw...
URL: http://downloadgratis19.blogspot.com/2013/02/zilzaal_26.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Copyright © 2013 | Template Design by DIEKY'S BLOG - Powered by Blogger.